
Lima ratus tahun kemudian.
Sebuah jamuan besar diadakan di Surga. Selir Langit Yingzhao mengundang seluruh petinggi dari Empat Lautan dan Tiga Daratan ke Istana Langit untuk merayakan ulang tahunnya. Sejak dinobatkan menjadi Selir Langit, Yingzhao menjadi satu-satunya wanita yang berdiri di sisi Kaisar Langit Dongfang Yue.
Itu menjadikannya begitu dihormati. Tidak banyak dewa-dewi yang bergaul dengannya karena temperamennya yang aneh dan pencemburu.
Dia dihormati karena dia satu-satunya wanita milik Dongfang Yue, bukan karena dia memiliki budi yang luhur. Duduk di kursi yang mulia selama ratusan tahun membuat Yingzhao merasa dirinya adalah seorang Tian Hou, padahal posisi itu selalu kosong.
Dongfang Yue sekalipun tidak pernah mempedulikannya. Dongfang Yue selalu bersikap dingin dan tidak pernah memperhatikannya.
Selain urusan Empat Lautan dan Tiga Daratan, yang ada di dalam kesehariannya hanyalah berkelana ke beberapa tempat, mencari muridnya yang hilang.
Orang bilang, yang dicintai oleh Kaisar Langit adalah A-Xian, muridnya yang seorang peri anggur. Keberadaan Selir Langit hanyalah sebuah formalitas untuk menghormati Kaisar Xuan Yi yang belum lama ini berevolusi, mengingat wanita itu dihadiahkan kepadanya dengan tulus.
Bai Feng Xian pergi dengan enggan setelah ayahnya menyuruhnya mewakili Qingqiu. Hubungan antara Kerajaan Qingqiu dengan Kerajaan Langit selalu baik dalam ribuan tahun ini.
Walau tidak mengenal Selir Langit Yingzhao, tetapi karena undangan sudah diterima, rasanya tidak enak jika tidak datang.
Dia datang bersama Ming Ye. Dewa-dewi yang mengenal Ming Ye berkerumun dan berbincang dengannya dalam waktu yang lama. Pada dasarnya, Bai Feng Xian tidak terlalu menyukai keramaian.
Dia berhasil menarik Ming Ye pergi bersamanya setelah membujuknya tiga hari tiga malam, tetapi Dewa Agung itu malah langsung direbut oleh orang lain. Ia menyingkir dari kerumunan, lalu berjalan sembarangan tanpa memperhatikan arah.
Bai Feng Xian terpesona oleh kemegahan Istana Langit yang dibangun di atas awan ini. Kristal-kristal dari Empat Lautan dan Tiga Daratan ditatah sedemikian rupa membentuk tiang dan lantai yang berkilau.
Aneh, pikirnya. Dia pernah mendengar cerita jika mata Selir Langit bermasalah dan tidak bisa melihat cahaya terang. Itu sangat kontras dengan kondisi istana yang serba berkilau ini.
Taman-tamannya dihiasi bunga-bunga surgawi yang mekar sepanjang tahun. Selalu ada pendopo yang dipayungi atap berwarna perak yang bisa digunakan untuk beristirahat atau bersantai.
Tangga-tangganya terbuat dari lapisan batuan yang dibentuk dari awan spiritual, menjadikan siapapun yang memijaknya seolah melayang di udara.
Bai Feng Xian bisa merasakan seluruh kemegahannya, namun tempat ini seperti mati. Di dalam benaknya, Qingqiu terasa lebih hidup. Padang rumput hijau dan hutan yang lebat jauh lebih menawan dibandingkan istana kristal yang dipenuhi aura spiritual namun tampak sangat dingin.
“Aku pernah mendengar bahwa Selir Langit Yingzhao sangat tinggi hati dan besar kepala. Banyak pelayan peri di istananya yang menyerah dan memohon dipindahkan ke istana lain setelah beberapa hari bekerja.”
__ADS_1
Bai Feng Xian bersembunyi di balik pohon saat beberapa orang abadi lewat sambil membicarakan Selir Langit. Pakaian mereka seperti pakaian dewa tingkat rendah yang baru saja naik ke langit. Mendengar gosip yang seperti ini, Bai Feng Xian tidak bisa menahan diri untuk tidak menguping.
“Tidak heran. Hampir seribu tahun lebih, dia berdiri kukuh di harem Kaisar Langit. Tetapi, apa kau pernah mendengar bahwa Kaisar Langit bahkan tidak pernah meliriknya sekalipun?” ucap salah satu dari mereka.
“Yah, setidaknya sejak Kaisar kehilangan muridnya lima ratus tahun lalu. Kabarnya, dia masih mencarinya dan terus memegang simpul kepala putih sutera yang tertinggal setelah muridnya melompat ke Sumur Pembunuh Dewa. Kudengar, Selir Langit yang menjebaknya dan Kaisar sangat marah.”
Selama dua puluh ribu tahun masa hidupnya, baru kali ini Bai Feng Xian mendengar lelucon semacam ini. Jadi, Kaisar Langit, Dongfang Yue yang agung itu patah hati karena kehilangan muridnya?
Orang sepertinya juga bisa ditipu oleh seorang wanita? Oh, lelucon ini benar-benar tidak masuk akal.
Salah seorang dari dua abadi itu menjatuhkan kotak hadiah yang hendak dipersembahkan ke tanah. Kristal es ribuan tahun dari Laut Timur pecah dan serpihannya berserakan di tanah.
Muka kedua orang itu menjadi panik. Ini adalah hadiah ulang tahun Selir Langit dari Laut Timur yang ditugaskan Raja Laut Timur kepada mereka.
“Kawan, apa yang kalian khawatirkan?”
Bai Feng Xian muncul dari balik pohon dengan ekspresi tenang. Melihat seseorang muncul, dua abadi itu menatap curiga.
Mereka beranggapan kalau wanita ini sudah menguping pembicaraan mereka, dan hati mereka menjadi tidak senang. Bai Feng Xian hanya ingin menyapa, namun melihat reaksinya, itu sepertinya bukan hal yang baik.
Bai Feng Xian jujur dan terbuka. Dia menjawab, “Semuanya.”
Raut wajah dua abadi menjadi jelek. Istana Langit begitu luas, mereka sudah mencari tempat yang paling sepi untuk bicara.
Tidak disangka masih saja ada orang yang menguping. Wanita di depannya berpakaian biasa, mereka mengira Bai Feng Xian pasti hanya seorang pelayan abadi yang ikut tuannya ke perjamuan.
Dua penjaga surgawi sedang berpatroli. Dua abadi itu langsung menumpahkan kesalahan kepada Bai Feng Xian dan memfitnahnya. Suara mereka sengaja dikeraskan agar dua penjaga surgawi mendengarnya.
“Lancang! Beraninya kau menghancurkan hadiah Selir Langit!”
Dahi Bai Feng Xian mengernyit. Dewa-dewa muda yang usianya tidak lebih dari lima ribu tahun ini begitu pandai mengubah situasi.
"Aku?"
__ADS_1
Bai Feng Xian terbiasa mengurung diri, dia tidak tahu banyak situasi di luar. Selain Qingqiu, satu-satunya tempat yang sering ia datangi hanyalah Danau Cermin milik Ming Ye.
Dua penjaga surgawi mendekat. Tanpa pikir panjang, mereka menyeret Bai Feng Xian dan menyuruh dua abadi mengikutinya untuk meminta keadilan.
Di Aula Tianzong, semua tamu undangan telah duduk di tempat masing-masing. Hidangan mulai disajikan, musik mulai ditabuh dan tarian mulai diperagakan.
Musik berhenti saat dua penjaga surgawi menyeret Bai Feng Xian ke tengah aula. Ming Ye yang kebingungan mencari wanita itu, menghela napas. Entah masalah apa yang sudah dibuatnya, dia benar-benar tidak tenang.
Di sisi singgasana, Yingzhao menatap dengan dahi berkerut pada wanita berpakaian sederhana di tengah aula. Wajahnya terlihat familier, namun Yingzhao tahu bahwa wanita itu bukan seseorang pada lima ratus tahun lalu.
Dua abadi tiba lebih lambat.
“Niang-niang, wanita ini menjatuhkan kristal es dari Laut Timur. Benda itu adalah hadiah untuk Anda. Mohon Selir Langit menegakkan keadilan untuk kami.”
Bai Feng Xian mendesahkan napas, salut dengan kemampuan bersilat lidah dua abadi ini. Dia sudah mengingatnya: Raja Laut Timur. Bai Feng Xian masih terdiam dan bersikap tenang, menunggu reaksi Yingzhao.
Dewa-dewi di aula menatapnya dengan aneh, bahkan ada pula yang mencibir. Selain Ming Ye, yang lainnya tampak tidak khawatir sama sekali.
“Dewi kecil, siapa tuanmu?” tanya Yingzhao.
“Aku tidak punya tuan.”
Dua penjaga surgawi memaksanya berlutut karena bersikap tidak hormat pada Selir Langit. Bai Feng Xian mempertanyakan seperti apa etiket dewa-dewi muda zaman sekarang.
Mereka bahkan tidak tahu siapa dirinya. Hanya karena omong kosong dua abadi, dia tiba-tiba didakwa sebagai tersangka.
Aturan Surga ternyata sangat lucu. Bai Feng Xian sengaja diam untuk melihat seperti apa pertunjukkan drama di Istana Langit yang katanya menjunjung tinggi keadilan ini.
Ming Ye menatap dalam diam, pasrah dengan sesuatu yang akan dilakukan putri sahabatnya. Dalam lima ratus tahun terkahir, ini pertama kalinya Bai Feng Xian keluar dari Qingqiu.
“Lancang! Siapa kau sampai berani bertindak tidak sopan di hadapan Selir Langit?” ucap abadi yang memfitnahnya.
“Bai Feng Xian dari Qingqiu.”
__ADS_1
“Bai Feng Xian dari Qingqiu? Kau putri Kaisar Bai Yin?” tanya Selir Langit.
Bai Feng Xian mengangguk ringan. Tidak disangka, semudah ini dia mengungkapkan identitasnya. Dia melirik dua abadi yang ada di belakang, dan melihat wajah mereka berubah hijau, lalu menjadi sangat pucat.