
Bai Feng Xian tidak langsung kembali ke Qingqiu. Jarang-jarang dia bisa keluar dari Qingqiu. Saat kesempatan ini datang, dia menggunakannya untuk menghilangkan kebosanannya selama lima ratus tahun ini.
Bai Feng Xian menaiki awan keberuntungannya, kemudian melambatkan diri dan membiarkan Ming Ye pergi lebih dulu.
Tempat yang ia tuju adalah Dunia Arus Bawah. Bai Feng Xian mendengar kabar jika Ji Meng memiliki seorang murid kecil berusia lima ratus tahun yang sangat imut.
Kabar itu sudah menyebar ke Empat Alam dan Lima Daratan. Bai Feng Xian sangat penasaran mengapa dewa yang selalu menyendiri itu tiba-tiba mengangkat seorang murid kecil.
Awan keberuntungannya menghilang saat ia menginjakkan kaki di Dunia Arus Bawah. Mata air salju yang mengalir ke Alam Fana terlihat sama dengan delapan ratus tahun lalu ketika Bai Feng Xian datang kemari untuk bermain.
Aura dewanya dikenali tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar Istana Bawah, dan mereka mulai mekar menyambut sang Dewi Agung yang cantik jelita tersebut.
“Selera Ji Meng masih begitu norak,” ucapnya.
Lalu, dia melihat seorang anak kecil, dengan aura familier tengah duduk di tepi danau yang menampung air untuk Alam Fana.
Anak itu memakai pakaian hijau tua, rambutnya berwarna hitam sebahu. Tangan kecilnya dicelupkan ke dalam air, dan pusaran air di tengah menjadi besar.
Anak itu terlihat seperti gumpalan lumut hijau yang segar. Ketika Bai Feng Xian menghampirinya, dirinya tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
“Apa yang sedang kau lakukan?”
Anak kecil itu kemudian menoleh sebentar. Matanya sebening kristal, dan di dalamnya terpancar cahaya bintang.
Bai Feng Xian agak terkejut karena di usia anak yang masih kecil ini, dia sudah memiliki aura kedewaan yang sangat kuat. Tiba-tiba dia merasa Ji Meng mendapat sebuah keberuntungan besar.
Anak ini pasti akan tumbuh menjadi dewa yang sakti di masa depan!
“Guru berkata bahwa hidup harus mengandalkan diri sendiri. Jika ingin bertahan di Empat Alam dan Tiga Daratan, aku harus bisa menggunakan kemampuanku untuk bertahan hidup.”
“Guru? Kau murid kecil Ji Meng?”
“Namaku Huirou. Dewi bisa memanggilku A-Rou.”
Menggemaskan, pikirnya. A-Rou si murid kecil Ji Meng ini begitu pandai bicara. Bahkan tanpa ia mengenalkan diri, bocah itu langsung tahu jika Bai Feng Xian adalah seorang dewi.
“Apa kau sedang memancing?” tanya Bai Feng Xian lagi.
A-Rou mengangguk.
“Guru berkata bahwa selalu ada ikan di dalam setiap kolam. Tapi, aku sudah berdiri di sini selama satu hari satu malam, tidak ada seekor ikan pun yang kudapat.”
Bai Feng Xian menahan tawanya. Memancing dengan tangan kosong? Mungkin sampai A-Rou tumbuh dewasa, dia tidak akan pernah mendapatkan satu ekor pun.
__ADS_1
Danau yang dimaksud Ji Meng adalah danau di Alam Fana. Danau di Dunia Arus Bawah tidak memiliki ikan, bahkan alga di dalamnya pun tidak tumbuh.
Jadi, mengapa dia membuang waktunya?
"Ikan yang kau maksud tidak akan kau dapatkan. Danau ini tidak memiliki kehidupan."
"Aku tidak percaya. Guru berkata setiap tempat memiliki kehidupannya sendiri. Mungkin aku kurang berusaha dan harus menunggu beberapa saat lagi."
Ji Meng yang merasakan kehadiran Bai Feng Xian lalu keluar dari istananya. Dewa itu hobi memakai pakaian berwarna gelap setiap hari.
Bahkan setelah delapan ratus tahun tidak bertemu, seleranya masih tetap sama. Ji Meng agak terkejut, sudut matanya berkedut.
Bai Feng Xian telah bertemu dengan A-Rou, tapi sepertinya dia tidak menyadari jika anak itu adalah putrinya. Saat Ji Meng membawanya kemari lima ratus tahun lalu, Ming Ye menyembunyikan tubuh aslinya dan menyamarkannya hingga auranya tidak akan tercium.
Mungkin inilah yang menyebabkan Bai Feng Xian tidak mengenali aura putrinya sendiri.
“Kupikir siapa yang datang, ternyata Dewi Agung dari Qingqiu,” celetuknya.
“Jangan menyindirku.”
Ji Meng terkekeh.
“Kau mendapat berkah yang besar. Tapi, sepertinya metode pengajaranmu salah,” ucap Bai Feng Xian sambil sesekali melirik A-Rou.
“Aku tidak tertarik menerima seorang murid.”
Tampaknya, lima ratus tahun yang dilalui Bai Feng Xian di Qingqiu membuatnya menemukan kembali karakternya. Bai Feng Xian tidak semenyedihkan lima ratus tahun lalu, ketika dirinya dipenuhi luka dan hatinya terkoyak akibat ujian langit itu.
"Lima ratus tahun tidak bertemu, kehidupanmu sepertinya benar-benar baik."
Bai Feng Xian mengangkat bahu tak peduli. "Kurasa kehidupanku selalu baik."
Itu karena kau melupakan segalanya, Ji Meng membatin.
Wajahnya sudah kembali ceria, dan Bai Feng Xian tampak sangat energik.
“Kau bertemu Kaisar Langit?” tanya Ji Meng.
Ada hal yang tidak diketahui Ming Ye terkait ujian langit Bai Feng Xian saat itu. Hanya Ji Meng yang tahu jika A-Rou memiliki darah Dongfang Yue.
Ji Meng ingin tahu apakah Bai Feng Xian memiliki kesan khusus ketika bertemu dengan Dongfang Yue. Barangkali saja dia merasakan sesuatu yang familier, meski Ji Meng tidak berharap itu terjadi.
Bai Feng Xian mengangguk ringan tanpa beban, ekspresinya terlihat biasa saja.
__ADS_1
“Jamuan Langit sangat membosankan. Aku tidak sengaja masuk ke dalam istananya.”
“Lalu?”
Dahi Bai Feng Xian mengernyit. “Lalu? Memangnya apa yang kau harapkan?”
Ji Meng salah tingkah. Dia berdehem kecil. “Tidak. Aku hanya penasaran bagaimana reaksi Kaisar Langit ketika bertemu dengan Dewi Agung Qingqiu yang masih sangat muda.”
Usia Dongfang Yue baru tiga puluh ribu tahun, sementara usia Bai Feng Xian baru dua puluh ribu tahun. Dongfang Yue menerima ujian langitnya dan menjadi Dewa Agung dan mewarisi takhta Kerajaan Langit pada usia dua puluh lima ribu tahun. Takhtanya diduduki setelah dia menerima gelar Dewa Agungnya.
Tetapi, Bai Feng Xian justru mendapat ujian langitnya dan menjadi Dewi Agung pada usia dua puluh ribu tahun. Ji Meng tahu Dongfang Yue sangat kompetitif saat remaja.
Mengetahui ada dewi yang naik tingkat jauh di bawah usianya, seharusnya hatinya tidak merasa nyaman. Apalagi jika tahu bahwa dewi itu adalah dewi yang menjadikannya sebagai ujian langit untuk naik tingkat.
Namun, itu tentu tidak akan disadari olehnya. Bai Feng Xian menjadi muridnya dengan nama A-Xian ketika ujian langit itu datang, dan setelah dilewati ia kembali kepada jati dirinya.
Dongfang Yue tidak akan tahu jika A-Xian adalah Bai Feng Xian yang kehilangan ingatannya akibat ujian langit.
“Yah, dia berpura-pura. Aku tidak tahu jika dewa-dewi Klan Langit begitu menarik,” ujar Bai Feng Xian.
Tatapannya kemudian beralih pada A-Rou yang masih asyik memutar arus di tepi danau. Entah mengapa hatinya merasakan sebuah keterikatan yang tidak pernah ada sebelumnya.
Anak ini, adalah anak dewa yang punya dasar spiritual kuat. Jika dilatih dan berkultivasi dengan baik, dia bisa menyamai Dongfang Yue setelah dewasa nanti.
Bai Feng Xian selalu hidup menyendiri di istana rubahnya. Ia hanya sering berinteraksi dengan beberapa dewi rubah kecil yang menjadi pelayannya. Beberapa kali ia menyempatkan diri untuk berjalan-jalan, melihat berbagai aktivitas penduduk Qingqiu yang sederhana.
Kebanyakan anak rubah di Qingqiu selalu diam di rumah sampai usia mereka lima ribu tahun. Melihat anak kecil yang memiliki kekuatan dewa, ia sangat terkesan.
Bai Feng Xian menggerakkan tangannya, lalu pusaran air yang diakibatkan oleh sentuhan jari A-Rou berhenti. Tidak lama kemudian, beberapa ikan besar melompat keluar dari dalam air, menggelepar di samping A-Rou.
Mata bintang A-Rou berbinar, ia meloncat kegirangan dan berbalik menatap Ji Meng.
“Guru, lihat! Aku berhasil! Ikan-ikan ini sangat gemuk!”
Ji Meng hanya tersenyum sembari mengusap kepala bocah itu.
“A-Rou, bawalah ikan-ikan itu dan minta Jiyao untuk memanggangnya. Aku punya sesuatu yang harus dibicarakan dengan dewi ini.”
A-Rou dengan patuh membawa ikan-ikan hasil tangkapannya, yang sebenarnya dibantu oleh Bai Feng Xian kepada Jiyao, pelayan dewa yang melayani Ji Meng di Dunia Arus Bawah. Bocah seperti gumpalan lumut hijau itu berjalan sembari bersenandung riang.
“Kau benar-benar mendapat berkah. A-Rou akan menjadi abadi berkekuatan tinggi.”
“Tentu saja. Jika tidak, aku tidak akan mengangkatnya menjadi muridku.”
__ADS_1
Mendengar ini, Bai Feng Xian mencabut daun spiritual dan mengubahnya menjadi bola salju, kemudian melemparkannya ke arah Ji Meng. Sudah ia duga, Ji Meng tidak akan mengangkat murid tanpa alasan!