Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 18: Siluman yang Cukup Kuat


__ADS_3

Bai Feng Xian, pada akhirnya mendapat persetujuan Dongfang Yue setelah mendebatnya selama berjam-jam. Dongfang Yue akhirnya menyetujui permintaan Bai Feng Xian yang ingin mengikutinya menangkap siluman rubah yang dimaksud. Alasan yang ia berikan memang cukup masuk akal, namun itu belum cukup membuat Dongfang Yue merasa puas pada saat itu.


Dikatakan bahwa siluman rubah selalu bersarang di rumah bordil yang paling ramai dikunjungi orang. Bai Feng Xian dan Dongfang Yue sama-sama menyamar menjadi manusia, dan mereka berhasil masuk ke dalam tempat itu setelah sihir penyamaran bereaksi. Sihir ini tidak akan memberikan serangan balasan karena Dongfang Yue sendiri yang mengaturnya.


Aroma anggur buatan manusia yang begitu menyengat langsung memburu indera penciuman Bai Feng Xian. Ia biasanya sangat ahli dalam minum, dan aroma anggur yang menyengat tidak akan mengganggunya. Namun entah mengapa aroma anggur buatan manusia ini malah membuatnya hampir bersin berkali-kali.


Selain itu, alunan musik dari petikan senar guqin yang dimainkan seorang gadis penghibur di tengah panggung membuat suasana di dalam sana terasa romantis dan vulgar di waktu yang sama. Bai Feng Xian beberapa kali menghindar ketika gadis-gadis penghibur mendekatinya.


Mereka punya rencana. Dongfang Yue akan mengembalikan takdir hidup Sang Hui sebagai Kepala Akademi Kerajaan dengan menggagalkan rencana Fang Jue yang terus membujuknya.


Dongfang Yue melihat dalam buku takdir Si Ming, Sang Hui harus tetap menjadi Kepala Akademi Kerajaan hingga akhir hidupnya. Jika dia mengikuti bujukan Fang Jue dan membantunya, maka dia bisa dipenggal oleh kaisar manusia dan itu membuat takdir manusianya berubah dan ujiannya gagal.


Hanya dengan menyingkirkan wanita siluman rubah yang dicintai Fang Jue, maka Sang Hui bisa selamat.


Sementara itu, Bai Feng Xian hanya ingin menangkap siluman rubah pemikat yang katanya jahat ini. Jika dia memang terbukti jahat dan merenggut nyawa banyak orang, Bai Feng Xian akan menangkapnya dan membawanya ke Qingqiu untuk didisiplinkan. Dia sama sekali tidak berniat membantu Dongfang Yue.


“Aku tidak menyangka jika urusan kecil seperti ini dapat membuat Kaisar Langit turun tangan sendiri.”


Bai Feng Xian lebih tidak menyangka jika seorang Kaisar Langit yang agung, penguasa Empat Lautan dan Tiga Daratan ternyata bisa memasuki rumah bordil manusia hanya untuk menyelamatkan takdir adiknya.


Jika sampai Selir Langit Yingzhao tahu, dia pasti akan sesak napas sampai pingsan karena marah dan cemburu.


Dongfang Yue memasang raut wajah dingin.


“Diamlah atau aku akan mengeluarkanmu dari sini.”


Seorang mucikari setengah baya dengan riasan tebal di wajahnya datang menghampiri mereka. Sambil mengibaskan kipas murahannya, mucikari itu bertanya, “Tuan-tuan, gadis seperti apa yang bisa membuat suasana hati tuan-tuan menjadi senang?”


“Chu Yao,” Bai Feng Xian menjawab dengan cepat.


Ekspresi mucikari itu sedikit berubah. Lalu, seulas senyum yang biasa ia jual kepada orang-orang terbit di bibirnya yang mulai kendur.


“Ah, dia memang gadis paling terkenal di sini. Tetapi, tuan-tuan mungkin tidak tahu, Chu Yao adalah gadis yang disukai Yang Mulia Putra Mahkota dan dia tidak dapat menerima layanan dari orang lain.”


“Dia hanya seorang penghibur,” ucap Dongfang Yue.

__ADS_1


Dongfang Yue lantas mengeluarkan sesuatu dari dalam lengan pakaiannya. Sekantung perak berbentuk bongkahan yang beratnya sekitar satu kilogram mendarat di telapak tangan mucikari itu. Mata yang berbinar itu tidak dapat membohongi jika uang adalah segalanya di sini.


Bahkan jika gadis Bernama Chu Yao yang dicurigai sebagai siluman rubah adalah gadis yang dicintai Putra Mahkota, dia tetap tidak bisa melepaskan diri dari status penghibur yang tunduk pada mucikarinya. Wanita setengah baya yang tidak tahu diri itu menyunggingkan senyum lagi, menatap Dongfang Yue dan Bai Feng Xian secara bergantian.


“Tuan, silakan ikut aku.”


Mereka dibawa ke lantai atas. Gadis Bernama Chu Yao duduk di dalam kamarnya dengan balutan gaun berwarna merah, dengan kepala dihiasi permata dan jepit rambut berkilau.


Wajahnya cantik. Tidak heran jika Putra Mahkota jelmaan Fang Jue begitu tergila-gila padanya.


Namun, kedatangan Bai Feng Xian dan Dongfang Yue dalam wujud pemuda justru membuat Chu Yao merasakan kegelisahan. Setelah mucikarinya keluar meninggalkan mereka, aura yang begitu tidak menyenangkan menguar. Chu Yao menatap Dongfang Yue dan Bai Feng Xian dengan tajam, penuh dengan kecurigaan.


“Siapa kalian?”


Bai Feng Xian mendapat izin dari Dongfang Yue untuk menggunakan sihir. Dia melemparkan mantra dan segera mengikat Chu Yao. “Aku adalah leluhurmu!”


Chu Yao terkejut. Dengan segala kekuatan yang ia miliki, ia melepaskan dirinya dari mantra pengikat dan segera menyerang Bai Feng Xian.


Dongfang Yue mundur beberapa langkah, membiarkan Bai Feng Xian bertarung melawan Chu Yao. Keduanya sama-sama keturunan rubah, hanya saja status dan kedudukan kedewaan mereka berbeda.


“Aku tidak membutuhkannya!”


Pertarungan di dalam ruangan itu cukup sengit dan sangat gaduh. Dongfang Yue telah memasang medan pelindung di sekitar sehingga manusia biasa tidak akan dapat mendengarnya. Di luar, kamar Chu Yao begitu hening seperti biasa. Orang akan mengira ia tengah melayani dua tamunya dengan baik.


Dalam sekali sapuan gerakan tangan yang lembut, Bai Feng Xian merubah wujudnya menjadi wujud wanita. Segera, keagungannya terpancar ke segala arah. Mata Chu Yao memejam menahan pancaran aura yang begitu kuat. Dia rasa, dia telah meremehkan wanita ini.


“Siapa kau sebenarnya?” tanya Chu Yao sekali lagi.


“Sudah kukatakan bahwa aku adalah leluhurmu!”


Sembilan ekor putih Bai Feng Xian yang terbentuk seperti formasi muncul. Sinar matanya memancarkan aura Dewi Agung, dan garis merah berbentuk sayap di sekitar matanya muncul. Biji mata Chu Yao hampir keluar dari tempatnya ketika ia akhirnya mengetahui siapa wanita yang bertarung dengannya.


“De-Dewi Agung?” Chu Yao terbata-bata.


Chu Yao terpaku sesaat. Tidak, dia tidak bisa berhenti sampai di sini.

__ADS_1


Dia harus mendapatkan energi hidup Putra Mahkota untuk mempertahankan kecantikan dan menambah kekuatan sihirnya. Jika ia ditangkap sekarang, semua usaha yang ia lakukan akan berakhir sia-sia.


“Ternyata memang benar seekor siluman rubah,” ujar Dongfang Yue. “Dia cukup kuat juga.”


Chu Yao hendak melompat lewat jendela, namun langkahnya terhenti. Kakinya dipaku di tempatnya berdiri.


Bai Feng Xian mengurungnya dalam sebuah formasi, mengikat kedua kaki dan tangannya sampai siluman rubah ini tidak dapat bergerak. Formasi itu terbentuk semakin lama semakin membesar.


“Aku akan mengembalikanku ke Qingqiu. Ikutlah dengan patuh!”


“Tidak! Aku tidak akan kembali sebagai siluman lemah! Aku harus menghirup lebih banyak energi untuk menjadi kuat!”


Pada saat itu, Dongfang Yue maju selangkah. “Kau tidak akan menjadi dewa hanya dengan menghirup banyak energi hidup manusia fana.”


“Aku tidak peduli!”


Siluman rubah ini benar-benar keras kepala!


Bai Feng Xian merasakan kekuatan sihir berputar di tubuh Chu Yao, warnanya berubah menjadi hitam. Ia pernah melihat sihir semacam ini ketika ia masih dalam masa studinya di Lembah Bulan. Ini jelas adalah sihir iblis. Apakah Chu Yao akan mengubah dirinya menjadi iblis?


Iblis adalah kekuatan paling mengerikan dan paling kotor di Empat Lautan dan Tiga Daratan. Sejak Raja Iblis dikalahkan dan Klan Iblis terisolasi di Lembah Kegelapan, semua makhluk di Empat Lautan dan Tiga Daratan membenci kekuatan itu.


Melihat Chu Yao hendak menjadi iblis, Dongfang Yue segera bertindak.


Tubuh Chu Yao dikurung dalam sebuah formasi yang lebih besar. Formasi itu membentang ke seluruh ruangan, menyinarkan sinar keemasan yang begitu terang. Medan pelindung di luar ruangan telah menahannya hingga kekuatannya tidak menembus keluar.


Itu adalah Formasi Pemusnah Jiwa. Apakah Dongfang Yue akan membunuhnya?


“Tidak, jangan membunuhnya!” seru Bai Feng Xian. “Meskipun dia seorang siluman, dia tetap bagian dari klanku.”


Menyetujui permintaan itu, Dongfang Yue melemparkan mantra sihir lain. Perlahan, aura iblis di sekitar tubuh Chu Yao mulai menipis dan sihir hitamnya berangsur-angsur menghilang.


Dongfang Yue masih bisa memurnikannya karena Chu Yao belum sepenuhnya menjadi iblis. Jika tidak, akan sulit untuk tidak membunuhnya.


Tubuh Chu Yao melemah. Bai Feng Xian menangkapnya dan lingkaran formasi mulai menghilang. Tepat saat itu, pintu kamar tiba-tiba terbuka. A-Rou datang dituntun Fang Jue, yang matanya memerah seperti nyala api neraka.

__ADS_1


“Apa yang kalian lakukan pada wanitaku?”


__ADS_2