
Mulut Yao Yan menganga. Seumur hidupnya yang panjang, Yao Yan merasa menjadi iblis paling beruntung di dunia. Hari ini, dia tidak hanya bertemu dengan Dewa Perang Pertama dunia, tetapi bertemu dengan Dewi Agung Qingqiu yang masih muda.
Yao Yan dulu hanya tahu jika satu-satunya abadi yang mencapai tingkatan agung di usia muda hanyalah Dongfang Yue. Ternyata, dunia memiliki sisi lain yang tidak dia ketahui.
“Astaga! Tidak sia-sia aku jatuh di sini!”
Matanya yang berbinar membuat Bai Feng Xian risih. Sebagai Dewi Agung yang tidak banyak bergaul, keberadaan Yao Yan adalah sebuah gangguan. Sama seperti Sang Hui yang merecokinya dan menjodohkannya dengan Dongfang Yue. Setelah Sang Hui pergi ke Alam Fana, datang seorang Yao Yan yang sepertinya lebih parah dari Dewa Muda Tianqi itu.
“Bisakah kau pergi? Tubuhmu sekarang sudah baik-baik saja,” ucap Bai Feng Xian.
Merasa diusir, Yao Yan merengut. Itu sangat lucu, tapi tidak lagi di mata Bai Feng Xian. Yao Yan seperti anak kecil yang menyebalkan.
“Aku sudah bilang, aku akan pergi setelah beristirahat selama beberapa jam.”
Ming Ye tidak punya reaksi lebih terhadap sikap kekanak-kanakan Yao Yan. Senyumnya dan wajahnya yang tenang membuatnya semakin terlihat elegan.
Bai Feng Xian sempat meliriknya dan berpikir bahwa sangat disayangkan dewa tua ini tidak memiliki pasangan. Jika puluhan ribu tahun lalu Ming Ye menikah, dia mungkin sudah punya cucu dan tidak perlu membuat Bai Feng Xian diperlakukan seperti anak kecil.
Tiba-tiba terdengar suara seperti suatu benda yang pecah dari dalam gua disertai cahaya terang yang melintas selama beberapa detik. Bai Feng Xian bahkan belum sempat bereaksi dan menyimpulkan cahaya itu, ketika Ming Ye langsung bergegas masuk ke dalam gua rubah dengan ekspresi yang mulai panik.
Di dalam ruang penyimpanan harta Bai Feng Xian, Dongfang Yue berjongkok di depan sebuah benda berbentuk maple yang sudah terbagi menjadi beberapa bagian.
Benda itu adalah Cermin Api, yang tidak sengaja jatuh saat Dongfang Yue membawanya. A-Rou menabraknya dan membuat keseimbangan tubuhnya menghilang. Itu sebabnya Cermin Api langsung jatuh dan cahaya tadi adalah cahaya dari kekuatan spiritual di dalam cermin yang tercerai berai.
“Cerminnya pecah,” ucap Ming Ye. Wajahnya kembali tenang. Dia begitu pandai menyembunyikan emosinya hingga semua orang tidak dapat menebak apakah ia sedang sedih atau senang atas pecahan itu.
Dongfang Yue memungut satu persatu bagian pecahan dengan tangannya. “Ming Ye, bisakah kau memperbaikinya?”
Ada helaan napas pelan yang berhembus dari sosok itu.
“Entahlah. Cermin Api adalah pusaka Dewa Leluhur, dan meskipun aku adalah muridnya, aku tidak yakin itu bisa kembali seperti semula.”
Sinar bintang di mata Dongfang Yue yang sempat bersinar kembali meredup seiring redupnya harapan yang ia simpan di dalam hatinya. Tujuannya untuk memastikan identitas Bai Feng Xian melalui cermin ini sudah tidak akan tercapai. Keinginannya bahkan langsung dipupuskan oleh kenyataan bahwa Cermin Api yang ia cari malah pecah dan hancur oleh tangannya sendiri.
Itu seperti jalinan takdir yang ia sulam bersama A-Xian delapan ratus tahun lalu. Ketika dia mengangkatnya menjadi muridnya, dia begitu menyayanginya dan bahkan berniat menjadikannya istrinya.
Namun sebelum itu menjadi kenyataan, dia justru jatuh dalam perangkap Yingzhao dan membuat A-Xian bunuh diri di Sumur Pembunuh Dewa. Ketidakbersalahan A-Xian membuat semua perasaan Dongfang Yue menjadi mimpi yang bertahan ratusan tahun.
__ADS_1
Dongfang Yue kembali memecahkan takdir itu, membuatnya kembali terjalin dengan tali yang rumit. Ia berpikir apakah langit tidak menghendakinya menemukan kembali A-Xian? Apakah ini tandanya dia tidak berhak menemui A-Xian kembali?
Bahkan jika benar Bai Feng Xian adalah A-Xian, Dongfang Yue sepertinya tidak diizinkan untuk mengenalnya kembali.
“Sesuatu memang tidak baik jika dipaksakan,” seloroh Ming Ye seakan-akan ia tahu isi hati Dongfang Yue.
“Tidak peduli berapa banyak penempaan spiritual yang dibutuhkan, aku ingin kau memperbaiki cermin ini,” ucap Dongfang Yue.
“Bahkan jika kau harus mentransfer lebih dari setengah penempaan energi spiritualmu?”
“Ya.”
Bai Feng Xian yang mendengar penuturan itu langsung berdecih. “Dasar gila. Kau sama saja cari mati.”
Sebagai Kaisar Langit, Dongfang Yue dipandang sebagai orang bodoh yang terobsesi dengan muridnya di mata Bai Feng Xian. Orang yang seharusnya fokus menjaga dan memimpin Empat Lautan dan Tiga Daratan malah larut dalam kenangan yang tidak mungkin terulang kembali.
Seandainya Kaisar Langit terus terobsesi akan penyesalannya yang tidak berujung ini, Empat Lautan dan Tiga Daratan bisa saja hancur di tangannya.
Lagipula, menyalurkan energi spiritual dan sihir ribuan tahun yang ditempa di dalam tubuh membutuhkan waktu dan memiliki akibat yang cukup fatal. Dongfang Yue baru saja menyalurkan energinya ke dalam tubuh A-Rou, ia kehilangan cukup banyak. Jika dia melakukannya lagi, dia mungkin akan jatuh dalam tidur panjang dan perlu memulihkan diri.
“Kau juga gila. Aku tidak akan pernah menjadi iblis.”
“Oh, apakah pernyataanku tidak cukup tulus?”
“Diamlah sebelum aku menendangmu keluar dari sini.”
Pada akhirnya, Ming Ye menuruti permintaan Dongfang Yue. Mereka menggunakan ruang penyimpanan harta di gua rubah untuk memperbaiki Cermin Api.
Meskipun kekuatan spiritual di Gunung Xi bagus, namun bukan berarti hawa murninya dapat langsung disatukan dengan energi spiritual Dongfang Yue dan Ming Ye. Mereka harus memperbaiki retakannya dulu sebelum mengalirkan sihir yang bisa mengembalikan fungsi Cermin Api.
“Gadis kecil, keluarlah. Cermin ini mungkin bisa membutakan matamu,” ucap Ming Ye.
Bai Feng Xian membawa A-Rou keluar dari gua rubah. Yao Yan mengikutinya dari belakang dan mereka bertiga duduk di bawah pohon persik ribuan tahun yang sedang mekar.
Sambil menunggu hasil kerja Ming Ye dan Dongfang Yue, Yao Yan memilih menuntaskan rasa penasarannya dengan menanyakan beberapa hal pada Bai Feng Xian.
“Aku melihat raut wajah Tian Jun berubah gelap saat aku menyinggung soal muridnya. Dewi Rubah Cantik, apa kau tahu sesuatu tentang itu?”
__ADS_1
“Muridnya bunuh diri dengan melompat dari Sumur Pembunuh Dewa lima ratus tahun lalu. Bukankah kau penguasa Klan Iblis? Apa tinggal di tempat yang jauh membuatmu menjadi bodoh dan tidak tahu apapun?”
“Hei, jaga bicaramu itu! Lima ratus tahun ini aku berkultivasi tertutup di Lembah Kegelapan. Tentu saja tidak semua kabar sampai ke telingaku.”
Yao Yan merengut lagi. Harga dirinya sebagai Tuan Ketiga Klan Iblis jatuh di hadapan Bai Feng Xian, yang notabenenya hanya Klan Rubah Putih dari Qingqiu.
“Tapi, mengapa muridnya melakukan itu? Bukankah Tian Jun begitu menyayanginya?”
“Dia diperdaya Selir Langit.”
“Astaga! Bahkan seorang Kaisar Langit juga tidak bisa lepas dari tipu daya. Wanita memang berbahaya.”
Tidak pernah ada dalam bayangannya jika Kaisar Langit yang agung, pernah dijebak dan diperdaya oleh selirnya sendiri. Dalam hidup Yao Yan, dia sudah melihat banyak raja jatuh dalam pelukan wanita dan hancur. Tapi jika itu Kaisar Langit, rasanya sedikit konyol.
Bagaimana bisa dia membuat orang yang dicintainya terjun ke dalam Sumur Pembunuh Dewa tanpa mendengar penjelasan apapun?
“Pantas saja dia terlihat begitu tertekan. Aku baru pertama kali melihat sinar bintang di matanya meredup sejak aku mengenalnya,” ungkap Yao Yan.
“Iblis sepertimu cukup pengertian juga.”
“Tidak. Meskipun aku tidak memihak Kerajaan Langit, tapi dia telah membebaskan Klan Iblis dari kekejaman Raja Iblis ribuan tahun lalu. Berkat itu, Klan Iblis bisa hidup meski harus menyingkir dari dunia. Aku hanya merasa jika Tian Jun mungkin benar-benar merasa sedih dan menyesal.”
“Apa menyesal berguna sekarang? Muridnya sudah mati dan jiwanya sudah hancur. Tian Jun tidak akan menemukannya kembali.”
“Bibi, jangan berkata seperti itu. Setiap kehidupan memiliki sisi yang tidak diketahui oleh manusia. Tian Jun mencari Cermin Api mungkin karena dia telah menemukan petunjuk mengenai muridnya itu,” sela A-Rou. Sejak tadi, dia asyik menyimak pembicaraan Bai Feng Xian dan Yao Yan.
Bai Feng Xian selalu merasa ada suatu keengganan di dalam hatinya yang menariknya untuk pesimis terhadap apa yang dilakukan Dongfang Yue. Perasaan enggan itu seperti sebuah dendam dari masa lalu yang belum usai. Itu membuatnya selalu merasa marah dan sinis setiap kali seseorang menyinggung tentang Dongfang Yue yang memperjuangkan muridnya kembali.
Dia tidak mungkin ada hubungannya dengan A-Xian itu, kan?
Tepat pada saat itu, Ming Ye dan Dongfang Yue keluar dari dalam gua rubah. Meskipun raut wajah mereka biasa saja, Bai Feng Xian dapat menangkap jika mereka tidak mendapatkan hasil yang bagus. Sesuai dugaannya, Dongfang Yue kemudian mengatakan jika Cermin Api tidak bisa diperbaiki.
“Aku akan kembali ke Istana Langit dan mencobanya lagi. Bai Feng Xian, aku akan menemuimu beberapa hari lagi,” ucap Dongfang Yue, lalu dia melesat menembus awan dan menghilang secepat kilat. Dongfang Yue bahkan tidak menggunakan awan keberuntungannya untuk kembali ke Istana Langit.
“Untuk apa dia menemuiku?”
Ming Ye, Yao Yan, dan A-Rou tidak punya jawaban atas pertanyaan itu.
__ADS_1