
Waktu yang ditunggu tunggu telah tiba,ya..kencan triple date yang di harapkan saka.Saka sudah duduk di sebuah kedai makanan siap saji bersama desi menunggu Erika dan pacarnya datang.Sigit datang belakangan karena ada urusan,mengabari saka sebelumnya.Sudah lima belas menit mereka menunggu sampai menghabiskan pesanan makanan mereka.
''Ka,erika mana sih?''tanya desi menoleh kesana kemari
Hatinya sudah kesal sama erika,karena dia belum juga menampakkan batang hidungnya.Ini sudah lewat dari waktu janjian mereka.
''Bentar lagi mungkin''. mencoba sabar
''Sepupumu juga mana?katanya mau di kenalin."
''Bentar lagi kali.''hanya itu yang bisa saka jawab
''Lama bener ya.''menyeruput es yang tinggal sedikit
''Eh liat itu erika''.Jari saka menunjuk ke arah Erika berjalan
''Koq dia sendiri?" Desi menyipitkan kedua matanya
Erika berjalan tergesa gesa,dia lupa ada janji sama saka dan desi sampai ketiduran sebentar tadi,cuma satu jam.
Satu jam dibilang cuma,haduh
"Maaf telat guys."menarik kursi lalu duduk di sebelah desi
"Kamu kenapa telat?"
"Ketiduran.. hehehe."nyengir
"Mana pacarmu?"saka melihat ke sekitar
"Dia kerja,gak bisa ikut."
"Oohh."Saka dan desi kompak
"Ciee..ciut ciut."goda Erika mendengar kekompakan saka dan desi
Saka dan desi tersenyum malu,,malu malu in
Erika kemudian memangil pelayan dan memesan makanan dan minuman.Sambil menunggu sepupu saka,Erika makan dengan cepat.Dia tidak mau lagi terbatuk ataupun tersedak.
Tak lama sigit datang,berjalan mendekati saka,desi dan erika.Tubuh Erika yang memunggungi sigit membuat erika tidak tau kalau dia datang.
"Itu sepupu aku."melambaikan tangannya ke arah sigit
Erika diam membeku,tidak berani menoleh.Sedangkan Desi terkejut bukan main.
Sepupu saka itu pak sigit.. jadi riri itu
Erika masih diam,kepalanya terasa kaku untuk menoleh,matanya menatap ke depan melihat ekspresi kaget desi.
Alamak ketahuan.. maaf desi
Erika menggigit bibir bawahnya.Kepalanya menunduk menatap sisa makanan dan minuman dimeja.
Sigit sudah mengambil tempat duduk di depan Erika.Menatap lekat mantan pacar yang masih di anggapnya pacar.
Ecieeeee
"Kenalin ini sepupu aku,kalian pasti sudah tau kan?"Ucap saka
Desi mengangguk,Erika masih menunduk.
Ada sorot kemarahan sekaligus kekecewaan dari mata desi.
Erika masih diam
"Maaf baru ngasih tau."Tambah saka
Masih hening
"Er,kamu kenapa?"tanya saka khawatir
Erika langsung mengangkat kepalanya
"Enggak papa."
Sigit hanya tersenyum,melihat ekspresi erika yang bingung sekaligus grogi.
Desi masih menatap horor kepada Erika.
Rahasia apalagi yang kamu simpan Erika alias Riri
Erika menyadari jika desi terus menatapnya.Tapi dia bingung mau menjelaskan dari mana.Tangannya di remas di bawah meja.
__ADS_1
"O ya kak,mau pesen apa?"saka bertanya
"Pesenin minum aja,aku masih kenyang."menatap erika membuat sigit merasa kenyang
Lho..lho...koq bisa begitu
"Baiklah."Saka mengangkat tangannya memberi kode agar pelayan segera datang.
dia memesan minuman untuk sigit.
Erika yang bingung di tatap oleh desi semakin bertambah grogi ditatap oleh sigit juga.
Kabur dulu ah
"Akubke toilet dulu.''beranjak kabur dari keadaan yang mencekam baginya
"Aku juga mau ke toilet."Desi menyusul erika
Aku harus tau semuanya
Erika melangkah cepat cepat masuk ke toilet dan menguncinya.Desi mengikutinya di belakang dan menunggu di depan pintu toilet tempat Erika masuk tadi.
Ya ALLAH,,tolongin baim Ya ALLAH...
"Eh,kenapa aku nyebut nama baim."Menepuk jidatnya
Aku harus gimana ini
Lima menit Erika masih di dalam toilet.Desi jengkel menunggu dari tadi.
"Er,keluar kau."mengetuk keras pintu toilet
Beberapa wanita yang berada di dalam toilet menoleh.Desi tersadar dia berada di mana sekarang.
"Maaf mengganggu,temenku lagi sakit perut di dalam."mengangguk merasa malu
Akhirnya Erika keluar juga dengan senyum manisnya.Tapi desi tidak akan terpesona.
"Kenapa des?"pura pura
"Kamu mau jelasin sekarang atau aku marah."langsung to the point
Erika menggaruk kepalanya yang tidak gatal,bingung.
"Erika alias Riri."tambah desi menyilangkan kedua tangannya
"Besok aku jelasin ya des,sekarang kita keluar dulu kasian mereka nungguin kita."menggandeng paksa tangan desi
"Tapi er."Mempertahankan tangannya
"Please."menunjukkan muka memelas
Desi pun tidak tega
"Baiklah,kamu punya utang penjelasan sama aku."masih kesal
Saka dan sigit sedang asyik mengobrol
"Kak,tadi kamu menatap erika terus,apa kaka suka padanya?"tanya saka penasaran
Bukan suka saka,tapi aku mencintainya.. sangat mencintainya
"Menurutmu?"malah balik nanya
"Ku rasa kakak menyukainya."tebak saka
Sigit hanya diam
Lebih dari suka
"Kak,sebenarnya pertama kali aku kerja di pabrik aku naksir sama erika..Dia sangat berbeda,selain cantik wajahnya juga cantik hatinya,ekspresi wajahnya yang sedikit judes tapi imut,membuatku tertarik.Tapi setelah tau dia sudah punya pacar aku pelan pelan mundur,sekarang aku mulai menyukai sahabatnya,desi.Kita bertiga mulai bersahabat."Jelas saka
Sigit terkejut,saka juga menyukai erika..pernah menyukai lebih tepatnya.
"Benarkah??"
Jika saja kamu tau erika adalah orang yang ku cari selama ini
"He em."mengangguk
Sigit menyeruput minuman yang di pesan saka tadi.
"Kenapa kakak tidak mengajak Riska?"
__ADS_1
"Males,aku tidak menyukainya,sampai sekarang pun tidak."jawab datar
"Kenapa?Apa masih belum bisa melupakan gadis bernama Riri?Begitu BERHARGA kah dia?Tapi dia sudah punya pacar kak."saka sedikit kesal
"Hemm...Dia sangat BERHARGA.. gak masalah,,masih pacar belum menikah."jawab sigit enteng
"Kalau tante sampai tau,dia akan marah,riska sudah menyusul sampai kesini,mengejarmu kak."
"Biarkan saja."masih datar
"Kak,apa aku boleh melihat riri walaupun cuma fotonya?"berharap
Kamu bahkan melihatnya setiap hari
"Tidak perlu,nanti juga kamu akan tau sendiri."
"Tapi kak."merengek
"Lihatlah mereka datang."menunjuk melalui ekor matanya
Saka langsung diam
"Maaf nunggu lama."ucap desi
"Tidak apa apa,oya kita mau kemana nih?"tanya saka antusias
"Nonton."jawab desi
"Pulang".jawab Erika
Sigit hanya diam saja
"Kenapa Er."Saka dan desi kompak lagi
"Kalian berdua enak ngedate,lha aku?"Erika cemberut
"Sama kak sigit aja,ayolah ri..kita sudah sampai sini,sayang kalau cuma makan doank."Ucap saka
Erika terkejut
Sigit tersenyum senang
Ngedate dadakan,aku suka itu
"Tapi ka."
Mati aku,kalau sunan tau dia pasti marah
"Er,ayo lah."rayu desi
Dia tau Erika merasa gak nyaman,tapi desi mau nonton drama kesukaanya.Kapan lagi,gratis pula.Hehehe...
Kamu tega desi
"Baiklah."Erika terpaksa mau diajak nonton
Aku gak suka drama,sukanya bola..CR7 hiks hiks
Saka berjalan duluan menggandeng dan menggengam tangan desi,malu malu desi membalas genggaman tangan saka,jari mereka saling bertautan.
Kapan kamu nembak aku ka?
Desi berharap hari ini dia dan saka resmi menjadi sepasang kekasih.
Lain lagi dengan Erika dan sigit,mereka berjalan berdampingan namun bersikap canggung.Waktu yang cukup lama bagi mereka berdua tidak merasakan keadaan semacam ini.Berada di Mall bersama,apalagi nonton.. mereka jarang.
"Ri."panggil Sigit lembut
"Hem".
"Bukannya kamu gak suka drama?"
''Hem."
''Apa kita pergi ke tempat lain aja?''ajak sigit
"Gak mau,sudah terlanjur."jawab datar
Akhirnya saka dan sigit membeli tiket,sedangkan Erika dan desi membeli popcorn dan minuman
Mereka menonton drama dengan perasaan masing masing.Saka dan desi sangat antusias,
Sigit hanya diam saja,tanpa ekspresi,sesekali matanya melirik erika.Apalagi erika,dia bahkan memilih tidur.
__ADS_1
🌿🌿🌿
Terima kasih banyak sudah baca novel ku