Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 16: Pertolongan Kaisar


__ADS_3

Dongfang Yue baru menyelesaikan pekerjaannya saat Song Zi melengang masuk membawa secangkir teh hangat. Tumpukan dokumen yang berserakan di sekitar mejanya langsung tertata begitu sihirnya mengalir membawa mereka ke tempat yang seharusnya.


“Kau sudah menyelidikinya?” tanya Dongfang Yue pada Song Zi. Dia tahu Song Zi mengaggukkan kepala bahkan tanpa melihat wajahnya.


“Dewa Ji Meng memang membawa murid kecilnya lima ratus tahun yang lalu. Roh tumbuhan di Dunia Arus Bawah mengatakan jika dia membawa seorang bayi merah pada malam hari.”


Dongfang Yue, dengan basis kekuatan penempaan spiritualnya yang sangat tinggi tentu saja bisa tahu jika wujud asli A-Rou adalah seekor rubah putih berekor tujuh.


Ia berpura-pura mempercayai omong kosong Ming Ye hanya untuk mengelabui mereka dan membuat mereka melepaskan kewaspadaannya. Ketika ia pertama kali melihat A-Rou, aura familiar yang ia rasakan itu adalah aura miliknya.


Kemungkinan besar, anak kecil seperti buntalan lumut hijau itu terhubung dengannya. Dongfang Yue meyakini jika Ming Ye dan Ji Meng sengaja menyembunyikan tubuh asli A-Rou karena suatu alasan yang mungkin tidak bisa dikatakan. Tetapi, itu justru membangkitkan sebuah harapan yang besar di hati Dongfang Yue.


Meskipun dia adalah Kaisar Langit, penguasa Empat Lautan dan Tiga Daratan, ada beberapa hal yang tidak bisa ia kendalikan. Hidup dan mati manusia mungkin masih bisa ia atur, tetapi kehidupan dewa-dewi, terutama mereka yang telah mencapai tingkatan Dewa dan Dewi Agung seringkali di luar kendali.


Dongfang Yue tidak bisa mengusik hidup Dewa dan Dewi Agung masa prasejarah seperti Ming Ye, atau Dewa Tua seperti Ji Meng secara langsung. Bagaimanapun, mereka adalah tetua Klan Dewa.


Dongfang Yue sangat yakin jika A-Rou adalah seseorang yang terhubung dengannya dan memiliki ikatan dengannya. Jika tidak, mana mungkin anak berusia lima ratus tahun bisa memiliki kekuatan dewa yang sangat besar meskipun belum dilatih dengan baik.


Dongfang Yue hanya punya hubungan dengan satu orang di dunia ini: A-Xian. Jika A-Rou adalah anak yang terhubung dengannya melalui A-Xian, maka itu artinya A-Xian masih hidup.


A-Xian kemungkinan juga bukan peri biasa seperti yang ia kira. Orang yang melompat ke dalam Sumur Pembunuh Dewa tidak akan selamat, kecuali jika ia memiliki sesuatu yang tidak diketahui oleh orang sepertinya. Jika A-Xian memang telah musnah, mana mungkin A-Rou terlahir?


Mungkin saja melalui A-Rou, dia bisa menemukan A-Xian.


“Lalu bagaimana dengan Dewi Agung Qingqiu?”


Song Zi lalu berkata kembali dengan nada yang begitu tenang.


“Ketika Dewi Agung Bai Feng Xian menjalani ujian langitnya, ia telah tertidur selama tiga ratus tahun dan terbangun di tiga ratus tahun setelahnya. Setelah dia menjadi Dewi Agung, dia tetap berada di Qingqiu selama lima ratus tahun sampai pertemuannya dengan ­Tian Jun beberapa waktu yang lalu. Dewi Agung Bai Feng Xian  lebih banyak menghabiskan waktunya di Danau Cermin bersama Dewa Agung Ming Ye. Selama lima ratus tahun ini, dia tidak pernah keluar dari Danau Cermin atau Qingqiu.”

__ADS_1


Dongfang Yue melambaikan tangan, lalu Song Zi pergi setelah mengatakan semua yang harus ia katakan. Di dalam ruang belajarnya, Dongfang Yue beberapa kali mengerutkan keningnya.


Jika diperhitungkan dengan benar, waktunya begitu pas. Bai Feng Xian tertidur selama tiga ratus tahun, itu sama dengan waktu ketika ia menemukan A-Xian di Gunung Yanqi dan hidup bersamanya sampai dia melompat ke Sumur Pembunuh Dewa.


Lima ratus tahun berikutnya dia hidup di Qingqiu dan Danau Cermin, selama itu pula A-Rou tumbuh di Dunia Arus Bawah. Apakah mungkin…


Apakah mungkin Bai Feng Xian benar-benar A-Xian yang selama ini dia cari? Jika dia memperhitungkan saat dia melihat hawa murni pengumpul aura A-Xian berputar pada tubuh Bai Feng Xian, maka keyakinannya bisa menjadi bulat.


Tetapi, harapan itu segera ia pupus sendiri. Tidak mungkin. Tidak mungkin Bai Feng Xian adalah A-Xian. A-Xian begitu lembut dan perhatian, penuh kasih, sopan dan sangat elegan. Bai Feng Xian tidak memiliki sifat itu sama sekali.


Dewi Agung dari Qingqiu cenderung bersikap arogan dan kata-katanya lumayan kasar dan sarkas, terlepas dari keagungan dan keanggunan yang ia miliki. Dia sama sekali tidak memiliki karakter A-Xian miliknya.


Tapi, apa salahnya mencoba dengan keyakinan? Dongfang Yue ingin bertaruh sekali lagi.


Dia meninggalkan ruang belajarnya dan turun ke Alam Fana. Si Ming memberitahunya kemarin jika sesuatu yang buruk mungkin terjadi kepada Sang Hui.


Adiknya mengalami perubahan takdir yang tidak terduga akibat adanya suatu gangguan. Jika dia gagal dalam ujiannya, maka dia akan sulit kembali ke Kerajaan Langit.


Berbaur bersama manusia fana, Dongfang Yue berjalan ke tengah kota. Pesonanya memikat ratusan gadis muda yang ada di tengah kota. Saputangan sutera mereka yang dihiasi berbagai sulaman digigit ujungnya, menahan hasrat akan ketampanan seorang pemuda yang sangat menawan.


“Astaga, dia seperti dewa yang turun dari langit!”


“Oh, jantungku tiba-tiba berhenti berdetak!”


Selain dua kalimat itu, masih banyak kalimat pujian lain yang terlontar kepadanya. Dongfang Yue acuh tak acuh mendapat pujian sebanyak itu.


Baginya, pujian itu hanya ditujukan pada penampilan fisik saja, tidak mewakili hati. Di Istana Langit, dia bahkan menerima lebih banyak pujian dari dewa dan dewi.


Tetapi, dia tiba-tiba berhenti berjalan. Matanya memandang dua sosok abadi yang seharusnya tidak ada di sini. Dua abadi itu adalah Bai Feng Xian dan A-Rou. Keduanya tengah berdiri di depan kedai penjual gulali. Pemilik kedai itu tampak kesal dan melontarkan kata-kata kasar.

__ADS_1


“Bibi, kau tidak membawa uang?” tanya A-Rou yang tidak percaya karena Bai Feng Xian membawanya jalan-jalan ke Alam Fana tanpa membawa uang sepeser pun.


“Aku tidak suka membawanya. Itu terlalu merepotkan.”


“Kalau begitu, kita gunakan sihir saja!”


A-Rou menggerakkan jarinya, hendak mengubah batu menjadi kepingan perak sebelum Bai Feng Xian mencegahnya dengan menahannya.


“Menggunakan sihir di Alam Fana adalah pelanggaran. Kau bisa menerima serangan balasan jika memaksa menggunakannya.”


“Kalau begitu, apa kita akan terus dimarahi oleh manusia ini?”


Pemilik kedai gulali di depannya masih mencercanya dengan kata-kata kasar dan menyuruhnya untuk membayar atau memuntahkan kembali gulali yang sudah ditelan. Hal ini sangat menyebalkan, mengingat Bai Feng Xian adalah seorang Dewi Agung.


Tetapi, jika bahkan Dewi Agung tidak memiliki sesuatu yang bisa dibayarkan untuk menebus gulali, apa gunanya statusnya itu? Ia tiba-tiba menyadari jika uang adalah aspek penting di Alam Fana ini.


“Berapa jumlahnya? Aku yang akan membayarnya.”


Suara di belakangnya tiba-tiba membuat bulu kuduk Bai Feng Xian merinding sekaligus membeku. Ia merasakan tatapan tajam menembus ke dalam punggungnya.


Tangan yang putih dan ramping menjulur dari belakang, menyerahkan satu bongkah perak kepada pemilik kedai yang mencak-mencak. Melihat bongkahan perak murni yang berkilau, pemilik kedai jadi berbinar-binar.


“Tuan, aku tidak punya kembaliannya,” ucap pemilik kedai.


“Tidak perlu,” Dongfang Yue berkata singkat, lalu menarik tangan Bai Feng Xian. “Ikut aku!”


Jika biasanya Bai Feng Xian melawan, kali ini ia menurut seperti kucing. Dia hanya terdiam dan mengikuti dengan enggan ke mana Dongfang Yue membawanya pergi.


A-Rou mengikutinya dari belakang sambil terus memakan gulali yang sekarang jumlahnya jadi lebih banyak. Bocah lumut hijau itu membawa lagi beberapa setelah Dongfang Yue menyerahkan sebongkah perak tersebut.

__ADS_1


A-Rou tidak tahu apa yang akan dihadapi oleh bibi dewinya. Ia begitu senang karena berkat pertolongan Dongfang Yue, dia tidak hanya lolos dari cercaan pemilik kedai, tetapi juga bisa memakan lebih banyak gulali yang sangat manis ini!


__ADS_2