Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 10: Datang di Saat yang Tepat


__ADS_3

Pada akhirnya, kekhawatiran Ji Meng menjadi kenyataan. Dongfang Yue tetap akan mengenali aura keturunannya meskipun Ji Meng sudah menyembunyikannya dengan baik.


Tetapi terlepas dari semua kekhawatiran itu, Ji Meng sama sekali tidak berminat memberitahu atau menyembunyikan apapun. Ia akan membiarkan ini berjalan dengan sendirinya, mengalir seperti air.


Bai Feng Xian juga penasaran dari mana dewa gelap ini bisa menemukan seorang murid yang sangat berbakat.


"Aku juga punya pertanyaan yang sama," sela Bai Feng Xian.


Mata almond A-Rou bergerak, dengan tatapan polos ia memandang gurunya dan Dongfang Yue secara bergantian. “Benar, Guru, dari mana aku berasal?”


“Dia berasal dari Gunung Xi.”


Semua orang seketika menoleh pada asal suara yang menginterupsi mereka. Ming Ye baru saja turun dari awan keberuntungannya setelah memperhatikan dari udara bagaimana Bai Feng Xian berbicara dengan Dongfang Yue.


Meskipun Ji Meng dan Ming Ye bersekutu, Ji Meng tidak pernah memberitahu Ming Ye bahwa ayah dari A-Rou dan penyebab Bai Feng Xian terluka adalah Dongfang Yue.


Ming Ye hanya berpikir jika identitas A-Rou sebagai putri Bai Feng Xian yang disembunyikan tidak bisa diungkapkan saat ini.


Ia juga tidak tahu mengapa Dongfang Yue begitu berminat terhadap asal-usul Huirou, yang selama ini hanya tinggal di Dunia Arus Bawah tanpa mengenal atau dikenal dunia luar, kecuali Qingqiu.


Dongfang Yue masih tidak percaya. “Gunung Xi?”


Kemudian, Ming Ye dengan segala kebohongannya menipu Bai Feng Xian, Dongfang Yue dan A-Rou. Dia mengatakannya dengan jelas seolah-olah perkataannya berasal dari sebuah kenyataan yang tidak terbantahkan.


“Lima ratus tahun lalu aku menemukannya tergeletak di tengah hutan Gunung Xi. Bai Feng Xian kala itu jatuh sakit dan aku hendak menjemputnya kembali ke Qingqiu."


"A-Rou ditemukan dengan kondisi mengenaskan, tubuhnya kotor, ia bahkan hampir tidak dikenali. Setelah aku membersihkannya, aku baru tahu jika dia adalah seekor phoenix. Aku menyerahkannya pada Ji Meng dan memintanya untuk mengurusnya.”


Ji Meng hampir percaya pada omong kosong itu. Phoenix apanya?


Tubuh asli dari A-Rou adalah rubah putih berekor tujuh. Kebohongan ini rasanya terlalu berlebihan. Bagaimana jika Dongfang Yue meragukannya dan bertanya lebih jauh? Pada saat itu, mereka akan kesulitan menjelaskannya.


Tetapi di luar dugaan, Ming Ye justru melanjutkan penuturannya.

__ADS_1


“A-Rou terluka, jadi tidak mengenali tubuh aslinya sendiri. Siapa sangka setelah dilatih dan dibesarkan oleh Ji Meng, kekuatan dewanya bisa begitu besar.”


Dengan bodohnya Dongfang Yue mempercayai kebohongan lisan Ming Ye. Dia mengangguk.


Dongfang Yue masih merasa aneh dan penasaran akan aura A-Rou. Tetapi, sekarang bukan saatnya untuk menanyakan itu. Ia sudah lama meninggalkan Istana Langit, urusan di atas sana masih banyak dan harus diselesaikan. Terkait kebenaran di balik asal-usul anak ini, biar ia selidiki nanti.


“Ah, begitu rupanya. Kau beruntung mendapat murid kecil. Latih dia dengan baik,” ucap Dongfang Yue pada Ji Meng.


“Apa Kaisar berminat untuk mengajarinya juga?” tawar Ji Meng, dia sengaja mencari masalah dengan memancing sebuah permainan. Tapi, Dongfang Yue menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak menerima murid lain.”


Jawabannya seperti bilah es yang dipahat diruncingkan, menusuk ke dalam relung hati terdalam hingga semua orang membeku dalam kebekuan ucapan.


Bahkan di saat seperti ini, Dongfang Yue rupanya masih tidak dapat melupakan muridnya yang telah musnah itu.


Itu membuat Ji Meng agak tertekan dan salah tingkah. Seharusnya ia tidak bermain-main dengan kata ‘murid’ di hadapan Dongfang Yue.


Sampai saat ini, semua orang di Empat Lautan dan Tiga Daratan tahu betul bahwa Kaisar Langit masih tidak dapat memaafkan diri sendiri dan melupakan kesedihan hatinya akan kehilangan murid kesayangannya.


Dongfang Yue menanggapinya dengan pernyataan lain. “Aku harus kembali. Kelak, kita mungkin berjumpa di lain hari.”


Setelah itu dia pergi tanpa mengatakan apapun. Tetapi, Bai Feng Xian bisa melihat jelas kalau hati Dongfang Yue kembali membukakan luka lama, yang membuat ekspresi wajahnya berubah dalam beberapa detik.


Rasa sakit, kecewa, rasa bersalah, semuanya tergambar dengan jelas meski dia menyembunyikannya.


“Seharusnya kau diam dan menutup mulutmu. Dasar Dewa Agung yang picik!” ucap Bai Feng Xian sambil menendang kaki Ji Meng.


Ji Meng berhasil menghindar dengan menggeser posisi tubuhnya ke samping Ming Ye.


“Kau juga! Untuk apa kau mengarang kebohongan sebesar itu? Phoenix apanya? Jelas-jelas tubuh aslinya adalah rubah putih ekor tujuh!”


“Sejak kapan kau menyadarinya?” tanya Ji Meng dan Ming Ye bersamaan.

__ADS_1


“Sejak aku melihatnya pertama kali.”


Mungkin, sihir penyembunyian yang digunakan untuk menyamarkan aura dan menyembunyikan tubuh asli A-Rou tidak berfungsi pada sesama Klan Rubah. Bai Feng Xian bisa menebaknya dengan benar meskipun dia tidak berkata apa-apa.


Yah, Bai Feng Xian tidak berniat mengetahui alasan yang digunakan kedua dewa ini sampai harus menyembunyikan tubuh asli A-Rou.


Bai Feng Xian bisa menanyakannya di lain waktu, ketika momen dan saatnya sudah tepat. Ia juga masih penasaran dengan identitas asli A-Rou.


Mengapa bisa bayi rubah ekor tujuh sepertinya terpisah jauh dari Qingqiu dan terdampar di Gunung Xi yang dingin? Pasti ada rahasia di balik semua ini.


“Lalu, mengapa kau tidak memberitahu Kaisar Langit? Kau juga menolak kedatangannya ke Qingqiu. Perkataanmu ini berbeda dengan yang terakhir kali sebelum kita meninggalkan Istana Langit.”


Astaga, ia pikir Ming Ye menjadi lebih cerewet akhir-akhir ini!


“Aku tidak ingin Qingqiu mendapat masalah. Selir Langit itu yang bermasalah. Biarkan Yingzaho sendiri yang datang untuk meminta maaf!”


A-Rou tidak tahu siapa di antara ketiga orang ini yang harus ia percaya. Usianya baru lima ratus tahun, ia belum memahami permasalahan hidup dan orang dewasa sebanyak yang diketahui guru dan paman-bibi dewanya.


Matanya hanya berkedip beberapa kali, lalu kepalanya bersandar di pundak Ji Meng dan ia mulai memejam.


Ming Ye hanya menunjukkan senyum tidak pedulinya yang khas.


“Sudahlah. Aku datang untuk menjemputmu. Bai Yin mengatakan jika putrinya tidak pulang beberapa hari setelah jamuan langit dan menyuruhku membawamu kembali.”


Bai Feng Xian benar-benar lupa karena terlalu asyik bermain di sini. Sudah berapa hari ia tidak pulang?


Pasti sudah cukup lama. Jika tidak, ayahnya tidak akan mengutus Ming Ye untuk menjemputnya kemari. Ah, ayahnya masih saja mengkhawatirkannya meskipun tahu usianya tak lagi remaja.


Sebelum Ming Ye dan Bai Feng Xian menaiki awan


keberuntungannya, Ji Meng terlebih dahulu menarik Ming Ye dan berbisik dengan suara yang sangat kecil, “Kau datang tepat waktu. Aku tidak akan bisa


menyelamatkan identitasnya jika Kaisar Langit tidak mempercayainya.”

__ADS_1


Mendengar itu, Ming Ye hanya tersenyum dan segera menyusul Bai Feng Xian.


__ADS_2