Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 22: Tuan Iblis Yao Yan


__ADS_3

Aura spiritual di Gunung Xi begitu kuat dan menyegarkan. Awan-awan keberuntungan yang baru saja menghilang meninggalkan jejak kabut tipis yang kemudian terbang membaur ke dalam alam, membuat suasana di gunung spiritual tersebut menjadi tenang. Gunung ini menjadi salah satu tempat yang sangat cocok untuk penempaan energi spiritual.


“Bibi, apa gua rubah ini milikmu?” tanya A-Rou ketika ia memasuki gua rubah milik Bai Feng Xian. Bai Feng Xian mengangguk ringan dan membawanya masuk lebih dalam.


“Istana Qingyun terlalu membosankan. Aku membutuhkan tempat yang tenang untuk menempa energi spiritualku.”


A-Rou berkedip polos. Buntalan lumut hijau itu baru saja pulih setelah tertidur selama beberapa hari. Energi spiritual dan sihir Dongfang Yue yang dialirkan ke tubuhnya membuatnya pulih lebih cepat.


Kini, dia bukan hanya rubah putih berekor tujuh, tetapi rubah putih berekor sembilan. A-Rou mendapatkan tambahan kekuatan dan naik tingkat menjadi Dewa Kecil setelah menerima lima sambaran petir langit.


Bai Feng Xian sengaja membawanya kemari karena tempat ini sangat tenang dan cocok untuk berlatih. Ketika ia masih muda, dia juga menghabiskan waktunya di sini dan pergi ke berbagai tempat untuk menempa kekuatannya.


Hasilnya, dia bisa menjadi Dewi Agung di usia dua puluh ribu tahun. A-Rou mungkin bisa mengikuti jejaknya, atau bisa jadi lebih cepat darinya karena dia memiliki basis kekuatan yang tidak biasa.


“Kau ingin aku berlatih di sini?” tanya A-Rou.


“Ya. Aku sudah mengatakan jika aku tidak tertarik menerima seorang murid. Tapi karena Ji Meng telah menyerahkanmu padaku, aku tidak bisa membiarkanmu bermalas-malasan. Jadi, kau harus berlatih dengan baik di sini,” jawab Bai Feng Xian.


“Aku masih sangat kecil. Guru bilang, aku perlu bermain sampai puas, tidak perlu berusaha keras untuk berkultivasi. Lihat, aku mendapatkan tubuh manusiaku sejak lahir. Itu tandanya langit menghendakiku menjadi seorang dewa yang tinggi, tapi tidak untuk saat ini.”


Bai Feng Xian mencelos. Memang ada yang salah dengan metode pengajaran Ji Meng!


Dewa Tua penyendiri itu pasti sudah terlalu lama kesepian hingga dia tidak tahu jika berlatih adalah langkah penting dalam hidup makhluk abadi. A-Rou tetap harus berlatih jika ingin kekuatan spiritual di dalam dirinya terbentuk dan mengalir dengan baik.


“Jangan banyak bicara. Turuti saja perkataanku,” ucap Bai Feng Xian. A-Rou hanya mengedikkan bahu dan ia berkeliling di dalam gua rubah itu.


Bai Feng Xian baru akan membersihkan tempat tidurnya ketika sebuah suara bising mengganggu telinga rubahnya. Sebuah ledakan besar terjadi, dan sesuatu seperti benda terjatuh datang setelahnya. A-Rou dalam mode yang sama, dia berlari menghampiri Bai Feng Xian dengan penasaran.


“Suara apa itu?” Mulut kecilnya bergerak melontarkan kembali sebuah pertanyaan.


Bai Feng Xian mengedikkan bahu. “Kita cari tahu saja.”


Keduanya berlari keluar dari gua rubah. Kepulan asap tipis seperti menghilang terbawa angin. Di halaman depan gua rubah, mereka melihat sesosok abadi berbaring sempurna di tanah. Itu adalah objek yang belum pernah ditemui Bai Feng Xian sebelumnya.


Dia berjalan mendekati objek itu. Sosok itu memiliki postur tubuh yang bagus. Pakaian hitamnya tampak basah dan berkilau di bawah cahaya matahari.


Ada aura magis yang menguar dari sosok itu ketika Bai Feng Xian menyentuh tubuhnya dengan ujung kaki.


“Bibi, dia sangat tampan,” seloroh A-Rou.

__ADS_1


“Aku tahu.”


“Apa dia mati?”


“Tidak. Dia masih hidup.”


“Kalau begitu, apa dia sekarat?”


“Mungkin saja.”


“Bibi, bagaimana jika kita menolongnya?”


“Kurasa itu bukan ide yang bagus. Orang ini tampak aneh dan misterius. Kita tidak boleh sembarangan merawat orang.”


A-Rou masih belum memahami konsep pemikiran orang dewasa, terutama cara mereka dalam memahami kerja dunia. Di pikirannya hanya ada satu hal: bahwa ketika seseorang membutuhkan bantuan atau sekarat, dia harus menolongnya terlepas siapa orang itu dan apa akibat yang akan timbul setelahnya.


“Bisakah kalian berhenti berdiskusi? Aku benar-benar bisa mati jika kalian tidak segera menolongku.”


Sosok itu tiba-tiba angkat suara dan membuat mereka seketika mengalihkan pandangan. Bai Feng Xian berjongkok, mengamati sosok itu secara keseluruhan.


Dia memindainya seperti memindai barang. Aura magis yang menguar dari sosok itu sekarang mulai dikenali Bai Feng Xian.


“Bibi, sebaiknya kau menolongnya lebih dulu.”


“Ah, benar. A-Rou, bantu aku.”


Tanpa menggunakan sihir, Bai Feng Xian dan A-Rou mengguling-gulingkan tubuh sosok dari Klan Iblis itu ke dalam gua rubah.


Beberapa kali kepalanya terantuk bebatuan dan ada ringisan kecil keluar dari mulutnya. Baru setelah sampai di dalam, Bai Feng Xian memindahkannya ke tempat tidur dengan sihir.


Bai Feng Xian lantas mengobatinya dengan mengalirkan energi spiritual. Luka-luka kecil di tubuh itu perlahan pulih, namun jika benar-benar ingin sembuh, dia membutuhkan pengobatan luar.


Bai Feng Xian tidak pandai ilmu medis seperti kakak ketujuhnya. Dia hanya bisa mengobati luka dalamnya saja.


“Bibi, dia sudah diobati? Dia tidak akan mati?”


A-Rou dengan penasaran mendekatinya lagi.


“Tidak. Abadi memiliki usia yang lebih panjang dari makhluk yang memiliki roh primordial biasa.”

__ADS_1


Bai Feng Xian menyudahi aksinya, lalu menatap A-Rou dari samping. “Tapi, kita harus melakukan sesuatu terlebih dahulu.”


Sesuatu yang dimaksud olehnya itu adalah ia mengambil sebuah tali pengikat ajaib yang terbuat dari serat Kayu Pengikat Jiwa. Bai Feng Xian menlingkarkan tali itu dan mengikatkannya ke tubuh sosok Klan Iblis tersebut.


Ini dilakukan sebagai pencegahan, karena dalam kurun waktu sepuluh ribu tahun ini, Klan Iblis menjadi abadi yang dijauhi dan diasingkan Empat Lautan dan Tiga Daratan.


Itu karena pertempuran yang terjadi antara Klan Dewa dengan Raja Iblis ribuan tahun lalu. Kaisar Langit Xuan Yi dan Dongfang Yue berhasil menyegel Raja Iblis di Laut Miao Yao.


Sampai sekarang, Dongfang Yue masih rutin memperkuat segelnya setiap delapan ratus tahun sekali setelah Kaisar Xuan Yi kembali ke ketiadaan.


Bai Feng Xian banyak mendengar rumor bahwa iblis sangat kejam dan jahat. Jika bukan karena Kaisar Xuan Yi dan Dongfang Yue membuat perjanjian wilayah dengan mereka, mungkin saja saat ini Klan Iblis mencoba mendominasi dunia lagi.


Klan ini menjadi kekuatan yang tidak disukai, namun keberadaannya tetap diakui di Empat Lautan dan Tiga Daratan.


Terakhir kali, Dongfang Yue juga menghancurkan sihir iblis ketika Chu Yao hendak menjadi iblis. Siluman dan abadi yang menggunakan sihir iblis tidak akan berakhir baik.


Meskipun Qingqiu tidak pernah ikut campur dalam perselisihan antara Kerajaan Langit dengan Klan Iblis, Bai Feng Xian juga harus berjaga-jaga. Dia tidak bisa menempatkan dirinya dan A-Rou dalam bahaya hanya karena menolong salah satu anggota Klan Iblis.


“Hei, apa yang kau lakukan padaku?” sosok itu tiba-tiba membuka mata dan terbelalak ketika sadar bahwa tubuhnya telah terikat. Bai Feng Xian dan A-Rou menatapnaya tanpa emosi.


“Tentu saja mengikatmu,” ucap Bai Feng Xian.


“Maksudku, mengapa kau mengikatku setelah menolongku?”


“Karena kau adalah Klan Iblis. Paman Iblis, apa semua anggota Klan Iblis tampan sepertimu?” A-Rou dengan polosnya bertanya. Dalam pandangannya, iblis besar ini tidak kalah tampan dengan Kaisar Langit Dongfang Yue.


Pria itu tersenyum dengan bangga. Jiwa narsisnya kembali lagi. “Tentu saja tidak. Hanya ada empat iblis tampan di Klan Iblis.”


Bai Feng Xian masih menatapnya. Orang ini tidak terlihat berbahaya. Sebaliknya, ada kejenakaan di matanya yang gelap. Walau narismenya cukup tinggi, itu memang sesuai dengan kenyataan.


Dia tampan. Selebihnya, tidak ada yang lain. Rumor mengenai Klan Iblis mengerikan dan jelek tampaknya harus dikonfirmasi kembali.


Pria itu balas menatap Bai Feng Xian dan A-Rou secara bergantian, kemudian menghela napasnya. “Aku bukan orang yang tidak tahu balas budi. Tapi jika kau terus mengikatku, Klan Iblis mungkin akan benar-benar menangkapmu.”


Sebelum Bai Feng Xian bicara, sebuah aura yang begitu agung tiba-tiba mendekati Gunung Xi dan berhenti tepat di depan gua rubah.


Dongfang Yue bergegas masuk ke dalam gua, dan ia seketika terkejut saat melihat pria berjubah hitam dari Klan Iblis terbaring dalam kondisi terikat di depan Bai Feng Xian dan A-Rou. Emosi di wajahnya mulai tampak.


“Yao Yan? Sedang apa kau di sini?”

__ADS_1


__ADS_2