Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 29: Kau Tidak Ingat, Ya?


__ADS_3

Pagi ini, Gunung Xi kedatangan tamu.


Dongfang Yue berdiri di depan gua rubah dengan anggun, menunggu kedatangan Bai Feng Xian. Wajah cerahnya membiaskan sinar spiritual agung puluhan ribu tahun. Matanya menyiratkan antusiasme besar ketika ia berpikir untuk menyambut wanita itu dan membawanya ke suatu tempat.


Saat Ming Ye mengucapkan itu tempo hari, dia telah berpikir untuk waktu yang lama. Tidak benar memaksakan diri dan membuat semua harapannya menjadi debu lagi. Dongfang Yue perlu menunggu sampai Bai Feng Xian dipikir siap untuk menerima segala kenyataan yang selama lima ratus tahun ini tidak diketahui olehnya.


Sekarang yang terpenting, dia harus menggunakan masa-masa ini untuk menebus kesalahannya. Jalannya hanya ada satu: Dongfang Yue harus membuat Bai Feng Xian bahagia.


Di masa lalu, dia telah memberikan kebahagiaan semu yang berujung malapetaka untuk wanita itu. Di masa ini, dia akan membayar kesemuan itu dengan ketulusan paling murni yang belum pernah diberikan kepada siapapun.


Dia masih menunggu, tapi orang yang ia tunggu tak kunjung muncul juga. Mungkinkah Bai Feng Xian tidak ada di sini?  Dongfang Yue tidak berani masuk ke dalam gua rubah tanpa izin. Ia lebih memilih berdiri di luar sampai benar-benar yakin bahwa Bai Feng Xian memang tidak ada di Gunung Xi.


Baru saja ia berbalik, suara yang akrab di telinganya menyapanya. Dongfang Yue menoleh, lalu melihat Bai Feng Xian turun dari awan keberuntungannya.


“Tian Jun, kau di sini?” tanya Bai Feng Xian.


“Oh, aku baru akan menemuimu.”


“Kau menungguku?”


“Ya.”


Bai Feng Xian menggelengkan kepalanya heran. Setahunya, urusan di Kerajaan Langit begitu banyak dan permasalahannya begitiu kompleks. Kehidupan dewa-dewi di sana begitu sibuk sepanjang hari.


Tetapi Dongfang Yue, seorang Kaisar Langit, bahkan memiliki waktu luang untuk menunggunya di Gunung Xi. Sosok raja langit ini memang benar-benar misterius.


“Bagaimana jika aku tidak datang?”


“Aku akan terus menunggumu di sini.”


“Meskipun sampai ratusan dan ribuan tahun?”


“Bahkan sampai dunia berakhir, aku akan tetap menunggumu.”


Kata-kata itu berhasil menyentuh hati Bai Feng Xian. Mau tidak mau senyumnya yang jarang terlihat diberikan kepada Dongfang Yue. Saat menghadapi seorang pria yang mengatakan hal-hal manis seperti ini, biasanya dia selalu risih. Tapi jika pria yang mengatakannya adalah Dongfang Yue, rasanya berbeda.


Bai Feng Xian sampai tidak sadar jika pipinya sudah memerah. Melihat itu, Dongfang Yue juga tersenyum. Ini pertama kalinya setelah lima ratus tahun berlalu, dia melihat wajah yang dicintainya tersipu sampai memerah. Dongfang Yue baik-baik merekam momen itu di dalam hati dan jiwanya, akan mengingatnya sampai mati.

__ADS_1


Kata-kata itu bukan sekadar bualan. Dongfang Yue mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Dia akan menunggu selama apapun, asalkan dia bisa bertemu dengan Bai Feng Xian.


Dongfang Yue tidak peduli lagi soal reputasinya sebagai Dewa Agung yang dingin dan Kaisar Langit yang acuh tak acuh pada wanita. Asalkan wanitanya Bai Feng Xian, dia rela kehilangan segala reputasinya.


“Aku tidak tahu jika Kaisar Langit ternyata bisa berkata-kata manis. Ah, apa Selir Langitmu sudah kembali? Aku membuatnya berlutut lima hari di Istana Qingyun dan mengirimnya pergi.”


“Dia melarikan diri, dan hukumannya kurang sepadan. Kau seharusnya membuatnya berlutut selama lima ratus tahun.”


Dahi Bai Feng Xian mengernyit. Kesalahan Yingzhao hanya memfitnahnya, itu tidak seharusnya dihargai dengan lima ratus tahun penebusan.


“Yah, aku mungkin telah belajar menjadi Dewi Agung yang murah hati sekarang. Apa kau tidak berniat mencarinya?”


Dongfang Yue menggeleng. Dia berasumsi bahwa Yingzhao kembali ke Hutan Fengzhi, tempat tinggal Klan Phoenix Salju yang menjadi asal-usulnya. Selain tempat itu, dia tidak akan mempunyai tujuan lain. Lagipula, Dongfang Yue tidak ingin melihatnya. Biarkan Selir Langit yang dibencinya diam di sana, dan akan lebih bagus jika tidak kembali selamanya.


“Suami yang buruk,” gumam Bai Feng Xian. Kebencian Dongfang Yue pada Yingzhao sepertinya benar-benar mengakar dengan dalam. “Memang sulit memaafkan seseorang yang membuatmu kehilangan belahan jiwamu.”


“Aku tidak akan pernah memaafkannya dan aku berniat menghukumnya,” ucap Dongfang Yue.


Bai Feng Xian tidak tahu apa yang membuat Dongfang Yue menjadi setegas ini terhadap Yingzhao. Setelah dijebak olehnya sampai kehilangan muridnya, Dongfang Yue telah mendiamkannya, mengabaikannya dan tidak mempedulikannya.


Baik hukuman atau ganjaran, tidak pernah diperhitungkan dengan jelas. Mengapa sekarang tiba-tiba Dongfang Yue ingin menghukumnya?


“Ikut denganku,” Dongfang Yue tiba-tiba menarik tangannya dan menggunakan sihir untuk melintasi berbagai tempat dalam waktu singkat.


Saat Bai Feng Xian membuka matanya, dia sudah berada di Alam Fana, di tengah pasar yang saat itu menjadi pertemuannya dengan Dongfang Yue. Waktu yang berhenti berputar kembali, manusia fana tidak menyadari jika dua makhluk abadi yang agung berada di tengah-tengah mereka.


“Untuk apa kita kemari?”


“Berjalan-jalan. Bukankah kau selalu suka bepergian ke Alam Fana?”


Itu memang benar. Tapi, itu juga di luar rencananya. Bai Feng Xian baru mengunjungi tempat ini kemarin bersama A-Rou dan menonton opera.


Jika terlalu sering datang, orang akan bosan melihatnya meskipun dia memiliki wajah yang cantik dan menonjol di antara yang lain.


Tapi, dia juga tidak mungkin menolak Dongfang Yue, kan? Apa jadinya jika dunia mengetahui Kaisar Langit ditolak permintaannya oleh seorang dewi dari Qingqiu. Reputasi Bai Feng Xian juga akan memburuk. Jadi, dia berpura-pura setuju dan menampakkan wajah yang antusias.


Dongfang Yue membawanya ke sebuah kedai penjual roti kukus. Dia membeli beberapa, memberikannya kepada Bai Feng Xian. Aroma roti kukus yang masih hangat menguar, menggugah selera Bai Feng Xian. “Bagaimana kau tahu aku menyukai roti kukus Alam Fana?”

__ADS_1


“Aku tahu banyak hal tentangmu. Aku tidak pernah melupakan sedikitpun detail tentang dirimu,” Dongfang Yue menjawabnya sembari tersenyum.


Jantung Bai Feng Xian hampir melompat keluar dari rongga dadanya. Dongfang Yue yang seperti ini membuatnya serangan jantung dan tersentuh berkali-kali. Jika terus berlanjut, bagaimana bisa dia mempertahankan sikap Dewi Agung-nya? Ini baru beberapa hal kecil, bukan masalah besar untuknya jika segera dihilangkan.


“Emm… Naga Tua itu pasti memberitahumu segalanya.”


Dongfang Yue mengedikkan bahunya.


Dongfang Yue tiba-tiba menarik tangannya lagi, dan dalam sekejap mereka sudah berpindah tempat. Tanah tempat Bai Feng Xian berdiri sekarang adalah tanah yang kering dan tandus.


Di depan sana, terdapat sebuah gerbang besar dari bebatuan pecahan langit yang tinggi menjulang. Di antara gerbang itu, terdapat sebuah pembatas alam yang tersusun dari beragam formasi.


Ada sebuah sungai yang memisahkan tanah ini dengan gerbang itu. Jika makhluk abadi terjatuh ke dalamnya, maka roh primordialnya akan terluka dan kekuatan spiritualnya akan melemah. Sungai ini disebut Sungai Wangchuan Kedua, sebuah sungai kematian yang sangat berbahaya.


“Ini…Alam Iblis?” tanya Bai Feng Xian. Aura di sini begitu suram dan gelap.


Dongfang Yue mengangguk, lalu membawa Bai Feng Xian memasuki pembatas alam. Setibanya di Alam Iblis, dia menggunakan sihir untuk menyembunyikan aura dewanya dan berbaur bersalam rakyat Klan Iblis. Kehidupan di sini tidak jauh berbeda dengan kehidupan di alam lain.


“Tempat ini memang suram, tapi tidak menyeramkan seperti yang dikatakan orang-orang,” ujar Bai Feng Xian.


“Meskipun Klan Iblis jatuh dan Alam Iblis terisolasi, mereka sama seperti makhluk lainnya. Hidup dan mati, mengalami tujuh penderitaan perasaan duniawi,” ucap Dongfang Yue.


Dalam hal ini, Bai Feng Xian mengaguminya. Meskipun Dongfang Yue membenci kekuatan iblis, tetapi tak lantas membuatnya menjadi seorang Kaisar Langit yang paranoid terhadap Alam Iblis.


Dia memandangnya setara dengan makhluk di alam lain, meskipun Bai Feng Xian tidak yakin apakah itu adalah keyakinan dari dirinya sendiri atau sebuah keyakinan yang datang untuk menutupi sesuatu.


“Kau tidak ingat, ya?” tanya Dongfang Yue. “Dulu kau datang kemari mengacaukan Istana Iblis bersamaku untuk membalas dendam.”


“Aku? Untuk apa aku membalas dendam?” tanya Bai Feng Xian kebingungan. “Mengapa kau tahu lebih banyak tentangku dibanding diriku sendiri?”


Dongfang Yue tidak menjawab dan berjalan di depannya dengan santai. “Hei, jawab dulu pertanyaanku!”


Bai Feng Xian mengejarnya, lalu tanpa sadar menabrak punggungnya. Dongfang Yue tiba-tiba berhenti berjalan. Tatapannya lurus ke depan, ke arah beberapa prajurit Klan Iblis bersenjata lengkap yang datang bergerombol. Seolah merasakan sesuatu, dia berbalik. “Ayo, pergi dari sini.”


“Mengapa?”


Dongfang Yue tidak peduli lagi. Dia menggunakan sihir dewanya secara terang-terangan dan menghilang dari Alam Iblis. Sementara itu, prajurit Klan Iblis yang bergerombol bergerak ke dalam keramaian, seperti tengah mencari sesuatu. Wajah mereka begitu sangat dan menyeramkan.

__ADS_1


“Cepat! Tangkap orang dari Klan Langit yang menerobos ke Alam Iblis!”


__ADS_2