
Suara yang tinggi dan melengking, menembus membentuk gelombang berfrekuensi tinggi di udara. Suara Bai Feng Xian beresonansi dengan udara, sampai begitu jelas di telinga A-Rou. A-Rou menoleh, beberapa meter di depan sana, Bai Feng Xian berkacak pinggang dengan wajah kesalnya yang khas.
Ekspresi tengilnya hilang, A-Rou kemudian bersembunyi di balik tubuh Yao Yan, sesekali ia mengintip. “Bibi, kenapa kau kembali hari ini?”
“Kenapa? Apa kau berencana menyiapkan sebuah pesta pernikahan untukku jika aku tidak pulang?”
Dongfang Yue yang kebetulan ada di belakangnya menarik jubahnya dengan pelan, menggelengkan kepalanya. Ia berharap Bai Feng Xian tidak terlalu keras pada A-Rou. Bai Feng Xian menghembuskan napas kasar, menarik A-Rou dari belakang tubuh Yao Yan dan menjewer telinga kecilnya.
Yao Yan segera memintanya untuk melepas jewerannya. Alih-alih melepaskan, Bai Feng Xian justru melontarkan tatapan tajamnya pada Yao Yan, membuatnya seketika menutup mulutnya.
“Jangan ikut campur! Siapa yang mengizinkanmu datang ke Gunung Xi?”
Yao Yan melengos, wanita ini jelas tidak mudah ditaklukkan. Dia bukan hanya bemulut pedas, tapi begitu tidak suka dengan orang asing. Yao Yan terlalu asyik menemani A-Rou bermain, sampai ia melupakan tujuan utamanya datang kemari. “Aku lupa. Jika bukan karena dua orang abadi menerobos Alam Iblis dan mengacaukan prajurit, aku tidak akan datang.”
Dongfang Yue dan Bai Feng Xian seketika saling menatap, berkomunikasi lewat batin mereka. Tidak salah lagi, Yao Yan pasti udah tahu kalau orang yang menerobos masuk ke Alam Iblis dan lari begitu saja saat prajurit iblis mencarinya adalah mereka berdua. Astaga, ini sedikit memalukan.
“Ehem. Aku tidak tahu siapa yang kau bicarakan,” ucap Bai Feng Xian. Sementara itu, Dongfang Yue hanya diam tanpa suara.
“Bibi, apa kau akan menjadi Tian Hou? Lalu bagaimana dengan Paman Iblis ini?”
“Tian Hou apanya? Aku justru ingin menjadikanmu boneka rubah sekarang!”
“Dewa Muda Tianqi datang kemari beberapa hari lalu dan membahas sesuatu dengan Fang Jue. Aku mendengarnya menyebutkan kata Tian Hou.”
Seketika, Bai Feng Xian melirik Dongfang Yue, tapi pria itu juga mengedikkan bahunya tanda tidak tahu. Kapan Sang Hui datang? Mengapa ia tidak tahu? Apa mungkin Bai Feng Xian terlalu sibuk mengurus Dongfang Yue sampai tidak memperhatikan detail kecil ini? Mulut Sang Hui itu sangat berisik, dia mengatakan apapun yang ingin dikatakan tanpa saringan.
“Apa? Dewa Muda Tianqi membahasnya dengan Fang Jue? Oh, Dewi Bai Feng Xian, kau benar-benar mematahkan hatiku!” Yao Yan meratap. Jika itu benar, ia benar-benar tidak punya harapan.
__ADS_1
“Paman Iblis, tenanglah. Jodoh Bibi Dewi belum ditentukan,” ucap A-Rou. Bai Feng Xian meradang.
“Bocah nakal! Aku akan meminta Ming Ye mengajarimu nanti!”
Bibir kecil A-Rou mengerucut, membuatnya terlihat sangat lucu dan menggemaskan. A-Rou segera melarikan diri lagi, kali ini dia berlari ke belakang Dongfang Yue dan mengharapkan perlindungannya. Melihat itu, Bai Feng Xian tidak bisa apa-apa, karena tidak mungkin ia menarik paksa buntalan lumut hijau itu dari Dongfang Yue.
“Ayo, tunjukkan bagaimana perkembangan studimu,” perintah Dongfang Yue. Dia berjongkok sampai tingginya hampir sejajar dengan A-Rou.
A-Rou entah mengapa menjadi sangat penurut jika orang yang bicara padanya adalah Dongfang Yue. Buntalan lumut hijau itu mengangguk, kemudian berjalan ke sisi danau. Dia menggunakan sihirnya, kemudian ikan-ikan terakhir di danau itu keluar dan masuk ke dalam keranjang.
“Paman, seperti inilah hasil studiku. Menurutku, ini sangat berguna.”
Kata-kata di dalam hati dan otak Dongfang Yue tertahan, begitu pula dengan Bai Feng Xian. Bocah ini, tidak bisakah lebih serius? Orang yang memintanya menunjukkan kekuatannya sekarang adalah Kaisar Langit, bukan sembarang pria.
A-Rou telah menerima Kelopak Teratai Buddha darinya, dan juga sudah meminum anggur Sembilan Elemen yang bisa menyetarakan pelatihannya menjadi seribu tahun. Kekuatannya seharusnya tidak seperti ini, kan? Apalagi di dalam tubuhnya tersimpan kekuatan istimewa yang menurun dari Dongfang Yue.
“Kau… mengajarinya seperti ini?” tanya Dongfang Yue, ia menatap tak yakin pada Bai Feng Xian.
“Itu… Aku belum mengajarinya apapun.”
Dongfang Yue memejamkan matanya sesaat. A-Rou seharusnya sudah bisa terbang sendiri dan pergi ke tempat yang ia inginkan pada usia ini. Kultivasi sepuluh ribu tahun di dalam tubuhnya bisa membuatnya pergi ke Alam Langit dengan mudah. Dia juga bisa membunuh satu monster dengan kekuatan itu.
Tapi, semua itu hanya menjadi angan-angan. Jauh di dalam bayangan Dongfang Yue, putra yang belum resmi masuk ke Alam Langit ini sudah menjadi anak dewa yang siap menghadapi ujian langitnya. Ujian langit untuk keturunan keluarga Kerajaan Langit selalu datang pada usia muda, dan ujian pertamanya adalah menerima sepuluh sambaran petir langit di Aula Tianfa.
Kurang dari seratus tahun lagi, A-Rou akan menerima ujian pertamanya. Dongfang Yue sudah mengubah sambaran petirnya dengan sesuatu yang lain. Jika kekuatannya masih belum dikuasai dengan baik, kesadaran spiritual yang tertanam di dalam Kelopak Teratai Buddha tidak akan berfungsi dengan baik. Itu memang bisa melindunginya, tapi tidak akan semaksimal yang diharapkan.
Tidak ada jalan lain. Dongfang Yue harus melatihnya sendiri.
__ADS_1
“Aku tahu tempat yang paling baik untuk berlatih,” ujar Dongfang Yue. “Apa kau bersedia berlatih bersamaku?”
Anggukan kecil kepala A-Rou menjadi tanda bahwa dia setuju. Dongfang Yue menggamit tangan kecilnya, dan bersiap membawanya pergi. Namun, Yao Yan segera mencegahnya dan berkata, “Hei, memangnya kau adalah ayahnya? Kau pikir kau bisa membawanya sesuka hatimu? Alam Iblis juga tidak buruk. Aku juga bisa mengajarinya berlatih.”
“Jika aku mengatakan aku adalah ayahnya, apa kau akan percaya?”
“Tian Jun, kau bermimpi terlalu banyak. Kau tidak dengar kalau anak ini bermarga Bai? Jika itu anakmu, marganya seharusnya Dongfang!”
Emosi Dongfang Yue tertahan, itu berubah menjadi aura tidak menyenangkan. Mata bintangnya menajam, membulat menusuk hati Yao Yan. Yao Yan merasa sedikit terintimidasi, tapi harga dirinya terlalu tinggi hingga ia enggan menurunkannya. Ia lebih memilih berpura-pura tidak takut dan membalas tatapan itu tak kalah tajamnya.
“Oh? Apa itu benar, Bai Feng Xian?” tanya Dongfang Yue, dia melirik Bai Feng Xian.
Jika diharuskan memilih, tentu saja Bai Feng Xian akan memilih Dongfang Yue. Dongfang Yue lebih unggul dalam segala aspek dari Yao Yan. Dengan berlatih bersama Dongfang Yue, A-Rou bisa menjadi dewa yang hebat di masa depan. Ia juga malas mengajarinya, menyerahkannya pada Dongfang Yue seharusnya tidak akan masalah, kan? Lagipula, pria itu juga menginginkannya.
“Ah, itu karena A-Rou adalah murid tidak langsungku. Marganya tidak akan berpengaruh pada pilihan siapa yang akan mengajarinya.”
Dongfang Yue tersenyum menang. “Kalau begitu, A-Rou, kita pergi sekarang.”
“Ya, Paman Kaisar.”
Dongfang Yue sudah berbalik dan hendak pergi, tapi dia kembali lagi. “Mengapa kau masih di sana?”
Bai Feng Xian terkesiap. “Apa aku juga harus ikut?”
“Tentu saja!”
“Oh, baiklah.”
__ADS_1
Ketiga orang itu pergi meninggalkan Gunung Xi, meninggalkan Yao Yan beserta ikan hasil tangkapan di pinggir danau. Yao Yan berteriak frustasi, mengumpati Dongfang Yue meskipun sia-sia. Dia menendang keranjang ikan, mengembalikan ikan-ikan itu kembali ke danau. Dewa penjaga danau kegirangan, ratapannya berubah menjadi tangisan kebahagiaan.