
''Er,kamu di suruh ke ruangan pak sigit''.Ucap Desi ketika mereka berada di depan loker
Erika sudah balik lagi ke kota setelah acara kabur ke bogor,menenangkan diri.Walaupun pada akhirnya dirinya belum tenang.
''Iya''.sedang sibuk memasukkan tas dan jaket yang baru dia pakai
''Er,pak sigit terlihat marah kemarin,dia sampai ngancem aku mau di pindah bagian agar jauh darimu''.Terlihat takut dan sedih saat mengingat ucapan sigit padanya.
Di bagian produksi
^^^''Erika mana?''tanya sigit di dekat mesin Desi^^^
...''Gak masuk kerja pak.''...
^^^''Kenapa?''^^^
^^^''Aku gak tau pak''.^^^
Sigit menatap Desi dengan tatapan tajam
Mana mungkin kamu gak tau,kamu kan sahabatnya..cih
^^^''Jawab jujur erika di mana atau kamu saya mutasi ke bagian lain agar tidak bisa bertemu Erika.''mulai mengancam^^^
Desi ketakutan,tangannya gemetar,kepalanya tertunduk sambil berpikir
Gue jawab apa ya..Erika tolong
^^^"Aku hitung sampai tiga..satu.."^^^
Desi tambah gemetar
^^^"Dua..ti.."^^^
^^^"Erika sedang dibogor pak ke tempat kakaknya,besok dia kembali."sedikit berteriak lalu segera menutup mulutnya dengan tangan^^^
Akhirnya keceplosan karena hitungan sigit yang hampir sampai tiga,eh yang bikin takut desi adalah dia mau di mutasi ke bagian lain bukan karena hitungan pak sigit.
sorry Er
Sigit tersenyum senang
^^^''Besok suruh ke ruangan saya sebelum kerja.''Ucapanya melangkah pergi^^^
...@@...
''Kamu di ancam?''Erika mengerutkan kedua alisnya
Bahaya nih sigit udah marah,aku jadi takut
Erika menyenderkan tubuhnya di depan loker,kedua tangannya menyilang di depan dada,bibirnya bergerak ke kanan dan ke kiri sambil otaknya berpikir.
Aku harus bilang apa ya entar
__ADS_1
''Er,ayo masuk udah mau briefing.''Menarik lengan erika
Seketika buyar sudah apa yang baru erika mau susun di kepala.Halah ngomong apa adanya aja deh,pikir erika kemudian.
Briefing selesai
Erika segera naik menuju ruangan Sigit,hatinya deg deg an membayangkan sigit yang marah untuk kedua kalinya.
''Huuff''.menarik nafas panjang sebelum mengetuk pintu
Tok tok tok
''Masuk.''suara dari dalam ruangan HRD
Pasti kamu Ri
Tangan erika mulai gemetar saat membuka pintu.Kepala nyembul melihat ke dalam.
"Masuk dan duduklah.''Ucap sigit yang baru saja membereskan sisa pekerjaannya kemarin
Dengan ragu berjalan dan duduk di hadapan Sigit.
''Erika.''sigit menyebut nama lengkapnya
tumben,ada apa ini
"Iya pak."mulai gugup
Sigit menatap tajam Erika
''Bogor pak''.
''Ngapain?''
''Ke tempat kakak''.
Sigit segera bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Erika yang ada di depannya.
''Aku sangat mengkhawatirkanmu ri.''Tiba tiba memeluk dari belakang
''Pak lepasin.''Memberotak
''Aku takut kamu pergi lagi''.ucapnya lirih tapi bisa di dengar Erika
''Pak,saya ke sini mau ngambil cuti untuk hari kemarin..lepasin atau aku teriak''.
Terpaksa melepas pelukan dan mulai duduk ke kursi kerjanya.
''Baiklah ini.''menyerahkan kertas cuti
Erika menulis dengan hati hati.
''Sudah pak,saya permisi.''Bangkit dari duduk
__ADS_1
''Tunggu.''
Berhenti sejenak
''Selamat bekerja.''tersenyum manis
Cih gitu doank sok manis
Melangkah pergi meninggalkan ruangan HRD.Didepan pintu bertemu Riska.
''Ngapain kamu?''Menatap tajam ke Erika
''Bukan urusanmu.''Melangkah melewati Riska yang mulai kesal
Awas kamu ri
Ngancem mulu beraninya
"Er,tadi kamu di apain sama pak Sigit?"Desi mulai khawatir
''Gak di apa pain''.jawab santai dan mulai bekerja
''Serius?''
''Kamugak percaya? pengin ya aku di apa apain?''mulai kesel deh
Desi nyengir
''Sorry er.''Mulai fokus kerja
Diruangan Anan
''Bro,dua hari ini Erika susah di hubungi,katanya pergi ke bogor ke tempat kakaknya''.Mulai curhat
''Terus?''
''Dia kayak menghindariku.''Menyenderkan tubuhnya ke kursi
''Kau datengin aja dia,siapa tau dia udah kerja hari ini.''memberi saran
''Tapi aku ogah ke ruangan laki laki itu.''
Tersenyum geli
''Dih nih anak udah gede koq kayak anak kecil ..gak malu''.gumam Anan
''Jangan ngatain aku An.''melotot
Kembali tersenyum
''sorry''.
Sunan menghembuskan nafas panjang.Bingung mau ngapain,keberaniannya untuk jujur pada Erika belum muncul.Ditambah Erika yang terlihat menghindari dirinya membuatnya takut kalau dia akan balikan lagi sama mantannya sigit.
__ADS_1
*Akub*harus ngomong sama dia nanti sore