
Dongfang Yue menginjakkan kakinya di atas awan yang menutupi Laut Miao Yao, sebuah tempat yang di bawahnya terdapat lembah berbentuk cekungan besar.
Laut Miao Yao dulunya adalah sebuah hutan yang subur, akan tetapi berubah menjadi seperti ini. Karena di tempat inilah, energi kotor bertumpuk dan setiap hari terus bertambah.
Bukan tanpa alasan sebenarnya. Lebih dari lima ribu tahun yang lalu, Dongfang Yue dan Kaisar Xuan Yi menyegel seorang raja dari Klan Iblis, yang telah mengacaukan Empat Lautan dan Tiga Daratan.
Kala itu, Kaisar Xuan Yi kehilangan separuh kultivasinya dan turun dari takhta Kerajaan Langit, mengangkat Dongfang Yue sebagai penerusnya.
Laut Miao Yao tidak lain dari sebuah penjara yang sekelilingnya ditanami formasi. Sihir yang digunakan untuk menyegel tempat ini berasal dari kekuatan inti Dongfang Yue, sehingga setiap gerakan yang terjadi di sini dapat dirasakan olehnya.
Jika diingat, sekarang sudah delapan ratus tahun berlalu sejak ia terakhir kali memeriksanya.
Dongfang Yue turun dari awan tersebut, mendarat di sebuah tanah tandus yang selamanya terbakar. Auranya menarik banyak siluman, membuat mereka mengerubunginya.
Lalu, para siluman yang belum bisa berubah wujud itu pergi begitu saja kala melihat lentera teratai emas yang ada di dalam tubuh Dongfang Yue.
Mereka pikir, orang ini tidak bisa disinggung.
Dongfang Yue terus berjalan sampai ia tiba di depan sebuah gua berbatu yang kering. Ada arus sihir yang kuat nan gelap saat ia mencoba memasuki gua tersebut.
Akan tetapi, ia adalah Kaisar Langit dan tempat apapun bisa ia datangi. Di dalam gua itu, ada sebuah pohon kering yang tumbuh mengikat tubuh Raja Iblis.
Dongfang Yue memperbaiki retakan yang terjadi di sekitar tanah tempat pohon itu tumbuh. Arus kekuatan spiritual murninya mengalir, menumbuhkan kembali tunas yang kering. Pohon itu semakin erat mencengkram tubuh Raja Iblis, menguncinya di sana dan membuatnya terus tertidur.
Dongfang Yue ingat saat-saat orang ini belum menjadi Raja Iblis. Dulu dia hanyalah seorang pangeran kecil Klan Iblis yang terlalu suka bermain.
Kala itu, hubungan Klan Dewa dan Klan Iblis yang selalu memanas sejak lama sedang menemui titik dingin, ketika peperangan tidak terjadi dalam seribu tahun.
Dia juga mengenal orang ini. Siapa sangka, pangeran kecil Klan Iblis yang lucu dan sangat polos ini ternyata mewarisi kekuatan kehancuran.
Kekuatan itu mengubahnya menjadi seorang Raja Iblis yang kejam, yang hampir menghancurkan Empat Lautan dan Tiga Daratan. Raja Iblis, mengingkari aliansi dengan seluruh klan.
__ADS_1
Dongfang Yue baru dapat melumpuhkannya bersama Kaisar Xuan Yi. Setelah Kaisar Xuan Yi berevolusi dan musnah, tugas menjaga dan memperbaiki segel tempat ini jatuh padanya.
Dongfang Yue tidak dapat membayangkan jika suatu saat Raja Iblis ini bangkit dan kekacauan di Empat Lautan dan Tiga Daratan terjadi lagi.
“Delapan ratus tahun yang akan datang, aku akan memeriksamu lagi,” ucapnya setelah ia selesai memperkuat segel.
Dongfang Yue kembali menutup Laut Miao Yao. Siluman burung yang bertugas menjaga tempat itu menunduk memberi hormat, membiarkan Dongfang Yue menaiki kembali awan keberuntungannya dan terbang menjauh. Bekas jalannya berubah menjadi gumpalan awan putih yang cemerlang.
Cuaca hari ini bagus, pikirnya. Dongfang Yue bosan terus berdiam diri di Istana Tianwu. Ia lebih malas jika harus bertemu dengan Selir Langit Yingzhao, yang hampir setiap hari merecokinya dengan mengatakan banyak omong kosong.
Dongfang Yue masih ingat jelas bagaimana wanita itu membohonginya dan membuatnya kehilangan A-Xian, dan kemarahannya tidak pernah hilang sampai sekarang.
Jika bukan karena Yingzhao adalah hadiah Kaisar Xuan Yi, sudah lama Dongfang Yue mendepaknya dari Istana Langit. Yingzaho yang besar kepala itu membuat semua orang tunduk dan memaksa mereka memandangnya dengan tinggi, menganggap dirinya sebagai satu-satunya Selir Langit.
Dongfang Yue muak.
Udara di Dunia Arus Bawah berubah saat kakinya menapaki rerumputan hijau tua yang terhampar sepanjang jalan menuju Istana Arus Bawah. Ji Meng tersentak dan seketika wajahnya berubah sedikit panik.
Dengan langkahnya yang sedikit cepat, ia turun dari tempat meditasinya, membuat jubah gelapnya tergusur sepanjang jalan.
“Aku hanya mampir setelah kembali dari Laut Miao Yi. Kuharap aku tidak menganggu pelatihanmu.”
Mendengar itu, wajah Ji Meng berubah jadi kaku. Dongfang Yue adalah Kaisar Langit, ia dengan mudah memahami suasana hatinya yang sedikit panik.
Ji Meng tertawa canggung dan kehilangan beberapa kata untuk sesaat. Dongfang Yue berjalan pelan mendahuluinya sembari mengedarkan pandangan.
“Kaisar bercanda. Tempatku ini hanya terlalu gelap untuk orang seagung dirimu.”
Bukan itu yang ia khawatirkan. Bai Feng Xian masih ada di sini, rasanya sulit dibayangkan jika keduanya bertemu lagi. Selain itu, Dongfang Yue memiliki basis kultivasi yang tinggi, ia adalah dewa paling dihormati di Empat Lautan dan Tiga Daratan.
Jika dia bertemu A-Rou, dia mungkin akan mempertanyakan asal-usulnya karena A-Rou memiliki sebagian aura dewa Dongfang Yue.
__ADS_1
“Kau tidak perlu menyanjungku. Sudah kukatakan, aku hanya mampir.”
“Sudah delapan ratus tahun berlalu sejak Kaisar datang terakhir kali. Mohon maafkan penyambutanku yang tidak ramah ini.”
“Apa kau sedang mencoba mengusirku?”
Mendengar itu, Ji Meng langsung bereaksi cepat. Dia memamerkan senyum khasnya yang terkesan tenang. “Tidak, aku tidak berani.”
Ji Meng yang penyendiri tidak pernah berniat bergaul dengan dewa manapun dari Kerajaan Langit. Satu-satunya orang yang ia hormati dari tempat itu hanyalah Dongfang Yue.
Ji Meng bahkan lebih suka bergaul dengan putra-putri Kaisar Bai Yin dari Qingqiu, yang lebih terbuka dan tidak suka kepalsuan.
Ji Meng melihat Dongfang Yue berjalan masuk ke dalam istananya.
Dunia Arus Bawah yang kebanyakan diselimuti hawa campuran dari hawa kotor dan hawa murni sedikit bergejolak saat merasakan kehadiran Dongfang Yue. Namun, itu tidak berlangsung lama karena tubuh emas Dongfang Yue berhasil menahan gejolak tersebut.
Dongfang Yue tiba di halaman belakang istana yang luas. Halaman belakang itu hanya berupa padang rumput hijau yang ditanami pepohonan berbagai jenis, yang tumbuh dan berbunga sepanjang tahun.
Meskipun tempat ini agak gelap, tetapi arus kekuatan spiritual yang kuat membuat tumbuhan berkembang baik. Padang rumput itu membentang sejauh seribu mil ke utara, yang berbatasan langsung dengan Lembah Fan Yin.
Di bawah pohon persik berusia lima ribu tahun, dia melihat sosok wanita yang beberapa hari lalu bersinggungan dengannya di Istana Tianwu. Wanita itu terlihat sedang menikmati makanannya bersama seorang anak kecil berbaju hijau.
Dongfang Yue memicing, lalu berjalan ke arah mereka.
Ji Meng mulai kebingungan. Kekhawatirannya berubah menjadi kenyataan yang jelas terlihat di depan matanya. Orang itu, Dongfang Yue benar-benar telah melihat Bai Feng Xian dan A-Rou.
Selanjutnya, apakah ia harus menyerahkan semuanya kepada takdir yang misterius?
Di bawah pohon itu, Bai Feng Xian dan A-Rou baru memanggang ikan hasil pancingan di danau. Aromanya agak aneh karena ikan itu bukan ikan biasa.
Bai Feng Xian meminyakinya dan menaburi beberapa bumbu, menjadikannya tampak lezat. A-Rou membantunya mengipasi tungku api, asapnya mengepul mengotori wajah mungilnya.
__ADS_1
“Aku pikir Dewi Agung dari Qingqiu akan pulang dengan patuh setelah menghadiri undangan. Tidak disangka, ternyata kau adalah dewi yang sangat suka mampir ke tempat lain.”
Bai Feng Xian seketika menjatuhkan ikan yang tengah diolesi minyak, lalu menoleh dengan tatapan terkejut. “Ti..Tian Jun?”