Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 59: Masalah Besar


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Song Zi tiba-tiba saja datang ke Danau Cermin dan bersikeras ingin bertemu dengan Bai Feng Xian. Ming Ye yang tidak suka diganggu merasa kesal dan berkali-kali mengatakan kalau Bai Feng Xian tidak ada di tempatnya. Akan tetapi, Song Zi tetap tidak mau pergi sampai Bai Feng Xian muncul dari balik hutan persik.


"Apakah Istana Langit memiliki suatu urusan sampai mengutus pelayan pribadi Kaisar Langit kemari?" tanya Bai Feng Xian. Song Zi agak terkejut dengan nada bicara yang terdengar sinis itu, tetapi dia memilih untuk tidak bereaksi dan langsung mengatakan tujuannya datang kemari.


"Dewi, terjadi masalah besar!"


"Urusan Istana Langit, untuk apa kau melaporkannya padaku? Kurasa Qingqiu dan Kerajaan Langit memiliki jalannya masing-masing."


Ming Ye kemudian mendekat ke sisi Bai Feng Xian, lalu berbisik di telinganya, "Gadis kecil, setelah putus, kau jadi begitu sinis. Lihat, kau membuat pelayan dewa kecil itu takut."


Bai Feng Xian mendelik dan mengabaikannya.


"Masalahnya bukan tentang Istana Langit, tapi Tian Jun. Dia..."


"Kurasa itu juga bukan urusanku."


Bai Feng Xian berbalik hendak pergi, namun Song Zi buru-buru berkata, "Tian Jun terluka parah dan jatuh dalam tidur yang panjang!"


Seketika Bai Feng Xian berbalik. "Apa katamu?"


"Tian Jun pulang dalam keadaan terluka dan sampai sekarang tidak sadarkan diri. Dewi, hanya kau yang bisa menyelamatkannya."


Tanpa mengatakan apapun, Bai Feng Xian langsung menghilang dari Danau Cermin. Wanita itu bahkan tidak memanggil awan keberuntungannya ataupun Fang Jue. Ming Ye menatap kepergiannya yang secepat kilat dengan heran, lalu menggelengkan kepalanya.


Gadis kecil itu berkata tidak ingin punya hubungan lagi dengan penduduk Istana Langit, tapi begitu mendengar sesuatu terjadi pada pemimpinnya, dia yang paling dulu pergi. Benar-benar tidak sesuai antara perkataan dan hati kecilnya.


"Song Zi, pergilah ke Gunung Xi dan minta Fang Jue untuk menjemput A-Rou di Dunia Arus Bawah. Aku akan menyusul Bai Feng Xian," ucap Ming Ye. Mendapat perintah dari Dewa Agung tertua, Song Zi mengangguk kemudian segera melaksanakan perintahnya.


Di Istana Tianwu, tepatnya di kamar tidur Kaisar Langit, Sang Hui tengah berusaha membangunkan Dongfang Yue dengan mengalirkan kekuatan dewanya. Tapi, sekeras apapun ia berusaha dan sebesar apapun kekuatan yang disalurkannya, mata Dongfang Yue tetap tidak mau terbuka. Kedua kelopak matanya tertutup rapat dan kedua alisnya tampak mengembun.


Saat Bai Feng Xian datang, embun yang lainnya mulai menyelimuti sebagian tubuh Dongfang Yue dan membekukannya. Sang Hui berusaha lagi, tapi gagal terus menerus.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bai Feng Xian.


"Tian Jun pergi ke Laut Miao Yao dan memperbaiki segelnya yang rusak. Tapi, dia malah pulang dalam keadaan terluka parah. Aku rasa kekuatan spiritualnya terkuras sangat banyak sampai dia jatuh tertidur," jawab Sang Hui.


Tadi malam saat bulan sedang bersinar, setelah Dongfang Yue menghancurkan Paviliun Qian Meitian dengan awan gelap, dia pergi ke Laut Miao Yao. Segel yang saat itu diperbaiki kembali retak dan energi kotor kembali menyelinap ke Tiga Alam. Siapa sangka itu akan menghabiskan banyak energi dan membuatnya terluka parah.


Saat Sang Hui mendapatinya sedang bermeditasi dan berusaha memulihkan diri, tubuh Dongfang Yue tiba-tiba ambruk dan jatuh tak sadarkan diri. Apa yang membuat Sang Hui lebih khawatir ialah embun-embun yang terus bermunculan dan membeku, membuat Dongfang Yue seperti diselimuti es yang dingin.


Bai Feng Xian meminta Sang Hui untuk menyingkir dan memeriksa kondisi tubuh Dongfang Yue. Beberapa saat kemudian, bahunya turun dan keningnya mengernyit.


"Mengapa bisa begini?"


"Ada apa, calon kakak ipar? Apa kakakku benar-benar tertidur?"


"Dia adalah Phoenix Api. Tapi, mengapa dia bisa terkena pembekuan abadi?"


Sontak saja Sang Hui terkejut. "Pembekuan abadi? Bukankah itu disebabkan oleh racun es Gunung Kunlun?"


Sang Hui merenung. Kakaknya adalah keturuna Phoenix Api, racun es Gunung Kunlun seharusnya tidak akan berefek pada tubuhnya. Kecuali... Segera saja Sang Hui memeriksanya.


"Cakra Phoenix kakakku menghilang! Pantas saja tubuhnya mulai membeku!" seru Sang Hui.


Selain Kelopak Teratai Buddha, yang penting dalam tubuh seorang Kaisar Langit keturunan Klan Phoenix adalah Cakra Phoenix. Sang Hui sangat terkejut sampai-sampai dia tidak bisa berdiri dengan tegak. Kakaknya ini benar-benar cari mati!


"Sang Hui, di mana Cakra Phoenix Dongfang Yue berada?" tanya Bai Feng Xian. Sang Hui menelisik sebentar, kemudian menjawab, "Di dalam tubuhmu."


"Apa maksudmu?"


"Sepertinya saat kau terluka setelah melawan Feng Yingzhao, kakakku menggunakan Cakra Phoenixnya untuk membantumu pulih. Jika tidak, meskipun kau adalah Dewi Agung, kau tidak akan bisa menahan efek mantra pelepas jiwa yang kau gunakan. Mantra itu bisa membunuhmu setelah dirapalkan, tetapi yang kau alami hanyalah ingatanmu lima ratus tahun lalu telah bangkit. Cakra Phoenix kakakku menahan efeknya untukmu."


Bai Feng Xian sangat terkejut. "Kalau begitu, keluarkan saja! Aku tidak butuh Cakra Phoenix kakakmu!"

__ADS_1


"Meskipun dikeluarkan, itu tidak akan berguna sekarang. Jika ingin membuatnya bangun, kita memerlukan Kelopak Teratai Buddha untuk menyatukan kesadaran spiritual Tian Jun dengan kekuatan inti Cakra Phoenix."


"Kelopak Teratai Buddha? Apa maksudmu?"


"Calon kakak ipar, kau mungkin tidak tahu. Kelopak Teratai Buddha yang diberikan oleh Tian Jun padamu adalah Kelopak Teratai Buddha yang lahir dari inti jiwanya. Kelopak itu menyimpan separuh kesadaran spiritual Tian Jun. Dia menaruhnya di dalam tubuh A-Rou untuk membantunya berkultivasi," Sang Hui menjeda ucapannya.


"Separuh kesadaran spiritual di dalam Kelopak Teratai Buddha juga membawa pergi separuh energi spiritualnya. Setelah setengah kekuatannya hilang, Tian Jun berkali-kali pergi ke Laut Miao Yao dan memperbaiki pembatas segelnya. Selain itu, dia juga menggunakannya untuk melatih A-Rou di Gunung Yanqi, menghancurkan basis kekuatan Feng Yingzhao, membantu nirwana Feng Yuan Ying, dan terakhir membantu pemulihanmu. Dia bahkan menggunakan cakranya untuk mengobatimu, namun dia tetap pergi ke Laut Miao Yao untuk memperbaiki segel lagi," jeda Sang Hui.


"Kau pikirkan, dengan sisa kekuatannya itu, dia masih melakukan banyak hal yang menghabiskan energinya. Jika itu aku, aku pasti sudah mati menjadi debu. Tapi kakakku, dia masih melakukannya walau tahu itu akan mencelakai tubuhnya sendiri."


Suara Sang Hui bergetar. Ia yang biasanya santai dan tenang, sekarang benar-benar kehilangan kendali. Sang Hui hanya memiliki Dongfang Yue sebagai keluarganya. Walau terbiasa bersikap lancang, tetapi ia tidak pernah mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi pada Dongfang Yue.


"Bahkan meskipun kakakku adalah Kaisar Langit, putra Kaisar Xuan Yi dan Dewa Agung, dia tetap bisa mati."


Penjelasan Sang Hui seperti petir yang menyambar di siang hari. Itu seperti duri yang tajam dan besar, menusuk hati dan jiwa Bai Feng Xian sampai ke dasarnya. Selama ini ia tidak pernah tahu kalau Dongfang Yue ternyata melakukan banyak hal merugikan bagi dirinya sendiri, dan itu semua ditujukan untuk membantu Bai Feng Xian.


Apakah dia begitu merasa bersalah hingga mengorbankan dirinya sendiri? Bau Feng Xian bahkan tidak pernah bermimpi pria itu akan melakukan segalanya untuknya. Tiba-tiba saja hatinya jadi sakit dan rasa penyesalan itu muncul.


"Dia pantas mendapatkannya. Aku tidak pernah memintanya untuk mengorbankan diri dan melakukan banyak hal untukku," tepis Bai Feng Xian, mencoba mengusir perasaan iba dan rasa bersalahnya.


Sang Hui menghela napas. "Dewi Agung Bai Feng Xian, sampai kapan kau membohongi diri sendiri dan pura-pura bodoh? Kau tahu dengan jelas bahwa Dewa dan Dewi Agung hanya jatuh cinta pada satu orang sepanjang hidup mereka. Dia mencintaimu terlepas dari kenyataan bahwa kau adalah muridnya yang pernah ia lukai lima ratus tahun lalu. Selama lima ratus tahun ini, dia masih mencarimu dan mempertahankanmu di hatinya. Sayang sekali, ingatanmu bangkit dan itu mendorongnya untuk mengingat lagi rasa sakit itu. Dewi Agung Bai Feng Xian, kau pikir hanya kau saja yang menderita?"


Pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh Bai Feng Xian. Wanita itu membisu, tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Hatinya berkecamuk seperti ombak Laut Timur yang selalu bergelombang sepanjang tahun.


Dongfang Yue, dengan semua rasa bersalahnya, mencintainya setulus hati dan menantinya selama lima ratus tahun. Pria itu mencarinya, mengumpulkan jiwanya dengan sabar, mengubah dirinya menjadi dingin dan tidak tersentuh, hanya untuk membangkitkan dirinya. Bahkan di saat dia tidak tahu jika orang yang dicarinya masih hidup dan merupakan seorang abadi juga.


Tapi Bai Feng Xian, dirinya justru melupakan segalanya dan hidup seolah-olah tidak ada yang terjadi. Saat pilihannya itu menjadi boomerang yang menyerang balik padanya, dia justru menjatuhkan semua kesalahan kepada Dongfang Yue. Bukankah dia sangat egois?


Tanpa terasa, tetesan air mata sudah jatuh dan membasahi pipinya.


"Dewi Agung Bai Feng Xian, kakakku mencintaimu dengan tulus. Kau tahu, demimu, dia bersikap kejam pada dirinya sendiri. Dia adalah Kaisar Langit, penguasa Empat Lautan dan Tiga Daratan yang agung, putra Kaisar Xuan Yi dan abadi paling dihormati di Tiga Alam. Dengan kehormatan setinggi itu, di bawah cahaya yang gemerlap seperti bintang itu, dia masih bisa merendahkan dirinya dan berjalan menuju kegelapan. Apakah kau pernah memikirkan perasaan kakakku dan menempatkan dirimu di posisinya?"

__ADS_1


Bai Feng Xian tidak tahan lagi. Dia menggunakan kekuatannya untuk melempar Sang Hui keluar kamar sambil berteriak, "Cukup!"


__ADS_2