Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 49: Nirwana Phoenix Salju


__ADS_3

Aula Istana Suci, Langit Kesembilan.


Aura spiritual yang kental menyelimuti udara. Cahaya kuning keemasan bersinar dari sebuah pagoda berbentuk bintang yang terletak di tengan aula, menyembul ke berbagai arah. Di depan pagoda bintang, Dongfang Yue tengah berdiri. Tangannya terulur menyalurkan sihir spiritual ke dalam telur Phoenix Salju terakhir yang ia bawa dari Pulau Fengyun.


Awalnya, kondisinya baik-baik saja. Tapi, setelah dibawa kembali ke Istana Langit, kekuatan spiritual di dalamnya mulai berkurang dan menghilang secara perlahan. Jika kondisi itu terus berlanjut, maka roh phoenix di dalamnya tidak akan berhasil melewati nirwana dan tidak akan pernah lahir.


Untuk itulah Dongfang Yue membawanya ke Aula Istana Suci di Langit Kesembilan. Di tempat itu, kekuatan spiritualnya sangat baik dan merupakan tempat tertinggi di Alam Langit. Tempat ini juga merupakan tempat Dongfang Yue mengalami nirwana tiga puluh ribu tahun lalu, setelah ia berkembang di dalam telur selama sepuluh ribu tahun.


Dari semua tempat, ini adalah tempat terbaik. Tempat ini disegel oleh Dongfang Yue setelah kematian Kaisar Xuan Yi, dan baru dibuka beberapa hari yang lalu. Pria itu tampak kelelahan, tapi dia sama sekali tidak kehilangan semangatnya. Walau bibirnya sudah pucat, Dongfang Yue masih terus mengalirkan sihirnya.


“Dongfang Yue apa kau gila? Kau bisa mati jika terus memaksakan diri!”


Seruan itu seketika membuatnya menoleh. Bai Feng Xian berlari memasuki Aula Suci sambil mengangkat roknya, disusul Sang Hui beberapa langkah di belakangnya. Melihat wanita yang dicintainya datang, Dongfang Yue menghentikan sihirnya dan menurunkan tangannya.


“Mengapa kau kemari?” tanya Dongfang Yue.


“Jika aku tidak kemari, kau sudah akan menghabiskan semua energi spiritualmu!”


“Kekuatanku tidak akan habis.”


Meskipun dia mengatakannya sendiri, Bai Feng Xian tidak mempercayainya. Di dunia ini, setiap makhluk memiliki batasnya sendiri. Dongfang Yue adalah Kaisar Langit dan Dewa Agung, walau kekuatan spiritualnya kuat, dia akan tetap kehabisan tenaga jika digunakan terus menerus tanpa henti. Jika saat itu tiba, maka Dongfang Yue tak ubahnya seorang abadi biasa.


“Dia harus segera mengalami nirwana,” ucap Dongfang Yue, sambil menunjuk telur phoenix yang ada di atas pagoda bintang.


“Apa kau begitu terburu-buru? Nirwana bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan,” ujar Bai Feng Xian.


“Kali ini, aku setuju denganmu, calon kakak ipar. Tian Jun, bagaimana jika kau kehabisan energi? Bagaimana dengan Kerajaan Langit?”


“Jangan berlebihan. Jika aku mati, kau yang harus menanggung nasib Empat Lautan dan Tiga Daratan untukku.”


“Tidak, terima kasih.”


“Siapa bilang kau akan mati?” sergah Bai Feng Xian.


Bai Feng Xian memapahnya dan menyuruhnya untuk duduk. Ia tahu, Dongfang Yue berusaha keras menyelamatkan telur itu karena merasa bersalah. Beban yang ditanggungnya sangat besar dan berat, yang tidak bisa dibayangkan olehnya. Selama puluhan ribu tahun itu, Dongfang Yue menahannya sendirian.


Tragedi Pulau Fengyun, sepenuhnya bukan salah Dongfang Yue. Itu adalah salah Yingzhao yang gila dan tidak tahu diri. Bai Feng Xian menenangkannya, memegang tangan lembutnya dan memberikan sedikit kehangatan di sana. Sang Hui yang melihatnya hanya pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


“Baiklah, aku tidak akan mati.”


Bai Feng Xian kemudian bangkit, ia berjalan ke depan pagoda bintang. Telur yang terapung itu bergerak memutar, seolah-olah menyadari kehadiran Bai Feng Xian. Kemudian, Bai Feng Xian mengulurkan tangannya dan melukai jarinya. Ia meneteskan darahnya di atas telur phoenix, lalu cahaya keemasan berpendar dari dalam telur itu.


Bai Feng Xian juga kembali mengalirkan sihir untuk memperkuat fondasi roh di dalam telur. Ia dan Dongfang Yue sudah terhubung, maka dia juga harus membantunya menangani beberapa urusan. Meskipun ia masih awam, tapi membantu kelahiran seekor phoenix sepertinya tidak akan menjadi masalah besar.


“Meskipun aku baru berusia dua puluh ribu tahun, tapi darah rubah putihku memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Ia bisa setara dengan sepuluh ribu tahun kultivasi dalam setiap tetesnya.”


Sang Hui berdecak kagum. Sebelumnya, ia hanya membaca dari buku dan mendengar dari guru-gurunya, bahwa darah rubah berekor sembilan yang berusia puluhan ribu tahun sangat berguna dan setiap tetesnya sangat berharga.


Bai Feng Xian adalah rubah putih ekor sembilan berusia dua puluh ribu tahun, dan telah mencapai tingkatan Dewi Agung. Kekuatan dalam darahnya seharusnya setara dengan sihir lebih dari yang wanita itu sebutkan.


Tapi, Dongfang Yue segera menghentikannya dengan menariknya menjauh dari pagoda bintang. Keningnya berkerut, sementara tangannya memegang jari Bai Feng Xian yang berdarah. Bai Feng Xian terkejut, ia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya ia mendengar suara Dongfang Yue.


“Aku tidak mengizinkanmu melukai dirimu sendiri apapun alasannya. Nirwana Phoenix Salju ini, biar aku saja yang mengurusnya.”


Luka di jari Bai Feng Xian secara ajaib sudah dibalut dengan kain kasa. Dongfang Yue tidak rela jika wanitanya terluka bahkan jika itu hanya sebesar tusukan jarum. Tubuh Bai Feng Xiang sangat berharga, dan Dongfang Yue tidak bisa membiarkan wanita ini ikut campur dalam urusan yang menjadi tanggungjawabnya.


“Aku hanya ingin membantumu.”


Sang Hui agak muak melihat kakaknya yang begitu posesif. Sebelum menemukan kembali wanita yang dicintainya, dia sangat dingin dan kurang berperasaan. Tidak ada kehangatan sedikitpun di matanya setiap kali memandang seorang wanita, seolah-olah wanita adalah objek paling mengerikan yang membuatnya mual. Tapi sekarang, kakaknya itu bahkan mengabaikan keberadaan orang lain ketika berhadapan dengan wanitanya.


Telur phoenix di pagoda bintang masih berputar, kemudian sebuah cahaya biru yang sama dengan cahaya di Istana Phoenix Salju melesat keluar dari dalam telur.


Perlahan, cahaya biru itu membentuk sesosok tubuh gadis remaja yang cantik. Ia memakai gaun berwarna biru laut dengan hiasan mutiara di bahu dan bagian depannya.


“Apakah kau adalah Dewi Agung Bai Feng Xian?” tanya sosok itu.


Bai Feng Xian terpana. Gadis remaja itu, memiliki tampilan menawan dan sangat cantik. Kemurniannya menyaingi kemurian energi di Gunung Yanqi. Aura dewinya menguar, bahkan sebelum ia mendapatkan wujud fisiknya sebagai manusia. Bai Feng Xian menatapnya tanpa berkedip.


Seperti inikah tampilan gadis yang lahir melalui nirwana?


“Kau…. Roh phoenix?” tanya Bai Feng Xian.


“Ya. Dewi Agung, darah rubahmu telah memperkuat fondasiku. Ditambah dengan kekuatan Tian Jun, tubuhku sudah sempurna. Hari ini adalah periode nirwanaku.”


“Benarkah?”

__ADS_1


“Ya.”


Bai Feng Xian kemudian melirik Dongang Yue.


“Tian Jun,” ucapnya. Dongfang Yue mengangguk. “Kau boleh menyaksikannya.”


“Sungguh?”


“Tentu.”


Gadis remaja itu, diperkirakan akan mengalami nirwana ketika matahari hampir terbenam sekitar satu jam dari sekarang. Karena hanya ada mereka bertiga di Istana Suci Langit Kesembilan, peristiwa nirwana Phoenix Salju terakhir mungkin akan berlangsung tidak seramai saat nirwana Dongfang Yue tiga puluh ribu tahun lalu.


Tidak apa-apa, lagipula Bai Feng Xian tidak suka melihat banyak orang tidak penting mengerubunginya. Ia duduk di depan pintu istana, dengan medan pelindung phoenix yang dipasang Dongfang Yue. Di belakangnya, Sang Hui berdiri, menunggu dengan tidak sabar.


Nirwana Phoenix akan mengeluarkan api yang sangat panas dan bisa membakar apapun yang ada di sekitarnya. Dengan adanya pelindung phoenix Dongfang Yue, mereka berdua bukan hanya tidak akan terbakar, tapi bisa menyaksikan kelahiran Phoenix Salju terakhir dari jarak yang dekat.


Aura spiritual di Aula Istana Langit meningkat. Arusnya berputar cepat, mengelilingi telur phoenix bersama kumpulan cahaya yang menakjubkan.


Semakin lama, aura itu semakin kuat dan perputarannya semakin kencang. Api mulai menyambar ke segala sisi. Cangkang telur phoenix mulai retak, serpihan cahaya keluar dari celah-celahnya.


Energi spiritual di Aula Istana Suci kemudian meledak. Atap Istana Suci pecah, api menyembur ke udara. Seluruh ruangan Istana Suci terbakar api spiritual yang sangat panas.


Hembusan angin kencang bertiup seiring terpecahnya cahaya biru keemasan. Sosok gadis remaja yang tadi sempat menampilkan diri melayang di udara, turun perlahan sampai kakinya menginjak lantai.


Api di Istana Suci mulai padam. Gadis itu tersenyum manis pada ketiga orang yang ada di balik medan pelindung. Bai Feng Xian seketika kembali terpana. Ia benar-benar takjub akan proses kelahiran seekor phoenix, yang diklaim sebagai peristiwa langka di dunia.


“Tian Jun, Dewi Agung, Dewa Muda Tianqi,” sapa gadis remaja itu.


Bukan, bukan bayi yang lahir dari telur, tapi gadis remaja yang sangat cantik. Klan Rubah Putih saja masih melahirkan bayi ketika keturunannya lahir. Tapi Phoenix, sungguh berbeda. Bai Feng Xian melompati medan pelindung, menghampiri gadis remaja itu.


“Dewi Agung, aku belum memiliki nama. Apakah kamu bersedia menamaiku?”


“Feng… Feng Yuan Ying…”


Hanya itu yang terpikir di dalam otak Bai Feng Xian. Gadis remaja itu tersenyum.


“Feng Yuan Ying, hm, nama yang bagus.”

__ADS_1


__ADS_2