
Malam hari di Danau Cermin begitu sepi. Hanya ada suara angin yang bergemerisik menerpa dedaunan persik, seperti irama musik akhir musim semi yang meninggalkan kesan misterius namun begitu candu. Riak air di atas permukaan Danau Cermin seperti gelombang ombak kecil, kemudian berhenti di tepian danau ketika air-air itu beradu dengan tanah dan ujung rerumputan.
Suasana ini, memberikan kesan deja vu yang rasanya semakin jelas.
Ming Ye baru kembali dari Dunia Arus Bawah ketika ia mendapati puluhan kendi anggur berserakan di atas rerumputan. Ia menengadah, lalu matanya yang jernih menangkap sosok Bai Feng Xian tengah berbaring malas di atas cabang pohon persik ribuan tahun yang paling besar. Batangnya mampu menopang tubuhnya sampai ia hampir tidak terlihat jika saja mata Ming Ye tidak begitu tajam.
"Kau datang hanya untuk mencuri anggurku tengah malam begini dan meminumnya sendirian?" tanya Ming Ye, nadanya jelas menunjukkan bahwa ia sedang berpura-pura.
Bai Feng Xian, yang telah sadar beberapa jam lalu dan langsung pergi dari Istana Langit, hanya tertawa sumbang. Bahkan Ming Ye, orang yang paling ia hormati dan paling ia hargai di Empat Lautan dan Tiga Daratan ini, tampaknya senang membuatnya menjadi lelucon.
"Dia membunuhku. Bukankah itu sangat lucu?" ucap Bai Feng Xian. Ia menenggak anggur lagi, kemudian menjatuhkan kendinya di tanah. "Lima ratus tahun, dia menyembunyikannya lima ratus tahun dan aku menahannya selama lima ratus tahun!"
Saat ini, Bai Feng Xian merasa dirinya menjadi lelucon paling mengerikan di alam semesta. Semesta tahu, lima ratus tahun lalu seorang peri kecil berhasil membuat Kaisar Langit jatuh cinta dan memicu kecemburuan Selir Langit, yang mendorongnya ke dalam Sumur Pembunuh Dewa. Lima ratus tahun lalu, semua orang tahu Kaisar Langit kehilangan orang tercintanya dan menyesal sampai sekarang.
Bai Feng Xian, justru hidup tanpa beban seolah-olah tidak ada yang terjadi, seolah-olah gelar dan tingkatan Dewi Agung-nya dicapai dalam mimpi dan begitu mudah. Ia justru muncul sebagai Dewi Agung Qingqiu, yang kembali memikat hati Kaisar Langit dan memicu kembali bencana.
"Aku tidak peduli pada dunia. Tapi kalian, setidaknya harus memberitahuku!" racau Bai Feng Xian.
Ia tidak pernah merasa semenyedihkan ini. Ketika dia akhirnya tahu bahwa ingatan yang datang padanya bagai mimpi buruk itu adalah miliknya sendiri, ia merasa menjadi objek tertawaan dunia. Rasa sakit yang ia derita saat itu, sekarang kembali menjangkitinya dan menghadirkan kembali mimpi buruk itu.
__ADS_1
Rasanya seperti hatinya dicabik-cabik dan disiram air cuka. Ming Ye, Ji Meng, Sang Hui, Dongfang Yue, Yingzhao, mereka membohonginya. Ia merasa dirinya sangat menyedihkan dan menjijikan. Bai Feng Xian saat ini sedang berada dalam rasa sakit dan kebimbangan yang luar biasa.
Bagaimana ini bisa terjadi? Dulu, ia memilih melupakan segalanya dan menyudahi rasa sakitnya secara paksa tanpa berpikir panjang, hanya karena ia tahu orang yang terlibat dengannya adalah Kaisar Langit. Ia bahkan tak memikirkan nasib bayi yang saat itu baru saja lahir. Padahal, ia sendiri yang memilih untuk menghadirkannya ke dunia.
Apakah dulu ia begitu kekanak-kanakan dan terlalu muda untuk menerima segala sesuatu yang menimpa dirinya? Ia tahu, itu adalah ujian langitnya. Tapi, rasa sakitnya benar-benar tidak bisa dilupakan dan dibandingkan. Rasa sakit dari siksaan fisik yang ia terima dari Dongfang Yue, serta rasa sakit hati karena pria itu mengabaikannya dan memilih menghukumnya tanpa berpikir, semuanya datang kembali.
Mengapa harus sekarang? Mengapa ingatannya malah kembali saat ia baru saja bertemu dengannya? Huh, takdir memang selucu itu! Bai Feng Xian merasa permainan ini tidak akan berakhir seri! Itu harus diakhiri oleh salah satu dari mereka, karena yang terjerat bukan hanya mereka bertiga, melainkan dunia.
"Aku pernah menawarkan anggur Meng Po terakhirku. Apakah kau ingin meminumnya lagi? Tawaranku saat itu masih berlaku," ucap Ming Ye. Ia tahu, Bai Feng Xian mengalami pukulan berat lagi setelah kejadian di Gunung Yanqi. Ingatannya telah kembali, dan itu membuatnya jatuh dalam kesedihan dan kemarahan yang tidak bisa didefinisikan dengan kata-kata. Wanita ini bahkan mengabaikan luka-lukanya dan melarikan diri ke tempatnya.
"Jangan bicarakan omong kosong itu!"
"Kau ingin balas dendam? Tian Jun tidak akan melawanmu jika kau datang untuk membunuhnya," ucap Ming Ye, yang pada saat ini pun masih bercanda dan mempermainkan Bai Feng Xian.
"Apa gunanya? Kepercayaan dan hati yang telah hancur tidak akan kembali!" ujar Bai Feng Xian dengan nada tinggi. "Itu tidak akan mengubah kenyataan bahwa dia, Kaisar Langit, guruku sendiri, pernah memaksaku membunuh diri sendiri."
Saat ini, emosi Bai Feng Xian tidak bisa dikendalikan. Marah, benci, sedih, kecewa, dan bersalah bercampur menjadi lautan perasaan yang mengaduk hati dan mengoyak jiwanya. Bai Feng Xian merasa dirinya begitu bodoh, sampai-sampai jatuh ke lubang yang sama untuk yang kedua kalinya.
Seharusnya, karena sudah memutuskan untuk melupakan, ia tetap teguh pada prinsipnya sebagai orang acuh tak acuh, mengabaikan hal-hal yang rumit di sekitarnya. Jika tidak, hari ini tidak akan tiba dan semuanya mungkin masih baik-baik saja seperti sebelumnya.
__ADS_1
Tapi, pada kenyataannya, ia bahkan tak mampu memahami hatinya sendiri.
Ming Ye menatap iba pada Bai Feng Xian. Penampilannya memang tidak seburuk lima ratus tahun lalu ketika gadis ini terkapar menyedihkan di tepi Danau Cermin, namun hatinya mungkin lebih sakit daripada saat itu. Ia menghela napasnya, merasa bahwa takdir benar-benar pandai mempermainkan orang. Tidak disangka, saat itu akhirnya tiba juga hari ini.
"Meskipun menyakitkan, tapi itu adalah ujian langitmu. Agak keterlaluan memang, namun semesta selalu memiliki rencana sendiri. Jika kau menempatkan dirimu pada posisi Tian Jun saat itu, yang tidak tahu identitasmu dan sedang dalam jebakan semesta, apakah kau bisa sekuat dirinya saat ini?" ucap Ming Ye. Bai Feng Xian terdiam.
"Dia tidak pernah tahu jika dirinya adalah ujian langitmu. Beritahu aku, ada berapa banyak abadi di Tiga Alam ini yang bisa menjadikan seorang Kaisar Surga sebagai objek ujian langit?"
Bai Feng Xian membisu. Kata-kata Ming Ye hampir menyentuh hatinya, namun ia adalah orang yang keras kepala dan egois. Bai Feng Xian menepis kenyataan bahwa Dongfang Yue saat itu memang tidak tahu siapa dirinya dan Bai Feng Xian juga kehilangan ingatan.
Keras kepala dan keegoisannya membuat Ming Ye harus menghela napas panjang lagi dan lagi. Ia sebetulnya malas menasehati Bai Feng Xian karena dirinya tidak ingin ikut campur lagi, namun karena Bai Feng Xian bertindak seperti ini, mau tak mau ia harus memaksakan diri.
"Kau sendiri yang memilih jalan ini, melupakan segalanya dan hidup sebagai Bai Feng Xian seperti sebelum kau mengalami ujian langit. Keinginanmu itu, tentu saja harus dibayar mahal."
Ya, Bai Feng Xian memang memilih jalan ini, memilih untuk melupakan segalanya. Bayaran yang harus ia terima juga besar, ia harus menanggung rasa sakitnya lagi ketika segala yang dilupakan itu kembali lagi. Anggur Meng Po hanyalah sihir yang menyegel ingatannya untuk sementara, tidak ada yang bisa menjamin itu akan bertahan selamanya.
"Jika kau ingin benar-benar melupakannya sekali lagi, kau bisa pergi ke Sungai Wangchuan dan meminta sup Meng Po. Tapi, kau mungkin harus mati dan bereinkarnasi sebagai manusia," canda Ming Ye. Melihat Bai Feng Xian terdiam, ia kemudian pergi meninggalkannya sendirian di Danau Cermin, di tengah malam sunyi yang panjang ini.
Bai Feng Xian kemudian tersenyum hambar. Pilihan apa yang akan ia ambil kali ini? Melupakan kembali, atau memutuskan ikatan ini selamanya dan tidak berhubungan lagi?
__ADS_1
"Apakah aku harus mati terlebih dahulu, baru semesta akan puas dan berhenti mempermainkanku?"