
“Untuk apa kau kemari?”
Bai Feng Xian sungguh jengah. Ia pikir tamu itu begitu penting sampai kakaknya mengirim seseorang untuk menjemputnya. Tamunya ini bukan hanya tidak penting, tapi sangat tidak penting. Mengapa dia masih datang kembali?
“Tian Jun menyuruh saya untuk mengantar Selir Langit kembali ke Qingqiu. Tian Jun berpesan bahwa sebelum Selir Langit mendapat pengampunan dari Dewi, dia tidak akan kembali ke Istana Langit,” ucap Song Zi yang menjadi pengantar pesan Dongfang Yue.
“Ini menyebalkan.”
Bai Feng Xian lantas mendudukkan dirinya di dekat singgasana Raja Qingqiu. Ayah dan ibunya sudah pergi lagi menjelajah dunia, meninggalkan kerajaan dan membuat kakaknya, Bai Chi menanggung segalanya lagi.
Bai Feng Xian sudah berkali-kali diminta menetap di Istana Qingyun dan membantu mengurus kerajaan, tetapi dia menolak dan memilih hidup bebas sebagai Dewi Agung pengelana.
Tatapan Yingzhao yang tajam membuat Bai Feng Xian risih untuk yang ke sekian kalinya. Permusuhan tidak terdefinisikan tergambar dengan jelas di hatinya. Wanita ini, meskipun merupakan Selir Langit dan anggota Klan Phoenix Salju, tidak dapat membuat Bai Feng Xian memiliki sedikitpun rasa hormat padanya.
Ini aneh. Dia justru ingin sekali membencinya. Wajah cantik yang pucat itu masih menampilkan keangkuhan dan kesombongan disertai rasa tidak terima.
Mungkin saat ini Yingzhao menahan malu karena dipaksa kembali kemari dan berlutut, atau dia sedang menahan marah karena Bai Feng Xian tahu bagaimana dia diperlakukan oleh Kaisar Langit saat itu.
“Dewi Agung, mohon Anda bermurah hati. Aku tidak dapat kembali ke Istana Langit sebelum kau memberiku maaf,” ucap Yingzhao, yang kemarahannya tertahan akibat keberadaan Song Zi.
Dia tidak bisa melampiaskannya langsung karena Song Zi terus mengawasinya sepanjang waktu, memastikan dia mematuhi perintah Kaisar Langit.
“Sebenarnya, Selir Langit, kesalahanmu tidak bisa membuatmu menderita di sini. Tapi, bagaimana bisa aku menerima permintaan maaf yang bahkan begitu dipaksakan? Aku sudah pernah bilang bahwa aku bukan orang yang murah hati. Seandainya kau bisa bersikap lebih tulus, sudah sejak lama kau bisa pergi dari sini.”
Bai Chi, kakaknya menghela napas. Bai Feng Xian adalah orang yang paling keras kepala di antara delapan putra Kaisar Bai Yin. Dia putri kesayangan ayahnya dan terbiasa bersikap bebas dan terbuka.
Selir Langit Yingzhao mungkin telah menyinggungnya, tapi dia tidak menyangka jika itu akan membuat Yingzhao datang dua kali ke Qingqiu untuk memohon maaf. Kesalahan yang dibuat Yingzhao mungkin telah membuat adiknya tidak senang sampai mendendam.
Tapi, tidak baik juga jika hal ini terus berlanjut. Qingqiu sejak dulu memilih hidup damai dan tidak menjalin aliansi atau permusuhan dengan kerajaan manapun.
__ADS_1
Jika Selir Langit terus berada di sini sepanjang waktu, orang-orang dari Kerajaan Langit akan mulai membicarakannya dan berasumsi jika Qingqiu sangat tidak murah hati. Selain berdampak pada Qingqiu, dampak besarnya adalah pada Bai Feng Xian sendiri. Bagaimana bisa dia mendapat suami nanti jika sikapnya terkenal arogan?
Jadi, dia meminta Bai Feng Xian untuk memberi Yingzhao sedikit muka. Tapi, tetap saja Bai Feng Xian. “Dia begitu suka berlutut. Jadi, biarkan dia berlutut sampai puas.”
“Dewi Agung, apakah mendapat pengampunanmu adalah hal yang begitu sulit? Qingqiu selalu memperlakukan tamunya dengan ramah. Tetapi Anda, seorang Dewi Agung, bahkan begitu mempersulitku,” ucap Yingzhao. Sampai saat ini, dia masih tidak ingin mengalah dan merasa dialah yang telah dianiaya.
“Lalu apa kau pikir Kerajaan Langit juga ramah?”
“Tentu saja. Kami orang-orang Kerajaan Langit tidak pernah memperhitungkan masalah kecil dan mempersulit orang lain.”
“Dan apakah Tian Jun sudah memaafkanmu? Kau menjebaknya dan memaksa muridnya bunuh diri.”
Mendengar itu, Yingzhao tertegun. Wajahnya jadi gelap. Bai Feng Xian telah menyinggung sisi sensitif Yingzhao. Song Zi yang berdiri di sana berpura-pura tidak mendengar apapun. Dia diam, seperti patung batu yang dipajang sebagai penghias aula Istana Qingyun.
Bai Feng Xian mendekatinya dan berjongkok di hadapan Yingzhao, kemudian dia berbisik, “Dongfang Yue tidak pernah memaafkanmu.” Setelah itu, dia berdiri lagi dan mengibaskan jubahnya.
Lagi-lagi Bai Feng Xian mengabaikannya dan pergi begitu saja. Yingzhao mendapat malu yang sangat besar. Tubuhnya yang baru pulih membutuhkan waktu istirahat yang lumayan banyak, tetapi ia sekarang harus kembali berlutut di istana kerajaan lain. Mengingat ini, Yingzhao semakin marah dan kebenciannya pada Bai Feng Xian tumbuh semakin besar.
Bai Chi tidak dapat menasehati adiknya, ia membiarkannya pergi begitu saja. Bai Chi sempat melirik Yingzhao dengan tatapan iba sebelum dia pergi. Sementara itu, Song Zi masih berdiri di sana.
“Selir Langit, Anda ikuti saja perintah Dewi Agung. Saya harus kembali ke Istana Langit dan akan memeriksamu beberapa jam lagi.”
Pada hari kelima, Bai Chi kembali mengutus seseorang untuk mengabari Bai Feng Xian lagi di Danau Cermin. Katanya, Yingzhao telah memahami arti ketulusan yang diinginkan Bai Feng Xian. Karena penasaran dan tidak tahan untuk segera mengirim Yingzhao pergi, Bai Feng Xian kembali ke Istana Qingyun bersama A-Rou.
Yingzhao terkejut saat melihat Bai Feng Xian datang bersama seorang anak kecil. Ia melihatnya sekilas dan menemukan aura familier tertinggal di dalam tubuh anak kecil itu. Begitu familier sampai-sampai ia tidak mungkin salah mengenalinya.
Mengapa…. Mengapa ada aura Dongfang Yue mengalir di tubuh anak kecil itu?
“Kudengar Selir Langit sudah memahami maksudku. Jadi, apa kau bisa mengatakannya sekarang?” tanya Bai Feng Xian. Perhatian Yingzhao teralih.
__ADS_1
“Aku, Selir Langit Yingzhao, telah menyinggung Dewi Agung Qingqiu dan memfitnahnya. Aku mengakui kesalahan dan secara sukarela melepaskan seribu tahun kekuatan kultivasiku sebagai hukuman untuk diri sendiri.”
Mata Bai Feng Xian menyipit. Yingzhao bahkan bukan seorang dewi, dia hanya setengah dewi tanpa sumsum dewa. Menyerahkan seribu tahun penempaan spiritual sama saja menarik seperempat kekuatan hidupnya.
Tapi, Bai Feng Xian sudah bosan melihatnya. Ketulusan seperti ini bisa dibilang cukup untuk membiarkannya pergi dari Qingqiu.
“Baik. Song Zi, antarkan lagi Selir Langit ini ke Istana Langit.”
Yingzhao hampir tersedak ludahnya sendiri. Apa ini? Bai Feng Xian menyetujuinya begitu saja? Sialan!
Song Zi mengangguk dan memapah Yingzhao. Kaki wanita itu sudah kaku dan setengah membeku karena berlutut di aula Istana Qingyun dalam waktu yang lama.
Jika Song Zi tidak ada, dia mungkin telah lumpuh dan kesulitan berjalan. Dalam sekejap, Yingzhao sudah menghilang dalam sihir Song Zi.
“Bibi, siapa wanita jahat itu?” tanya A-Rou.
“Wanita jahat? Dari mana kau tahu dia wanita jahat?”
“Ada aura kegelapan di tubuhnya. Matanya juga menyimpan banyak kebencian padamu.”
A-Rou memang pintar. Bai Feng Xian tidak menjawabnya, lalu membawanya berjalan-jalan di tengah kehidupan rakyat Qingqiu yang ramah.
Sementara itu, dalam perjalannya kembali ke Istana Langit, Yingzhao terus berpikir. Tidak biasanya Dongfang Yue mengutus Song Zi untuk mengawasinya secara pribadi. Mungkin telah terjadi sesuatu sehingga Dongfang Yue menjadi sangat waspada.
Mengingat tatapan matanya yang tajam dan penuh kebencian itu, Yingzhao tiba-tiba berpikir mungkin tidak ada tempat lagi untuknya di Istana Langit.
Dia harus menjadi kuat dan menjadi dewi jika ingin bertahan. Memikirkan ini, dia kemudian merapalkan mantra Ilusi Mata kepada Song Zi untuk melarikan diri. Basis kultivasi Song Zi belum kuat dan fondasinya masih tidak kokoh, sehingga mantra itu dalam sekejap berhasil menggelapkan pandangannya.
Tanpa ia sadari, Yingzhao telah lepas dari genggamannya.
__ADS_1