
Usai menerima salam terakhir Bai Feng Xian, Dongfang Yue tak menunda dirinya untuk tinggal lebih lama di Qingqiu. Pria itu segera melesat, kembali ke Istana Langit dengan perasaan sedih dan penuh penyesalan.
Ia menyesal telah menerima salam tadi, menyesal telah memberikan izin kepada Bai Feng Xian untuk memberi hormat padanya. Terlepas dari status Dewa dan Dewi Agung, terlepas dari posisi mereka di Empat Lautan dan Tiga Daratan ini, satu-satunya hal yang tidak bisa Dongfang Yue lepaskan adalah muridnya.
Kini, ia kembali jatuh dalam kesedihan. Meski sudah menduga hal ini akan terjadi, namun tetap saja hatinya tak bisa menerima. Jika boleh, dia akan memilih menjadi egois, menghapus kembali ingatan Bai Feng Xian dan menikahinya lalu menjadikannya seorang Permaisuri Langit. Tapi, tidak, dia tidak bisa melakukan itu. Itu akan sangat tidak adil untuk Bai Feng Xian.
Paviliun Qian Meitian seperti ikut merasakan kesedihannya. Kabut-kabut putih tipis yang selalu menyelimuti tempat itu, sekarang berubah menjadi gumpalan awan hitam yang siap menjatuhkan hujan kapan saja. Bunga-bunga seakan layu, lupa cara untuk berkembang dan memilih terus kuncup.
Di ayunan kayu halaman paviliun itu, Dongfang Yue duduk seorang diri. Tangannya memegang sebuah guci anggur yang ia ambil dari rak penyimpanan anggur Istana Langit. Dongfang Yue biasanya tidak suka minum, namun kesedihan hatinya mendorongnya untuk meluapkan segala perasaannya melalui anggur.
Hanya baru tiga tegukan saja, ia sudah mabuk. Tampilan seorang Dongfang Yue yang sekarang sama sekali tidak mencerminkan identitasnya sebagai Kaisar Langit, penguasa surga yang agung. Ia hanya seorang pria yang sedang putus cinta.
Xiao Huan merasa terganggu dan keluar dari kelopak bunga yang ditinggalinya. Ia menghela napas ketika melihat Kaisar Langit duduk di sana dengan perasaan sedih dan kacau. Keadaan ini, persis seperti lima ratus tahun lalu saat majikannya melompat ke dalam Sumur Pembunuh Dewa.
"Tian Jun, apa wanita itu meninggalkanmu?" tanya Xiao Huan. Dongfang Yue hanya terdiam, meneguk anggurnya lagi dan menjatuhkan gucinya ke tanah.
Xiao Huan menebak jika saat ini, wanita mirip majikannya yang sempat datang kemari telah meninggalkan Dongfang Yue dan membuatnya sedih. Jika tidak, Kaisar Langit itu tidak akan datang kemari dan menodai citra diri sendiri untuk yang kedua kalinya.
"Xiao Huan, berapa usiamu tahun ini?" tanya Dongfang Yue tiba-tiba.
"Enam ratus tahun. Untuk apa Tian Jun menanyakan ini?"
"Enam ratus tahun...."
Dongfang Yue tiba-tiba mengeluarkan sebuah mutiara dari dalam jubah pakaiannya, kemudian memasukannya ke dalam tubuh Xiao Huan. Mutiara itu mengandung kekuatan spiritual murni dari Empat Lautan, yang bisa menambah kekuatan sebanyak empat ribu tahun penempaan spiritual.
Xiao Huan merasa tubuhnya tidak enak akibat perputaran energi yang membesar secara tiba-tiba. Setelah beberapa saat, akhirnya tubuhnya mulai terasa nyaman kembali.
"Itu cukup untuk melindungi majikanmu. Pergilah, jangan tinggal di tempat ini lagi. Kau sudah bisa memiliki wujud manusiamu secara utuh," ucap Dongfang Yue usai Xiao Huan tenang.
Xiao Huan terkejut.
__ADS_1
"Tian Jun?"
"Seperti katamu, wanita itu meninggalkanku. Lagi dan lagi. Aku tidak bisa melindunginya sepanjang waktu."
Ada perasaan yang campur aduk di dalam hati Xiao Huan. Ia pada akhirnya mengerti akan situasi. Senang, namun ia tak bisa memungkiri kalau dia juga sedih melihat kondisi Kaisar Langitnya. Majikannya.... Majikannya memang masih hidup!
"Pergi saja. Dia tidak akan mengusirmu karena dia telah mengingat semuanya."
Xiao Huan tidak bisa berkata-kata, hanya bisa menatap dan memohon diri untuk pamit. Majikannya itu ada di Qingqiu, dan ia ingin segera menemuinya.
Dongfang Yue bangkit dari duduknya, kemudian berdiri tidak tegap di taman itu. Bulan di langit sudah bersinar, menembus kegelapan yang terkadang sangat menyebalkan. Sebagian hatinya juga menjadi gelap kehilangan cahaya cinta.
"Aku bersamamu selama delapan ratus tahun. Tetapi, aku mengacaukannya dan membuatmu menderita lima ratus tahun berikutnya. A-Xian, mengapa sulit sekali memiliki cinta yang utuh dan membahagiakan?" Dongfang Yue bergumam.
"Apakah aku tidak cukup tulus mencintaimu? Apakah takdir begitu suka mempermainkan orang, bahkan mempermainkan kami?" Dia bergumam lagi.
Setelah cukup bicara dan bertanya pada dirinya sendiri, Dongfang Yue menyadarkan dirinya. Kemudian, dia langsung meninggalkan Paviliun Qian Meitian. Ketika kakinya menginjak bagian belakang Istana Tianwu, awan yang sangat tebal dan gelap segera menutupi Pavilun Qian Meitian, menelannya dalam kegelapan malam dan tidak akan pernah ditemukan lagi.
"Xiao Huan?"
Bai Feng Xian berdiri di bawah pohon persik di tepian Danau Cermin, melihat dengan rasa tidak percaya pada sosok gadis yang berdiri sepuluh meter darinya. Xiao Huan juga menatapnya, matanya berkaca-kaca.
"Majikan! Itu benar kau!"
Xiao Huan, si roh bunga yang sudah memiliki wujud manusianya ini segera menghamburkan diri memeluk Bai Feng Xian. Ia menangis saking senangnya. Akhirnya setelah lima ratus tahun, keberadaan majikannya diketahui dan majikannya benar-benar masih hidup!
"Majikan, aku sungguh bodoh sampai tidak mengenalimu saat kau datang lagi ke Paviliun Qian Meitian hari itu. Aku tidak tahu kalau itu benar-benar kau, majikan!"
Ya, Bai Feng Xian juga tidak menyangka kalau roh bunga menyebalkan yang ia temui di paviliun itu adalah Xiao Huan, roh bunga dari lima ratus tahun lalu yang juga pernah menjadi saksi kehidupannya di Kerajaan Langit. Ia lebih tidak menyangka kalau gadis itu bahkan sampai datang kemari.
Artinya, Dongfang Yue sudah memberitahu perihal kondisi di antara mereka dan menyuruhnya datang kemari. Bai Feng Xian menghela napas, melerai pelukannya dan menjauhkannya beberapa sentimeter.
__ADS_1
"Kau sudah mendapatkan wujud manusiamu?" tanya Bai Feng Xian.
Xiao Huan mengangguk. "Tian Jun memberiku mutiara spiritual murni Empat Lautan. Dia bilang, itu cukup untuk menetapkan wujud manusiaku dan melindungimu."
"Majikan, apa kau memutuskan untuk tidak lagi terhubung dengannya setelah kau mengingat masa lalumu?"
Selain Ming Ye, di dunia ini hanya Xiao Huan yang selalu tahu apa yang dipikirkan oleh Bai Feng Xian tanpa wanita itu menceritakannya. Lima ratus tahun lalu ketika Bai Feng Xian merasa dia akan dijebak oleh Yingzhao dan dipaksa mati, Xiao Huan juga mengetahuinya lebih dulu. Hanya saja dia tidak bisa meninggalkan Kerajaan Langit karena tubuhnya belum sempurna, menunggu dengan sakit hati sampai hari ini.
"Kehidupan makhluk abadi sangat panjang. Pertemuan dan perpisahan selalu terjadi. Seiring waktu, rasa sakit dan cinta akan menghilang dengan sendirinya. Mungkin, hanya ini yang dapat kulakukan untuk memaafkannya dan memaafkan diriku sendiri," ucap Bai Feng Xian.
"Rumit dan berlarut-larut. Majikan, apa kisah cinta kalian para dewa memang selalu seperti ini?"
"Xiao Huan, apa dia baik-baik saja?"
Xiao Huan merasa kalau majikannya ini masih mencintai Kaisar Langit, tetapi karena rasa sakit hatinya di masa lalu membuatnya terpaksa memutuskan perasaan dan berpisah. Xiao Huan dapat mengerti penyebabnya, jika dia jadi Bai Feng Xian, dia belum tentu bisa menerima dengan sikap seperti ini.
Xiao Huan menggelengkan kepalanya. "Sejak kembali ke Istana Langit, Tian Jun terus duduk di taman Paviliun Qian Meitian sepanjang hari dan mabuk. Aku tidak tahu apakah sekarang dia sudah sadar atau tidak."
"Mungkin itu adalah waktu terakhirnya di tempat itu," ucap Bai Feng Xian.
"Apa? Maksudmu, Tian Jun...."
"Dia mempertahankannya selama lima ratus tahun. Karena sudah tidak berguna, tidak ada alasan baginya untuk mempertahankan tempat itu."
"Jadi, itu sebabnya dia menyuruhku menemuimu dan membantuku mendapatkan wujud manusiaku?"
"Jika kau tidak percaya, kau bisa kembali ke Istana Langit dan lihat apakah Paviliun Qian Meitian masih bisa kau lihat atau tidak."
Xiao Huan seketika mengalihkan pandangannya ke atas, menatap langit yang tiba-tiba saja bergemuruh. Sinar bulan tertutup gumpalan awan hitam yang tebal dan bergelombang di bagian utara. Letaknya persisi mengarah ke Istana Tianwu, ke bagian belakang tempat Paviliun Qian Meitian dibangun.
"Tian Jun benar-benar menghancurkan tempat itu."
__ADS_1