Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 36: Menjadi Buronan


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Pulau Fengyun kedatangan tamu.


Dongfang Yue mengutus Song Zi ke tempat itu dengan sebuah titah langit. Titah itu berisi perintah penangkapan Selir Langit Yingzhao, yang telah melarikan diri dalam masa hukuman. Yingzhao harus dibawa kembali ke Kerajaan Langit dan mendapatkan hukuman di Aula Tianfa, untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.


Raja Phoenix Salju menarik napasnya panjang disusul para tetua Klan Phoenix Salju. Kaisar Langit memang berhati dingin, tapi mereka tidak punya alasan untuk protes. Apakah pada akhirnya, putri yang dulu menjadi kebanggaan klan karena berhasil naik ke posisi Selir Langit itu sudah saatnya mendapatkan hukuman?


“Raja, Tian Jun berpesan bahwa Klan Phoenix Salju tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Raja tidak perlu khawatir terhadap masalah reputasi yang ditimbulkan oleh perbuatan Selir Langit,” Song Zi mengatakannya sesuai dengan perintah.


Titah langit itu ada di udara, membentuk tulisan emas dengan tinta abadi. Setelah selesai dibacakan, titah itu secara otomatis berubah menjadi gulungan kertas berwarna perak dan sampai di tangan Raja Phoenix Salju. Para tetua Klan Phoenix Salju saling memandang, menahan diri untuk tidak mengatakan apa-apa.


Melawan titah Kaisar Langit merupakan suatu pelanggaran sangat berat. Meskipun mereka memiliki kekerabatan karena sama-sama berasal dari Klan Phoenix, namun Klan Phoenix Salju telah ditekan selama ribuan tahun sejak peristiwa kekacauan dunia berakhir.


Klan Phoenix Api secara resmi naik ke takhta langit dan menjadi pemimpin selama puluhan ribu tahun. Terlebih, Kaisar Xuan Yi, kaisar pendahulu merupakan Dewa Agung yang lahir saat Dewa Leluhur masih ada. Itu menjadikan Klan Phoenix Api menempati posisi tertinggi.


Sebetulnya, ada orang lain yang dapat menyamai kedudukannya. Ming Ye, Dewa Perang Pertama merupakan orang yang lahir bersama Kaisar Xuan Yi. Hanya saja dia memilih menyendiri dan mengasingkan diri, tidak memikirkan urusan duniawi dan bersenang-senang di Danau Cermin. Selain keturunan Qingqiu, jarang ada orang lain yang bisa berinteraksi dengannya.


“Aku berterima kasih atas toleransi dan kasih sayang Tian Jun. Tetapi, aku sangat menyesal hari ini,” ucap Raja Phoenix Salju, wajahnya mulai terlihat gelisah, “Selir Langit Yingzhao memang pulang ke Pulau Fengyun. Tapi, dia sudah tidak ada di kamarnya sejak dua hari terakhir.”


Ekspresi Song Zi perlahan berubah.


“Raja, Tian Jun tidak menyukai orang yang bertele-tele dan menyembunyikan penjahat.”


“Dewa Utusan Song Zi, aku sungguh tidak tahu harus berkata apa. Selir Langit Yingzhao pergi setelah membunuh seorang pelayan peri dan menghancurkan mayatnya menjadi kepingan salju.”


Para tetua Klan Phoenix Salju menahan napas. Biarpun Song Zi adalah Dewa Utusan, tapi dia adalah dewa yang melayani Kaisar Langit. Posisinya lebih tinggi.


Sebagai tangan kanan, dia mengemban tugas tanpa pelanggaran. Song Zi pernah pergi mendampingi Kaisar Langit dalam peperangan melawan Klan Iblis ribuan tahun lalu. Kekuatannya tidak biasa dan tetua Klan Phoenix Salju yang sudah berumur bukan tandingannya.


Yingzhao mungkin bisa membodohinya saat itu, tapi sekarang situasinya berbeda.


“Kalau begitu, saya harus mengumumkan bahwa Selir Langit Yingzhao telah melarikan diri. Dia akan dicari sebagai buronan di Empat Lautan dan Tiga Daratan. Raja, jika Selir Langit kembali, Anda harus membawanya ke Istana Langit dan menyerahkannya kepada Tian Jun.”


Raja dan tetua Klan Phoenix Salju hanya mengangguk pasrah. Keringat dingin yang mengucur di tubuh mereka mulai berhenti saat Song Zi meninggalkan Pulau Fengyun, kembali ke Istana Langit.


Suasana di sekitar Istana Phoenix Salju mulai terkendali. Sebagian tetua menyarankan agar prajurit Klan Phoenix Salju segera pergi mencari Yingzhao, karena mereka punya ketakutan bahwa pulau ini akan diratakan jika wanita itu tidak ditemukan.


Sejak saat itu, Yingzhao, Selir Langit yang ribuan tahun berada di sisi Dongfang Yue berubah menjadi buronan yang dicari di mana-mana. Setiap orang yang mendengar kabar ini mencibir, sebagian besar menyetujui penangkapan.

__ADS_1


Mereka berpikir Tindakan Yingzhao lima ratus tahun lalu, dan tindakannya memfitnah Dewi Agung Qingqiu saat perjamuan ulang tahunnya sungguh tidak bermoral. Hanya wanita iblis yang biasanya berperilaku tanpa tahu malu seperti itu.


***


Di Gunung Xi, pekerjaan Fang Jue sebagai burung tunggangan dan pengurus rumah tangga Bai Feng Xian bertambah satu buah: menjadi penjaga A-Rou. Buntalan lumut hijau baru saja sembuh dari sakitnya, dan Bai Feng Xian telah pergi ke Danau Cermin untuk meminta beberapa kendi anggur kepada Ming Ye.


Bocah itu tidak bisa diam seharian. Hobinya adalah memancing, jadi setiap hari dia akan menghabiskan sebagian besar waktunya di tepi danau dan menangkapi ikan-ikan di sana.


Dewa penjaga danau merasa kewalahan, tapi karena Kaisar Langit telah memerintahkan untuk melayani penghuni Gunung Xi, tidak ada yang dapat dilakukan selain memprotesnya dalam hati.


Setelah puas, dia biasanya akan kembali ke gua rubah dan menyeret Fang Jue untuk memasak ikan-ikan itu. Kadang-kadang, A-Rou mencabuti bulu ekornya saat Fang Jue berubah ke wujud aslinya, atau menungganginya dan menyuruhnya berputar-putar di sekitar gua rubah.


Majikan kecil ini begitu menyebalkan, Fang Jue frustasi. Terlebih, mereka sendirian di Gunung Xi, karena sejak saat itu, Kaisar Langit dan Dewa Muda Tianqi tidak pernah datang berkunjung lagi.


Pagi hari saat hari kelima belas, Bai Feng Xian tiba di Gunung Xi. Dia mengeluarkan beberapa kendi anggur berkualitas yang ia curi dari Ming Ye.


Beberapa hari ini, dia merajuk dan meminta Ming Ye secara baik-baik, tapi naga tua itu sangat menyebalkan dan menyembunyikan anggur-anggurnya dengan baik. Tidak kehabisan akal, Bai Feng Xian kemudian menggali beberapa simpanan anggur yang ditanam Ming Ye di bawah pohon persik saat Ming Ye tidak ada.


Melihat majikannya kembali, raut wajah Fang Jue berubah senang. Akhirnya, ia tidak perlu lagi mengurus majikan kecil yang sangat menyebalkan itu. Dia menyambut baik kedatangannya, setelah menyimpan anggur, dia menjamunya dengan baik. Bai Feng Xian tidak mempedulikannya, ia hanya fokus memeriksa kondisi A-Rou.


“Tampaknya kau betul-betul sudah sembuh,” ucap Bai Feng Xian. Kepala kecil A-Rou mengangguk.


Mendengar keluhan itu, Bai Feng Xian hanya mendelik. Biar saja Fang Jue merasakan itu, karena itu merupakan hukuman kecil untuknya. Jika saja dia tidak selalu kabur, mana mungkin Bai Feng Xian menjadikan hatinya mati terhadap rasa iba pada setiap kejadian yang menimpa Fang Jue. Itu adalah buah yang dipetik dari apa yang dia tanam sendiri.


Fang Jue merengut. “Apa kau sudah mendengarnya?”


“Dengar apa?” tanya Bai Feng Xian.


“Tian Jun menurunkan titah untuk menangkap Selir Langit yang kabur. Beritanya sudah tersebar luas.”


Ada kejadian seperti itu? Mengapa dia tidak mendengarnya saat di Danau Cermin?


“Sekarang, Selir Langit Yingzhao dari Klan Phoenix Salju adalah buronan di Empat Lautan dan Tiga Daratan. Aku pikir, Tian Jun benar-benar ingin menjatuhkan hukuman padanya.”


Bai Feng Xian menghela napas pelan. Matanya tidak memancarkan emosi apa-apa.


“Dia menuai apa yang dia tanam. Seharusnya Tian Jun melakukannya lima ratus tahun lalu,” ucap Bai Feng Xian.

__ADS_1


“Apa kau tidak mencari tahu tentang Tian Jun?” tanya Fang Jue.


“Maksudmu?”


“Bukankah beberapa hari lalu Dewa Muda Tianqi membawanya kembali karena dia terlihat sakit?”


“Benar juga.”


Tanpa mengatakan apa-apa, Bai Feng Xian menaiki awan keberuntungannya dan kembali meninggalkan Gunung Xi. Beberapa hari ini dia sibuk merajuk di Danau Cermin, hingga tidak ada kabar yang ia dengar.


Ming Ye juga sering menghilang dan ketika kembali dia tidak mengatakan apapun. Jika Fang Jue tidak membicarakannya, Bai Feng Xian tidak akan ingat kalau Dongfang Yue pergi terburu-buru hari itu.


Setelah menempuh perjalanan yang jauh, dia sampai di gerbang Istana Langit. Begitu ia melengang, ia melihat banyak prajurit surga tengah berpatroli. Seolah-olah, telah terjadi sesuatu di tempat ini. Bai Feng Xian terus berjalan sampai ke Istana Tianwu. Di sana, dia melihat Song Zi berdiri di depan pintu aula.


“Song Zi,” sapa Bai Feng Xian. Song Zi mengangkat kepalanya, lalu membungkuk padanya. “Dewi, Anda sudah datang.”


“Apa yang terjadi? Tidak biasanya prajurit surga berpatroli sebanyak ini.”


“Ah, itu. Tian Jun melakukan kultivasi tertutup, jadi saya memperketat penjagaan di Istana Langit. Seperti yang Dewi tahu, Klan Iblis, meskipun telah dikalahkan dan berdamai, selalu menunggu kesempatan untuk membalikkan keadaan.”


Untuk sesaat, Bai Feng Xian hanya berdiri di depan Song Zi. Kultivasi tertutup?


Itu hanya dilakukan ketika sesuatu yang tidak beres terjadi atau pelatihan memerlukan situasi yang khusus. Dongfang Yue memiliki penempaan spiritual dan sihir puluhan ribu tahun, seharusnya dia tidak memerlukan metode ini untuk melatih kembali tubuhnya.


“Apa Sang Hui ada di sini?”


“Yang Mulia Kedua beberapa kali datang untuk memantau situasi. Hari ini, dia akan datang setelah matahari terbenam.”


Itu membuat Bai Feng Xian semakin curiga. Apakah telah terjadi sesuatu yang buruk pada Dongfang Yue?


“Dewi, Tian Jun telah menyiapkan kediaman untukmu. Dewi bisa menunggu sampai Tian Jun kembali dari pelatihannya,” ucap Song Zi.


“Aku ingin melihatnya,” ujar Bai Feng Xian sembari menatap lurus ke pintu, berharap orang yang diam di dalam sana dapat mendengarnya. Song Zi ragu, dengan penuh penghormatan kemudian meminta Bai Feng Xian tetap menunggu dan menolaknya secara halus.


Cara itu tidak akan mempan untuk membujuknya. Bai Feng Xian mendorong Song Zi dan menerobos masuk ke dalam aula Istana Tianwu, kemudian ia berlari ke kamar tidur Dongfang Yue. Song Zi berlari menyusulnya, mencegahnya untuk masuk lebih dalam, tapi upayanya sia-sia. Bai Feng Xian terlalu cepat.


Apa yang dilihat oleh Bai Feng Xian saat ini sukses membuat matanya membelalak dan tubuhnya seketika membeku.

__ADS_1


“Apa kau… baik-baik saja?”


__ADS_2