
Bai Feng Xian masih belum bisa melupakan rasa sakit lima ratus tahun lalu ketika Dongfang Yue menghukumnya di Aula Tianfa. Walau tak seharusnya itu dibahas kembali, tetapi dia belum dapat menerimanya.
Setelah beberapa hari berdiam diri di Dunia Aru Bawah, Bai Feng Xian akhirnya mau bergerak. Dia kembali ke Qingqiu tanpa membawa serta A-Rou, karena ia pikir A-Rou tidak perlu menanggung beban lagi akan urusan orang tuanya. Selain itu, belum saatnya Kaisar Bai Yin tahu kalau ia punya cucu.
Istana Qingyun di Qingqiu selalu berbahagia setiap kali menyambut putri mereka pulang. Akan tetapi, semuanya berbeda hari ini. Kali ini, semua pelayan di Istana Qingyun tak banyak bicara, mereka hanya menyapa sesaat namun wajah mereka tampak muram. Bai Feng Xian mengernyit, namun beberapa saat kemudian ia akhirnya mengerti.
Ming Ye! Si naga tua yang picik itu pasti memberitahu semua orang tentang dirinya!
Bai Feng Xian segera bergegas menuju Aula Istana Qingyun. Ming Ye pasti sudah memberitahukan masalah antara dia dan Kaisar Langit lima ratus tahun lalu kepada keluarganya. Jika tidak, mana mungkin aura istana bisa sesuram ini. Sejak dahulu, ketika putra-putri Dewa Rubah di Qingqiu mengalami masalah, maka semua orang dapat melihat dan merasakannya.
Sampai di depan pintu aula, dia menendangnya dan berteriak.
"Ming Ye! Sudah kubilang jangan memberitahu...."
Namun, ia kemudian membeku. Dua pasang mata segera teralihkan fokus, menatap kepadanya. Satu memasang ekspresi aneh, satu lagi tidak dapat didefinisikan. Sosok yang tidak terdefinisikan itu segera bangkit, disusul satunya lagi.
"A-Xian...."
Suara Dongfang Yue memecah keheningan yang canggung. Tidak disangka, orang yang berbincang dengan Bai Chi adalah Dongfang Yue, bukan Ming Ye. Jika dia ada di sini, apakah itu artinya bukan Ming Ye yang membocorkan masalahnya?
Bai Feng Xian seharusnya bisa langsung pergi, tapi di hadapan kakaknya, ia tidak bisa lari begitu saja. Apalagi, orang yang dihadapinya kali ini juga seorang Kaisar Langit. Meski Bai Feng Xian tidak mempedulikan reputasi sendiri, tapi ia harus memberikan muka kepada Qingqiu, bukan?
Bai Chi yang tidak banyak bicara tampak memiliki seribu pertanyaan yang dipendam di wajahnya. Bai Feng Xian segera menyadarkan dirinya, berdehem sebentar sembari menahan perasaan tak karuan di hatinya.
"Tian Jun, kita bicara di luar," ucapnya kemudian. Dongfang Yue mengangguk, kemudian mengikuti Bai Feng Xian yang lebih dulu berjalan di depannya.
Bai Chi menghela napas kecil. Ia sama sekali tidak pernah berpikir kalau adiknya memiliki masa lalu yang begitu menyakitkan dengan Kaisar Langit, walau itu semua terjadi karena sebuah ujian langit. Orang Qingqiu selalu terbuka terhadap semua perasaan yang ada di hatinya, tetapi adiknya itu malah harus menyembunyikan dan menanggungnya sendirian selama lima ratus tahun. Sebagai kakak, dia sangat sedih dan mengkhawatirkan Bai Feng Xian.
__ADS_1
"Gadis kecil itu pasti mengira aku yang memberitahukan masalahnya, bukan?"
Ming Ye tiba-tiba muncul dari samping Aula Istana Qingyun sambil membawa kipasnya. Matanya mengikuti arah pandang Bai Chi yang mengantarkan Bai Feng Xian dan Dongfang Yue keluar dari istana. Bai Chi hanya mengangguk.
Ming Ye terkekeh. Tidak, bukan dia yang memberitahu Bai Chi mengenai masalah Bai Feng Xian dan Dongfang Yue. Dongfang Yue sendiri yang berinisiatif datang ke Qingqiu dan menceritakan kisahnya dengan wanita itu sejak dimulai delapan ratus tahun lalu. Dongfang Yue selalu menunggu Bai Feng Xian di Danau Cermin, tetapi wanita itu tak kunjung muncul hingga akhirnya Dongfang Yue datang sendiri ke Qingqiu.
Bai Feng Xian dan Dongfang Yue kini berada di pintu masuk Qingqiu. Padang rumput yang luas dengan pemandangan yang indah itu, sekarang terasa sangat mencekam. Dua Dewa Agung yang saling berhutang kembali bertemu dalam keadaan sadar sepenuhnya, siap memperhitungkan segalanya.
"A-Xian, mengapa kau pergi tanpa pamit?" tanya Dongfang Yue. Tidak ada satupun orang di dunia yang mengerti bagaimana perasaannya saat ini.
"Istana Langit memang bukan tempatku, baik itu dulu, kini, atau di masa depan," jawab Bai Feng Xian. Meski tidak dijelaskan pun, keduanya sama-sama mengerti penyebab situasi saat ini.
"A-Xian, aku bersalah padamu. Bisakah kau memaafkanku?"
"Tidak perlu meminta maaf. Lagipula, apakah kata maaf bisa mengembalikan semua rasa sakit itu pada tempatnya? Bisakah itu mengembalikan hatiku yang telah hancur berkeping-keping? Aku tidak peduli pada luka fisik itu, tetapi aku tidak dapat mengabaikan sakit hatiku. Itu membakar seluruh daging dan tulang belulangku, menghancurkan segala kepercayaan yang sudah kubangun selama ribuan tahun. Kau tahu? Aku remuk redam. Kehancuran itu adalah mimpi buruk yang membuatku terjaga sepanjang malam."
Ekspresi Dongfang Yue berubah sendu. Ia tahu, itu adalah mimpi buruk Bai Feng Xian. Ia yang memberikan mimpi buruk itu dan memaksanya melakukan sesuatu di luar akal sehat sekali lagi. Seandainya ia bisa menyadarinya lebih awal, Bai Feng Xian tidak perlu meminum anggur Meng Po dan menderita dua kali. Semua ini salahnya, ini adalah salahnya!
"Aku tahu, kau pasti membenciku. A-Xian, jika kau tidak dapat memaafkanku, maka bencilah aku sesuka hatimu sampai kau puas. Tetapi, bisakah kau jangan menghilang lagi?"
Bai Feng Xian tertawa sumbang. Setelah semuanya menjadi begini, apa lagi yang bisa diharapkan? Bagaimanapun, hanya tersedia dua pilihan: bertahan melupakan atau melepaskan. Untuk pilihan pertama, Bai Feng Xian jelas tidak akan mengambilnya.
"Tian Jun, kisah kita sudah berakhir lima ratus tahun lalu. Ketika aku memutuskan membunuh diriku sendiri di Sumur Pembunuh Dewa, hubungan kita sudah berakhir. Ikatan itu sudah seharusnya terputus, Tian Jun."
"Tidak, meskipun itu hanya ujian langit, tapi perasaanku padamu tidak terbatas pada masa itu dan berakhir ketika ujian itu selesai. A-Xian, dalam hidup ini, aku hanya akan jatuh cinta padamu."
"Aku tahu, tapi Tian Jun, aku benar-benar tidak bisa. Apakah kau mengerti pilihanku?"
__ADS_1
Sungguh, Bai Feng Xian sekarang tidak ingin memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Kerajaan Langit, terutama dengan Kaisar Langit Dongfang Yue. Delapan ratus tahun yang berlalu sudah cukup untuk memahami segalanya. Tempat itu, dan juga para penghuninya, sungguh tidak cocok dengannya. Itu hanya akan semakin menyakitinya jika terus dipaksakan.
"A-Xian, apakah harus benar-benar berakhir?" tanya Dongfang Yue, yang masih tidak menerima kalau hubungan mereka harus berakhir lagi.
Bai Feng Xian memaksakan sebuah senyuman untuknya. Mungkin, senyuman terakhir yang akan dilihat Dongfang Yue dan seluruh dunia.
"Memang sudah harus berakhir. Aku akan memberikan penghormatan terakhir padamu sebagai guruku. Setelah itu, lepaskanlah aku."
Dongfang Yue memejamkan matanya saat Bai Feng Xian tiba-tiba berlutut, membungkuk kemudian memberikan tiga penghormatan untuknya. Pada penghormatan terakhir, Dongfang Yue tak kuasa menahan air matanya. Itu menetes begitu saja dari seorang penguasa surga.
Sesak, dadanya sesak. Bai Feng Xian benar-benar memaksanya untuk berhenti mengejarnya. Bahkan, wanita itu rela memberikan penghormatan terakhirnya sebagai murid yang pernah diajari olehnya delapan ratus tahun lalu.
Dongfang Yue juga tak kuasa memandang wajah Bai Feng Xian ketika wanita itu bangkit dari penghormatannya. Jejak air mata masih terlihat di pipinya. Bai Feng Xian menatapnya, sedikit sendu namun ia memaksakan diri untuk tetap tegar.
Tidak dipungkiri, ia juga sangat tersakiti. Bukan Bai Feng Xian tidak jatuh cinta padanya, namun ia harus kembali memilih untuk melepasnya lagi. Baginya, hubungan ini hanya akan saling menyakiti. Lebih baik diakhiri lebih cepat daripada terus tersiksa.
Bai Feng Xian hendak meninggalkan padang rumput itu, sebelum suara Dongfang Yue menghentikannya beberapa saat kemudian.
"Bagaimana dengan A-Rou?"
Bai Feng Xian berbalik, kemudian sebuah senyuman yang dipaksakan kembali terbit.
"Dia adalah putrimu. Kau masih bisa mengajarinya kapan pun. Mengenai di mana ia akan tinggal, biarkan dia memilihnya sendiri," ucap Bai Feng Xian.
Walau dia dan Dongfang Yue berpisah, tetapi mereka tidak dapat mengabaikan keberadaan A-Rou. Terlebih lagi bocah kecil itu sudah tahu perihal masalah orang tuanya. A-Rou adalah putri mereka, dan mereka tidak bisa memaksanya untuk memilih.
Dongfang Yue mengangguk walau ia sangat ingin mengatakan kalau ia menginginkan keduanya. Ibu dan anak itu, ia menginginkannya.
__ADS_1
"Tian Jun, kembalilah. Istana Langit membutuhkanmu."