Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 14: Kemarahan Selir Langit


__ADS_3

Wajah gelap Yingzhao membuat semua pelayan di istananya menundukkan kepala dengan takut. Itu menunjukkan bahwa jungjungan mereka benar-benar marah.


Setiap kali marah, wajahnya akan lebih gelap dan lebih suram daripada malam, dan aura gelapnya memenuhi istananya.


Yingzhao kembali setelah berjam-jam duduk di aula Istana Qingyun, menunggu dengan kesal Bai Feng Xian yang pergi entah ke mana. Permintaan maafnya belum diterima, dan dia membuatnya menunggu di sana.


Harga dirinya yang sudah jatuh menjadi sebab ketidaksenangannya, dan ia pergi setelah semua orang di Istana Qingyun meninggalkannya tanpa rasa hormat.


Yingzhao mendengus marah, tangannya terkepal kuat.


“Apa Kaisar ada di istananya?”


Pelayannya mengangguk. “Selir, Tian Jun baru kembali dari Sungai Wangchuan. Tetapi, dia sepertinya tidak sendirian.”


“Maksudmu, dia membawa seseorang?”


“Saya tidak tahu siapa dia, tetapi dia tampak anggun dan begitu agung.”


Alis Yingzhao terangkat sebelah. Tanpa mengganti pakaian, ia bergegas melangkahkan kaki menuju Istana Tianwu.


Hari itu sudah gelap. Lentera-lentera penerang dari kristal menyala di sepanjang jalan, membuat Istana Langit tampak bersinar di bawah cahaya bulan.


Lampu ruang belajar Kaisar Langit masih menyala. Yingzhao tertahan di pintu gerbang karena beberapa pelayan Istana Tianwu mencegatnya.


Mereka bilang bahwa Kaisar Langit sedang tidak ingin menemui siapapun. Yingzhao dengan kasar mendorong mereka hingga terjatuh dan melewatinya begitu saja.


Sampai di pintu masuk, ia berhenti. Di balik jendela yang terlihat transparan, ia melihat bayangan seorang wanita tengah duduk di depan Dongfang Yue.


Benar saja, Dongfang Yue benar-benar membawa seorang wanita. Yingzhao berpikir sejenak untuk menerka siapakah wanita itu.


Pelayan tadi berkata bahwa Dongfang Yue baru kembali dari Sungai Wangchuan. Mungkinkah ia telah menemukan apa yang ia cari selama lima ratus tahun terakhir?


Mungkinkah Dongfang Yue…dia… mungkinkah dia telah menemukan jiwa muridnya yang Yingzhao paksa melompat ke dalam Sumur Pembunuh Dewa lima ratus tahun lalu?


Wajahnya memucat.


“Tian Jun.”

__ADS_1


Yingzhao kini membelalakkan matanya yang besar saat ia tahu siapa wanita itu. Sejenak sebuah kelegaan menghampar di hatinya, tetapi kemarahan memenuhi bagian hatinya yang lain.


Wanita itu, Bai Feng Xian, memandangnya tanpa ekspresi, polos, seolah-olah Yingzhao adalah sebuah objek lama yang tidak patut dilihat.


“Rupanya, Dewi Agung juga ada di sini. Aku sungguh tidak tahu jika kau pergi ke Istana Langit untuk mengadu. Jika tahu, aku akan duduk lebih lama di Qingqiu dengan senang hati.”


Tujuan Bai Feng Xian di sini adalah untuk bertanya alasan mengapa Dongfang Yue membawanya ke Istana Tianwu alih-alih mengembalikannya ke Qingqiu.


Tapi meskipun dia sudah menanyakannya, Dongfang Yue sama sekali tidak berminat menjawab pertanyaannya. Dongfang Yue terus menyibukkan diri dengan membaca laporan dari pada menteri dewa.


Bai Feng Xian melirik Yingzhao dengan sudut mata. “Jika kau begitu menyukainya, mengapa kau tidak duduk lebih lama? Kau mungkin bisa menunggu sampai ayah dan ibuku kembali.”


Wajah putih Yingzhao memucat dan ia kehilangan kata-katanya. Yingzhao memandangi Bai Feng Xian, yang dirasa lebih cantik dan lebih anggun darinya.


Pesona Dewi Agung memang berbeda, tapi tak lantas membuat Yingzhao kalah. Posisinya di sini jelas lebih unggul.


Dongfang Yue tidak menghiraukan selirnya. Melihat bagaimana dia diabaikan, secuil rasa kasihan tiba di hati Bai Feng Xian. Ah, selir ini begitu mencintai Dongfang Yue.


Ribuan tahun sudah berlalu, dengan segala usaha, tetapi Yingzhao bahkan tidak bisa membuka pintu hati Dongfang Yue sedikitpun. Bahkan mungkin, sampai di depan gerbangnya pun ia tidak mampu.


Dongfang Yue menatapnya tajam. Dia secara terang-terangan telah menyindirnya. Semua orang di Empat Lautan dan Tiga Daratan jelas tahu jika Kaisar Langit membenci Selir Langitnya, tapi Bai Feng Xian malah sengaja menyindir terang-terangan.


Tatapannya menembus ke dalam hati Bai Feng Xian, lalu wanita itu berlari keluar dari ruang belajar.


Dan meskipun dia telah memisahkan diri, telinga rubahnya tertinggal dan tertarik untuk mendengar apa yang akan dibicarakan oleh pasangan itu.


Ini bukan moral yang baik. Dulu, dia sering dihukum karena menguping pembicaraan ayah dan ibunya, dan kebiasaan itu tidak hilang meski ia sudah menjadi Dewi Agung.


Bai Feng Xian berdiri di samping ruang belajar dengan kepala tertempel di dinding.


“Tian Jun, apa kau memang sengaja ingin mempersulitku?”


Bai Feng Xian bisa mendengar suara Yingzhao yang mengandung kekesalan. Dongfang Yue meliriknya dengan alis terangkat.


“Mempersulit?”


“Aku sudah merendahkan diri menuruti keinginanmu. Tapi apa kau tahu bagaimana dia memperlakukanku?”

__ADS_1


Napas Yingzhao tersengal dan Bai Feng Xian dapat membayangkan betapa sesaknya dada wanita itu.


“Dia menghinaku dan membuatku duduk di Istana Qingyun dalam waktu lama. Tian Jun, aku adalah Selir Langitmu. Apa kau bahkan tidak bisa mempertahankan kehormatanku? Kau malah membawanya kemari.”


Yingzhao menjeda lagi ucapannya.


“Kenapa? Apa karena dia mirip dengan muridmu yang sudah mati itu? Tian Jun, apa kau benar-benar tersihir? Bahkan setelah lima ratus tahun, kau masih belum bisa melupakannya!”


Sampai saat ini, Dongfang Yue masih tidak bereaksi. Dia menatap dingin Yingzhao.


“Tian Jun, kau harus sadar. Bai Feng Xian bukan A-Xian!”


Dongfang Yue memejamkan mata sesaat, mata lalu terbuka semerah api. Dalam sekejap, tangannya sudah menggenggam leher Yingzhao dan mencengkramnya dengan erat.


Keringat dingin mengucur di dahi selir malang itu. Kilat kemarahan yang melebihi petir langit terasa menyambar seisi ruang belajar.


“Apa kau sudah selesai bicara?”


Yingzhao belum pernah melihat Dongfang Yue bersikap begitu kasar padanya. Semarah apapun ia, Dongfang Yue paling hanya melemparnya keluar dari Istana Tianwu.


Kebenciannya tak lantas membuat Dongfang Yue membunuhnya, ia selalu menahan diri selama ribuan tahun. Tapi sekarang, Yingzhao khawatir itu tidak lagi sama.


"Kau seharusnya diam. Menyingkirlah!"


Bai Feng Xian tidak tahu apa yang terjadi di dalam, suara keduanya tiba-tiba tidak terdengar lagi. Bai Feng Xian lantas hanya bisa membelalakkan mata saat ia melihat tubuh Yingzhao dilempar keluar dari ruang belajar.


Tubuhnya melayang seperti angin, didorong oleh sihir yang kuat. Lemparan itu mungkin bisa membuatnya melayang sejauh satu mil dalam waktu beberapa detik.


Di dalam ruangan itu, Dongfang Yue kembali menenangkan diri. Ia menarik beberapa napas, menghembuskannya pelan sampai warna merah di matanya berangsur-angsur menghilang.


Suasana hatinya memburuk. Selir Langitnya benar-benar mengganggu, membuatnya semakin muak!


Bai Feng Xian mundur, menjauh. Meskipun ia adalah Dewi Agung, kekuatan sihirnya belum sebesar dan sekuat Dongfang Yue.


Lihatlah apa yang terjadi pada Yingzhao. Ketika Dongfang Yue marah, tidak ada kesempatan untuk melarikan diri. Dia bahkan melempar selirnya sendiri dengan kejam.


Bai Feng Xian tidak mau mencari masalah dengan mempertanyakan alasan itu lagi. Ia memilih pergi, berharap tidak lagi menginjakkan kaki di Istana Tianwu yang meskipun sangat tenang dan nyaman, pemiliknya tidak memiliki keramahan sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2