
Pagi hari saat semua orang baru saja bangun dari mimpi panjang, aliran udara penuh kekuatan spiritual mengalir ke seluruh penjuru Istana Langit. Energi itu dialirkan dari Istana Tianwu, dari dua orang Dewa Agung yang telah melepaskan beban di hati mereka.
Ming Ye tersenyum di taman Istana Tianwu, menikmati secangkir teh hangat yang tidak terlalu manis. Di sampingnya, A-Rou tengah menggigit sepotong kue beras yang disajikan pelayan peri beberapa saat yang lalu. Wajah bocah kecil yang terlihat lugu itu begitu imut saat kumpulan kue beras membuat pipinya mengembung.
"Ming Ye, apakah Paman Kaisar dan Bibi Dewi sudah berbaikan?" tanya A-Rou. Ming Ye berdecak kecil.
"Yo, sekarang kau sudah belajar memanggilku dengan nama seperti ibumu?"
"Memangnya kenapa? Naga tua sepertimu hanyalah Dewa Agung pengangguran yang kaya."
Mendengar ini, Ming Ye seketika tertawa. Di dunia ini, hanya keturunan Qingqiu yang berani memanggil namanya sesuka hati tanpa rasa hormat. Ming Ye juga tidak mempermasalahkannya, karena panggilan itu justru terasa lebih akrab dibandingkan dengan formalitas yang kerap dilakukan orang lain kepadanya.
"Ayah dan ibumu tidak akan berpisah lagi."
"Baiklah."
"Apa kau sudah memutuskan marga mana yang akan kau gunakan?" tanya Ming Ye.
"Tidak. Daripada harus memilih, lebih baik aku mengikuti marga Guru saja."
Ming Ye sekali lagi tertawa.
Tidak lama kemudian, Sang Hui berlari dari pintu gerbang dengan wajah panik. Ming Ye menatapnya dengan heran, begitu pula dengan A-Rou. Dewa Muda Tianqi, sekaligus adik Kaisar Langit itu sepertinya memiliki masalah darurat yang ingin disampaikan.
"Dewa Agung, cepat bantu aku menolong orang!" ucap Sang Hui dengan napas terengah-engah. Orang ini baru saja berlari dari jauh.
"Aku bukan tabib, untuk apa kau memintaku menolong orang?" ucap Ming Ye.
"Jika kau tidak menolongnya, mungkin besok atau lusa peperangan Tiga Alam akan terjadi!"
Ming Ye meletakkan cangkirnya, lalu menatap Sang Hui dan menghela napasnya. Berdasarkan perkataannya barusan, artinya orang yang harus ditolong olehnya adalah seseorang yang penting. Tapi, siapa? Orang penting yang darurat diselamatkan sudah sadar, siapa lagi orang penting yang ada di Istana Langit ini?
__ADS_1
"Di mana bocah itu sekarang?"
"Ada di istanaku."
Tanpa pikir panjang, Ming Ye langsung meminta Sang Hui membawanya ke tempat orang itu. Dugaan Ming Ye tidak meleset. Di Istana Tianqi, Yao Yan tengah berbaring dengan wajah pucat. Seluruh tubuhnya penuh luka dan kekuatan spiritualnya melemah. Saat Ming Ye memeriksanya, kesadaran pria itu sudah hampir hancur.
Segera saja ia mengalirkan kekuatannya untuk menarik kembali Yao Yan dari gerbang neraka. Walau tidak signifikan, setidaknya nyawa Tuan Iblis itu masih bisa dipertahankan. Ming Ye kemudian meminta penjelasan pada Sang Hui mengapa orang ini bisa ada di Istana Langit dan terluka sangat parah.
"Aku baru saja kembali dari Gunung Yanqi ketika aku menemukannya tergeletak di tepi Laut Miao Yao. Saat aku menemukannya, Yao Yan sudah tidak sadarkan diri."
Sang Hui menjelaskan sesuai yang ia lihat. Sehabis dari Laut Miao Yao kemarin, Sang Hui kembali ke Gunung Yanqi karena terlalu malas jika harus melihat pertengkaran dan keras kepalanya Bai Feng Xian. Ia memilih menetap satu malam, dan saat fajar tiba ia berencana kembali. Siapa sangka ia malah menemukan Yao Yan terkapar dalam kondisi koma di tepi Laut Miao Yao.
Formasi di tempat itu masih utuh. Itu artinya Yao Yan tidak merusak formasi dan ia hanya terdampar. Berdasarkan luka-luka dan kondisinya sekarang, Yao Yan mungkin baru saja mengalami pertarungan hebat. Itu adalah pertanyaan terbesar yang ada di benak Sang Hui dan Ming Ye. Seingat mereka, Yao Yan tidak akan bertarung dengan seseorang jika tidak ada masalah serius.
"Tampaknya, kita harus menunggunya sadar baru menanyakan apa yang terjadi," ucap Ming Ye. Sang Hui mengangguk.
Beberapa jam kemudian, Yao Yan membuka matanya dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah Dongfang Yue dan Bai Feng Xian. Seketika Yao Yan terperanjat dan bangkit, namun luka-luka di tubuhnya segera membuatnya sadar dan mau tak mau bersandar di kepala ranjang. Yao Yan memegangi kepalanya yang terasa sakit, lalu melihat ke sekelilingnya.
Dongfang Yue mengernyit, lalu menjauh dari Yao Yan. "Sang Hui membawamu dari tepi Laut Miao Yao."
"Tepi Laut Miao Yao? Bukankah aku sedang bertarung di pintu masuk Alam Iblis?"
"Kau bertarung?" tanya Dongfang Yue.
Tiba-tiba Yao Yan seperti teringat sesuatu. Dia segera menegakkan tubuhnya dan langsung bercerita, "Kebetulan, aku punya sesuatu yang harus dikatakan padamu. Beberapa waktu yang lalu, seorang wanita datang ke Alam Iblis dan memulai pertemuan rahasia dengan Yun Shao dan Lu Chi. Aku adalah Tuan Iblis Ketiga, penguasa Lembah Kegelapan, bagaimana bisa aku menahan penghinaan seperti itu?"
Dongfang Yue mendengarkannya dengan tenang, sementara Bai Feng Xian berdiri di sisi Dongfang Yue sambil penasaran. Iblis besar ini sampai terluka, mungkinkah pertempuran mereka lebih parah dari sebelumnya?
"Aku menyadari ada yang mencurigakan. Jadi, aku diam-diam menguping pembicaraan mereka."
"Apa yang mereka bicarakan?" tanya Dongfang Yue lagi.
__ADS_1
"Wanita itu memberitahu perihal masalah formasi di Laut Miao Yao yang rusak. Yun Shao dan Lu Chi langsung menyuruh pasukan untuk bersiap, karena formasi yang rusak adalah peluang untuk membebaskan Raja Iblis."
Bai Feng Xian menyela, "Kau menentang dan mereka menyerangmu?"
Yao Yan mengangguk. "Sekarang, mereka menganggapku sebagai pembelot dan mata-mata Kerajaan Langit."
Jauh di dalam lubuk hatinya, Yao Yan tidak berharap peperangan terjadi lagi. Alam Iblis dan Alam Langit sudah berjanji untuk hidup damai sejak ratusan tahun lalu. Sejak Raja Iblis disegel di Laut Miao Yao dan Kaisar Langit memberikan pilihan, Alam Iblis telah mengalami periode damai selama beberapa generasi.
Tidak dipungkiri, ia juga ingin menjadikan Alam Iblis penguasa Tiga Alam. Tetapi jika harus menghancurkan kembali kedamaian yang susah payah dibangun, itu sangat tidak layak. Yao Yan tidak ingin Alam Iblis hancur karena keserakahan Lu Chi dan Yun Shao. Hanya karena terpengaruh ucapan seorang wanita, seharusnya dua tuan iblis itu tidak ceroboh.
Tempat seperti apa Laut Miao Yao itu? Di dalamnya bukan hanya tersimpan tubuh Raja Iblis, melainkan energi kotor yang sangat jahat. Formasi yang dipasang di sana juga merupakan formasi dari Kaisar Langit, yang terbuat dari kekuatan Dewa Agung dan tidak akan musnah begitu saja. Walau kekuatan Alam Iblis besar, tetapi jika harus menerobos Laut Miao Yao dan membangkitkan Raja Iblis, itu tidak akan mudha.
Dongfang Yue menyeringai. Ia tahu, wanita itu - Yingzhao tidak akan berhenti semudah itu. Ia pasti akan memicu perselisihan Tiga Alam untuk mencapai ambisinya.
"Ingin menerobos Laut Miao Yao? Huh, mimpi saja!" tegas Dongfang Yue. Bai Feng Xian sedikit iba, tapi dia bukan orang yang mudah mengasihani orang lain. Melihat Yao Yan sekarang menjadi musuh bangsanya sendiri, Bai Feng Xian malah semakin penasaran.
"Iblis besar, sekarang kau adalah musuh bangsamu sendiri. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Bai Feng Xian.
Yao Yan menghela napas. "Aku tidak tahu."
"Tinggallah di sini sampai kau pulih. Hal lainnya, dibahas setelah hari pernikahan saja," ucap Dongfang Yue. Yao Yan terkejut. "Siapa yang akan menikah?"
Dengan senyuman licik di wajahnya, Dongfang Yue berkata, "Menurutmu?"
"Apa? Tidak! Dewi Agung, kau benar-benar akan menikah dengan guru yang pernah menyiksamu? Hei, apa kau lupa jika dia yang memaksamu melompat ke Sumur Pembunuh Dewa?"
Bai Feng Xian mengedikkan bahu. "Kau tidak mengerti apapun."
Setelah mengucapkan itu, Bai Feng Xian melengang keluar meninggalkan Istana Tianqi, disusul oleh Dongfang Yue beberapa saat kemudian. Setelah kedua orang itu pergi, bahu Yao Yan merosot kembali. Ada apa ini? Bukankah beberapa waktu lalu mereka baru saja berpisah? Mengapa tiba-tiba akan menikah?
"Apa aku sungguh tidak memiliki kesempatan?" keluh Yao Yan. Percuma saja, keluhannya tak dapat didengar siapapun.
__ADS_1