
''Kenapa cepat sekali?Apa yang kalian bicarakan?''Anan nyelonong masuk saat tadi melihat Erika keluar dari ruangannya
''Dia mutusin aku.''terduduk lemah
Matanya merah sehabis menangis
Anan terkejut lalu mendekat,ikut duduk dan melihat wajah Sunan.
''Kamu nangis?''menahan senyuman
''Kau pikir??''Kesal
''Kenapa gak jujur dari awal saja?''Anan sudah tau masalah antara Sunan dan Erika
Sunan yang cerita.
''Kalau jujur dari awal gak bakal jadian sama dia,ini aja dia mutusin aku karena hal itu.''Memijat pelipisnya
Pusing..gak menyangka Erika bakal meninggalkan dirinya karena status sunan
Bukan salahku kan anak orang kaya?
''Biarkan dia sendiri dulu,menenangkan diri.''
Apa dia masih trauma pacaran dengan orang kaya??
Erikaaa
Sunan hanya bisa menghembuskan nafas berat.Apa yang harus dia lakukan sekarang.Membiarkan erika sendiri pasti membuatnya rindu.Menyiksa..
...**...
Erika yang berjalan cepat sambil menangis dan kurang hati hati saat turun tangga tiba tiba jatuh,kakinya terkilir.
''Tumben licin banget.''Mengelus kakinya yang sakit
Riska yang datang dari bawah tersenyum senang.
''Rasain".melirik dan berjalan santai menaiki tangga
Asyeeem
Kesal,Erika berjalan pelan pelan menuruni tiap anak tangga.Tangannya berpegangan di pinggiran tangga sambil meringis kesakitan.
Desi sudah was was menunggu Erika di mesin,pikirannya sudah kacau.Apa yang terjadi dengan Erika di ruangan pak Anan ya.
Erika berjalan tertatih tatih.
''Kamu kenapa er?Kakimu kenapa?Apa yang terjadi di atas?''memberondong pertanyaan pada Erika lalu membantu erika berjalan.
''Ssstt diamlah,awas aku mau duduk.''menahan sakit di kaki
''Kamu yakin bisa kerja?''khawatir
''Iya,kan tanganku yang kerja bukan kaki,bantuin sini.''
''Matamu merah,abis nangis er,kamu di apain??''menatap erika serius
''Gak di apa apain,aku nangis karena kakiku sakit.''berbohong
Iya sih kakinya sakit,tapi hati erika lebih sakit.Hiks hiks
''Kamu yakin bisa kerja?''ragu ragu bertanya
melihat erika yang meringis menahan sakit
''Yakin,ayo bantuin.''
Desi menurut,mereka bekerja lagi selama dua jam.
''Erika bisa kita bicara.''Ucap saka yang sudah berdiri di depan loker.
''Bicaralah.''masih menahan sakit di kakinya
''Kakimu kenapa er?''Tanya saka khawatir
''Cuma terkilir.''Tangannya sibuk mengambil jaket dan memakainya
Lalu mengambil tas
Cuma..tapi sakitnya minta ampun hiks hiks
Ingin menangis tapi di tahan,malu di depan saka.
"Ayo ke klinik,kita obatin kakimu."
__ADS_1
''Enggak usah,bicaralah aku mau pulang sebentar lagi.''meringis saat mengangkat kakinya hendak berbalik.Menyenderkan tubuhnya di loker.
''Kamu gak papa er?''Desi datang tiba tiba
''Enggak des,jadi bicara gak ka?Aku mau pulang.''ucapnya pelan
''Bicara apa?''Desi kepo
melihat ke Erika dan saka bergantian
Lain kali saja deh
''Gak jadi,kapan kapan aja..ayo pulang des.''menarik tangan desi mengajak ke parkiran
Gak pas ngomong sekarang,erika lagi sakit
''Aku duluan er.''melambaikan tangannya
Kakinya melangkah cepat mengimbangi saka
Erika hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Kamu mau ngomong apa sama erika?'' Desi masih mengimbangi jalan saka
Tangannya masih di gandeng
''Bukan apa apa.''Berjalan cepat ke parkiran
Saka belum siap ngomong sama desi soal riri adalah Erika.
"Gimana pulangnya ya?''gumam Erika bingung
Mau bawa motornya gak mungkin,kakinya sakit.Mau naik angkot atau ojek online juga lumayan jauh keluar pabrik.Tadi aja sangat sakit saat berjalan dari tempat kerja ke loker.
''Hiks hiks.''Akhirnya menangis sendirian
Tubuhnya merosot masih bersandar di pintu loker.Kakinya di lurusin pelan pelan
Siapa yang mau nolongin aku,sigit?Gak mungkin
Sunan?? Mustahil
Masih menangis sendirian,kepalanya menunduk.Menangisi keputusannya mengakhiri hubungan dengan sunan,juga menangisi kakinya yang sakit,mau pulang gimana buat jalan aja susah.
"Belum pulang ri?"seseorang berdiri di depan erika
''Kamu menangis,kenapa?Apa yang terjadi?'' Berjongkok dan menatap Erika lekat lekat
Erika semakin menangis
Kenapa kakak selalu peduli?
"Ssstt..jangan menangis lagi..Ada aku."mengelap kedua pipi Erika yang basah
Erika menepis tangan Sigit yang menempel di pipinya.
''Ayo pulang.''Masih menatap wajah Erika
Erika masih diam
''Kenapa menghindariku seminggu ini,apa aku berbuat salah padamu?''Sigit khawatir
''Tidak,kakak gak pernah salah..Aku yang salah..pulanglah duluan.''Hendak berdiri tapi kakinya terasa sakit
Tangannya berpegangan pada pintu loker agar bisa berdiri.
''Kakimu kenapa ri?''mau membantu berdiri tapi lagi lagi di tepis tangannya oleh erika.
''Gak papa,kakak pulanglah dulu.''
''Ri,biar ku antar pulang atau ke klinik dulu biar di obati kakimu.''
Mengelap pipinya yang masih basah.
''Gak usah,kakak pulang saja.''Masih keukeuh gak mau di bantu
Keras kepala kamu ri
Erika mengeluarkan hpnya hendak memesan ojek online,tapi keburu di rebut hpnya.
''Biar ku antar ke klinik,obati dulu kakimu."memaksa menggedong Erika.
Walaupun memberontak tapi erika kalah tenaga.Menurut saja akhirnya.
"Mbak,dokternya sudah pulang?''Bertanya pada perawat yang masih jaga
__ADS_1
''Sudah pak,mbak erika kenapa?''melihat erika yang masih di gendong.
Reflek erika minta turun,sigit menurunkannya di ranjang klinik.
''Kakinya sakit,coba di periksa.''
''Biar ku periksa ya.''
Melihat kaki erika
''Kakinya terkilir,juga memar.''
''Ada obatnya gak?''
''Untuk terkilir harus di pijat,kalau obat memar ada.. sebentar saya ambilkan.''berjalan ke ruang obat
''Mau ku antar pijat ri?''
Erika hanya menggeleng
''Ini obatnya.''
''Makasih,biar aku yang mengoles.''
''Baik pak.''Tersenyum lalu kembali ke meja kerjanya
Pelan pelan sigit mengangkat kaki kiri erika dan memangkunya lalu mengoles kaki Erika dengan obat salep.
Erika meringis kesakitan.
''Kenapa menghindariku seminggu ini?''kembali bertanya lagi
''Gak papa.''
''Kenapa kamu di panggil ke ruangan pak Anan?''lagi lagi bertanya
''Gak papa.''
Sigit berhenti sejenak mengoles.Kepalanya mendekati erika.Sontak kedua pasang mata mereka bertemu.
''Kenapa jawabanmu seperti terus,hem?''gemas
Ingin ku cium tuh bibir
Erika langsung menunduk
"Gak ada apa apa,serius."
Deg deg an lagi huuh
Erika jadi sedih ketika mengingat apa yang terjadi di ruangan pak Anan.Dia memilih mengakhiri hubungannya dengan Sunan.
"Ya sudah.''Mengalah saja,erika memang keras kepala
"Sudah selesai,mau ku antar pulang?''menawarkan diri
''Gak usah,aku bisa pulang sendiri.''
''Kakimu?''
''Udah mendingan,makasih udah bantuin.''
''Pacarmu gak jemput?''Ada rasa sakit saat mengucapkan kata pacar
''Enggak.''
Aku baru putus,gak perlu ngomong kan sama kamu?
''Ri.''Mengelus pelan kepala Erika
''Hem.''
''Kalau ada apa apa hubungi aku,aku akan selalu ada buat kamu.''Tersenyum manis
Erika hampir terpesona melihat senyuman sigit.
Gak boleh,aku gak boleh terpesona
Menggeleng cepat
"Kenapa ri?"
"Hah?Gak pa pa..Aku mau pulang."Beranjak berdiri dan berjalan pelan menahan sakit di kakinya
Sigit mengikuti dari belakang
__ADS_1
Kamu lucu sekali ri