
Malam harinya setelah Bai Feng Xian pergi ke Gunung Xi bersama A-Rou, Dongfang Yue kembali datang ke Danau Cermin. Kali ini, dia tidak banyak mengerutkan kening seperti saat terakhir kali.
Dia terlihat lebih tenang dan memiliki penguasaan diri yang bagus. Hanya dengan melihatnya sekilas, Ming Ye sudah tahu jika Dongfang Yue mampu mengendalikan dirinya.
Ming Ye hanya menatapnya tenang kala Dongfang Yue duduk di depannya. Rambut hitamnya yang panjang dibiarkan menari terbawa angin yang berhembus lembut, membuatnya seperti bersinar di bawah cahaya perak bulan musim semi. Mahkota bertatahkan permata Empat Lautan memantulkan sinar bulan yang sama.
“Kau membuatku mengusir Bai Feng Xian dua kali. Jika sekali lagi aku melakukannya, gadis kecil itu akan curiga dan tidak akan mau pergi, Tian Jun,” ujar Ming Ye.
“Maka biarkan saja dia,” balas Dongfang Yue.
Alangkah baiknya jika Bai Feng Xian tahu, bahwa Dongfang Yue selalu memikirkannya tanpa henti. Malam ini, dia datang untuk mengonfirmasi sesuatu kembali. Ini bukan tentang seperti apa penderitaan dan kesengsaraan Bai Feng Xian saat kembali hidup setelah melompat dari Sumur Pembunuh Dewa, tetapi itu jauh melampaui waktu ke tiga ratus tahun sebelumnya.
“Kali ini apa lagi, Tian Jun?”
“Aku ingin mengetahui sesuatu. Delapan ratus tahun lalu ketika aku menemukannya dalam wujud seorang peri di Gunung Yanqi, dia tidak mengingat apapun. Apa kau tahu sesuatu tentang itu?” tanya Dongfang Yue.
Ming Ye menarik napasnya dengan tenang, mengembuskannya perlahan. Sebelum menjawab, dia terlebih dahulu melemparkan pandangannya ke atas langit.
“Aku bukan Dewa Takdir, Tian Jun,” jawabnya ringan. “Jika aku tahu, maka tidak perlu ada Si Ming di dunia ini.”
Benar juga. Si Ming adalah Dewa Takdir, tetapi dia belum tentu mengetahui setiap takdir dari masing-masing abadi. Terlebih, yang paling banyak ia urus adalah takdir hidup manusia fana, dan beberapa takdir dewa yang sedang menjalani ujian. Jika delapan ratus tahun lalu Ming Ye tidak mengetahuinya, maka lebih tidak mungkin bagi Si Ming untuk mengetahuinya juga.
Dongfang Yue terdiam sesaat. Jika ia bisa mengetahui apa yang terjadi delapan ratus tahun lalu, ia mungkin bisa mencari asal muasal dari takdir rumit nan kejam yang terjadi padanya dan Bai Feng Xian, yang juga telah mengikat Yingzhao. Jurang penderitaan yang terbentang selama lima ratus tahun juga bisa mendapatkan penjelasan.
Tiba-tiba Dongfang Yue mengingat sesuatu. Ia telah melewatkannya karena berpikir itu adalah hal yang kecil. Lima ratus tahun lalu, Bai Feng Xian naik tingkat menjadi Dewi Agung, tapi tidak ada yang pernah memberitahu bagaimana cara ia naik tingkat. Apakah itu artinya…
“Aku adalah ujian langitnya, ujian cintanya yang membuatnya naik tingkat menjadi Dewi Agung,” ucap Dongfang Yue tanpa sadar.
__ADS_1
Ming Ye terperanjat, ia menatapnya sesaat. Ia tidak menyangka Dongfang Yue dapat memahami kejadian masa lampau hanya dalam beberapa menit.
“Yah, aku baru pertama kali menyaksikan seseorang menjadikan Kaisar Langit sebagai ujian cintanya untuk naik tingkat menjadi Dewi Agung. Hidupku yang panjang ini tidak akan sia-sia.”
Tapi, kenapa? Kenapa takdir begitu suka mempermainkan orang?
Dongfang Yue tidak pernah menyangka jika delapan ratus tahun lalu ketika ia menemukan Bai Feng Xian di Gunung Yanqi, wanita itu telah memulai ujian langitnya. Dongfang Yue adalah ujian yang dikirimkan oleh langit untuknya, karena itulah rintangan yang ia lewati bisa begitu menyakitkan.
Hubungannya dimulai dari penolong dan yang ditolong, dari murid dan guru hingga tak lagi sebatas itu. Rasa manis yang dicecap dari kebahagiaan tiga ratus tahun berujung malapetaka yang begitu dahsyat dan melukai hati sedemikian dalam, ternyata tidak lebih dari sekadar sebuah ujian.
Bagi Bai Feng Xian, itu mungkin bukan apa-apa. Tetapi bagi Dongfang Yue, itu adalah kejutan yang memberi sensasi kecewa tak terdefinisikan.
Apakah itu sebabnya Bai Feng Xian begitu mudah melupakannya?
Setiap yang terjadi dalam ujian langit, tidak lebih dari sebuah persinggahan. Ketika ujian langit selesai, maka segalanya juga selesai. Rasa cinta, benci, bahagia, semuanya kembali menjadi semu, menjadi kenangan yang mungkin dianggap tidak berharga dan luntur seiring waktu.
Dongfang Yue merasakan jantungnya diremas dengan kuat.
Dongfang Yue menjeda ucapannya sejenak. “Aku akan mencari sisa ingatan yang hilang sebelum dia menjalani ujian langit menjadi Dewi Agung.”
“Aku tahu. Jadi, berusahalah untuk menumbuhkan kembali perasaan yang sama di hatinya jika kau benar-benar ingin bersamanya, Tian Jun.”
Raut wajah Dongfang Yue berubah cerah. “Apakah itu mungkin?”
“Kelopak Teratai Buddha yang kau berikan hari ini cukup membuatnya tersentuh.”
Api harapan kembali menyala di hatinya. Dongfang Yue bersumpah akan melindunginya sekuat yang ia bisa dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya.
__ADS_1
Dia mungkin akan kesulitan meluluhkan hati Bai Feng Xian, tetapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bai Feng Xian saja bisa menjadikan dirinya sebagai objek ujian langit, mengapa Dongfang Yue tidak bisa menjadikan mimpi itu menjadi kenyataan?
Bagaimanapun, Bai Feng Xian adalah wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta. Sebelum bertemu dengannya, yang ada di hati Dongfang Yue hanyalah dunia dan kewajibannya menjaga kedamaian Empat Lautan dan Tiga Daratan.
Kaisar Xuan Yi, ayah sekaligus gurunya memberinya tugas dan beban berat yang harus ditanggung di pundaknya. Dia menyepelekan hubungan dan perasaan pribadi antara pria dan wanita.
Kaisar Xuan Yi memberinya pendamping Selir Langit Yingzhao, semata-mata hanya untuk menyeimbangkan kehidupan pribadinya. Tanpa Kaisar Xuan Yi tahu, Dongfang Yue telah menumbuhkan kebencian yang dalam terhadap hadiah darinya. Bahkan sampai saat ini, kebencian itu masih terus tumbuh.
Sampai ia bertemu Bai Feng Xian dalam wujud A-Xian, perasaan pribadi antara pria dan wanita yang diabaikan itu perlahan membuatnya sadar. Hidup selalu berdampingan, baik dan buruk, pria dan wanita, yin dan yang, siang dan malam. Tidak ada yang dapat mengindar ketika takdir mengatur seseorang untuk jatuh cinta. Bahkan seorang Kaisar Langit pun juga tidak akan luput dari itu.
“Di mana dia sekarang?”
“Gunung Xi.”
“Mengapa kau mengirimnya ke sana?”
“Aku mengajari murid tidak langsungnya meracik anggur dan membiarkannya minum. Hm, seharusnya buntalan lumut hijau itu sudah bangun sekarang.”
Dongfang Yue ingin marah, tapi orang yang ada di depannya ini adalah Dewa Agung Prasejarah yang usianya jauh di atasnya meskipun penampilannya begitu muda. Memarahi orang tua bukan hal yang baik. Dia bersiap untuk pergi, tapi pertanyaan Ming Ye menghadangnya untuk beberapa saat.
“Kau ingin menemuinya?”
Dongfang Yue mengangguk.
“Selarut ini?”
“Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada anakku.”
__ADS_1
Setelah itu, Dongfang Yue langsung menghilang. Suasana di Danau Cermin menjadi tenang seperti biasanya. Pandangan Ming Ye beralih. Dia masih bersikap tenang seperti biasa. Dongfang Yue sudah datang dua kali, dia berharap orang itu tidak datang lagi mengganggunya.
“Aku sudah membukakan jalan untukmu. Tian Jun, jangan sampai kau mengecewakanku,” ucap Ming Ye sebelum dia berubah ke wujud naganya dan tertidur di dasar Danau Cermin.