
''Em..aku..''
Bunyi ponsel erika menyelamatkannya dari pertanyaan sunan.
Hallo des
Lagi apa?
Duduk
Sama sunan??
Hehehe iya
Aku mau kesitu,suruh dia pulang
Apa??
Aku udah otw bentar lagi nyampe,suruh dia pulang.Mematikan telepon
Hallo des..hallo
"Kenapa dek?"
"Desi mau kesini,sebentar lagi."merasa tidak enak
"Baiklah mas pulang dulu."bangkit dari duduknya
Erika ikutan berdiri
"Ati ati mas". tersenyum
"Iya."Mendekati erika dan meraih kepalanya
Cup
Mengecup sekilas kening erika lalu pergi
Hem mesum terus
Erika hanya memberi senyuman dan melambaikan tangannya.
Ada apa desi kesini??
Erika bertanya dalam hati sambil masuk kedalam kontrakannya.Tak lupa membawa martabak cokelat dan gelas bekas tadi diminum dirinya dan sunan.
Merebahkan tubuhnya dikasur dan menatap layar hp.Ada foto yang masih tersimpan beberapa tahun yang lalu.Foto sepasang kekasih yang saling merangkul dengan senyum lebar.
Kenapa jadi begini kisahnya ya,kenapa kakak ada disini,bukannya mencari penggantiku
Erika mengelus layar hp yang terpampang foto itu,menyimpannya di tempat tersembunyi agar tidak ada yang tau kecuali dirinya dan Tuhan.Kalau sunan tau bisa berabe Huaaaaaaa....
kakak,maafin aku
#
Sigit masih termenung menatap layar hpnya,hampir saja saka melihat foto riri.Menggesernya lagi dan memperlihatkan foto sepasang kekasih yang sedang berdiri dan saling merangkul dengan senyuman lebar.
Ri,aku akan berjuang terus
Cinta memang punya ujiannya masing masing,aku harap kita berjodoh ri dan bisa melewati ujian ini
Sigit menghembuskan nafas panjang,sampai hp yang dipegangnya berdering.Ada nama mamanya disana.
Hallo assalamualaikum ma
Walaikumsalam nak,gimana kabarmu?
Alhamdulillah sehat ma,mama gimana?
Alhamdulillah mama juga sehat,gimana kerjaan kamu disitu?
Baik ma,berjalan lancar..Ada apa mama telepon?
Mama cuma mau ngasih tau kalau Riska nyusul kamu kesitu,kalian udah ketemu??
Hem udah
Apa kamu mulai menyukai riska??
Ma..aku..Gak suka dia
Benarkah?Apa yang kurang dari dia??(kecewa)
Gak ada ma,aku gak suka aja(aku masih cinta riri ma)
Pokoknya mama gak mau tau,kamu harus suka sama riska dan kalian harus cepat menikah.Menutup panggilan telepon
Tapi ma..hallo ma
Arrrrgh..
Sigit frustasi dengan permintaan ibunya,bagaimana dia bisa meminta restu bersama riri kalau mamanya menginginkan riska.
__ADS_1
#
Desi sudah sampai didepan kontrakan Erika.Entah angin apa yang membuatnya ingin pergi ke kontrakan Erika sampai mengusir sunan sang pacar erika.
Tok tok tok
Ceklek
Terlihat erika dengan raut wajah penasaran karena ulah desi
''Hai er.''Memberikan senyuman semanis mungkin
Desi paham erika akan marah ketika dia datang hanya membawa pertanyaan.Padahal maunya bawa makanan yang banyak.Hehehe
''Masuk.''muka jutek
Desi melangkah hati hati takut menginjak duri..
Hei ini dikontrakan,bukan di semak semak
Erika lebih dulu mendudukkan bokongnya,di ikuti desi.
''To the point.''Erika duduk lesehan,kakinya bersila
Desi menghembuskan nafas panjang.
''Gini er,kemarin aku liat sigit sama cewek cantik dan ceweknya itu menempel mulu,kamu tau dia siapa?''memulai obrolan
''Kau kesini cuma mau nanya itu?OMG''.erika kesal
''Aku penasaran.''Nyengir
''Gak penting des,bukan urusan kita.''tambah jengkel
Kirain hal penting apaan
"Aku tau kamupasti kenal dia."menatap tajam
Idiih nih anak kalo kepo bener bener ya
"Desi,kamj kenapa kepo banget??"
"Soalnya aku denger gosip dia bakal kerja satu pabrik sama kita?"
"APAA??"Terkejut bukan main kan main
"Hei kenapa kamu teriak??"gantian desi yang kesal
"Kau dengar gosip itu dari siapa?"penasaran
Astaga..itu bukan lagi gosip abal abal
"Sekarang jawab aku,cewek itu siapa?"
"Siapa ya,aku lupa."pura pura berpikir
"Tapi kamu tadi kaget,itu menunjukkan kalau kamu kenal dia."imbuh desi
"Desi,makan martabak dulu yuk."Mengambil martabak untuk mengalihkan perhatian
Desi mengambil sepotong martabak lalu menatap erika sambil mengunyah.
''Jawab aku er.''nyam nyam mengunyah martabak
''Dia itu tunangannya sigit.''jujur
Uhuk uhuk
Desi tersedak martabak,
''Makanya jangan sambil ngomong kalau makan.''Menyodorkan segelas air putih
Desi cepat meminumnya
''Yang bener?''terkejut
Erika mengangguk lemah,sebenarnya sakit sih ketika ngomongin riska.
''Sejak kapan kamu kenal riska??''desi kepo
''Emm..sejak aku mulai jauhin sigit.''
#Flash back on
Erika dan ika sedang jalan jalan di alun alun,mereka menghabiskan waktu akhir pekan berdua.Karena keduanya sama sama sendiri.Mereka sahabat lho.
Erika dan ika duduk dikursi taman alun alun setelah membeli siomay.
''Er,gimana hubunganmu sama sigit??''memakan siomay
''Emm..aku udah memutuskan menjauhinya.''menunduk sedih
''Kamu gak ngobrol dulu gitu sama dia?''
__ADS_1
Erika menatap ke depan,siomay yang dia pegang dan baru satu yang di makan,tidak lagi dimakannya.Tiba tiba nafsu makannya hilang.
''Aku udah di usir duluan sama ibunya sigit, gak berani lagi buat ketemu apalagi ngobrol.''tersenyum getir
''Malangnya nasibmu nak."mencoba bercanda
''Gak lucu ka.''Memonyongkan bibirnya
Disaat erika dan ika sedang asyik ngobrol,mata ika melihat seseorang sedang bersama wanita.
''Er,liat tuh liaaat..''Jari ika menunjuk pada seseorang
Erika mengikuti arah jari ika dan terkejut.
''Sigit,sama siapa ya??''ika bertanya tanya
Erika menoleh kearah lain.Sigit yang melihat erika dari jauh lalu mendekati dan wanita yang bersamanya terus menempel.
''Riri,ika.''
''Hai sigit,kamu sama siapa?''Ika to the point
Erika hanya diam,menoleh ke arah lain
''Dia...''
''Kenalin aku riska,calon tunangannya sigit.''mengulurkan tangan
deg..bagaikan tersambar petir hati erika
"Apa??"ika terkejut tapi tetap menerima uluran tangan riska
Lain dengan erika
Erika segera bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan ika,sigit dan wanita bernama riska.
"Er tunggu."menyusul erika sedikit berlari
"Riii tunggu."hendak menyusul erika
"Jangan menyusulnya atau aku aduin ke ibumu".sambil menahan lengan sigit
Maafin aku ri
Erika masih berjalan dengan air mata yang menetes deras.
Hiks hiks
#Flashback off
Erika meneteskan air matanya ketika mengingat kejadian saat itu,bahkan dia berpikir sigit sudah menikah saat ini tapi nyatanya tidak.
"Er."mengelus pundak erika untuk menguatkan
"Aku kuat koq des,cuma kalau nanti liat mereka berdua kerja satu pabrik bareng kita,aku gak tau kuat atau enggak."jelas erika sambil menengadah ke atas menahan air matanya
"Tenang er,ada aku dan saka yang akan selalu menguatkanmu."
"Emang kau dan saka udah jadian??"kepo dan mengalihkan topik
"Belum er,baru TTS."terkikik geli
"TTS??"Erika mengerutkan alisnya
"Itu lho yang kita deket banget tapi belum jadian."
"Itu TTM desi."gemas lalu mencubit pipi desi
"Sakit er."hiks hiks
"Biarin."kesal
"Sama saka aja di elus elus pipiku,sama kamu malah di cubit,huhu."merengek
"Eee ciut ciutt udah elus elus pipi."goda Erika
Desi jadi malu karena sudah membongkar rahasianya
"Aku seneng kalau kau bahagia,jangan kayak aku ya,,rumit."menepuk pundak desi
"Iya er,aku doain kamu selalu bahagia."memeluk erika
"Makasih."memeluk desi
"Motormu koq gak ada er?"melepaskan pelukan lalu melihat sekitar
"Aku tinggal dipabrik."jawab Erika
"Kamu pulang naik apa?"
deg
"Naik.."
__ADS_1
Bersambung
Makasih udah baca novelku