
"Bai Feng Xian, kau gila!" desis Yingzhao. Dia mencoba melepaskan diri, namun tidak bisa karena semua kekuatan sihirnya telah disegel.
Setelah senyuman itu hilang, Bai Feng Xian melompat ke dalam Sumur Pembunuh Dewa bersama Yingzhao. Hanya jika Yingzhao mati, maka pasukan iblis yang dipimpin oleh Yun Shao dan Lu Chi merasa kehilangan moral. Bagaimanapun, Yingzhao yang telah memberi mereka kekuatan iblis yang dicuri Yingzhao dari Laut Miao Yao.
Sejak mengambil rencana ini, Bai Feng Xian memang sudah bertekad untuk mati. Simpul hatinya hanya dapat diuraikan jika Yingzhao mati di tangannya sendiri. Mengenai Dongfang Yue, ia yakin pria itu dapat bertahan sekali lagi tanpa dirinya.
"A-Xian!"
Suara Dongfang Yue memecah pertempuran yang semakin sengit. Tubuh Bai Feng Xian dan Yingzhao sudah tenggelam di dalam sumur itu. Aura kedewaan yang sangat pekat pecah, cahaya emas memancar dari dalam sumur kemudian perlahan menghilang.
"Tidak! Kau tidak boleh mati!"
Dongfang Yue mengabaikan serangan yang datang padanya dan langsung bergegas menuju Sumur Pembunuh Dewa. Di tepi sumur itu, gumpalan awan pekat seperti gelombang yang tidak beraturan. Lima ratus tahun lalu dia tidak bisa mencegah A-Xian, lima ratus kemudian dia tidak akan melakukan hal yang sama.
Tanpa pikir panjang, Dongfang Yue kemudian melompat ke dalam sumur tanpa ragu. Tindakannya mengejutkan Ming Ye dan Sang Hui, mereka bergegas menuju sumur namun serangan demi serangan datang pada mereka. Melihat bahwa pemimpin surga melompat ke dalam sumur, pasukan iblis yang dipimpin Yun Shao dan Lu Chi semakin bertindak ganas.
Di dalam sumur, Bai Feng Xian merasakan kembali banyak guntur menyambar tubuhnya tanpa henti. Gelombang spiritual semakin menjadi, mencabik-cabik tubuh Bai Feng Xian dan melukai inti jiwanya. Tubuh Yingzhao yang ia bawa melompat sudah hancur menjadi abu, terbang menyebar tanpa sisa.
Yingzhao sudah mati, tapi Bai Feng Xian masih mengalami siksaan sebelum dia benar-benar musnah.
Tiba-tiba saja sebuah cahaya emas dengan aura familier datangg dari atas, menahan bobot tubuhnya yang terombang-ambing di pusaran arus spiritual. Ketika dia mendongak, dia melihat wajah Dongfang Yue yang cemas dan khawatir.
"Dongfang Yue, kau gila! Cepat keluar dari sini!" peringat Bai Feng Xian.
"Aku tidak akan pergi tanpamu!" Dongfang Yue menolak dengan tegas.
Sambaran petir dari dalam sumur itu terus menghujaminya. Rasanya sangat berbeda dengan lima ratus tahun lalu. Kala itu, rasa sakitnya tercampur dengan sakit hati sehingga Bai Feng Xian mengabaikannya. Namun, sekarang rasa sakitnya seperti semua tulang dan daging dipaksa lepas dari tubuh, seperti ditarik dengan kekuatan besar dan dicabik-cabik.
Pada sambaran petir terakhir, Dongfang Yue membantunya memblokir sambaran itu. Karena tubuh Dongfang Yue baru pulih dan kekuatan spiritualnya baru dipakai untuk melawan pasukan iblis, tubuhnya tidak dapat bertahan. Sambaran petir itu mengenai inti jiwanya dan mengacaukan energinya.
Seteguk darah segar dimuntahkan dari mulut Dongfang Yue, membasahi pakaian pengantin yang ia kenakan dan mengubahnya menjadi warna merah. Bai Feng Xian berteriak frustasi, tidak menyangka jika Dongfang Yue akan menyusulnya kemari.
Sumur Pembunuh Dewa, seperti namanya, merupakan tempat yang dapat memusnahkan setiap jiwa abadi. Bahkan dewa agung pun akan musnah jika jatuh ke dalam sumur ini. Jiwanya akan menjadi abu dan tersebar, tidak dapat berinkarnasi dan hilang selamanya.
Tidak, Dongfang Yue tidak boleh mati!
Kenyataan itu membuat Bai Feng Xian frustasi, kemudian meledakkan kekuatan dewinya. Secara ajaib, sambaran petir di dalam sumur itu tiba-tiba berhenti, gemuruh yang lebih besar terdengar beberapa saat kemudian. Setelah kekuatan dewi milik Bai Feng Xian meledak, sebuah cahaya menyilaukan menyambar keluar dari dalam sumur itu.
Semua orang tertegun. Pasukan Iblis seketika menjatuhkan senjata mereka, matanya menjadi buta akibat cahaya tersebut. Sang Hui, Ming Ye, Song Zi, Yao Yan dan Ji Meng mengucek mata mereka, dan mereka sangat terkejut melihat seorang wanita melayang di udara sembari menggendong tubuh Kaisar Langit.
__ADS_1
Apa yang membuat mereka tidak percaya adalah kenyataan bahwa wanita itu, yang dikenal sebagai Dewi Agung Qingqiu, Bai Feng Xian dari Klan Rubah Ekor Sembilan sekarang tidak lagi seperti itu. Bai Feng Xian secara tidak terduga naik tingkat lagi. Ekor rubahnya tidak lagi berjumlah sembilan, tetapi dua belas!
Bai Feng Xian berubah menjadi Rubah Putih Ekor Dua Belas!
Itu adalah tingkatan tertinggi dalam hierarki Klan Rubah Dewa di Tiga Alam, dan merupakan peristiwa langka sepanjang sejarah Tiga Alam! Bai Feng Xian bukan hanya tidak mati, tapi bahkan mendapatkan kekuatan tertingginya setelah mencoba bunuh diri!
Luar biasa! Ming Ye yang biasanya cerewet bahkan tidak bisa berkata-kata. Di usianya yang sudah tua itu, dia masih bisa menyaksikan seseorang mencapai tingkatan tertinggi dalam kekuatan dewanya. Itu adalah sebuah keberuntungan sebelum dia mati.
"Rubah Putih Ekor Dua Belas? Mengapa Alam Langit begitu beruntung?"
"Serang! Bunuh mereka semua!"
Mendengar suara itu, mata tajam Bai Feng Xian yang berubah menjadi biru seketika menatap Lu Chi dan Yun Shao. Alis phoenix dan sayap merah di matanya berkilat, menguarkan aura keagungan yang tidak dapat ditahan oleh iblis-iblis kecil berkekuatan rendah seperti mereka.
Bai Feng Xian menurunkan Dongfang Yue di tepi sumur, kemudian terbang kembali.
"Cari mati!"
Dalam satu serangan, Bai Feng Xian berhasil menumbangkan Lu Chi dan Yun Shao, membuat keduanya mati seketika. Serangan itu juga berhasil membuat pasukan iblis yang ada di sana ikut mati tanpa sisa. Ledakan serangan Bai Feng Xian juga membuat kabut dan awan hitam yang melingkupi Tiga Alam menghilang seketika.
Setelah semua pasukan iblis dikalahkan, Alam Langit mendapatkan kembali kecerahannya. Bai Feng Xian menghampiri Dongfang Yue yang terkapar penuh luka. Demi melindunginya, pria ini rela menggunakan tubuhnya sendiri sebagai tameng.
"Bawa Tian Jun kembali ke Istana Tianwu. Sisanya kita bicarakan di sana," ucap Sang Hui.
Mengabaikan kekacauan yang baru saja terjadi, mereka membawa Dongfang Yue kembali ke Istana Tianwu. Sang Hui sangat ketakutan, ia takut kakaknya tidak dapat diselamatkan lagi. Sumur Pembunuh Dewa tidak melepaskan dewa manapun. Kakaknya bisa keluar dari sana dengan tubuh yang utuh, itu merupakan sebuah keajaiban.
"Bagaimana?" tanya Bai Feng Xian pada Ming Ye setelah dewa itu memeriksanya.
"Inti jiwanya terluka sangat parah. Tian Jun mewarisi Darah Dewa Kuno Xuan Yi, aku akan mencoba mengobatinya," jawab Ming Ye. "Sang Hui, bawa Bai Feng Xian keluar."
Satu-satunya Dewa Kuno yang masih hidup adalah Ming Ye. Dia dan Kaisar Xuan Yi adalah saudara seperguruan, sehingga kekuatannya memiliki karakteristik yang sama dengan yang mengalir di dalam tubuh Dongfang Yue. Pria itu mengerahkan segala penempaan spiritualnya untuk memperbaiki inti jiwa, namun Ming Ye tidak memiliki keyakinan pasti.
Rambut Ming Ye yang semula hitam legam, sekarang berubah menjadi putih. Tapi, Dongfang Yue tidak dapat diobati. Bai Feng Xian kembali menerobos masuk, lalu tubuhnya seketika mematung. Ming Ye menggunakan seluruh kekuatannya sampai rambutnya memutih, namun sosok yang diharapkan untuk bangun tidak bereaksi.
"Ming Ye, kau...."
"Inti jiwa pecah, kesadaran dewa hancur. Dongfang Yue, dia, tidak dapat diselamatkan...."
Kata-kata Ming Ye seperti sambaran petir yang dahsyatnya melebihi ujian langit dan petir di Sumur Pembunuh Dewa. Tubuh Bai Feng Xian seketika seperti lumpuh dan ambruk di tepi ranjang Dongfang Yue. Air matanya menetes seperti aliran sungai, tangannya memegang tangan Dongfang Yue yang sekarang mulai mendingin.
__ADS_1
"Tidak! Aku dapat menyerahkan segalanya dan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu," lirih Bai Feng Xian.
Namun, itu sia-sia. Tubuh emas Dongfang Yue perlahan menjadi dingin, kemudian rapuh. Dongfang Yue berubah menjadi serpihan jiwa yang larut dalam cahaya, menyebar ke segala arah. Bahkan sentuhan akhir Bai Feng Xian di tangannya tak mampu menahannya. Dongfang Yue, Kaisar Langit penguasa Empat Lautan dan Tiga Daratan telah meninggal dunia tanpa menyisakan raga.
Satu-satunya hal yang tersisa darinya adalah sehelai bulu Phoenix Api berwarna merah yang jatuh di telapak tangan Bai Feng Xian.
Dunia seakan runtuh untuknya. Bai Feng Xian menangis tanpa suara, meratapi kepergian Dongfang Yue yang sekarang sudah menghilang. Ming Ye keluar dari sana dengan perasaan campur aduk. Hidup dan mati sulit diprediksi, tapi setiap kali dia melihat Kaisar Langit mati di setiap generasi, selalu ada perasaan yang sulit didefinisikan menyusup ke dalam hatinya.
Sang Hui membalikkan tubuhnya, menitikkan air matanya. Satu-satunya keluarganya di dunia ini malah tiada, meninggalkannya seorang diri. Selain sedih, dia juga marah karena kakaknya rela mengorbankan segalanya demi cinta. Sang Hui bersumpah, dirinya tidak akan melibatkan diri dengan cinta karena tidak ingin berakhir seperti kakaknya.
"Sang Hui, kelak Kerajaan Langit ini masih harus mengandalkanmu," lirih Bai Feng Xian. Tidak lama kemudian, dia jatuh tak sadarkan diri.
***
Dua ratus tahun kemudian.
Gunung Yanqi, yang menjadi tempat favorit Bai Feng Xian dan awal mula kisah cintanya dimulai dipenuhi awan berwarna-warni. Awan-awan itu berasal dari kekuatan spiritual yang ditembakkan A-Rou ke udara. Buntalan lumut hijau yang nakal itu bukan lagi bocah yang sembrono seperti dulu.
Setelah Dongfang Yue menghilang menjadi serpihan jiwa dan musnah, Bai Feng Xian telah membawa A-Rou menjelajahi Tiga Alam untuk penempaan spiritualnya. Dia membawanya mengunjungi banyak tempat dan menyerap banyak energi spiritual. Hanya dalam waktu dua ratus tahun setelah kematian ayahnya, A-Rou sudah berubah menjadi anak dewa dengan kekuatan yang luar biasa. Dia juga sudah bisa mengendalikannya dengan baik.
Bai Feng Xian menemaninya setiap hari, mengajarinya ilmu spiritual dan melatihnya dengan baik. Lima ratus tahun sudah ia sia-siakan hanya karena keegoisannya sendiri. Setelah yang dicintainya pergi, ia baru tahu bahwa tidak semua hal bisa diputuskan sendiri.
Sejak hari pernikahan agung yang menjadi tragedi itu berlalu, takhta Kerajaan Langit diserahkan kepada Sang Hui. Bai Feng Xian juga meminta Ming Ye untuk menjadi guru Sang Hui dan tinggal selama beberapa waktu di Istana Langit. Setelah menyelesaikan beberapa urusan, dia pergi dari tempat itu bersama A-Rou dan menetap di Gunung Yanqi.
Perjalanan spiritualnya bersama A-Rou tidak pernah berhenti. Setiap kali pergi, Bai Feng Xian selalu membawa sehelai bulu Phoenix Api yang ditinggalkan Dongfang Yue. Klan Iblis juga mendapat pemimpin baru. Yao Yan diangkat sebagai penguasa Alam Iblis dan kembali bersepakat untuk berdamai dengan Kerajaan Langit.
Dapat dikatakan, orang-orang lebih banyak mendapat akhir yang baik. Tapi, tidak dengan Bai Feng Xian. Ia hidup dalam penyesalan. Ia menyesal karena tidak mencegah Dongfang Yue saat itu, ia menyesal tidak dapat melindunginya saat Dongfang Yue selalu melindunginya. Satu-satunya harapannya ialah pria itu dapat kembali padanya sekali lagi.
Saat pandangannya tertuju pada A-Rou, senyumnya terbit. Anak itu memang sangat cerdas. Awan berwarna-warni itu menyebar ke puncak Gunung Yanqi, menciptakan pemandangan yang indah. A-Rou tampak sangat gembira dan ia membuat tumbuhan spiritual memiliki roh dan berubah bentuk.
Pada saat itu, ada hembusan angin yang lewat di belakang Bai Feng Xian. Ada aura yang tidak asing yang tiba-tiba merasuki indera dewanya. Bai Feng Xian mematung, ia ragu untuk berbalik. Ia takut bahwa harapannya menjadi sia-sia.
"A-Xian, apakah kau tidak merindukanku?"
Suara itu, yang hilang dua ratus tahun lalu, membuat Bai Feng Xian seketika membalikkan tubuhnya. Sosok yang musnah dua ratus tahun lalu demi melindunginya, sekarang berdiri di hadapannya. Apakah ini adalah bayangan? Atau ini adalah ilusinya? Bai Feng Xian ragu.
"Ibu, ayah sudah kembali!"
A-Rou tiba-tiba berlari, memeluk sosok itu seakan takut akan menghilang lagi. Bai Feng Xian meneteskan air mata, senyumnya terbit. Ilusi atau bukan, itu tidak penting lagi.
__ADS_1
Bai Feng Xian hanya dapat menghamburkan diri ke dalam pelukan pria itu.