Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 6: Gadis yang Disembunyikan Kaisar Langit


__ADS_3

“Ah!”


Bai Feng Xian terpekik ketika seseorang tiba-tiba saja melompat dan berdiri di depannya. Setelah dia menarik napas untuk menenangkan jantungnya, dia mendongak untuk menatap sesosok abadi berbaju biru safir berdiri di depannya dengan ekspresi aneh.


Abadi itu memiliki mata almond yang hampir sama dengan mata Dongfang Yue, namun kedalaman tatapannya tidaklah sedalam dan setajam milik orang itu.


Sebaliknya, sebuah kehangatan terpancar dari dua manik mata hitam abadi yang satu ini. Wajahnya tidak seperti abadi kebanyakan: dia lebih tampan satu peringkat lebih rendah dari Dongfang Yue.


Rambut orang ini diikat dengan simpul biru safir yang senada, menjadikan sosoknya seperti bersinar di bawah matahari.


Sang Hui mencondongkan tubuh, memutari Bai Feng Xian dan memperhatikan dengan mata jelinya. Perhatian ini membuat Bai Feng Xian merasakan ketidaknyamanan, kepalanya secara otomatis mengikuti setiap arah gerakan Sang Hui.


Pertanyaan mengenai siapa abadi yang aneh ini, membentang di dalam hatinya yang tidak seluas samudera.


“Jadi, kau adalah gadis yang disembunyikan Tian Jun di kolam itu?”


Suara lembut Sang Hui menusuk telinga Bai Feng Xian, membawakan sebuah memori tentang betapa ia mengingat suara ini beberapa saat yang lalu.


Abadi berbaju biru safir dengan suara lembut ini adalah Dewa Muda Tianqi, Sang Hui, adik dari Dongfang Yue yang beberapa menit lalu menerobos masuk ke dalam istana kakaknya.


Menyadari bahwa Sang Hui mungkin telah salah mengira, Bai Feng Xian buru-buru menjawab pertanyaannya dengan suara yang tenang, “Maaf telah membuat Yang Mulia Tianqi menyaksikan kekonyolan. Aku bukan orang yang kamu maksud.”


Sang Hui tidak mempercayai jawaban yang terdengar seadanya itu. Jika ingin mengelak, setidaknya bubuhkan satu alasan agar semuanya tampak masuk akal.


Sang Hui menggelengkan kepala, meletakkan ujung kipasnya di dagu dan terlihat seperti sedang berpikir dengan dalam.


“Tidak. Kau adalah gadis yang disembunyikan olehnya. Menurutmu, dewi mana yang berani menerobos Istana Tianwu milik Kaisar Langit? Bahkan kakak iparku, Selir Langit, tidak diperbolehkan menginjakkan kakinya di sini tanpa seizin kakakku. Kau bukan hanya memasukinya, bahkan bersembunyi di dalam kolam itu di bawah lindungan kakakku!”


Usia Sang Hui mungkin jauh lebih muda sepuluh ribu tahun darinya. Pemuda abadi ini belum banyak tahu tentang dunia.


Jadi, sikapnya begitu naif dan pemikirannya sangat sederhana. Ia cenderung membenarkan apa yang ia lihat dan ia kira sebagai suatu kebenaran. Mengingat ini, kepala Bai Feng Xian berdenyut.


Dia tidak tahu jika orang-orang di Istana Langit akan begitu menarik. Bai Feng Xian menghabiskan seluruh waktunya di Qingqiu selama lima ratus tahun terakhir, ia tidak tahu perkembangan kehidupan kaum abadi yang tinggal di Surga. Sang Hui seperti terpelajar, namun sebenarnya sangat bodoh.


“Sudah kubilang aku bukan gadis yang kau maksud!” Bai Feng Xian menegaskannya sekali lagi.


“Tidak mungkin. Kau mengenal Tian Jun, kau juga tahu namaku. Dewi, dari mana asalmu? Aku mungkin bisa mengirimkan proposal pernikahan kepada orang tuamu dan meminta mereka mempertunangkanmu dengan Tian Jun.”


Kening Bai Feng Xian berkerut, lalu dengan cepat ia pergi meninggalkan halaman Istana Tianwu. Sang Hui merasa dirinya diabaikan, mungkin pengajuannya kurang berkesan. Dia mengejar Bai Feng Xian dan terus mengatakan banyak hal konyol yang tidak masuk akal.


Sampai Ming Ye muncul dengan awan keberuntungannya, Sang Hui baru berhenti merecoki Bai Feng Xian.


Mata wanita itu berbinar untuk beberapa saat, merasakan seolah seorang penolong telah datang untuk menyelamatkannya dari gangguan Dewa Muda Tianqi yang sangat bersemangat mencarikan istri untuk kakaknya ini.

__ADS_1


Sang Hui menatap Ming Ye dengan waspada.


“Apa kau datang untuk merebut gadis yang disukai Tian Jun?”


Mendengar ini, tawa Ming Ye pecah.


“Merebut gadis? Dewa Muda Tianqi, dewi ini adalah dewi utusan dari Qingqiu. Perjamuannya sudah berakhir dan aku akan membawanya kembali ke Qingqiu.”


Ekspresi Sang Hui berubah hijau.


“Jika Tian Jun menyukainya, mohon sampaikan padanya untuk datang ke Qingqiu dan memintanya langsung kepada orang tuanya,” canda Ming Ye.


Bai Feng Xian merengut, lalu berdiri di sisi Dewa Agung yang cukup menyebalkan ini.


“Woah, tidak kusangka Qingqiu memiliki dewi yang luar biasa cantik ini! Dewa Ming Ye, apa menurutmu proposal pernikahan yang kuajukan atas nama Tian Jun akan diterima?”


Bai Feng Xian kehilangan kata-katanya. Dia tidak mampu menandingi kemampuan bicara Sang Hui yang begitu bersemangat dan berapi-api.


Pria ini bodoh, bahkan tidak menyadari maksud sebenarnya dari perkataan Ming Ye. Sudah jelas Ming Ye bermaksud untuk memberitahunya, bahwa dewi utusan dari Qingqiu ini bukan dewi biasa.


“Dia tidak melihat ekormu saat kau keluar dari Istana Tianwu, bukan?” bisik Ming Ye.


Bai Feng Xian mengangguk untuk menjawab pertanyaannya. Sembilan ekor rubah putih miliknya telah hilang sejak Dongfang Yue menenggelamkannya di dalam air.  Ming Ye mengangguk puas.


Dongfang Yue muncul dengan balutan jubah langit berwarna putih gadingnya yang menawan. Abadi paling agung pemimpin Empat Lautan dan Tiga Daratan itu tidak lagi setengah telanjang dengan rambut hitam terurai dan menyelam ke dalam air.


Sosoknya yang tinggi memiliki pesona dari semua pemuda di langit dan di bumi. Tidak heran jika Selir Langit Yingzhao begitu tergila-gila kepadanya.


“Tian Jun,” mereka menyapanya dengan hormat.


Mulut Sang Hui tiba-tiba terkunci rapat. Jika tadi dia bicara sangat jelas dan bersemangat, dia bahkan kesulitan untuk bergerak sekarang.


Dongfang Yue, kakaknya ini, adalah orang yang sangat sulit untuk dimengerti. Baik sikap maupun tindakannya tidak bisa ditebak meski kau memiliki basis pelatihan spiritual yang sangat tinggi.


Bai Feng Xian tiba-tiba merasa puas karena akhirnya dewa muda yang cerewet itu akhirnya diam. Akan tetapi, di hatinya justru muncul hal lain yang menurutnya jauh lebih mengerikan dari sekadar diganggu Dewa Muda Tianqi.


Bai Feng Xian sempat mencuri pandang pada Dongfang Yue, lalu dia mendekatkan dirinya ke sisi Ming Ye.


“Apakah dewi ini datang bersamamu?” tanya Dongfang Yue pada Ming Ye.


“Dewi ini adalah utusan yang dikirimkan Kaisar Bai Yin untuk memenuhi undangan jamuan selirmu. Dia hidup dan besar di Qingqiu. Jika dia tanpa sengaja telah menyinggungmu, Tian Jun, aku berharap kau dapat memaafkannya.”


“Aku mendengar Dewi Agung dari Qingqiu difitnah pada perayaan ulang tahun Selir Langit hari ini. Selir Langit telah menyinggungnya lebih dulu. Jika Qingqiu menginginkan sebuah penjelasan, aku akan memberikannya secara langsung. Apakah ini terdengar cukup melegakan, Dewi Agung?”

__ADS_1


Sambil mengatakan itu, Dongfang Yue memandang ke arah Bai Feng Xian. Sudut mata wanita itu berkedut.


Dongfang Yue ternyata bukan tidak mengenali siapa dirinya, dia hanya berpura-pura tidak mengetahuinya! Dongfang Yue sengaja bersikap sok misterius!


Dongfang Yue, sebetulnya telah mengetahui siapa Bai Feng Xian sejak wanita ini masuk ke dalam istananya. Satu-satunya rubah putih berekor sembilan hanya ada di Qingqiu, dan dia adalah putri Kaisar Bai Yin, Bai Feng Xian.


Saat masuk, Bai Feng Xian mengeluarkan sembilan ekor rubahnya akibat bersin. Itu membuat Dongfang Yue langsung menyadari bahwa wanita itu adalah Bai Feng Xian.


Hanya saja, dia tidak menyangka jika wajahnya begitu mirip dengan A-Xian. Selama lima ratus tahun terakhir, wajah A-Xian tidak pernah berhenti membayanginya. Ketika ia melihat seseorang memiliki wajah yang mirip dengannya, Dongfang Yue menjadi lingung sesaat.


Kebetulan saat itu Sang Hui masuk dan untuk melindungi martabatnya, Dongfang Yue menyembunyikannya di bawah air, tapi, adiknya itu terlalu kurang ajar dengan menunggu di luar istana sampai Bai Feng Xian keluar.


Bai Feng Xian tersenyum canggung.


“Ya, terdengar cukup melegakan.”


Bai Feng Xian tidak berniat menyinggung soal ia memasuki Istana Tianwu tanpa izin. Itu memalukan, dan meskipun Sang Hui menemukannya, Dongfang Yue menghalanginya dengan menyebutkan soal perjamuan sampai Sang Hui tidak bisa berkomentar.


Bai Feng Xian menebak, Dewa Muda Tianqi itu sekarang sedang kehabisan kata-katanya.


“Tian Jun, maksudmu, dewi cantik ini adalah Dewi Agung Qingqiu, Bai Feng Xian?”


Sang Hui baru mendapatkan kembali suaranya setelah beberapa saat. Dia menahan rasa terkejutnya dan perkataannya menjadi agak gagap.


"Bisakah kau memiliki sedikit rasa hormat pada orang yang lebih senior darimu?” tegur Dongfang Yue.


Namun, Sang Hui dengan jiwa mudanya yang berapi-api mengabaikan segala tatakrama dan etiket Klan Dewa dan mengutarakan langsung apa yang ia rasakan.


“Woah! Semuanya menjadi begitu masuk akal. Dewa Ming Ye, sepertinya aku harus segera menyusun proposal pernikahan kakakku dan mengirimkannya ke Qingqiu!”


Sang Hui kembali dengan semangatnya. Itu menyinggung Bai Feng Xian. Meskipun dia tidak suka perhitungan dengan orang yang lebih muda darinya, namun perkataannya jelas sedikit kelewatan.


Bai Feng Xian menjadi tidak senang, raut wajahnya menjadi kecut seakan-akan semua rasa kesal di alam berpindah kepadanya.


Dongfang Yue menyadari ketidaksenangan itu, lalu melambaikan tangannya dengan lembut. Mulut Sang Hui menjadi terkunci, suaranya tertahan dan tidak bisa dikeluarkan.


Dongfang Yue melambaikan tangannya lagi, lalu melempar adiknya kembali ke dalam taman Istana Langit.


Ming Ye menangkap momen itu tanpa komentar. Sebagai Dewa Agung yang dituakan, posisinya menjadi netral. Dongfang Yue menatapnya, kemudian menatap Bai Feng Xian secara bergantian.


“Tian Jun, orang-orang di Istana Langit memang selalu menarik. Oh, waktunya sudah hampir tiba. Aku akan membawa Dewi Agung utusan Qingqiu ini untuk kembali.”


Dongfang Yue memaksakan sebuah senyuman untuknya.

__ADS_1


__ADS_2