Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 40: Gejolak Laut Miao Yao


__ADS_3

Bai Feng Xian dan Dongfang Yue belum sampai di Gunung Xi ketika Dongfang Yue tiba-tiba merasakan pergerakan aneh yang timbul secara alami dari perasaannya. Gejolak itu berasal dari sihir formasi Laut Miao Yao yang terhubung dengan Dongfang Yue, sehingga dia bisa merasakan perubahannya.


“Ada apa?” tanya Bai Feng Xian. Keduanya berhenti sejenak, memanggil awan keberuntungan dan melayang di udara.


“Ada pergerakan di Laut Miao Yao. Kau pergilah lebih dulu,” jawab Dongfang Yue.


“Tidak, kau baru saja pulih. Bagaimana jika energimu bermasalah lagi?”


“Itu tidak akan terjadi.”


“Aku tidak peduli Iblis macam apa yang kau kurung di dalam sana. Aku hanya ingin memastikan kau tidak terluka karena perubahan energimu,” ucap Bai Feng Xian.


Qingqiu biasanya tidak mencampuri urusan kerajaan lain. Perang besar ribuan tahun lalu antara Alam Langit dan Alam Iblis menimbulkan dampak besar bagi dunia, sehingga Qingqiu baru terpaksa turun tangan membantu. Setelah perang selesai, Qingqiu mengambil langkah yang sama dengan Ming Ye, menyendiri di wilayahnya sendiri.


Saat itu Bai Feng Xian masih muda dan sedang menempuh studinya di tempat yang sangat jauh, sehingga dia tidak membantu apapun. Sekarang, karena ada Dongfang Yue, dia mungkin harus terjun ke dalam urusan iblis hanya untuk memastikan pria itu baik-baik saja.


“Tapi, ini mungkin akan berbahaya,” ujar Dongfang Yue, dia masih berusaha meyakinkan agar Bai Feng Xian kembali lebih dulu ke Gunung Xi.


“Apakah lebih berbahaya daripada kehilangan seorang Kaisar Surga?”


Dongfang Yue luluh, Bai Feng Xian tidak bisa dibujuk. “Baiklah. Tapi, kau harus berjanji utamakan dirimu sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi.”


Bai Feng Xian mengangguk, sementara dalam hatinya ia berkata, “Bodoh, aku tentu akan membawamu lari juga.”


Keduanya lantas pergi ke Laut Miao Yao. Di atas tebing, sinar formasi yang sebelumnya dipasang dengan kuat tampak bergejolak, seolah-olah suatu kekuatan telah menerobos memaksakan sebuah celah untuk masuk secara paksa. Mungkin itulah yang membuat Dongfang Yue tiba-tiba merasakan perubahannya.


Formasi itu mengenali pemiliknya, membiarkan Dongfang Yue dan Bai Feng Xian melewatinya seperti melompat dari atap. Kaki keduanya mendarat di tanah yang kering dengan energi kotor tersebar di mana-mana.


Bai Feng Xian menutup hidungnya karena energi kotor itu berusaha masuk seperti debu. Dongfang Yue lantas memasang sebuah pelindung untuk menghalangi energi kotor itu.

__ADS_1


“Apa ini adalah tempar Raja Iblis disegel?” tanya Bai Feng Xian setelah mereka sampai di depan sebuah gua.


Dongfang Yue mengangguk. “Ayo masuk.”


Selain akar pohon spiritual yang dikunci oleh formasi dan sesosok pria berpakaian hitam yang matanya terpejam, tidak ada yang aneh di dalam gua itu. Formasinya masih terpasang utuh dan tidak menunjukkan tanda-tanda dirusak atau diterobos. Akar-akar itu juga mengikat pria tersebut dengan kuat, dengan sihir yang terus mengalir dari akar pohonnya.


Pria itu – Raja Iblis, terlihat sangat misterius. Wajahnya putih pucat, dengan mata menyerupai almond dan ujungnya memiliki pola garis hitam berbentuk setengah sayap. Bibirnya sedikit menghitam, tubuhnya yang diikat oleh akar pohon spiritual tampak begitu lemah. Meskipun begitu, dia tetap terawat, walau energi kehidupan seolah sudah disedot habis selama ribuan tahun oleh akar pohon itu.


Raja Iblis tidak memiliki wajah yang menyeramkan seperti yang dirumorkan oleh orang. Sebaliknya, dia justru terlihat menawan. Bai Feng Xian jadi bertanya-tanya, sebetulnya seperti apa Raja Iblis ini dahulu kala, ketika dia belum menjadi bibit kekacauan di dunia.


“Jangan terus menatapnya,” ucap Dongfang Yue, seakan enggan melihat Bai Feng Xian terus menatap Raja Iblis yang tersegel. Dongfang Yue tidak suka mata indah Bai Feng Xian terus berfokus pada tubuh Raja Iblis.


“Aku baru bertemu sekali dengannya. Jika tidak menatapnya, bagaimana bisa aku menceritakannya pada A-Rou, bahwa Raja Iblis sebenarnya tidak semenyeramkan seperti yang diceritakan orang?”


“Apapun alasannya, jangan menatapnya terlalu lekat! Nanti matamu bisa buta!”


“Terserah. Siapa nama Raja Iblis ini?”


“Gu Jinyao.”


“Kau mengenalnya, Tian Jun?”


Dongfang Yue mengangguk, tapi penyesalan di dalam hatinya tampak hingga ke permukaan. Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi Bai Feng Xian tahu jika Dongfang Yue sedang menyesali sesuatu di masa lalu. Ini terkait dengan Raja Iblis ini, yang mungkin dulu pernah memiliki hubungan dengannya.


“Gu Jinyao pernah menjadi saudara seperguruanku,” ucap Dongfang Yue. Bai Feng Xian terkejut.


“Dia pernah belajar dengan Kaisar Xuan Yi?”


Dongfang Yue mengangguk lagi.

__ADS_1


“Dia hanya seorang Pangeran Klan Iblis, tapi keberadaannya menjadi malapetaka untuk dunia.”


Rupanya, selain A-Xian, ternyata seorang Gu Jinyao juga menyisakan patah hati teramat dalam pada Dongfang Yue. Satu karena cinta, satu karena persaudaraan. Tidak dipungkiri, saudara seperguruan adalah orang yang paling tidak bisa dilupakan ketika abadi mengalami masa studi dan selesai pada tahun-tahun tertentu.


Bisa dibayangkan betapa kesepiannya Dongfang Yue selama ini. Ribuan tahun duduk di takhta Surga, menjadi yang paling mulia dan paling dipandang, ternyata tak lantas membuat orang itu memiliki kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Dongfang Yue memang dingin dan datar, tapi dia bukan tak berperasaan. Mengetahui bahwa saudara seperguruannya menjadi iblis dan harus ia musnahkan sendiri, rasanya pasti sangat menyakitkan.


Inikah alasan yang membuat Dongfang Yue kesulitan lepas dari masa lalunya?


“Tidak terjadi apa-apa di sini. Mungkin itu karena perasaanmu saja. Kau baru pulih, aliran energimu sesekali masih akan mengalami sedikit masalah,” ujar Bai Feng Xian, setelah dia memikirkan untuk mengakhiri sesi mengasihaninya.


“Tidak mungkin. Jelas-jelas ada sesuatu yang terjadi.”


“Lihat sendiri, tidak ada apa-apa, kan? Ayo pergi, aku harus mengajak A-Rou jalan-jalan sebelum buntalan lumut hijau itu marah karena merasa ditinggalkan.”


Dongfang Yue akhirnya menurut. Sebelum meninggalkan gua, dia menambahkan formasi lagi, dengan yang lebih besar dan lebih tebal. Bai Feng Xian dan Dongfang Yue hendak keluar dari Laut Miao Yao, tapi Bai Feng Xian tiba-tiba berhenti sejenak dan melihat ke sekelilingnya.


“Ada apa?” tanya Dongfang Yue.


“Aneh. Aku sepertinya melihat seseorang barusan,” jawab Bai Feng Xian. Beberapa detik lalu, dia yakin melihat bayangan seseorang melintas dan bersembunyi di sekitar sini.


“Di sini hanya ada siluman dan energi kotor. Mungkin yang kau lihat adalah siluman atau jelmaan energi kotor itu.”


Bai Feng Xian jadi ragu, dia menggelengkan kepala sambil mengerutkan kening. Bayangan itu, jelas-jelas bukan siluman, karena auranya berbeda. Ada sedikit aura makhluk abadi yang tercium, tetapi sangat samar hingga dia kesulitan membedakannya. Tapi, dia pasti tidak salah lihat.


“Jika kau menundanya lagi, A-Rou mungkin akan benar-benar marah,” ucap Dongfang Yue. Dia menarik tangan Bai Feng Xian, keluar dari Laut Miao Yao dan formasi yang semula bergelombang menjadi tenang kembali.


Setelah kedua abadi itu pergi, sosok yang bayangannya sempat dilihat Bai Feng Xian muncul dari balik bebatuan besar. Debu-debu berterbangan, angin kering nan kotor itu meniup jubah hitam sosok tersebut dan memaksanya membuka tudung. Seorang wanita, dengan wajah cantik namun matanya penuh dendam mengepalkan tangan, meninju batu besar di sampingnya.


“Sialan! Ternyata tidak mudah masuk ke dalam Laut Miao Yao. Formasi Kaisar Langit tidak mampu kulawan sendirian!”

__ADS_1


__ADS_2