Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps.27: Berpikirlah, Tian Jun!


__ADS_3

Dan meskipun Ming Ye sudah bersikap tenang dan mendoktrin dirinya agar tidak khawatir, dia tetap pergi ke Istana Langit untuk memastikan sendiri kondisi Bai Feng Xian. Awan keberuntungannya menghilang sesaat setelah kakinya menginjak lantai gerbang Istana Langit yang dijaga oleh Jenderal Surgawi yang berbeda.


Mungkin karena takut hal yang sama terjadi padanya, Jenderal Surgawi itu membiarkan Ming Ye lewat begitu saja tanpa pemeriksaan atau penunjukkan pelat. Ming Ye melengang masuk ke halaman Istana Tianwu, dan dia terkejut saat melihat Bai Feng Xian sedang duduk di taman seperti sedang menunggu sesuatu.


“Mengapa kau datang kemari?” tanya Bai Feng Xian.


“Aku datang untuk menjemputmu. Apa kau baik-baik saja?”


“Memangnya apa yang bisa terjadi padaku? Aku bukan pergi untuk berkelahi, aku kemari untuk membalas budi.”


“Apa yang dilakukan Tian Jun padamu?”


“Apa otakmu rusak karena usia?”


Ming Ye menutup mulutnya. Pandangannya mengedar. Lalu, dia melihat sosok Dongfang Yue dengan balutan jubah dewa berwarna biru muda keluar dari bangunan kristal Istana Tianwu.


Keagungannya memancar setiap kali kakinya melangkah menapaki lantai giok berwarna abu-abu beragam ukiran. Melihat Ming Ye datang, dia membungkuk memberi hormat padanya.


“Gadis kecil, tunggulah di luar. Aku memiliki sesuatu yang harus dibicarakan dengan Kaisar Langit.”


Bai Feng Xian mencibir. Dia bilang dia datang untuk menjemputnya, tetapi masih memiliki niat lain ketika melihat Dongfang Yue. Menurutnya, Ming Ye berbohong soal itu.


Dia datang justru karena dia ingin bicara pada Dongfang Yue, bukan murni untuk menjemputnya. Ia memilih pergi dari sana alih-alih menguping pembicaraan mereka. Sebaiknya tidak mencampuri urusan dua Dewa Agung ini.


“Tian Jun, apa rencanamu selanjutnya?”


Ming Ye sebagai dewa yang dituakan selalu bicara terus terang. Tanpa menerangkan, dia bisa membuat lawan bicaranya mengerti maksud perkataannya.


Dongfang Yue terdiam sejenak, memikirkan situasi yang baru saja berhadil ia kendalikan. Kejutan besar ini telah membuatnya kehilangan kemampuan berpikir dengan baik.


“Aku dapat memahami alasanmu dan Ji Meng menyembunyikannya dariku. Tetapi, aku sungguh ingin memperbaiki semua kesalahanku di masa lalu,” ucap Dongfang Yue.

__ADS_1


“Kau pikir dia akan memaafkanmu jika kau memberitahunya sekarang?” Ming Ye menatap penuh pada Dongfang Yue, dia melihat segala perubahan ekspresi dan perasaan yang tersembunyi di baliknya. “Seperti yang kau tahu, dia bukan Dewi Agung yang murah hati dan lapang dada.”


“Setelah kau memaksanya melompat ke dalam Sumur Pembunuh Dewa, butuh waktu lima ratus tahun bagiku dan Ji Meng merahasiakannya dan membuatnya pulih. Kau tahu apa yang kupikirkan ketika aku melihatnya pulang dalam keadaan menyedihkan? Aku berpikir jika bajingan gila yang telah melakukannya mungkin tidak ingin hidup lagi.”


“Orang mengatakan jika Dewa Agung Ming Ye mengabaikan dunia dan menyendiri di Danau Cermin. Tapi, kau punya perhatian cukup besar terhadapnya,” ujar Dongfang Yue.


Ming Ye terkekeh. “Gadis kecil itu tumbuh besar di Danau Cermin.”


Itu benar. Orang mungkin tahu Dewa Agung Ming Ye hidup menyendiri selama ratusan ribu tahun di Danau Cermin, tapi orang juga tahu jika dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kerajaan Qingqiu. Keturunan keluarga kerajaan Qingqiu semuanya berada dalam asuhan dan penjagaan Ming Ye, tidak terkecuali Bai Feng Xian.


“Aku bersalah padanya. Aku berutang banyak padanya, Ming Ye.”


“Tian Jun, pernahkah kau berpikir dari sudut pandangnya? Menurutmu, mengapa dia memutuskan melupakan semuanya sampai kalian bertemu lagi sebagai dua orang yang sama-sama asing?”


Dongfang Yue tenggelam dalam pemikirannya. Kekalutan menyelimuti hatinya. Apakah Bai Feng Xian begitu membencinya sampai dia memilih untuk melupakannya dan tidak ingin melihatnya lagi sepanjang hidupnya? Apakah sungguh tidak ada kesempatan bagi Dongfang Yue untuk menebus semua kesalahannya?


“Pikirkanlah, Tian Jun. Segala sesuatu yang dilakukan terburu-buru tidak akan berakhir baik.”


Dia tidak punya kata-kata lain untuk disampaikan kepada Dongfang Yue. Ming Ye membalikkan tubuhnya, lalu melengang pergi meninggalkan Istana Tianwu, mengabaikan Dongfang Yue yang berdiri kaku di tempatnya. Dengan tatapan sedih dan bingung, Dongfang Yue mengantarnya tanpa sepatah kata.


Selir Langitnya itu sudah sangat kurang ajar. Karena berasal dari Klan Phoenix Salju di selatan dan dibarengi embel-embel anugerah Kaisar Xuan Yi, perilakunya sudah kelewat batas.


Lebih dari dua ribu tahun dia menahan kebenciannya yang semakin memuncak sejak Yingzhao menjebaknya. Karena dia telah mengonfirmasi identitas Bai Feng Xian, ia pikir sudah saatnya menjatuhkan hukuman pada Yingzhao.


“Song Zi!”


Song Zi muncul dari luar istana, berlari padanya dan memberinya hormat seperti biasa. “Tian Jun, perintah apa yang harus saya laksanakan?”


“Kirim Yingzhao ke Qingqiu dan suruh dia berlutut memohon ampun pada Bai Feng Xian!”


“Baik, Tian Jun.”

__ADS_1


***


Ming Ye dan Bai Feng Xian telah kembali ke Danau Cermin setelah perjalanan jauh. Hari itu, matahari musim semi sedang hangat, dan bunga-bunga yang ditanam Ming Ye di sepanjang tepi danau bermekaran, menebarkan aroma wangi ke segala penjuru. Pohon-pohon persik yang menjadi tempat bermain Bai Feng Xian dan para pendahulunya juga tengah berbuah.


“Kau belum menjawab pertanyaanku,” ucap Ming Ye saat mereka duduk di bawah pohon persik ribuan tahun.


Bai Feng Xian memetik persik itu, membersihkannya dengan kain pakaiannya dan menggigitnya. “Tentang apa?”


“Balas budi seperti apa yang kau lakukan pada Kaisar Langit?”


“Dia hanya meminta setetes darahku untuk memperbaiki Cermin Api. Dia memang murid Kaisar Xuan Yi. Bahkan pusaka Dewa Leluhur yang pecah pun bisa diperbaiki. Tapi, mengapa dia tidak memilih memperbaiki lentera Dewa Leluhur dan membiarkan Sang Hui pergi menebusnya di Alam Fana?”


“Kau tidak punya pemikiran lain? Mungkin saja Tian Jun punya maksud khusus meminta darahmu. Perlakuan berbeda akan berlaku saat seseorang menginginkan sesuatu.”


“Bisakah kau bicara bahasa manusia? Aku tidak mengerti maksudmu.”


Ming Ye terkekeh lagi. Bai Feng Xian memang seorang Dewi Agung, tetapi dia masih berada dalam usia muda dan perasaannya begitu polos. Hal-hal yang tersirat yang dikatakan olehnya tidak akan pernah ia pahami dalam waktu singkat kecuali Ming Ye sendiri yang menjelaskannya.


“Selain meminta darahmu, apa lagi yang dia lakukan?”


“Dia menyuruhku berdiri di atas pagoda teratai. Setelah energi murni Gunung Yanqi masuk ke dalam tubuhku, dia memelukku dengan erat dan seperti punya banyak hal yang ingin dijelaskan padaku.”


“Kau sama sekali tidak mengingat apapun?”


Bai Feng Xian menggelengkan kepala. Tampaknya, anggur Meng Po yang diminumnya lima ratus tahun lalu masih memiliki efek. Ingatannya masih hilang dan itu bisa jadi hal yang bagus. Bai Feng Xian harus menjadi dewasa terlebih dahulu sebelum ia mendapatkan kembali ingatan yang sengaja ia lupakan.


Ming Ye merebahkan tubuhnya di atas hamparan bunga persik berwarna merah muda, memejamkan mata dan menikmati ketenangan. Meski begitu, pikirannya bergejolak, menerka apa lagi yang akan terjadi setelah ini.


Ia pikir, hidup Bai Feng Xian akan kembali berubah dan jalinan takdir akan kembali mengikatnya dengan sosok dari masa lalunya itu.


Tiba-tiba saja seorang siluman utusan datang menghampiri mereka. Bajunya terlihat lusuh. Dia mungkin baru saja berlari dari Qingqiu ke Danau Cermin tanpa kekuatan spiritual.

__ADS_1


“Apa kakakku mengutusmu kemari?” tanya Bai Feng Xian. Siluman utusan itu mengangguk cepat.


“Ada tamu yang datang mencarimu, Dewi. Anda harus kembali ke Istana Qingyun untuk mengatasi situasinya.”


__ADS_2