Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 51: Tidak Berakhir Baik


__ADS_3

Saat ini, Bai Feng Xian tengah berdiri di tepi kolam Istana Tianwu sambil memandangi ikan-ikan di kolam surga.


Beberapa hari ini, ia sibuk menjaga dan mengajari Feng Yuan Ying, dan telah mengabaikan A-Rou. Ketika bocah kecil itu datang padanya untuk mengeluh, barulah Bai Feng Xian sadar kalau dirinya sudah melewatkan pelatihan bocah kecil itu.


Feng Yuan Ying, Phoenix Salju terakhir yang baru nirwana itu, ternyata memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pengajaran yang diberikan Bai Feng Xian, langsung dipahami dalam sekejap mata. Perbandingannya satu berbanding dua dengan A-Rou. Mungkin karena phoenix itu adalah generasi terakhir, sehingga langit mengasihaninya dengan memberinya anugerah kecerdasan di atas rata-rata.


Asumsi itu muncul karena Bai Feng Xian tidak pernah melihat proses pelatihan A-Rou dari awal hingga selesai. A-Rou, yang merupakan keturunan langsung Kaisar Surga, jauh lebih cerdas dari siapapun. Dia bisa menempa sepuluh ribu tahu energi hanya dalam beberapa menit di Gunung Yanqi. Hanya saja, bocah kecil itu tidak menunjukkannya kepada orang lain.


"Mengapa kau melamun di sini?"


Suara lembut, yang akhir-akhir ini seperti candu terdengar menyambangi telinganya. Bai Feng Xian berbalik, kemudian mendapati Dongfang Yue berdiri tak jauh di belakangnya. Pria itu tersenyum lembut seraya menyimpan kedua lengannya ke belakang punggung. Mata bintangnya yang jernih menatap Bai Feng Xian dengan penuh, seperti sedang menatap benda paling berharga di dunia.


"Aku hanya beristirahat sebentar. Setelah ini, aku akan membawa A-Rou kembali ke Qingqiu terlebih dahulu," ucap Bai Feng Xian.


"Kenapa? Apa metode pengajaranku salah?" tanya Dongfang Yue. Bai Feng Xian menggelengkan kepala.


"Bukan seperti itu. Kau membawanya ke Istana Langit dan dia telah tinggal cukup lama di sini. Ji Meng akan mengira dia diculik dan aku telah teledor menjaganya. Aku akan memberitahu Ming Ye dan menunjukkan padanya jika A-Rou sudah mulai berlatih, sehingga ketika Ji Meng datang, dia bisa memberitahunya."


"Mengapa kau tidak memberitahu Ji Meng secara langsung?"

__ADS_1


"Aku sedang tidak berminat bicara dengannya. Jika dia mengetahui hubungan kita, itu akan sangat merepotkan."


Dongfang Yue tertegun dan memikirkan sesuatu. Perkataan terakhir Bai Feng Xian menunjukkan bahwa wanita itu belum memiliki niat mempublikasikan hubungan mereka berdua pada orang lain. Sebetulnya, itu bisa dimengerti mengingat Dongfang Yue baru saja menghukum Selir Langit Yingzhao. Jika tiba-tiba tersebar kabar mengenai hubungan asmaranya dengan Bai Feng Xian, reputasi Bai Feng Xian sebagai Dewi Agung Qingqiu akan tercemar.


Rumor memang telah tersebar, tetapi belum berdampak parah pada mereka berdua.


Orang-orang mungkin akan menganggap jika Bai Feng Xian adalah rubah penggoda yang telah memikat hati Kaisar Langit dengan rayuannya. Bai Feng Xian tidak akan mempermasalahkan hal itu, tetapi bagi Dongfang Yue, Bai Feng Xian harus tetap bersih. Baik nama atau reputasi, keduanya harus tetap bersih, tidak boleh tecoreng oleh hal apapun sekalipun rumor itu benar.


Dongfang Yue maju beberapa langkah, kemudian memeluk Bai Feng Xian dari belakang. Tangannya melingkar di pinggang ramping wanita itu, dan kepalanya bersandar di pundak Bai Feng Xian. Suara napas dan udara yang berhembus dari hidung Dongfang Yue meniup rambut-rambut kecil yang menyelinap keluar dari sanggul. Bai feng Xian sedikit bergidik.


"Sebetulnya, aku tidak peduli apa perkataan mereka tentangku," ucap Dongfang Yue di samping telinga Bai Feng Xian, namun suaranya terdengar asal. "Tapi, namamu harus tetap bersih," lanjutnya.


"Seseorang sepertiku? Memangnya aku ini orang yang seperti apa?"


"Orang yang dapat menanggung kekejaman dan rasa sakit sendirian, tetapi tetap bersikap tegar ketika berhadapan dengan orang."


"Oh? Misalnya?"


"Ketika kau kehilangan A-Xian, kau pasti sangat sedih dan marah pada dirimu sendiri. Saat itu, kau bisa saja menghukum Selir Langit secara langsung, tapi kau menahannya karena tahu bahwa Selir Langit adalah hadiah pemberian Kaisar Xuan Yi yang sangat kau hormati. Kau menanggung kebencian dan kesedihan itu selama lima ratus tahun. Melihat orang yang membuatmu kehilangan cinta hidup dengan baik dan bertemu denganmu secara sering, itu pasti sangat menyakitkan dan menjengkelkan. Tapi kau, terus menahannya dan membiarkan semua orang bicara dalam spekulasinya sendiri."

__ADS_1


Dongfang Yue menghela napas. "Dan itu adalah kesalahan yang aku sesalkan. Aku menyesal telah menunda hukumannya terlalu lama."


"Tian Jun, kisah cinta pada abadi seringkali tidak berakhir dengan baik. Kenapa? Karena nasib mereka terhubung dengan Tiga Alam. Gap antara kau dan A-Xian terlalu besar, dan itulah mungkin yang menjadi sebab mengapa kau dipisahkan darinya dengan cara yang paling menyedihkan."


Tetapi pada kenyataannya, Dongfang Yue tetap dipertemukan kembali dengan orang itu. Setelah lima ratus tahun berlalu dengan hampa, hari-hari Dongfang Yue yang sebetulnya menyedihkan kembali menemukan cahaya. Meskipun ia tahu, itu tidak akan sama seperti dulu.


Mengingat ini, Dongfang Yue semakin mengeratkan pelukannya.


Saat ini, suasana di Istana Tianwu sedang hening. Pelayan peri berhenti melangkah masuk saat tahu Kaisar Langit tengah bicara dengan Dewi Agung Qingqiu, dan itu adalah hal mutlak yang membuat mereka tahu diri bahwa mereka tidak bisa menganggunya.


Setelah beberapa saat tenggelam dalam lamunan dan suhu hangat dari tubuh yang dipeluknya, ia melepasnya secara perlahan. Dongfang Yue menghadapkan dirinya pada Bai Feng Xian, mengikis jarak di antara mereka. Deruan napas yang teratur berhembus, silih berganti. Dengan kecepatan yang tidak terukur, bibir Dongfang Yue mendarat di bibir Bai Feng Xian.


Dia menciumnya, mengigitnya, dan menjelajah selama beberapa waktu. Ketika pagutannya terlepas, mata pria itu tampak sayu, namun perlahan berubah seperti biasa. Bai Feng Xian terengah-engah, ia belum terbiasa mendapatkan serangan mendadak yang intens seperti ini. Ia belum bisa mengatur napasnya ketika mereka saling berpagutan.


"Aku akan menjemput A-Rou. Kau bisa pulang terlebih dahulu," ucap Dongfang Yue. Kemudian, tanpa berkata apa-apa lagi, ia langsung pergi, menghilang di depan mata Bai Feng Xian.


Pada saat itu, Bai Feng Xian hanya bisa memandangi kepergiannya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Ia seolah-olah merasa bahwa ini akan menjadi pertemuan dan momen terakhirnya, entah mengapa. Ia takut, tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan.


Apakah kisah asmara dewa-dewi memang tidak selalu berakhir baik?

__ADS_1


__ADS_2