
“Yao Yan? Namamu Yao Yan?”
Yao Yan mengangguk.
Ekspresi Dongfang Yue begitu buruk. Wajahnya menggelap dan ia terlihat sangat tidak senang. Dia pikir dia bisa bebas menemui Bai Feng Xian dan A-Rou tanpa hambatan. Nyatanya, ia justru bertemu dengan seseorang yang tidak diundang di sini.
Dongfang Yue menatapnya dengan tajam, seketika aura dinginnya menguar. Gua rubah terasa seperti membeku.
“Tian Jun, kau mengenal iblis besar ini?” tanya Bai Feng Xian.
Yao Yan terlebih dahulu menyela. “Tentu saja dia mengenalku. Jika tidak, bagaimana mungkin dia tahu namaku. Hei, lebih baik kau melepaskan ikatan ini dulu baru kita bicara!”
Bai Feng Xian kemudian melepaskan tali pengikatnya dengan sihir. Yao Yan segera membangkitkan dirinya dan sekarang ia berada dalam posisi duduk.
Dia masih mendapat tatapan dingin dari Dongfang Yue. Seakan sadar akan sesuatu yang ia lewatkan, Yao Yan buru-buru membungkuk dan memberi hormat pada Dongfang Yue.
“Tian Jun, lama tidak bertemu,” ucapnya. “Terakhir kali kau berkunjung ke Lembah Kegelapan adalah delapan ratus tahun lalu ketika kau membalaskan dendam untuk muridmu. Bagaimana kabarnya sekarang?”
Mengetahui bahwa Yao Yan menyinggung topik yang sensitif bagi Dongfang Yue, Bai Feng Xian segera menginjak kakinya dan menyuruhnya untuk menutup mulut. Orang ini cari mati.
Apa dia tidak tahu jika murid yang dimaksud olehnya itu sudah mati lima ratus tahun lalu? Bukankah kabar itu sudah tersebar ke Empat Lautan dan Delapan Daratan?
Yao Yan segera menutup mulutnya. Ekspresi Dongfang Yue perlahan berubah menjadi lebih baik. Aura kegelapan dari kemarahan yang tertahan perlahan menghilang seiring waktu. Dongfang Yue menghela napasnya, menenangkan diri sejenak sebelum mulai bicara.
“Kita bicara di luar,” ucap Dongfang Yue.
A-Rou cukup tahu urusan orang dewasa, jadi dia tidak ikut keluar dan berkeliling lagi di dalam gua rubah. A-Rou masuk ke ruang harta Bai Feng Xian dan menemukan banyak benda berharga.
Matanya berbinar cerah. A-Rou langsung tenggelam dalam permainan dan melihat-lihat harta-harta langka itu.
Bai Feng Xian dan dua orang pria dari dua klan berbeda itu sudah ada di halaman. Ia tidak tahu mengapa gua rubahnya dan Gunung Xi begitu ramai hari ini.
Biasanya tidak ada abadi manapun yang masuk kemari dalam kurun waktu delapan ratus tahun terakhir. Tapi hari ini, tempat ini justru kedatangan penguasa Empat Lautan dan Tiga Daratan serta seseorang dari Klan Iblis.
“Katakan, sedang apa kau di sini?” Dongfang Yue langsung menodongnya dengan pertanyaan sebelumnya.
“Tuan Iblis Pertama menculik gadis-gadis dari dunia manusia dan menjadikan mereka selir lagi. Dia juga menghinaku dan mengatakan jika aku berpihak pada Kerajaan Langit. Aku menghajarnya tiga hari tiga malam. Siapa sangka dia lumayan kuat dan membuatku terlempar kemari.”
“Cepat kembali ke tempat asalmu sebelum aku memanggil pasukan langit untuk mengantarmu ke Lembah Kegelapan.”
Dongfang Yue berkata dengan singkat tanpa ekspresi. Kali ini dia mengatakannnya dengan penuh penekanan, seolah-olah menegaskan bahwa Yao Yan tidak diperbolehkan ada di Gunung Xi terlalu lama. Keberadaan tuan iblis ini sudah membuat Dongfang Yue kehilangan waktu dan menunda urusannya.
Yao Yan mendelik dan mencibir. “Kau bukan pemilik tempat ini. Jika perlu, seharusnya aku meminta izin dari dewi ini, bukan kau.”
Yao Yan tidak sekuat Dongfang Yue. Usianya lebih muda sepuluh ribu tahun darinya. Penempaan spiritualnya juga tidak bagus karena Yao Yan sangat malas.
__ADS_1
Terlebih, tidak ada gunanya dia berlatih keras jika Klan Iblis tetap terbelakang. Tapi, dia tidak takut pada Dongfang Yue. Dia selalu menentang dan mendebatnya di mana-mana.
“Aku tidak pernah mengizinkanmu masuk kemari,” ucap Bai Feng Xian tiba-tiba. Sebagai dewi yang menyukai ketenangan, Yao Yan terlalu ribut dan mengganggu.
“Astaga, Dewi, mengapa kau meniru perilakunya?”
“Aku tidak menirunya. Kau hanya terlalu berisik.”
Seringaian kecil terbentuk di sudut bibir Dongfang Yue. Dia menang dalam hal ini. Yao Yan merengut dan berbalik. Rambut panjangnya yang terurai berkilau diterpa cahaya matahari. Bai Feng Xian bahkan tidak punya rambut seindah ini.
Yao Yan ini seperti perempuan berwajah pria, manis dan…cukup imut.
“Baiklah, aku akan pergi setelah beristirahat beberapa jam. Tian Jun, apa kau puas?”
Dongfang Yue mengangguk ringan. “Aku datang untuk mencari Cermin Api. Song Zi berkata bahwa cermin itu ada di tanganmu.”
“Oh, cermin maple itu. Kau cari saja sendiri.”
Dongfang Yue tidak lagi membuang waktunya untuk bicara omong kosong dengan Yao Yan. Segera saja ia pergi ke dalam gua rubah untuk mencari Cermin Api. Di sana, A-Rou sedang bermain dengan beberapa harta langka yang ditimbun Bai Feng Xian dan terlihat sangat gembira.
Bai Feng Xian sekarang memiliki satu ketertarikan tentang Klan Iblis yang membuatnya penasaran. Jadi, dia menatap Yao Yan dan langsung bertanya, “Kau adalah salah satu dari tiga Tuan Iblis?”
Yao Yan mengangguk.
“Tian Jun tidak membunuhmu?”
“Untuk apa dia membunuhku?”
“Yah, kudengar dia sangat membenci kekuatan iblis.”
“Yang dibencinya adalah kekuatannya, bukan orangnya.”
“Kalau begitu, ceritakan padaku bagaimana itu bisa terjadi!”
Yao Yan tanpa curiga langsung menceritakan kisah itu. Pertempuan besar ribuan tahun lalu yang membuat Raja Iblis jatuh dan disegel sangat melegenda di kalangan abadi.
Bai Feng Xian juga tahu, dia hanya ingin mendengar kisah aslinya secara langsung karena cerita yang ia dengar kebanyakan sudah dibumbui perkataan orang lain.
Raja Iblis dulunya adalah tuan muda Klan Iblis yang baik. Namun karena dia memiliki kekuatan besar, dia menjadi jahat dan hampir menghancurkan Empat Lautan dan Tiga Daratan.
Setelah pertempuran berakhir dan Raja Iblis kalah, wilayah Alam Iblis terbagi menjadi tiga wilayah dan masing-masing dikepalai seorang tuan muda.
Jurang Kesepian dikuasai Tuan Iblis Pertama, Yun Shao. Pulau Kematian dikuasai oleh Tuan Iblis Kedua, Lu Chi. Lembah Kegelapan dikuasai oleh Tuan Iblis Ketiga, Yao Yan. Ketiga wilayah itu adalah sekutu dan hidup berdampingan selama ribuan tahun.
Meskipun begitu, percikan-percikan dendam dan perselisihan selalu datang di beberapa momen. Adakalanya ketiganya saling menjatuhkan ketika merasa tidak senang.
__ADS_1
Sebelum Kaisar Xuan Yi meninggal, dia meminta Dongfang Yue dan tiga penguasa Klan Iblis untuk menandatangani perjanjian perbatasan wilayah. Itu sebabnya Klan Iblis tidak pernah mengacau di Empat Lautan dan Tiga Daratan, karena pelanggar akan langsung dihukum oleh Kerajaan Langit.
Yao Yan berselisih dengan Yun Shao dan itu sebabnya dia bisa terluka. Bai Feng Xian lalu menyadari jika Dongfang Yue sebenarnya tidak benar-benar berhati dingin.
Dia masih bisa mengampuni Klan Iblis dengan mengisolasinya dari dunia luar. Pandangannya terhadap pria itu perlahan berubah. Sepertinya, tidak pantas baginya jika terus merasa marah padanya.
“Sebaliknya kau, rubah putih berekor sembilan kecil sepertimu, mengapa kau ada di sini dan menjadi pemilik Gunung Xi? Bukankah Klan Rubah ekor sembilan tinggal di Kerajaan Qingqiu?” tanya Yao Yan setelah ia selesai menceritakan kisahnya.
“Siapa yang kau sebut rubah kecil?”
Itu suara Ming Ye. Ketika Bai Feng Xian menoleh, awan keberuntungan Ming Ye menurunkannya di bawah pohon persik. Ming Ye, dalam balutan jubah merah muda berjalan anggun dengan kipas gioknya yang indah dikibaskan beberapa kali.
Bai Feng Xian seketika merengut. Dia masih kesal karena Ming Ye mengusirnya tempo hari.
“Aku tidak tahu mengapa Gunung Xi begitu ramai hari ini. Oh, sepertinya aku harus mencari tempat tinggal lain,” keluh Bai Feng Xian. Ming Ye terkekeh.
“Gadis kecil, keluhanmu sangat besar, ya? Kau membawa A-Rou kemari tanpa memberitahu Ji Meng. Dia datang padaku dan mengomel.” Ming Ye berhenti sejenak untuk menatap Yao Yan. “Yo, Tuan Iblis Ketiga juga ada di sini?”
“Kau mengenalku? Siapa kau?” tanya Yao Yan.
“Ming Ye.”
Dan pada saat itulah mata Yao Yan membulat dengan sempurna.
“Ming Ye, mantan Dewa Perang Pertama? Astaga, aku tidak percaya ini!”
“Selain dewa-dewi Kerajaan Langit, orang-orang dari Klan Iblis ternyata juga sangat menarik. Gadis kecil, di mana kau menyembunyikan buntalan lumut hijau itu?”
Bai Feng Xian menunjuk dengan kepalanya ke arah gua rubah. “Dia sedang bermain di ruang hartaku bersama Kaisar Langit.”
“Tian Jun juga ada di sini?”
Bai Feng Xian menganggukkan kepalanya dengan malas. Hari-harinya yang tenang seakan sirna karena kedatangan tiga tamu tak diundang.
“Pantas saja kau mengeluh.”
Yao Yan menatap Ming Ye dengan pandangan penuh kekaguman dan takjub. Dalam dua puluh ribu tahun hidupnya ini, dia sungguh beruntung bisa bertemu dengan Dewa Perang Pertama, Dewa Agung Ming Ye yang elegan dan tidak ikut campur dalam urusan politik kerajaan dan dunia!
“Bisa bertemu dengan Dewa Perang Pertama adalah keberuntunganku. Aku, Yao Yan, mati pun tidak akan menyesal.”
“Jangan bicara soal kematian. Gadis ini tidak akan sanggup menanggungnya jika Klan Iblis mempertanyakanmu.”
“Memangnya siapa dewi ini?”
Ming Ye menutup kipasnya dan dengan nada yang santai ia menjawab, “Yang kau sebut rubah kecil adalah Dewi Agung Qingqiu, Bai Feng Xian.”
__ADS_1