Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 25: Aku Ingin Membalas Budi


__ADS_3

Alam Langit bukanlah tempat yang mudah didatangi. Kaum abadi yang memiliki penempaan spiritual rendah tidak akan mampu menjangkaunya meski ia ingin. Hanya mereka dengan kekuatan dan hati yang murni, yang mampu menyerap dan menyeimbangkan energi yin dan yang dengan baik yang dapat menjangkaunya.


Bagi Bai Feng Xian, itu perkara mudah. Tingkatan Dewi Agung yang dicapainya dan penempaan spiritual yang tinggi membuatnya bisa datang ke tempat itu kapan saja, meskipun ia harus kelelahan pada akhirnya.


Terakhir kali ia pergi dari tempat itu karena marah dan membawa A-Rou. Sekarang, ia justru berdiri di depan gerbang Istana Langit dengan bingung.


Seorang abadi, Jenderal Surgawi yang tengah berjaga menghampirinya dan menyambutnya dengan sebuah pertanyaan, “Dewi, apa Anda ingin menemui seseorang?”


Jenderal Surgawi memandang tampilan Bai Feng Xian yang hanya mengenakan pakaian dewi biasa dengan jubah sutera tipis berwarna abu-abu.


Jubah ini didapatkan Bai Feng Xian setelah tiga hari tiga malam merengek pada Ming Ye, terbuat dari serat kepompong abadi yang lembut. Itu terlihat sangat biasa, tapi tidak ada yang menyadari nilai di baliknya.


“Aku ingin bertemu Kaisar Langit,” Bai Feng Xian menjawab setelah beberapa saat.


Jenderal Surgawi itu mengerutkan keningnya dan tertawa. Tidak sembarangan orang bisa menemui Kaisar Langit begitu saja. Selir Langit Yingzhao saja memerlukan izin ketika hendak pergi ke istananya.


Seorang dewi kecil yang sangat biasa ingin menemuinya? Jenderal Surgawi itu berpikir dewi ini pasti seorang peri yang tergila-gila sampai otaknya bermasalah.


Tiba-tiba saja raut wajah Jenderal Surgawi menjadi serius dan sangar. “Tian Jun sedang mengadakan rapat bersama menteri dewa. Tian Jun juga sangat sibuk, dia tidak akan bisa menemuimu.”


Bai Feng Xian lumayan kagum dengan perubahan ekspresinya yang begitu cepat. Jika Jenderal Surgawi ini menjadi manusia, dia mungkin bisa menjadi seorang aktor papan atas yang terkenal. Bai Feng Xian berdehem, ia tidak mungkin memaksakan diri masuk tanpa persetujuan penjaga gerbang.


“Aku hanya ingin menemuinya sebentar. Tolong katakan pada Tian Jun jika ada sesuatu yang ingin kubahas.”


“Tidak bisa. Tidak semua orang dapat menemui Tian Jun dengan mudah. Selir Langit juga telah berpesan bahwa orang asing dilarang memasuki Istana Langit tanpa pelat.”


Melihat bahwa dirinya dipersulit Jenderal Surgawi, Bai Feng Xian terpaksa mengeluarkan pelat Qingqiu dan menunjukkannya pada orang itu.


Tapi, meskipun sudah ditunjukkan pelat yang menandakan bahwa dia adalah putri Kaisar Bai Yin, Jenderal Surgawi tetap menampiknya dan terus mengatakan omong kosong. Dia bahkan mengira Bai Feng Xian adalah siluman pencuri yang sengaja meniru pelat putri Kaisar Bai Yin.


Tampaknya, Jenderal Surgawi ini adalah salah satu komplotan Selir Langit. Sedari tadi dia juga sering mengungkit aturan yang dibuat Selir Langit, yang membuat Bai Feng Xian pusing dan ingin muntah. Ia tahu aturan di Kerajaan Langit sangat banyak, tapi semuanya tidak masuk akal dan begitu memusingkan.


“Aku tidak mencurinya. Pelat ini memang milikku,” ucap Bai Feng Xian.

__ADS_1


“Pelat ini milik putri Kaisar Bai Yin dari Qingqiu. Dewi kecil sepertimu tidak mungkin memilikinya. Aku akan membawanya kepada Tian Jun dan mengembalikannya ke Qingqiu, lalu menindakmu.”


Jenderal Surgawi menyebalkan ini merebut pelat Bai Feng Xian dan mengusirnya. Bai Feng Xian yang hatinya tidak selapang Dewi Agung lain memilih memutar badan, berjalan dengan langkah konstan menjauhi gerbang Istana Langit. Dia hendak memanggil awan keberuntungannya, namun sebelum itu sebuah suara dari arah dalam Istana Langit memanggilnya.


“Dewi Agung Bai Feng Xian?”


Bai Feng Xian menoleh dan memutar tubuhnya kembali. “Song Zi?”


Song Zi bergegas menuju gerbang. Ketika dia sampai di depan Jenderal Surgawi, dia berkata dengan pelan, “Tian Jun berpesan agar kau tidak menghalangi siapapun dari Qingqiu dan Danau Cermin untuk masuk. Sekarang, kembalikan pelat itu.”


Jenderal Surgawi dengan tangan bergetar mengembalikan pelat Qingqiu kepada Bai Feng Xian. Kepala Jenderal Surgawi itu tertunduk dan dia ketakutan. Karena terlalu patuh pada Selir Langit, dia melupakan tugasnya dan malah mempersulit seorang Dewi Agung. Dia bahkan menyebutnya sebagai pencuri dan merampas pelatnya.


“Sa..Saya tidak tahu jika Anda adalah Dewi Agung Qingqiu, Bai Feng Xian. Mohon Dewi Agung mengampuni saya.”


Bai Feng Xian menatapnya tanpa minat secara sekilat, lalu mengabaikannya. Dia menatap Song Zi dengan tatapan mencibir. “Aku sudah dua kali dikira sebagai pencuri. Apa pengaturan Kerajaan Langit memang seperti ini dalam menyambut tamu?”


Meski Bai Feng Xian tidak menunjukkannya, dia secara alami marah. Nada bicaranya memang datar, tetapi itu mampu membuat orang yang mendengarnya menggigil ketakutan. Aturan sejati Kerajaan Langit mengatakan bahwa mereka dilarang menyinggung Dewa dan Dewi Agung manapun.


“Tentu saja tidak. Jenderal Surgawi telah lalai menyambut tamu penting Kerajaan Langit. Aku akan memberinya pengajaran.”


Kata-kata itu sama maknanya dengan yang diucapkan Dongfang Yue saat jamuan ulang tahun Yingzhao. Nyatanya, semua pengajaran dan permintaan maaf yang sampai kepadanya tidak pernah benar-benar tulus. “Terserah.”


“Dewi Agung, mari. Tian Jun sudah menunggumu,” ucap Song Zi.


“Dia tahu aku akan datang?”


Song Zi mengangguk. “Tian Jun selalu menanti kedatanganmu.”


Bai Feng Xian hampir tersentuh jika saja ia tidak mengingat tujuannya datang kemari. Bai Feng Xian mengikuti Song Zi dari belakang, membiarkannya berjalan di depan sebagai penunjuk jalan.


Walaupun dia pernah berada di Istana Tianwu, tetapi ia adalah seorang dewi rubah yang pelupa. Jalan berkelok-kelok yang didominasi warna putih dan abu-abu ini membuat kepalanya pusing.


Dongfang Yue yang tengah menikmati waktu senggangnya di taman Istana Tianwu menuangkan teh ke dalam cangkir, lalu menghirup aromanya yang menenangkan. Menyadari Song Zi dan Bai Feng Xian datang, dia berhenti sejenak, kemudian memutar cangkirnya searah jarum jam.

__ADS_1


“Tian Jun, Dewi Agung Bai Feng Xian sudah tiba.”


Dongfang Yue mengangguk dan dengan penuh ketenangan dia menyuruh Song Zi pergi. Bai Feng Xian menghampirinya, melihat lebih dekat apa yang tengah dilakukan oleh Kaisar Langit ini.


Sesaat kemudian dia menghela napasnya. Semua pria agung sepertinya begitu suka menikmati teh dengan seni. Dia sudah bosan melihat Ming Ye bersikap anggun dan elegan, sekarang ia justru melihat Dongfang Yue melakukan hal yang sama.


“Apa Cermin Api sudah selesai diperbaiki?” tanya Bai Feng Xian. Dongfang Yue menggelengkan kepala. Ia meletakkan cangkirnya dan menatap Bai Feng Xian.


“Sedikit lagi.”


“Kau berhasil menyatukannya? Ming Ye bilang Cermin Api tidak akan bisa diperbaiki karena benda itu adalah pusaka Dewa Leluhur.”


“Tidak ada yang mustahil.”


Bai Feng Xian membuang jauh tatapannya ke arah lain, menghindari mata bintang Dongfang Yue yang terus menatapnya tanpa henti. Jika itu Yingzhao, dia pasti sudah kegirangan sampai dua biji matanya keluar.


Dongfang Yue seperti memiliki ribuan kata di dalam hatinya, yang tidak sempat ia ungkapkan. Bai Feng Xian tidak tahu apa, namun ia merasa kata-kata tertahan itu ditujukan untuknya.


“Apa yang membawamu jauh-jauh datang dari Qingqiu dan bersedia dipersulit Jenderal Surgawi?” tanya Dongfang Yue.


“Aku ingin membalas budi. Kau menyelamatkanku dan A-Rou serta membayarkan makanan kami. Katakan, bagaimana kau ingin aku membalas budimu?”


Sudut mulut Dongfang Yue menyungging membentuk sebuah senyuman. “Jika aku memintamu membalas budiku dengan seluruh hidupmu, apa kau bersedia?”


“Kaisar Langit memiliki rentang usia yang panjang dan kehidupan yang baik. Untuk apa kau meminta umurku yang tidak berharga ini?”


“Siapa bilang nyawamu tidak berharga?”


Jika kau benar-benar A-Xian, maka seribu nyawa dan umur panjang yang kupunya tidak akan bisa mengganti hidupmu yang berakhir di Sumur Pembunuh Dewa, Dongfang Yue membatin dalam hatinya.


“Tian Jun ternyata sangat tidak masuk akal,” ucap Bai Feng Xian.


Dongfang Yue tiba-tiba menggenggam tangannya, lalu mereka menghilang dari taman Istana Tianwu.

__ADS_1


__ADS_2