
“Kau sudah mendengarnya? Tian Jun telah menghukum Selir Langit dengan tangannya sendiri,” seorang pelayan peri, berbisik di tengah kesibukannya pada pelayan peri lain.
“Selir Langit bukan hanya membunuh Raja Phoenix Salju, ayahnya sendiri, tapi juga membantai seluruh Klan Phoenix Salju dan membakar Pulau Fengyun. Katanya, dia berdiri di atas tumpukan mayat klannya sendiri dengan pedang penuh darah,” pelayan peri yang lebih muda lebih bersemangat seolah-olah dialah yang paling tahu di antara para pelayan peri ini.
“Tian Jun datang tepat setelah Raja Phoenix Salju menghilang. Dia sempat berdebat dengan Selir Langit, sebelum memberikan sembilan puluh sambaran petir dan sembilan puluh anak panah api.”
Entah siapa dan bagaimana berita itu menyebar, informasi mengenai kemusnahan Klan Phoenix Salju di Pulau Fengyun sudah diketahui oleh seluruh makhluk di Empat Lautan dan Tiga Daratan. Semua orang, termasuk orang-orang di Kerajaan Langit sendiri, membicarakannya seiring waktu.
Pembantaian Klan Phoenix Salju oleh Selir Langit Yingzhao, diklaim sebagai pembantaian berdarah yang cukup mengenaskan dan mengerikan. Makhluk di Alam Abadi memilik usia yang panjang, mereka telah menyaksikan banyak peristiwa dari waktu ke waktu. Tidak ingin sejarah terlupakan setelah kematian, mereka menceritakan segala peristiwa itu kepada tunas baru yang menjadi generasi setelah mereka.
Dari semua peristiwa besar yang pernah terjadi sejak zaman kuno berakhir, peristiwa pembantaian Klan Phoenix Salju terbilang cukup besar dan menghebohkan. Selama ribuan tahun ini, sejak Dongfang Yue terlahir tiga puluh ribu tahun lalu, Klan Phoenix Salju telah menjadi sekutu Kerajaan Langit yang hubungannya paling baik di antara yang lain.
Kaisar Xuan Yi bahkan secara khusus menghadiahkan putri Klan Phoenix Salju dan memasukkannya ke Istana Langit sebagai Selir Langit Dongfang Yue, kaisar generasi sekrang. Kehormatan yang diterima klan tersebut sangat besar dan membuat semua orang iri. Tapi, sungguh tidak disangka jika wanita yang dijadikan putri dan masuk ke silsilah keluarga Klan Langit tersebut ternyata adalah monster yang memusnahkan mereka yang telah membesarkannya.
“Mungkin, Selir Langit memang sudah seharusnya dihukum. Dia telah melakukan banyak perbuatan tercela sejak memasuki Istana Langit. Lima ratus tahun lalu, dia bahkan menjebak murid sekaligus wanita yang dicintai Tian Jun sampai membuatnya mati. Beberapa bulan lalu, dia memfitnah Dewi Agung Bai Feng Xian sebagai penghancur hadiahnya tanpa memeriksa lebih dulu. Itu hanya peristiwa besar, belum termasuk kejahatannya selama tinggal di Istana Tianhua tanpa diketahui orang lain.”
“Jangan memanggilnya Selir Langit. Sejak dia melarikan diri dan menjadi buronan, posisi Selir Langit di istana ini sudah dikosongkan. Lagipula, orang seperti itu tidak pantas menduduki posisi mulia tertinggi di Empat Lautan dan Lima Daratan. Aku rasa, wanita itu memiliki ilusi yang berlebihan.”
“Lalu menurutmu, apakah Dewi Agung Bai Feng Xian akan mengisi posisi tersebut?” pelayan peri kali ini merendahkan suaranya. Menyinggung Dewi Agung Qingqiu sangat berbahaya, tapi dia tidak bisa menahan diri untuk bergosip.
“Menurutku, dia akan mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari sekadar Selir Langit,” ucap yang lain. Si pelayan agak terkejut.
“Maksudmu, dia lebih cocok menjadi Permaisuri Langit?”
“Ssstttt…. Jangan bicara omong kosong. Tian Jun masih belum melupakan perasaannya kepada Nona A-Xian,” ucap yang lain.
“Benar juga. Tapi, Tian Jun sepertinya sangat menyukai Dewi Bai Feng Xian. Dia bahkan rela melakukan perjalanan jauh dan membawa pulang murid kecilnya kemari.”
__ADS_1
“Oh, maksudmu bocah kecil seperti buntalan lumut hijau yang hampir menenggelamkan Istana Tianhua? Dia murid kecil Dewi Bai Feng Xian?”
Pelayan lainnya menggelengkan kepala.
“Dewi kecil itu sebetulnya murid Dewa Ji Meng di Dunia Arus Bawah, hanya saja dia dipindahkan ke Qingqiu dan berada di bawah asuhan Dewi Agung.”
“Aih… Sayang sekali Klan Phoenix Salju sudah kehilangan penerus. Di dunia ini, garis keturunan Phoenix mungkin hanya Phoenix Api dan sekumpulan Merak.”
“Apa kau belum dengar? Tian Jun membawa pulang telur Phoenix Salju yang belum mengalami nirwana. Katanya, rohnya menghampiri Tian Jun dan menenangkannya. Dia adalah keturunan Phoenix Salju terakhir, mungkin juga akan menjadi satu-satunya Maharani Phoenix di dunia ini.”
Bai Feng Xian, yang saat itu tengah berada di istana samping, mendengarkan dengan baik percakapan para pelayan peri. Kabar kemalangan di Pulau Fengyun memang sudah menyebar. Bai Feng Xian dari Qingqiu tidak pernah mencampuri urusan klan lain, tetapi setelah mendengar rinciannya, ia merasa iba.
Hatinya tiba-tiba sakit ketika membayangkan seluruh anggota klan itu meregang nyawa di tangan putri mereka sendiri. Dia tidak bisa membayangkan jika itu menimpa Qingqiu. Yingzhao, memang tidak bisa diampuni. Hatinya benar-benar jahat dan kejam tanpa ampun.
Bagaimanapun, klan itu masih memiliki garis keturunan yang sama dengan Phoenix Api. Dongfang Yue pasti mengalami kesedihan cukup mendalam karena kehilangan Klan Phoenix Salju. Terlebih, pelakunya adalah istrinya sendiri. Itu akan sangat menyakitkan, apalagi ketika kebenciannya membuncah sampai ia harus membunuhnya dengan tangannya sendiri.
Itu suara Sang Hui, yang langsung membuat para pelayan peri terdiam seribu bahasa. Sang Hui menghampiri mereka, tangannya memegang kipas gioknya dan mengayunkannya dengan santai.
Ekspresinya, seperti ekspresi yang kerap ia tunjukkan di hadapan orang. Tapi, siapapun bisa tahu kalau Dewa Muda Tianqi itu tidak senang mereka membicarakan tragedy di Pulau Fengyun, atau membicarakan kakaknya dan masa lalunya.
“Y-Yang Mulia Kedua, mohon ampun…” ucap pelayan serentak. Mereka tentu tidak sepadan dengan Dewa Muda Tianqi, adik satu-satunya Kaisar Langit mereka.
Sang Hui menghela napas. Ia mengayunkan kipasnya, lalu para pelayan peri itu bergegas pergi setengah berlari. Sang Hui tampak memejamkan matanya, melirik dengan sudut mata ke arah samping istana. “Kakak ipar, apa kau masih ingin bersembunyi di sana dan mendengarkan beberap gossip lagi?”
“Aku rasa boleh juga. Seperti biasa, orang-orang di Kerajaan Langit sangat menarik,” ucap Bai Feng Xian sembari keluar dari persembunyiannya.
Sang Hui tertawa kecil. Setiap perkataan Bai Feng Xian mengingatkannya pada pertemuan mereka pertama kali di Istana Tianwu, ketika wanita itu disembunyikan oleh Dongfang Yue. Rumor di Istana Langit selalu menyebar lebih cepat karena ada banyak mulut yang berbicara terus menerus dari waktu ke waktu.
__ADS_1
“Dan aku harus mengingatkanmu, aku bukan kakak iparmu,” lanjut Bai Feng Xian.
“Calon. Aku tahu Tian Jun menyukaimu, dan kau juga menyukainya, bukan?”
“Siapa bilang?”
“Aih, di Istana Langit ini, siapa yang buta? Bahkan para pelayan peri saja sudah membicarakannya dan dapat melihatnya. Oh, bukankah dia juga sudah membawamu ke Paviliun Qian Meitian? Tempat itu adalah tempat yang ia buat untuk orang yang dicintainya.”
“Aku datang ke sana beberapa hari lalu tanpa sepengetahuannya.”
Sang Hui terkejut, sudut bibirnya berkedut.
“Lalu, apa kau tidak melihat apapun?”
“Selain roh bunga bernama Xiao Huan yang memanggilku majikan, aku hanya melihat beberapa ingatan milik A-Xian.”
Sang Hui menepuk jidatnya sendiri. Ming Ye benar, Bai Feng Xian bodoh dalam hal cinta dan perasaan. Dia sangat tidak peka. Petunjuk mengenai dirinya dan Dongfang Yue di masa lalu sudah begitu jelas, tapi sampai sekarang dia belum menyadarinya. Sang Hui sangat tidak mengerti mengapa ini bisa terjadi. Apakah takdir benar-benar seperti ini?
“Sang Hui, apa Yingzhao benar-benar sudah mati?”
“Tian Jun sendiri yang menusuknya dengan sembilan puluh anak panah api dan sembilan puluh sambaran petir. Bahkan jika itu adalah Dewa Tinggi, rohnya bisa jadi abu tanpa sisa. Feng Yingzhao tidak memiliki sumsum dewa, rohnya mungkin sudah hancur sejak anak panah pertama menusuknya,” ucap Sang Hui.
Bai Feng Xian menghela napas. Meskipun ia sangat tidak setuju dengan seluruh perbuatan Yingzhao, tapi ada sedikit rasa iba. Wanita itu, adalah korban perasaan yang tidak terbalas. Yingzhao kehilangan akal sehatnya karena obsesinya pada Dongfang Yue, dan ia menghalalkan segala cara untuk mendapat cintanya. Alih-alih mendapat kebahagiaan, dia justru malah membuat dirinya hancur.
“Feng Yingzhao menuai apa yang ia tanam. Hukuman itu, seharusnya dijatuhkan lima ratus tahun lalu,” sambung Sang Hui.
Tapi, Bai Feng Xian larut dalam pikirannya dan tidak mendengar suara Sang Hui. Ia berbalik, kemudian berkata dengan pelan, “Bisakah kau membawaku ke tempat telur Phoenix Salju terakhir berada?”
__ADS_1