Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 26: Itu Sungguh Kamu!


__ADS_3

“Mengapa kau membawaku kemari?”


Bai Feng Xian dengan seribu pertanyaan disertai rasa heran menatap Dongfang Yue yang berdiri di sampingnya. Orang ini begitu misterius. Tanpa mengatakan apa-apa, dia menarik Bai Feng Xian ke Gunung Yanqi dengan sihirnya yang tinggi.


Bai Feng Xian memperkirakan jika waktu yang mereka tempuh untuk sampai di sini mungkin hanya beberapa detik. Padahal, jarak dari Istana Langit ke Gunung Yanqi setara dengan empat jam perjalanan di bumi.


“Bukankah kau ingin membalas budi?”


Pikiran yang kotor seketika menyambangi otaknya. Bai Feng Xian menjauh beberapa langkah, bersikap waspada terhadap Dongfang Yue. Aura di Gunung Yanqi masih semurni saat itu, dan perputaran arus spiritual terlihat lebih teratur daripada waktu itu. Bai Feng Xian mulai mengkhawatirkan sesuatu.


Pria ini tidak mungkin menjadikannya korban untuk membangkitkan muridnya, kan?


Melihat Bai Feng Xian mewaspadainya dan menjauh, Dongfang Yue lalu menariknya untuk kembali mendekat. “Aku tidak akan menyakitimu.”


“Gunung Yanqi adalah tempat yang kulindungi selama lima ratus tahun. Medan pelindung yang kuciptakan adalah formasi sihir ribuan tahun dari inti jiwaku. Hanya orang yang terhubung dengan jiwaku yang bisa menembusnya.”


“Dan orang itu adalah muridmu, A-Xian,” ucap Bai Feng Xian. Dongfang Yue mengangguk.


“Kau juga menembusnya saat itu. Aku tidak tahu mengapa itu bisa terjadi.”


“Ming Ye mengatakan bahwa tidak ada formasi yang benar-benar abadi. Formasi medan pelindungmu bisa saja berada di titik terlemahnya dan aku kebetulan melintas di dekatnya.”


“Delapan ratus tahun telah berlalu sejak perjumpaan kami yang pertama. Tempat ini adalah tempat yang paling sering kami gunakan untuk berlatih.”


Cahaya bintang di dalam mata Dongfang Yue meredup, seakan hampir padam. Ia sungguh merindukan A-Xian. Hatinya sakit setiap kali mengingat bahwa ia sendiri yang membuat A-Xian melompat. Setiap kali ia datang kemari, ia akan teringat akan semua kenangan indah yang ia miliki bersamanya.


“Apa kau sungguh mencintai muridmu?” tanya Bai Feng Xian.


Jika Dongfang Yue mengatakannya, ia mungkin akan tersentuh terhadap kesetiaan dan penyesalan panjang yang dialami Dongfang Yue.


“Aku mungkin tidak sehangat matahari di awal musim semi, tapi aku juga bukan orang yang sedingin puncak musim salju. A-Xian telah membuatku merasakan banyak hal yang belum pernah kurasakan sebelumnya.”


“Aku tidak pernah mengira jika kau adalah orang yang sangat setia dan cukup pandai berkata-kata, Tian Jun. Untuk apa kau menceritakan kisah sedihmu padaku?”


Dongfang Yue tersenyum getir. Di dunia ini, tidak ada satupun orang yang memahami betul sedalam apa luka dan sebesar apa penyesalan di dalam hatinya.


Dia mengeluarkan Cermin Api di telapak tangannya. Cermin itu masih memiliki retakan yang memanjang dan membuatnya berbeda meskipun bentuknya tetap sama.


“Bisakah kau meneteskan setetes darahmu di sini?”

__ADS_1


“Darah rubah putih ekor sembilan memang bisa digunakan sebagai obat. Tapi, apakah ini akan berfungsi untuk benda spiritual yang tidak memiliki jiwa?”


“Turuti saja permintaanku.”


Bai Feng Xian mengigit jari tangannya dan meneteskan darahnya di atas Cermin Api. Cermin itu kemudian berputar di udara dan posisinya sangat konstan. Darah Bai Feng Xian telah menyatu dengan kekuatan sihir di dalamnya, retakan itu perlahan menghilang dan benar-benar hilang.


“Berdirilah di atas pagoda teratai itu!” seru Dongfang Yue.


“Untuk apa? Aku bisa saja kehilangan kesadaran seperti saat itu!”


“Tidak, kau tidak akan kehilangan kesadaranmu.”


Meski ragu, Bai Feng Xian tetap memenuhi permintaan Dongfang Yue. Ini bisa dihitung sebagai balas budi. Dia terbang ke arah kolam yang menjadi pusat perputaran energi murni Gunung Yanqi, berdiri di atas sebuah pagoda berbentuk kelopak teratai yang ada di tengah kolam.


Pada saat itu, arus perputaran energi murni kembali kacau. Air di atas kolam itu bergejolak. Hembusan angin menerpa dan menerbangkan rambut Bai Feng Xian, membuatnya melambai di udara.


Dia merasakan sesuatu seperti menimpa kepalanya. Bai Feng Xian merasa sedikit pusing karena energi murni yang berkumpul di sini mulai memasuki tubuhnya.


Bahkan, aura peri yang mungkin saja milik A-Xian juga masuk ke dalam tubuhnya. Seketika dia seperti sedang berada di alam mimpi, terkekang dan tidak bisa bergerak. Bai Feng Xian melihat Dongfang Yue menerbangkan Cermin Api dan membuatnya berputar di atas kepalanya.


“Tian Jun, kau ingin membunuhku?”


Lalu, sesuatu terjadi. Cermin Api bereaksi, menampilkan sebuah gambaran yang dilihat Bai Feng Xian sebelumnya. Dongfang Yue melihat semuanya.


Semuanya. Dia melihat segala hal yang terjadi sejak delapan ratus tahun lalu, sejak pertemuan pertamanya dengan A-Xian dan bagaimana kisah hidup mereka pada tiga ratus tahun kemudian. Saat A-Xian melompat ke dalam Sumur Pembunuh Dewa, juga saat A-Xian tiba-tiba terbangun di tepi Danau Cermin.


Semua itu terpampang jelas. Dongfang Yue terpaku di tempatnya berdiri. Ekspresinya sulit diartikan. Dia menahan ribuan kata di dalam hatinya.


Ternyata seperti yang ia kira, Bai Feng Xian adalah A-Xian, murid tercintanya yang dicarinya selama ini! A-Xian, adalah Bai Feng Xian, Dewi Agung Qingqiu!


“Itu sungguh kau,” gumam Dongfang Yue.


“Tian Jun, apa kau sudah selesai? Energi murni yang masuk ke dalam tubuhku ini mungkin berlawanan dengan sihirku. Aku akan benar-benar kehilangan kesadaranku jika berdiri terlalu lama!”


Dongfang Yue langsung mengambil Cermin Api dan menarik Bai Feng Xian ke dalam pelukannya. Sungguh, tidak ada hal yang lebih penting saat ini selain memeluknya. Lima ratus tahun berlalu tanpa warna. Lima ratus tahun kehampaan yang dilewati Dongfang Yue berakhir detik ini.


Murid dan wanita yang dicintainya, yang ia paksa melompat dan bunuh diri, nyatanya adalah seseorang yang begitu agung dan dicintai banyak orang.


Dewi Agung Qingqiu, putri Kaisar Bai Yin, adalah sosok dewi yang begitu dicintai rakyatnya. Wanita ini, tak lain dan tak bukan adalah muridnya sendiri, A-Xian, yang terpaksa berpisah karena kesalahannya!

__ADS_1


Dongfang Yue ingin menebus semua kesalahan itu, dia ingin memperbaiki perpisahan penuh kebencian itu dan mengakhirinya. A-Xian, dia benar-benar telah menemukan A-Xian! Dongfang Yue semakin erat memeluknya, dia bahkan memejamkan matanya dan tak sanggup berkata-kata.


“Tian Jun, apa yang kau lakukan?” tanya Bai Feng Xian. “Kau berlaku tidak sopan lagi padaku.”


“Itu sungguh kau. Benar-benar kau,” Dongfang Yue kembali menggumam dengan suara yang sangat-sangat pelan. Bai Feng Xian tidak dapat mendengarnya dengan jelas.


“Tian Jun, apa yang kau katakan? Aku tidak bisa mendengarnya.”


Dongfang Yue justru memeluknya semakin erat.


***


Ming Ye menengadahkan kepalanya ke atas, memandang langit yang tinggi yang kini membiru. Dia menghela napasnya beberapa kali.


“Mengapa kau terus menghela napas?” tanya Ji Meng, yang kala itu tengah duduk di tepi Danau Cermin menikmati secangkir anggur.


“Dia telah mengetahuinya. Takdir memang selalu tak dapat ditebak,” jawabnya tenang.


“Kenapa? Apa Kaisar Langit telah mengetahui siapa Bai Feng Xian?”


Ming Ye tidak menjawab dan hanya terdiam. Diamnya menjadi jawaban untuk Ji Meng.


“Baguslah. Kita tidak perlu repot menyembunyikannya lagi,” ucap Ji Meng. Jika Kaisar Langit sudah tahu, maka dia tidak perlu khawatir akan ketahuan lagi. Tapi, tidak ada sedikitpun kebahagiaan dalam ekspresi wajah Ming Ye.


“Kau pikir itu adalah hal yang bagus?”


Biarkan Ji Meng memikirkannya sejenak. Dewa penguasa Dunia Arus Bawah terdiam selama beberapa saat. Mereka memang tidak perlu takut menyembunyikannya lebih lama lagi. Tapi….. ada sesuatu yang dilewatkan oleh Ji Meng. Jika Kaisar Langit sudah tahu bahwa Bai Feng Xian adalah A-Xian, maka…..


“Itu akan sangat berbahaya,” ucap Ji Meng setelah berpikir. “Apa yang harus kita lakukan? Haruskan aku membawa Huirou kembali ke Dunia Arus Bawah dan mengubah penampilannya?”


Ming Ye menggeleng. Bukan ide bagus membawa A-Rou kembali ke Dunia Arus Bawah. Buntalan lumut hijau itu sudah betah tinggal di Qingqiu. Keluarga kerajaan di Istana Qingyun juga menyayanginya.


Jika mereka mengembalikannya ke Dunia Arus Bawah, itu hanya akan membenarkan prediksi bahwa A-Rou adalah putri Kaisar Langit Dongfang Yue. Semua kebohongan yang dikarang dan omong kosong yang dipercaya orang pada akhirnya akan sia-sia.


"Tapi, bukankah percuma jika Tian Jun mengetahuinya? Gadis itu tidak akan mengingatnya sama sekali," kata Ji Meng saat dia mengingat bahwa Bai Feng Xian telah memilih melupakan segala ingatannya akan sosok Dongfang Yue di masa lalu.


"Yang dia minum bukan sup Meng Po sungguhan. Jika ingin ingatannya terhapus permanen, gadis kecil itu perlu pergi ke Dunia Bawah dan meminum supnya secara langsung."


“Baiklah. Terserah kau saja. Kau yang memutuskan menyerahkan A-Rou padaku lima ratus tahun lalu. Langkah selanjutnya, kau saja yang tentukan,” ujar Ji Meng.

__ADS_1


Ming Ye dengan keanggunan Dewa Agung-nya mengangguk kecil dan menatap angkasa kembali. Ia berharap Bai Feng Xian baik-baik saja.


__ADS_2