
Erika sudah sampai di kontrakan,memarkirkan motornya diteras.Lalu masuk kedalam dan membersihkan diri.Badannya sedikit basah karena terkena gerimis mengundang,lupa memakai mantol gara gara ingin melepaskan diri dari sigit yang tangannya memegang erat tangan erika.
Diluar sigit mengamati Erika yang sudah masuk.
Baiklah aku pulang karena kamu sudah aman
Memastikan keadaan erika baik baik saja sudah membuat hati sigit lega.Entahlah,rasa yang dulu masih ada tidak berubah sama sekali,bahkan sekarang bertambah.Sigit sebenarnya tersiksa dengan perasaannya sendiri.Restu ibunya yang belum datang sampai hari ini untuk Erika,padahal sigit sudah menolak Riska.Tapi ibunya hanya mau sama Riska,apa sih kelebihannya pikir sigit.Kesal sendiri jika mengingatnya.
Sigit masuk lagi ke mobilnya dan segera pulang.
Beberapa saat Sunan datang membawa motor,suasana hatinya sedikit panas karena melihat tangan erika di pegang oleh sigit didepan matanya.
Huuh
Menghembuskan nafas panjang lalu mengetuk pintu kontrakan Erika.
"Mas."Erika terkejut sunan datang tiba tiba
Baru beberapa menit selesai mandi,rambutnya masih basah
"Apa mas mengganggu?"menatap lekat erika
Cantik.. natural
''Enggak."grogi
Sunan masih diam menatap Erika.
pantas saja sigit masih mengejarmu,kamu benar benar menarik
"Apa sih mas,ayo duduk."masih grogi ditatap terus
Akhirnya memilih berjalan ke teras dan duduk.Sunan mengikuti.
"Tumben mas kesini gak bilang."
Kesalnya datang lagi
"Memangnya gak boleh?"datar
Kenapa tiba tiba gitu
"Boleh,tentu boleh."tuhkan jadi serba salah
Tangan sunan meraih tangan Erika,mengamati lama.
Selain megang tangan apalagi yang dia lakukan?
Bertanya dalam hatinya sendiri.
Erika bingung dengan kelakuan aneh sunan.Tapi membiarkan tangannya di pegang.Cuma tangan ini.
"Apa kamu mandi dengan bersih?" pertanyaan aneh yang membuat Erika heran
__ADS_1
Apasih mas
"Tentu."menjawab diiringi senyuman
Sunan menautkan jari jemarinya.
"Jangan pernah biarkan tanganmu di pegang oleh laki laki lain."
Deg,, maksudnya..Apa dia tau..tapi koq bisa tau sih
"Iya."mengeratkan tangannya
"Kamu tau,aku sangat mencintaimu dek."
iya tau
"Iya mas."
"Jagalah hatimu hanya untuk mas."menaruh tautan tangan didadanya sunan.
Aku sedang berusaha su
Erika hanya tersenyum menanggapi keinginan sunan.
"Mas mau minum?"bertanya yang lain agar tangannya di lepasin
Suka banget kalian berdua pegang tangan
"Boleh,yang anget anget ya."
Masuk kedalam untuk membuat teh.Cocok dengan cuaca saat ini sehabis hujan.Dingiin...
Erika keluar lagi dengan membawa nampan berisi teh panas dan cemilan ringan.
"Masih panas,tunggu sebentar baru diminum."Mengingatkan sunan
"Iya."mengambil cemilan dan mengunyahnya
"Apa kamu suka makan beginian?"menunjuk cemilan yang di pegang.Kripik singkong
"Iya,aku selalu stok buat ngemil."Ikut mengambil dan memakan
"Apa gak takut gemuk?"Merasa heran
"Cuma kripik bukan nasi,gak bikin gemuk kalau makannya cukup."menjelaskan
"Hem."melanjutkan makan cemilan
"Dek."panggil lembut
"Iya."menoleh
"Apa kamu punya saudara?"
__ADS_1
"Punya."
"Kakak atau adik?"
"Kakak".
"Udah nikah?"kepo
"Udah."
"Orang tuamu kerja apa?"
Erika mulai sensitif dengan pertanyaan Sunan
"Hanya seorang petani dan pedagang."Menunduk sedih
Teringat ibu sigit ketika mengusir dan menghina pekerjaan orang tua Erika.Sakiit...
"Bagus juga,sepertinya seru pekerjaan itu."Tertarik
Membayangkan suasana di pedesaan yang sejuk alami
Erika mendongakkan kepalanya dan menoleh ke Sunan.
"Apa?"terkejut
Aku di hina orang tua Sigit karena itu dan kamu bilang itu seru
"Sepertinya seru,apa rumah orang tua mu jauh dari sini?"Kepo lagi
Kenapa kepo banget sih
"Lumayan,sekitar dua belas jam an..kalau tidak macet."
"Hah?"gantian terkejut
Lama banget..pasti jauh
"Kenapa mas?"menatap heran
"Selama itu?Apa begitu jauh?"bertanya lagi
"Iya,kalau orang tuamu kerja apa?''Balik nanya
Sunan terbatuk
Segera mengambil minum dan meneguknya..lega
''Cuma pegawai biasa.''
''Ohhh''.hanya itu yang keluar dari mulut Erika
Mereka pun menikmati waktu bersama dengan obrolan kesana kemari.
__ADS_1
💮💮💮💮💮💮💮💮💮