Apakah Itu CINTA

Apakah Itu CINTA
Kamu benar benar keras kepala


__ADS_3

''Kenapa kakak mengikutiku terus??''baru keluar dari ruangan loker


Jalannya pelan pelan,kaki lagi sakit


''Aku hanya memastikan keadaanmu saja.''dengan santai menjawab


Tentu aku khawatir ri,jalanmu seperti itu pasti sakit kakimu


"Pulanglah dulu,aku mau naik ojek online."mengeluarkan hpnya mencari aplikasi


"Kenapa naik ojek online kalau aku bisa mengantarkanmu."tersenyum lagi


Erika menghentikan aktivitas jarinya,lalu menatap ke sigit.


Jangan tersenyum begitu kak..


Erika menahan hatinya agar tidak lagi terpesona pada sigit,walaupun susah.


Erika berjalan lagi,sigit masih mengikuti.


Dari kejauhan Sunan dan Anan melihat pemandangan itu,interaksi antara Erika dan Sigit.Tentu saja hatinya panas.Ingin mendekati tapi khawatir erika akan mengusirnya,dua jam yang lalu hubungan mereka sudah berakhir.


"Aku rasa saranmu salah an,kau malah membuat Erika didekati lagi sama pria itu."Tangannya mengepal,rahangnya mengeras menahan amarah


"Tapi dia menghindari sigit nan,kau liat kan?''Mencoba Membela diri


''Tetap saja jarak mereka dekat..eh kaki erika kenapa itu,jalannya begitu?''Baru sadar melihat cara jalan erika


''Gak tau nan,kau samperin aja dia.''Memberi saran


Sunan hendak berjalan mendekati Erika,tapi tiba tiba hpnya berdering.


...''Hallo pa.''...


...''Hallo nak,cepat kembali ke Kantor,ada klien ingin ketemu kamu.''...


...''Baik pa.''...


Terpaksa Sunan menahan diri untuk mendekati Erika.


Nanti malam saja ke kontrakan Erika


"Siapa yang telpon?Ayahmu?"


"Iya,aku harus balik ke Kantor."


"Baiklah hati hati".


Sigit masih mengikuti Erika.Karena gak sabar akhirnya sigit menggedong Erika dari belakang.


Sontak Erika terkejut bukan main.


"Turunin kak".memberontak


"Diamlah atau kamu akan jatuh,kakimu sedang sakit biar ku antar pulang."balik arah menuju parkiran


Kakak ..jangan begini.. aku jadi susah move on kan..huhu


Erika terdiam menurut,toh kakinya memang sakit.Sigit membawa erika ke dalam mobilnya.Perlahan sigit mendudukan erika di kursi mobilnya.


"Sudah..pakailah ini."menyodorkan sesuatu yang erika butuhkan setiap dia naik mobil.Sigit selalu menyimpan di mobilnya.


Lalu menoleh ke jendela.


"Makasih."Mengoles kesana kemari


"Sudah?"bertanya agar bisa menoleh ke depan


"Sudah."Hendak memakai sabuk pengaman


Kesulitan lagi


Sigit dengan cepat membantu


"Kamu selalu lupa cara memakai sabuk pengaman."sambil memasangkan ke erika

__ADS_1


Jarak mereka lagi lagi dekat,membuat hati keduanya berdebar debar.Erika segera menoleh ke jendela.


"Aku gak pernah naik mobil disini selain mobilmu."ucapnya jujur


Sigit tersenyum lagi dan lagi.


"Kalau begitu naik lah mobilku setiap hari."mulai menyalakan mobil dan melaju keluar parkiran


"Gak mau,aku lebih baik naik motor."Menyandarkan badan ke kursi


Sudah tau mabuk naik mobil,di suruh setiap hari naik.Nanti erika pusing dan mual gak bisa fokus kerja.Dasar sigit mau enaknya aja bareng erika,gak tau rasanya mabuk naik mobil sih.


Erika mulai memejamkan kedua matanya,biasa buat mengurangi pusing dan mual.


Sigit yang sedang menyetir sesekali melirik erika.Tersenyum manis.


Andai aku bisa memilikimu lagi ri


Angan angan sigit yang masih terus ada sampai sekarang.


''Kenapa kamu tadi menangis?''memulai obrolan


Daritadi mereka diam,hanya ada suara musik yang sengaja sigit nyalakan,biasa lagu NAFF.


''Gak papa.''


''Aku tau kamu ada masalah ri,kamu gak mungkin menangis untuk hal yang sepele,cerita lah kalau kamu mau.''sok tau


''Aku bilang gak papa,lagian kamu siapa sampai aku harus cerita.''kesal tapi masih memejamkan matanya


Sigit tersentak


Iya,emang aku bukan lagi siapa siapa mu


Terlihat sedih namun berusaha kuat,tangannya mencengkeram kemudi,menahan perasaannya yang kacau.


Sigit hendak bertanya lagi namun Erika keburu bicara.


''Jangan banyak nanya tentang hidup ku,itu bukan urusanmu kak.''menyilangkan kedua tangannya di dada dan tertidur


Sigit terdiam mendengar ucapan erika lalu kembali fokus menyetir


...##...


Sunan sudah selesai bertemu klien,hasilnya sudah deal.Walaupun tadi sempat gak konsen karena kepikiran Erika.Wanita yang sudah memutuskannya.Melihat erika dekat dengan mantannya sigit membuat sunan panas.


Sunan duduk merenung di kursi kerjanya.


"Nak."panggil ayah sunan yang nyelonong masuk ke ruangannya.


Sunan masih merenung,tidak mendengar.


"Sunan."Memanggil nama sambil mendekat


"Eh iya pa ada apa?''Terkejut


''Kamu kenapa?''Duduk di kursi depan meja kerja


''Erika pa.''


''Kenapa dengan gadis itu?''Mengerutkan kedua alisnya


''Dia mutusin Sunan pa.''


''Kenapa?''terkejut


''Sunan bilang anak bos di pabrik tempat dia kerja.''Memijat pelipisnya


''Koq bisa dia mutusin gara gara hal itu,bukannya seneng punya pacar kaya.''kini malah terkekeh pak Aditama


''Papa,erika itu beda pa.''


''Ya ya ya,karena hal itu kamu tadi kurang konsen saat bertemu klien.''Tersenyum


''Aku harus bagaimana pa?''

__ADS_1


''Cari pacar lagi lah ''.terkekeh lalu beranjak pergi dari ruangan Sunan


''papa''.mengeram kesal


Bisa biasanya ayahnya bicara seperti itu,menggampangkan perasaan anaknya.Padahal sunan gelisah galau merana.


''Erika.''Gumam sunan


Beranjak pergi kekontrakan Erika


...###...


Saka dan Desi sudah sampai di depan rumah Desi.


''Makasih ka udah nganterin.''ucap desi melepaskan helm di kepalanya


''Sama sama.''Tersenyum


''Aku masuk dulu ya.''Berbalik hendak berjalan


''Tunggu des.''menahan tangan Desi


''iya ka.''


''Em..des..maukah kamu jadi kekasihku?"ucap saka hati hati


Desi melongo,terkejut.


"Desi". mengibas ngibaskan tangannya didepan Desi


"Eh iya mau."tersenyum senang


ini bukan mimpi kan saka nembak aku


"Makasih."mengelus pipi Desi


Saka belum berani main peluk atau cium


Desi hanya mengangguk sambil tersenyum


"Aku pulang dulu ya."Mengelus pelan rambut Desi


Masih mengangguk karena belum benar benar percaya sampai saka sudah pergi dan tak terlihat.


"Eh ini bukan mimpi kan''.mencubit tangannya


''Sakit.. berarti bukan mimpi yeee."mengangkat kedua tangannya ke udara tanpa sadar helm yang masih di pegang membentur kepalanya


''Aduh''.meringis kesakitan lalu masuk ke dalam rumahnya


...##...


''Sudah sampai ri.''Mengelus pelan pipi Erika agar terbangun


Erika membuka kedua matanya,terkejut lagi dengan perlakuan Sigit kepadanya.


''Eh sudah sampai,makasih kak.''membuka pintu mobil


''Tunggu Ri.''menahan tangannya


''Iya.''terpaksa menoleh


''Mau aku anterin sampai depan kontrakan?''


''Tidak usah.''


''Tapi ri.''masih menahan tangannya


"Sudahlah,makasih udah nganterin."membuka pintu mobil dan berusaha turun


Meringis kesakitan saat kakinya yang sakit menginjak di tanah .


"Biar ku antar ri."sudah berada di depan Erika


"Tidak usah,pulanglah kak..Aku bisa jalan sendiri''.pelan pelan melangkah

__ADS_1


Kamu benar benar keras kepala ri


Sigit mengikuti dari belakang tanpa Erika tau karena dia fokus sama kakinya.


__ADS_2