
Usia buntalan lumut hijau baru lima ratus tahun, dan meskipun dia memiliki kekuatan istimewa di dalam dirinya, Bai Feng Xian malas mengajarinya dan suka berleha-leha. Bai Feng Xian sangat memanjakannya, membiarkannya membuang waktu dengan bersenang-senang tanpa memberinya tuntutan. Itu menjadikannya seorang anak dewa yang nakal dan banyak maunya.
Fang Jue sudah tidak tahan mengurusnya. Bai Feng Xian pergi berhari-hari tanpa memberi kabar kapan dia akan kembali, dan itu membuat Fang Jue semakin kewalahan. Hari ini untunglah ada Yao Yan datang berkunjung, sehingga bocah perempuan nakal itu pergi dengan senang bersamanya.
“Di mana bocah nakal itu?” tanya Bai Feng Xian ketika ia baru saja turun dari awan keberuntungannya. Sosok Dongfang Yue tiba beberapa detik lebih lambat darinya, dia mengikutinya dari belakang.
Fang Jue yang sedang setengah tidur mengerjapkan matanya, buru-buru berdiri dan menyambut dewinya. Wajahnya tampak lelah, jelas sekali ia belum istirahat cukup selama beberapa hari. “Dewi, akhirnya kau kembali.”
“Kutanya, di mana bocah nakal itu?” Bai Feng Xian mengulang pertanyaannya. Fang Jue mengerjap lagi.
“Oh, Tuan Iblis Ketiga dari Alam Iblis datang berkunjung, dan dewi kecil pergi bermain bersamanya.”
Dari situ, ekspresi Dongfang Yue mulai berubah tidak senang. Untuk apa Yao Yan kemari? Apakah aturan perjanjian yang dibuat ribuan tahun itu hanya pajangan yang tidak pernah dibaca dan dipahami?
Iblis tidak boleh terlalu sering keluar dari Alam Iblis jika tidak ada kepentingan mendesak, tapi Yao Yan sepertinya mengabaikan itu.
Ekspresi tidak senang juga tampak di wajah Bai Feng Xian. Dalam dua puluh ribu tahun hidupnya, ia sangat tidak senang ada orang lain yang datang dan mengganggu ketenangannya. Terakhir kali, ia mengusir keluar Yao Yan dari Gunung Xi, dan dia berharap orang itu tidak pernah kembali. Siapa sangka dia datang saat dirinya pergi.
“Sejak kapan aku mengizinkanmu menerima tamu?” tanya Bai Feng Xian, matanya menatap tajam Fang Jue.
Wajah Fang Jue berubah hijau. Benar juga, selama ini dewinya tidak pernah mau menerima tamu dan cenderung menyendiri. Yao Yan adalah tuan Alam Iblis, dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan Qingqiu. Ini pertama kalinya Fang Jue bertemu seseorang dari Alam Iblis, karena saat Yao Yan ditolong Bai Feng Xian, Fang Jue masih berada di Alam Fana bersama Sang Hui. Tapi, A-Rou justru malah menyambutnya dan Fang Jue yang kelelahan merasa mendapat kesempatan, sehingga dia melupakan aturan yang ditetapkan oleh Bai Feng Xian.
“Hehehe… itu… A-Rou yang menginginkannya,” ucap Fang Jue ragu. Sesekali dia melirik Dongfang Yue yang menguarkan aura tidak enak.
Sungguh, Fang Jue tidak tahan dengan aura yang dikeluarkan Dongfang Yue. Tatapan tajamnya seolah menembus hati Fang Jue dengan sebuah pedang yang sangat tajam dan dingin, begitu menakutkan dan mengerikan. Sepertinya ia salah. Seharusnya sejak awal dia menyadari kalau Kaisar Langit ini memiliki suatu perasaan kepada Bai Feng Xian.
Fang Jue menarik jubah Bai Feng Xian dan membawanya sedikit menjauh. Fang Jue berbisik, “Dewi, tolong aku. Aku bisa mati membeku jika Tian Jun terus menatap tajam dengan ekspresi tidak senangnya.”
“Kau baru sadar? Lalu mengapa kau tidak memikirkannya sebelum membiarkan Yao Yan membawa A-Rou pergi?”
__ADS_1
“Aku tidak tahu kalau Tuan Iblis Ketiga adalah rival cinta Tian Jun.”
“Omong kosong! Siapa yang kau bicarakan?”
Fang Jue seketika merapatkan bibirnya. Dongfang Yue menghela napasnya, sedikit panjang, menatap Fang Jue dan bertanya, “Di mana mereka?”
“Di pinggir danau.”
“Apa A-Rou memancing ikan lagi?” tanya Bai Feng Xian.
Fang Jue mengangguk.
“Mengapa rubah kecil itu begitu suka makan ikan?” keluh Bai Feng Xian. Fang Jue mengedikkan bahu. Dia juga tidak mengerti mengapa A-Rou begitu hobi memancing dan memakan semua ikannya setiap hari.
Di pinggir danau, A-Rou melemparkan mantra sihir dan ikan-ikan yang gendut melompat keluar dari dalam air. Yao Yan melemparkan keranjang ikan yang sudah hampir penuh untuk mewadahi ikan-ikan itu dengan sihir, begitu dan begitu terus sepanjang waktu. Ikan-ikan di danau itu sudah hampir habis, tapi dahaga A-Rou yang menginginkan ikan tidak pernah habis.
“Paman Iblis, apa Dewa Danau tidak akan menangis jika ikannya kutangkap sampai habis?”
“Paman Iblis, cahaya matahari di sini begitu terik. Alangkah baiknya jika ada payung yang menahan panasnya.”
Yao Yan kemudian menarik sekelompok awan putih, memayungi A-Rou di atas kepalanya. A-Rou cekikikan, tertawa tanpa dosa. Awalnya ia ingin mengerjai Yao Yan, tapi melihat sifatnya yang sangat pengertian, dia jadi ingin bersikap manja padanya. Yao Yan tidak hanya menemaninya, tapi juga menuruti permintaannya tanpa bantahan. Sosok iblis ini selain tampan, ternyata sangat baik hati.
“Paman Iblis, apa kau sudah menikah?”
Yao Yan menggelengkan kepala. “Aku masih lajang. Kenapa? Kau mau menjodohkan guru angkatmu denganku?”
“Saat itu aku mendengar kau ingin membuatkan Bibi sebuah istana megah dari tulang-tulang monster iblis purba. Itu artinya, kau ingin menyisakan posisi Ratu Iblis untuknya. Jika kau berminat, aku bisa membantumu menjodohkan Bibi padamu.”
“Anak kecil, dari mana kau belajar jadi penjodoh?”
__ADS_1
A-Rou menghela napasnya. Kelakuannya persis seperti dewa yang sudah dewasa, yang menanggung banyak beban pikiran.
“Tidak benar. Mengapa sifatmu ini mirip seperti seseorang? Seolah-olah, sifat itu sudah diturunkan secara langsung,” Yao Yan mengernyit, ketika ia memperhatikan dengan baik tutur kata dan kelakuan A-Rou.
“Bibi Dewi sudah berusia dua puluh ribu tahun, tapi belum memiliki kekasih. Aku khawatir dia tidak mendapat suami jika menyendiri beberapa tahun lagi.”
“Pintu Lembah Kegelapan selalu terbuka untuk Bai Feng Xian. Aku dengan senang hati menyambutnya langsung dan menebarkan bunga-bunga di sepanjang jalan yang dilewatinya.”
Kata-kata Yao Yan memang berlebihan, tapi itu benar-benar bukan kebohongan. Sejak bertemu Bai Feng Xian, Yao Yan yang biasanya tidak memikirkan masalah percintaan justru malah tertarik padanya.
Bai Feng Xian bermulut pedas, itu sangat cocok dengannya yang suka ceplas-ceplos. Bukan hanya wajahnya yang cantik, Yao Yan juga tertarik pada kepribadian Bai Feng Xian.
“Hanya saja, rival yang kau miliki adalah Raja Langit, penguasa surga,” ucap A-Rou. “Kekuatanmu tidak akan cukup untuk melawannya.”
Dalam hal ini, Yao Yan mengangguk setuju.
“Jika semudah itu mendapatkan hatinya, mana mungkin aku tertarik. Gadis-gadis di Alam Iblis lebih pintar dan punya lebih banyak trik untuk menarik hati seseorang.”
A-Rou menghela napas lagi. “Bibi tidak seperti namanya. Jelas-jelas dia dari Klan Rubah Putih Ekor Sembilan, tapi belum dapat jodoh sampai usianya yang sekarang.”
Dua orang aneh itu sama-sama terdiam. Ikan-ikan di dalam keranjang menggelepar kehabisan napas. Di dalam air, dewa penjaga danau meratap, menangisi pasukan ikan kesayangannya yang sudah hampir habis dibabat A-Rou. Beberapa hari lagi, danau ribuan tahun yang abadi ini akan kosong. Dewa penjaga tidak akan punya pasukan lagi. Dia berharap A-Rou segera pergi dari Gunung Xi dan tidak datang lagi ke danaunya.
“Menurutmu, siapa yang akan dia pilih? Aku atau Kaisar Langit?” tanya Yao Yan.
“Kaisar Langit,” jawab A-Rou mantap tanpa ragu. Bahu Yao Yan turun ke bawah, wajahnya memaling dan kesal. Mengapa anak ini menjawabnya tanpa berpikir?
“Apa yang bisa dibanggakan dari Tian Jun, Dongfang Yue itu selain wajahnya?” ucap Yao Yan tidak terima.
“Banyak. Dia Raja Surga, Kaisar Langit yang memimpin Empat Lautan dan Tiga Daratan. Kekuatannya besar, umurnya tidak terlalu tua dan masih energik. Paman Kaisar juga sangat pengertian. Paman Iblis, kurasa aku harus mempertimbangkanmu lagi. Kau tertinggal cukup jauh dari Paman Kaisar.”
__ADS_1
“Bai Huirou, apa kau ingin aku mengembalikanmu ke Dunia Arus Bawah?”