Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 53: Iblis yang Tidak Mati


__ADS_3

Bai Feng Xian dan Song Zi mencari Sang Hui dan A-Rou ke Gunung Xi. Saat itu, medan pelindung yang dipasang oleh Dongfang Yue sudah dalam keadaan rusak dan rapuh. Tampaknya, sebuah kekuatan yang misterius telah menembus pertahanan itu dan menghancurkan fondasinya.


Aura murni yang tersimpan di Gunung Yanqi selama ratusan tahun, terkontaminasi aura kotor yang entah datangnya dari mana. Bai Feng Xian bergegas pergi ke pondok kayu, tapi kemudian dia tertegun dan jatuh dalam keterkejutannya.


Di halaman pondok, Sang Hui terkapar dengan luka-luka di sekujur tubuh. Matanya menampakkan sedikit sinar harapan yang bercampur kekhawatiran ketika ia melihat sosok Bai Feng Xian datang. Segera saja Bai Feng Xian menghampirinya dan memapahnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Bai Feng Xian. Sang Hui batuk beberapa kali.


"Calon kakak ipar, keponakanku diculik Feng Yingzhao!"


"Yingzhao? Dia tidak mati?"


"Tidak, dia masih hidup! eng Yingzhao mengkultivasi sihir iblis, dia tidak mati!"


Pandangan Bai Feng Xian kemudian teralihkan, ia menangkap sosok gadis remaja terbaring di tepi kolam. Gadis remaja itu, gadis yang beberapa hari lalu baru mengalami nirwana!


Rupanya, saat Dongfang Yue menghujaninya dengan petir langit dan panah api, Yingzhao menerbangkan esensi jiwanya dan bersembunyi di dalam jiwa Feng Yuan Ying. Wanita itu tahu keberadaan Feng Yuan Ying, dan dia tidak membunuhnya, dan itu menjadi kesempatan untuk menyelamatkan dirinya. Bagaimana bisa Dongfang Yue tidak menyadari ada jiwa lain dalam tubuh Feng Yuan Ying?


"Di mana dia sekarang?"


"Dia membawa A-Rou ke puncak Gunung Yanqi. Feng Yingzhao melukai jiwaku, kultivasiku tidak cukup untuk melawannya."


Seketika raut wajah Bai Feng Xian berubah garang. Di dunia ini, A-Rou adalah orang pertama yang bisa membuatnya memiliki perasaan ingin melindungi. Meskipun Bai Feng Xian tidak tahu dari mana perasaan itu berasal, ia tidak pernah menampiknya. A-Rou adalah murid tidak langsungnya, siapapun tidak boleh melukainya!


Terlebih lagi jika orang itu adalah Yingzhao, ia akan menghancurkannya sampai ke sumsum tulang!


Segera saja Bai Feng Xian pergi menuju puncak Gunung Yanqi, sementara Song Zi memamah Sang Hui dan membantunya merawat luka. Feng Yuan Ying remaja yang tidak sadarkan diri itu juga dibawa ke dalam pondok untuk diobati. Sang Hui sangat merasa bersalah karena ia tidak bisa melindungi keponakannya sendiri, tapi yang terpenting sekarang adalah menyembuhkan diri dan mencari cara agar kakaknya bisa mengetahui kejadian ini.


Dengan basis kultivasi Bai Feng Xian yang tinggi dan kekuatan dewi agungnya, ia bisa melawan Yingzhao yang mengkultivasi sihir iblis. Tetapi, resikonya cukup besar mengingat yang ia hadapi sekarang adalah Yingzhao yang sudah benar-benar gelap mata. Apalagi, di yang diincar oleh wanita jahat itu bukan hanya Bai Feng Xian, tetapi juga A-Rou.


Saat Sang Hui melawannya tadi, ia merasakan energi kotor yang sangat besar. Entah dari mana Yingzhao mendapatkan energi itu. Dia bersembunyi dengan sangat baik di dalam tubuh Feng Yuan Ying sampai-sampai tidak ada yang menyadari kalau Yingzhao belum mati.

__ADS_1


Sementara itu, Bai Feng Xian sudah sampai di puncak Gunung Yanqi. Medan pelindung yang dipasang Dongfang Yue di atas sana juga rusak. Bai Feng Xian merasakan sihir iblis yang jahat yang cukup kuat, kemudian ia menyusuri area puncak gunung untuk mencari sumber energi itu. Ia yakin, itu adalah energi jahat Yingzhao.


Bai Feng Xian melihat gumpalan cahaya keemasan bersinar tak jauh darinya, dan ketika ia sampai, matanya langsung terbelalak. Amarah seketika membuncah, menjadi api yang membakar hatinya. Di depannya, A-Rou tengah melayang di udara dalam keadaan pingsan, cahaya spiritual dari tubuhnya memancar keluar. Di bawahnya, Yingzhao dalam balutan busana hitam mengulurkan tangannya ke arah A-Rou, sihir hitamnya mengalir.


"Beraninya kau menyakiti muridku!" seru Bai Feng Xian, sembari mengeluarkan sihirnya untuk menghentikan Yingzhao. Wanita itu tampaknya ingin menyerap dan mengambil sesuatu dari dalam tubuh A-Rou, hanya saja kekuatan Dongfang Yue menahannya.


Yingzhao seketika menoleh. Matanya langsung memerah melihat sosok Bai Feng Xian ada di hadapannya. Ia langsung teringat akan semua dendam dan kebenciannya yang bertahan di dalam hati selama delapan ratus tahun lebih. Rupanya benar, wanita ini adalah A-Xian, yang lima ratus tahun lalu sempat ia singkirkan dengan susah payah!


Begitu sihir Yingzhao berhenti mengusik tubuh A-Rou, bocah kecil itu mulai membuka matanya. Aura permusuhan di antara Bai Feng Xian dan Yingzhao di bawah sana terasa sangat kuat sampai-sampai A-Rou terdiam beberapa saat. Sepertinya ia telah menyadari sesuatu, kemudian dengan suara yang lantang berteriak, "Bibi Dewi, wanita jahat ini telah menelan banyak pil iblis dan mengambil kekuatan Feng Yuan Ying!"


A-Rou memiliki kekuatan yang besar yang setara dengan sepuluh ribu tahun kultivasi, namun dia belum mahir menggunakannya. Ia sempat melawan Yingzhao dan melukainya, namun tetap saja kalah. Yingzhao bagaimanapun adalah orang dewasa, dia lebih terampil dan lebih berpengalaman dalam menggunakan sihir.


Yingzhao menyeringai jahat, lalu melemparkan A-Rou sampai jatuh di atas bebatuan. Untung saja bocah itu tidak terluka. Melihat A-Rou jatuh, amarah di dalam diri Bai Feng Xian lebih besar lagi.


"Huh, murid? Bai Feng Xian, apakah kau sungguh bodoh?" ucap Yingzhao. "Benar juga, jika kau tidak bodoh, bagaimana mungkin aku bisa menyingkirkanmu lima ratus tahun lalu?"


Bai Feng Xian mengernyit dan masih menatap penuh waspada, dengan kemarahan yang masih membara. Lima ratus tahun lalu? Ia tidak ingat pernah berkonfrontasi dengan mantan Selir Langit ini sebelum perjamuan itu.


Semakin dipikirkan, rasanya Bai Feng Xian seperti berjalan menuju sebuah cahaya yang menuntunnya dari kegelapan dan kebimbangan hati yang ia rasakan saat ini. Sejak bertemu Dongfang Yue pertama kalinya, ia merasa ada yang aneh dengan pria itu. Semua orang mengira dirinya adalah A-Xian, begitu pula dengan pria itu.


Bahkan sejak pertemuan itu, jarak di antara mereka mengikis. Dongfang Yue mmebuatnya melabuhkan hatinya, padahal Bai Feng Xian tidak tahu hal apa saja yang sudah dilakukan pria itu sampai membuatnya yang keras kepala bersedia bersamanya. Dongfang Yue selalu mengatakan bahwa ia sudah menemukan A-Xian, dan pernah bertanya padanya bahwa jika ia membunuhnya di masa lalu, apa yang akan Bai Feng Xian lakukan?


Bai Feng Xian merasa pria itu aneh, obsesinya terhadap A-Xian sangat berlebihan. Bahkan sampai ia bersama dengan Bai Feng Xian, Dongfang Yue masih tidak ingin melepaskan A-Xian.Dia tidak marah ketika Bai Feng Xian mengingatkannya perihal A-Xian.  Apakah semua itu hanyalah sebuah kebetulan semata?


Perlahan, Bai Feng Xian mulai memahami sesuatu. Pikirannya terhadap A-Xian, tampaknya hanyalah sebuah salah paham terhadap dirinya sendiri.


"Berhenti bicara omong kosong! Kau menyakitinya, maka aku akan memberikan hal serupa padamu!"


Keduanya mulai bertarung. Bai Feng Xian dengan segala kemarahannya, melawan Yingzhao yang gila akibat kebencian dan obsesinya. Puncak Gunung Yanqi dipenuhi cahaya seperti kilat dan suara seperti guntur menggelegar beberapa kali.


"Heh, kau menggunakan darahmu untuk membantu nirwana Feng Yuan Ying. Bai Feng Xian, kau pikir aku tidak tahu seberapa besar kekuatanmu?"

__ADS_1


"Aku justru ingin melihat seberapa besar kekuatan wanita setengah dewa yang mengultivasi sihir iblis untuk menjadi kuat!" seru Bai Feng Xian.


Ia tidak peduli seberapa besar kekuatan Yingzhao sekarang. Satu hal yang jelas: wanita ini telah melukai A-Rou dan berusaha membunuhnya. Itu lebih dari cukup untuk menjadi alasan bagi Bai Feng Xian menghabisinya. Ia tidak akan pernah mengampuni nyawa Yingzhao!


"Sudah kukatakan bahwa aku bukanlah orang yang murah hati," ucap Bai Feng Xian. Tiba-tiba saja ia menangkupkan kedua telapak tangannya. Bai Feng Xian menggunakan mantra pelepas jiwa untuk menyatukan esensi jiwanya dengan darah purba Rubah Putih Ekor Sembilan, sehingga kekuatannya bertambah besar. Namun, jika ia menggunakannya, ia mungkin akan terluka parah.


"Bai Feng Xian, kau gila!" seru Yingzhao. Ia tidak akan bisa menghadapi Bai Feng Xian jika wanita itu berhasil menyatukan kekuatannya. Satu-satunya jalan yang ia pikirkan adalah memprovokasinya lagi!


"Siapa yang gila, kau melihatnya dengan jelas!" desis Bai Feng Xian. Sembilan ekor rubahnya muncul, tanda merah di dahi dan kelopak matanya muncul bersama cahaya kebiruan.


"Bai Feng Xian, apa kau tidak penasaran terhadap kebenaran lima ratus tahun lalu? Semua orang membohingimu, kau menyedihkan!"


Tapi, Bai Feng Xian tidak peduli. Sihirnya membentuk sebuah pedang raksasa, ia melemparkannya ke arah Yingzhao. Dua sihir bertolak belakang beradu, kekuatannya meledak dan menghancurkan puncak Gunung Yanqi. Suara ledakannya sangat keras sampai terdengar hingga ke Langit Ketiga.


Yingzhao terkapar di antara tumpukan bebatuan, dengan luka-luka yang sangat parah. Sementara itu, Bai Feng Xian melayang di udara, matanya menatap tanpa emosi pada sosok Yingzhao yang seperti semut di bawahnya. Entah mengapa, sebuah batu besar seperti diangkat dari dalam hatinya.


Akan tetapi, kemudian terjadi sesuatu. Kepala Bai Feng Xian tiba-tiba terasa sangat sakit. Dia memejamkan matanya berkali-kali, namun rasa sakit itu kian menjadi kuat seiring waktu sampai ia harus memegang kepalanya dengan kedua tangan. Ingatan-ingatan yang aneh namun familiar datang lagi padanya. Kali ini, itu datang seperti gelombang pasang yang menghantam karang tanpa henti, menyakiti Bai Feng Xian dan kekuatan dewinya perlahan melemah.


"Guru..."


"A-Xian, segala sesuatunya harus impas. Kau mengambil sumsum dewanya dan matanya, maka aku akan mengambil hal yang sama darimu."


"Guru, aku tidak pernah bertanggungjawab atas sesuatu yang tidak pernah kulakukan. Jika menurutmu sesuatu harus dibayar dengan impas, maka biarkan aku, muridmu ini, membayar semua budi baikmu dengan harga yang mahal."


Perkataan itu masih terngiang dengan jelas, serta momen ketika dirinya melompat ke dalam Sumur Pembunuh Dewa seperti bukan sebuah ilusi. Itu, adalah sesuatu yang nyata, sesuatu yang pernah terjadi dan pernah ia alami!


Mantra pelepas jiwa itu, telah membuka segala sesuatu yang selama ini tampak hilang dari dunia. Ingatan yang tersegel, momen yang sengaja dilupakan, dan rasa sakit yang tidak ada bandingannya, semuanya telah kembali kepada pemiliknya!


Saat Bai Feng Xian lengah, Yingzhao menggunakan sisa tenaga dan kekuatannya untuk menyerang wanita itu. Akan tetapi, serangannya ditangkis oleh seseorang dan berbalik kepadanya. Itu membuat luka-lukanya semakin parah, namun tidak cukup untuk membuatnya langsung mati.


Bai Feng Xian masih tenggelam dalam gelombang ingatan itu, sampai seseorang kemudian memeluk pinggangnya dan membawanya turun.

__ADS_1


__ADS_2