
Pagi ini cuaca begitu cerah,secerah muka Anan yang akan menempati jabatan barunya.Tapi hatinya sedikit jengkel sama sunan.Dia mengajak Anan berangkat bareng ke pabrik.Sudah lama sekali Sunan tidak ke pabrik karena Anan berada di luar negeri,padahal dia bisa kapan pun datang ke pabrik tanpa Anan.Mana Anan harus menjemputnya di rumah,kalau kebalik sunan yang jemput anan bisa bisa ngambek lagi si Sunan.Huhuhu
''Sudah siap?"tanya Anan saat Sunan masuk ke mobilnya
''Sudah.''memasang sabuk pengaman
''Kau yakin mau melihat erika dipabrik?"
''Tentu.''Jawab singkat
Matanya fokus ke jalanan yang ramai tiap harinya
''Atau kau mau liat yang lain?"Anan mulai memancing
Sunan menoleh
''Liat yang lain?"mengerutkan dahinya
''Iya,sigit misalnya.''menahan senyum
Boleh juga
"Itu bonus,aku mau liat pacarku dulu."kembali fokus ke jalanan
"Nan,aku dengar sigit punya asisten baru cewek dan ardi pindah bagian jadi asisten pak Aji."
"Hem."Sunan sudah tau
"Kenapa kau masih cemburu?"
"Memangnya salah kalau aku cemburu,Erika pacarku."kesal
"Iya sih,tapi siapa tau sigit suka sama asistennya".
"Kita liat aja nanti."
##
"Er,kamu dengar gak pak Anan mau kesini sama anak Bos ,katanya ganteng lho."Desi mulai heboh deh kalau soal cowok ganteng
Seperti biasa mereka berada didepan loker,bersiap kerja.
"Hemmm."
Aku gak peduli
"Dia belum nikah er,uhuu ulala."semakin lebay desi
idiih lebay kamu des
"Aku gak peduli des."
''Dan aku peduli er."senyum senyum sendiri
__ADS_1
Entahlah ,desi kalau melihat cowok ganteng ,matanya langsung hijau.Lhooo koq bisa
"Saka mau kamu kemanain?"Erika mengingatkan
"Aku kantongin er,lagian dia gak nembak nembak sih".Desi mulai kesal
"Hah."Erika melongo
"Ayuk..Aku mau liat anak Bos yang ganteng itu."mengapit lengan Erika dan mengajaknya berjalan ke parkiran
"Des,bentar lagi briefing,,ngapain ke sini?"Erika melihat ke sekitar parkiran
"Liat cowok ganteng."
"Gak akan di kenalin di briefing des,jadi mereka gak akan datang sepagi ini."Erika berbalik jalan ke arah pintu masuk gedung tempat mereka bekerja
Ada ada saja,memang seganteng apa sih dia huh
"Er tunggu."berjalan cepat menyusul erika
"Kalian darimana?"saka sudah menunggu disamping pintu masuk
"Dari toilet."jawab asal erika
Saka menatap Desi memastikan
Desi hanya mengangguk sambil nyengir
Mereka masuk ke dalam gedung dan bekerja.
##
Dan juga ingin melihat sigit dari dekat.
"Iya."Anan menggelengkan kepala pelan
Semangatnya melebihi aku
Mereka berjalan masuk ke dalam kantor,Anan akan menjadi direktur utama di pabrik.Kinerjanya yang bagus membuatnya di berikan kepercayaan memikul jabatan tinggi.Ayahnya sudah cukup tua untuk mengemban jabatan tersebut.Ayah Anan adalah orang yang bekerja kepada Ayah sunan sejak pabrik cabang itu berdiri.
"Selamat datang anakku "Pak Edi memeluk Anan erat
"Gimana kabar ayah?"membalas pelukannya
"Ayah baik."menoleh ke Sunan
"Kau sendiri gimana kabarnya?"beralih memeluk sunan
"Aku baik om."membalas pelukan
Mereka duduk di sofa
"Apa kau sudah siap bekerja?"bertanya pada Anan
__ADS_1
"Sudah yah."tersenyum
"Baiklah mulai hari ini kau bisa memulai belajar apa saja tugas ayah di sini."menepuk bahu
Matanya kembali menoleh dan menatap Sunan
"Dan kau,kapan siap menggantikan ayahmu?"
Sunan terkejut
"Belum tau om,aku masih butuh waktu untuk belajar.''mencoba tenang
Papa bilang setelah aku nikah tapi masih lama
Pak Edi tersenyum
"Belajar lah yang rajin,tanggung jawabmu lebih besar dari Anan."nasehat pak Edi
"Baik om."
Setelah selesai urusan mereka,anan mengajak sunan ke ruangan dia dulu sebagai HRD.Melihat sigit bekerja secara langsung.
Tok tok tok
Anan mengetuk pintu ruangan sigit,walaupun sekarang dia sudah naik jabatan,sopan santun masuk ruangan orang masih dia jaga.
"Kenapa gak langsung masuk?"Tanya Sunan heran
"Ini bukan ruanganku lagi Nan."
Pintu terbuka,seseorang di dalam tersenyum
"Selamat pagi pak Anan,gimana kabar anda?"Senyum ramah sigit
"Pagi sigit,aku baik."tersenyum
Sunan yang berada di belakang Anan,menatap serius ke sigit
Jadi kau mantannya Erika.
Sigit juga menatap Sunan serius
Kayaknya pernah liat deh
"Boleh masuk?"Anan merasa ada aura negatif di sekitarnya berdiri
"Tentu pak,silakan."
Anan berjalan masuk di susul sunan di belakang.Duduk di sofa,mata Sunan terus menatap sigit tidak suka
Sebaliknya sigit menatap sunan dengan rasa penasaran,kapan mereka pernah bertemu.
Anan merasa risih
__ADS_1
"Apa kalian saling mengenal?"
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼