Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 21: Luka Selir Langit


__ADS_3

Istana Tianhua, istana kediaman Selir Langit.


Beberapa pelayan keluar dari dalam kamar Yingzhao dengan panik. Itu karena Selir Langit baru saja mengamuk dan melemparkan beberapa buah obat yang baru didapat dari Dewa Tabib ke sembarang arah. Para pelayan peri yang tidak berdosa itu lagi-lagi menjadi sasaran kemarahan Selir Langit Yingzhao.


Sejak kejadian ia dilempar keluar oleh Dongfang Yue, Yingzhao telah berbaring di ranjangnya selama berhari-hari. Kehilangan sumsum dewa ternyata membuatnya sangat menderita. Dongfang Yue membuatnya terluka di mana-mana sehingga dia memerlukan waktu untuk menyembuhkan diri.


Seandainya saja dia masih mempunyai sumsum dewanya, lukanya tidak mungkin separah ini. Tapi, meskipun kondisinya sudah mengkhawatirkan, Yingzhao masih saja bersikap tidak tahu diri. Alih-alih merenungi kesalahan, dia malah terus merasa marah pada Bai Feng Xian dan melampiaskannya kepada para pelayannya.


“Rubah putih licik itu pasti merasa senang melihat kondisiku, kan? Dia pasti senang telah membuatku kehilangan muka dan terkena murka Tian Jun!”


Pelayan kecil yang masih punya keberanian di sisinya menunduk.


Dia dengan ragu berkata, “Selir, sebaiknya Anda tidak membuat Tian Jun marah. Hamba melihat jika Tian Jun begitu memperhatikan Dewi Agung Bai Feng Xian. Tanpa sumsum dewa, luka Selir mungkin bisa lebih parah seandainya Tian Jun melemparmu lagi.”


Yingzhao yang pada dasarnya pemarah memaksakan diri bangun dari tempat tidur dan menjambak rambut pelayannya. Dirinya tidak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi dengan Bai Feng Xian!


Memangnya kenapa jika dia seorang Dewi Agung? Bukankah orang yang menjadi pasangan Kaisar Langit tetaplah dia?


“Sejak kapan pelayan sepertimu punya hak membicarakan urusanku?”


“Ampun, Selir Langit. Tolong ampuni hamba,” ucap pelayan itu.


Yingzhao bukan lagi seorang dewi. Dia hanya setengah dewi, karena sumsum dewanya telah ia cabut dan telah ia hancurkan. Menurutnya itu sepadan karena berkat itu, dia bisa menyingkirkan A-Xian dan membuatnya membenci Dongfang Yue. Dengan sifat dan kecerdikannya, dia masih bisa bertahan di Istana Langit.


Dia beruntung karena dia dianugerahkan oleh Kaisar Xuan Yi. Jika tidak, Dongfang Yue sudah lama membunuhnya. Yingzhao masih harus bertahan hidup dan memikirkan cara agar Dongfang Yue mau membuka hatinya untuknya. Karena ia yakin, cinta dan kasih sayang Dongfang Yue kepada A-Xian yang telah mati itu juga akan mati suatu saat nanti.

__ADS_1


Yingzhao tidak bisa membunuh pelayan ini. Sudah cukup banyak aduan datang kepada Kaisar Langit atas perbuatannya dalam memperlakukan pelayan. Yingzhao kemudian menamparnya beberapa kali sampai pipi pelayan peri kecil itu memerah dan wajahnya bengkak. Segera saja dia melarikan diri dari sana.


Luka di tubuh Yingzhao berdenyut. Rupanya, Dongfang Yue memasang sebuah mantra lain padanya. Mantra itu akan bereaksi setiap kali Yingzhao melakukan sebuah kejahatan atau bersikap kasar kepada orang lain. Itu akan sangat menyiksanya. Rasa sakitnya bertahan selama beberapa jam.


“Tian Jun, apa kau benar-benar membenciku?” gumam Yingzhao sambil menahan semua rasa sakit di tubuhnya.


Mengapa? Mengapa Dongfang Yue begitu sulit ditaklukkan?


Yingzhao sudah lama berjuang selama ribuan tahun, menjadi pendampingnya dan tetap di sisinya sepanjang waktu. Tapi, lagi-lagi Dongfang Yue tidak memandangnya. Pria itu justru berbalik dengan tatapan dingin dan lebih memilih seorang peri kecil yang lemah untuk melabuhkan hatinya.


Dia adalah anggota Klan Phoenix salju yang terhormat. Keluarganya membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan memanjakannya. Dia telah berusaha memikat hati Dongfang Yue sejak Kaisar Langit itu masih menjadi murid kecil Kaisar Xuan Yi. Yingzhao susah payah menarik Kaisar Xuan Yi hingga bisa membuatnya menjadi Selir Langit Dongfang Yue.


Lima ratus tahun yang lalu, demi menyingkirkan A-Xian, Yingzhao mencabut sumsum dewanya sendiri dan menghancurkannya. Dia juga menggunakan cahaya kematian dari kain kegelapan untuk mempengaruhi penglihatannya sampai hampir buta.


Setelah berusaha sekeras itu, dia bisa menyingkirkan seseorang yang dicintai Dongfang Yue. Tapi, dia harus menanggung balasannya dengan sikap dingin dan kejam Dongfang Yue.


Tidak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya. Biarpun dia setengah dewi, Yingzhao masih sanggup melakukan hal yang sama sekali lagi. Dia akan memastikan Dongfang Yue berpaling dari Bai Feng Xian, dan membuat Bai Feng Xian menderita. Dia tidak peduli jika seluruh Qingqiu akan berbalik memusuhinya.


“Tian Jun, aku tidak akan pernah menyerah!”


...***...


“Bagaimana? Apa kau sudah mendapat informasi baru?” tanya Dongfang Yue pada Song Zi. Saat ini, dia tengah berada di halaman istananya.


Song Zi seperti biasa melaporkan hasil penyelidikannya. Sebagai pelayan dan menteri dewa andalan Dongfang Yue, dia mengalami hari-hari yang sibuk sepanjang hidupnya. Setiap kali Dongfang Yue memerintahkannya melakukan sesuatu, dia akan sepenuh hati mengabdikan dirinya.

__ADS_1


“Setelah pergi dari Istana Langit, Dewi Agung Bai Feng Xian sempat mendatangi Danau Cermin. Tapi, Dewa Agung Ming Ye berhasil membuatnya pulang ke Qingqiu. Sekarang, dia membawa murid kecil Ji Meng ke Gunung Xi,” Song Zi mengutarakan hasil penyelidikannya dengan jelas.


Dongfang Yue merasa cukup puas dengan jawaban Song Zi. Dia sendiri tidak bisa memantau langsung pergerakan Bai Feng Xian selama dua puluh empat jam karena urusan langit yang begitu banyak. Semua waktunya kebanyakan dihabiskan untuk menangani masalah di Empat Lautan dan Tiga Daratan yang dilaporkan oleh para menteri dewanya. Satu-satunya tempat yang tidak ia pantau adalah Kerajaan Rubah di Qingqiu dan Danau Cermin.


Melihat Song Zi masih berada di belakangnya, Dongfang Yue sedikit mengernyitkan dahi. Dia kemudian bertanya, “Ada apa lagi?”


“Selir Langit Yingzhao kembali mengusir dan menyiksa pelayannya. Lukanya tidak bisa sembuh jika dia terus menolak obat-obatan dari Dewa Tabib,” jawab Song Zi.


Setiap kali mendengar nama Yingzhao disebutkan, suasana hati Dongfang Yue selalu berubah buruk. Dia mungkin Kaisar Langit yang kuat dan bijaksana, tetapi dia tidak memiliki hati yang lapang ketika berhadapan dengan Selir Langitnya sendiri. Yingzhao terlalu menyesakkan untuk diingat dan terlalu menjengkelkan untuk dibahas.


“Biarkan dia kesakitan akibat kebodohannya sendiri. Pindahkan semua pelayan di Istana Tianhua ke istana lain.”


Song Zi hanya bisa menurut meskipun dia sedikit tidak setuju dengan perintah itu. Kaisar Langitnya adalah orang yang paling tidak bisa dia lawan. Permasalahan antara Kaisar Langitnya dengan Selir Langit adalah rahasia umum yang tidak lagi menjadi topik terlarang dibicarakan. Jika mengingatnya lagi, ini jelas bukan hal yang baik.


“Ah, karena dia belum mendapatkan maaf dari Bai Feng Xian, suruh dia untuk memintanya lagi. Katakan padanya jika dia tidak diperbolehkan kembali ke Istana Langit sebelum mendapat pengampunan dari Qingqiu.”


Dongfang Yue mengatakannya tanpa emosi apapun. Dia lalu menatap awan-awan di atas istana dengan jernih. Seandainya hari ini dia punya waktu senggang, ia ingin pergi menemui Bai Feng Xian. Tidak ada hal lain. Dia hanya ingin tahu bagaimana keadaan Bai Feng Xian dan A-Rou.


“Tian Jun, beberapa waktu lalu Raja Laut Timur mengirimkan pesan jika dia tahu di mana keberadaan Cermin Api,” ucap Song Zi sebelum pergi.


Dongfang Yue terdiam. Dia melirik Song Zi sekilas, memintanya menjelaskan dengan isyarat mata.


“Cermin Api ada di Gunung Xi.”


“Gunung Xi? Apa mungkin….”

__ADS_1


“Benar, Cermin Api ada di tangan Dewi Agung Bai Feng Xian.”


Dan pada saat itu juga, Dongfang Yue menggunakan sihirnya untuk pergi ke Gunung Xi tanpa berpikir lagi.


__ADS_2