
''Er..tadi ada kejadian apa?''Desi dan saka sudah duduk berjejer dengan rasa yang sama
Rasa penasaran
''Tunggu..aku makan dulu''.memasukkan bakso ke dalam mulutnya
Desi dan saka ikut makan juga,mata mereka sesekali menatap erika.
Erika makan pelan pelan sengaja mengulur waktu untuk cerita.
''Tumben kamu makannya pelan?''Tanya desi
''Aku lagi gak nafsu makan.''Memasukkan bakso lagi ke dalam mulutnya sampai penuh
''Mulut dan perutmu beda er,bertolak belakang.''sindir saka
Erika hanya diam melamun
Aku harus gimana ya kalau riska kerja di sini..dan sigit kenapa begitu sih
"Er,kamu kenapa?"
"Enggak."
"Masa sih?tadi pagi ada kejadian apa?"
"Apa ya?"pura pura lupa
"Kamu masih muda er,jangan pura pura lupa".Desi kesal
"Kita penasaran er."tambah saka
Desi dan saka menatap erika.Rasa penasaran yang sedari pagi mereka tahan kini meledak sudah.
"Biasa aja liatnya."Erika kesal
"Jujur sama kita er."desak saka
"Apa?"
"Ada kejadian apa tadi pagi?"desi menambahkan
Masa harus jujur sih kalau sigit gak mau nglepasin
Erika teringat kata kata sigit tadi pagi sebelum dia keluar dari mobil sigit
"Ri,aku akan terus berjuang,aku sangat mencintaimu ri,aku gak akan nglepasin kamu."Tangan sigit menggenggam erat tangan Erika
Lalu melepaskan dan perlahan pindah ke kepala erika,mengelusnya pelan.
Erika hanya diam,dia tidak menyangka bahwa waktu dua tahun lebih ternyata tidak merubah perasaan sigit padanya.
Inginku menangis dengan keadaan ini hiks hiks
Karena erika hanya diam,sigit perlahan mendekati erika,ingin mengecup keningnya.Tapi sayang erika keburu sadar.
"Maaf kak,aku harus kerja."Cepat cepat membuka pintu mobil dan berlari sekuat tenaga.
Sigit terlihat kecewa namun juga gemas
Kamu takut sekali dicium Ri
"Er..eri."Desi mengibas ngibaskan tangannya didepan muka Erika
"Eh."Erika terkejut
"Kamu kenapa?"khawatir
"Gak papa des."memakan baksonya cepat agar bisa segera pergi dari kantin
"Tadi pelan makannya,sekarang kumat lagi makannya."Desi menggeleng gelengkan kepalanya
"Er,malam minggu kita jalan jalan yuk,kamu bawa pacarmu."Ajak saka
"Iya er,kita double date."Desi senang mendengar ide saka
Mereka belum pacaran,tapi dalam masa TTS..ehh TTM maksudnya.
"Ntar aku bilang ke sunan dulu."
"Sekalian aku mau ngenalin sepupu aku".
Uhuk uhuk
Dan lagi lagi erika terbatuk,tersedak kuah bakso yang pedas..untung cuma kuahnya bukan tersedak baksonya.Hemmm...
Gila kamu ka,kalau sigit ketemu sunan gimana
Alamaakkk
"Gue pikir pikir dulu deh."Menghabiskan baksonya lalu minum es teh manis
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya."meninggalkan desi dan saka
"Er,tunggu."hendak berdiri
"Biarin,kita ngobrol berdua aja."ajak saka
"Tapi...."kembali menatap saka
"Baiklah."duduk lagi
Erika berjalan ke taman di dekat gedung tempat dia bekerja.Walaupun pabrik,sang Bos sangat peduli dengan lingkungan,makanya di buatin taman,agar semua anak buahnya yang bekerja dipabrik bisa menghirup udara segar walaupun cuma sebentar. Saat istirahat taman sedikit ramai. Erika memilih kursi di pojokan yang kosong dan sepi,cocok untuk menyendiri.
Hiiii serem
Tangan mungilnya mengambil hp di saku celana bahan yang dia kenakan.Menatap foto dua pria secara bergantian.
Sigit dan sunan,
"Hei kalian..kenapa bisa mencintaiku yang tak sempurna ini??"gumam erika
Kedua mata erika sudah berkaca kaca,entah kaca spion atau kaca mata.Lhoo..Apa maksudnya?
Mengusap lembut foto kedua pria itu.
Kalau kalian berdua sampai ketemu,apa yang akan terjadi??
Erika terus melamun.
Sampai sebuah suara mengagetkannya.
"Ri."sapa seorang wanita
Erika menoleh ke sumber suara.
''Riska.''terkejut
Riska berdiri dengan jarak sekitar tiga meter dari erika.Memakai dress selutut dan juga high heels.Tasnya di selempangkan di pundak kirinya.
''Kau terkejut?''Tersenyum miring
''Enggak.''mencoba tenang
Riska,wanita yang dua tahun lebih tidak di lihatnya kini muncul kembali untuk kedua kalinya setelah mereka bertemu di ruangan sigit.Wanita yang sudah membuat hatinya terluka karena telah bersama dengan pria yang sangat erika cintai saat itu dan saat ini juga.Lhooo
''Mulai senin besok aku kerja disini sebagai ASISTEN sigit''.menekankan kata ASISTEN
''Terus?''
''Terus?''Meremas bungkus plastik es teh manis yang sudah setengah isinya masuk ke perut erika
''Kamu jangan coba coba merayu sigit,karena dia milikku.''tegas Riska
''Terus??''Ada rasa sakit di hati Erika
''Ku lihat kamu masih sendiri,apa gak ada cowok yang mau sama kamu di sini??''Ejek Riska
Kurang asem
"Apa kamu gak bisa move on dari sigit?"tambah memprovokasi
aku gak perlu pamer pacar kan
''Bukan urusanmu."masih mencoba tenang
"Haha,aku yakin kamu belum punya cowok karena mukamu yang pas pas an itu,kalau pun ada pasti cowok itu miskin."mengejek lagi
Dasar mulut jahat
Akhirnya Erika berbicara
"Ku pikir waktu dua tahun lebih sudah membuat kalian menikah dan punya anak,tapi kalian masih belum menikah juga,apa sigit menolakmu?"kini giliran erika yang membalas mengejek
Riska terdiam,dia baru sadar dengan hubungannya dengan Sigit.Sigit yang selalu menolaknya untuk di ajak menikah.
"Kenapa diam?Apa ucapanku benar adanya?"tersenyum miring
"Diam kamu.''riska mulai terpancing emosi
"Apa kamu gak bisa mencari pria lain selain sigit,padahal penampilanmu seperti itu."mencibir
Erika menatap penampilan riska dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Rambut riska yang di lurusin dan giginya di pagerin.
"Jaga mulutmu".Riska mulai marah
"Haha,kamu lucu ya..mengejar ngejar pria yang jelas jelas menolakmu,apa kamu gak laku?"semakin bangga memprovokasi
"Aku dan sigit sudah bertunangan,buat apa aku mencari pria lain."bela Riska
"Dua tahun lebih tunangan tapi belum juga menikah,apa kamu gak bosan?aku semakin yakin kalau sigit tidak menyukaimu."Tersenyum senang
__ADS_1
Senang melihat muka riska yang kini berubah merah padam,marah.
"Kamu..."mendekati erika
Tangannya terangkat hendak menampar erika
"Riska."Suara tinggi sigit
Riska terjengkit kaget,tubuhnya membeku,tangannya yang terangkat di turunkan lagi perlahan lalu menoleh ke belakang.
"Si git."Tergagap menyebut nama
"Apa yang kamu lakukan?"menatap tajam ke riska lalu melirik ke Erika
Erika melengos,menatap ke arah lain
"Aku cuma ngobrol sama Riri."
Sigit tidak mudah percaya
"Jaga sikapmu,kalau kamu ingin bekerja di sini."Ucapnya tegas
"Maaf."Riska menunduk
Dia sampai lupa kalau sedang ada dipabrik.
Erika tersenyum
Ingat,erika tidak selemah dulu saat menghadapi Riska.
Kabur aaah
Erika berjalan melewati Riska dan Sigit
"Ri tunggu."Sigit meraih tangan erika
"Lepasin."menarik paksa tangannya dan melangkah pergi
Sigit diam mematung
Lagu naff mengiringi langkah kaki erika
Naff : SEHARUSNYA KITA
Saat relung hatiku kini mulai terasa
Sepi tanpa ada cintamu dalam hidupku
Semua terasa hampa
Kala hatimu tak dapat ku sentuh
Semakin jauh asaku kini untuk ku gapai
Dalam luka batinku perih teteskan lara
Ketika dirimu jauh
Isi hatimu tlah menjadi miliknya
Seharusnya dunia ini begitu indah
Seharusnya hidupku ini penuh bermakna
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku kini bila kaupun milikku
Saharusnya dunia ini punya kita berdua
Seandainya kau tahu
Perih didalam hatiku oh
Apakah kau merasakan apa yang ku rasa
Seharusnya dunia ini begitu indah
Seharusnya hidupku ini penuh bermakna
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku kini bila kaupun milikku
Saharusnya dunia ini punya kita berdua
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku kini bila kaupun milikku
Saharusnya dunia ini punya kita berdua
__ADS_1