
Tepi Danau Cermin, penghujung musim semi.
Air di permukaan Danau Cermin beriak, membentuk gelombang, memanjangkan bayangan setiap objek yang melintas di atasnya. Suhu air itu turun beberapa derajat menjelang musim gugur. Kandungan aura spiritual yang murni perlahan mengalami regenerasi, terpecah menjadi buih-buih berwarna-warni yang kemudian membaur bersama hembusan angin.
Pada waktu tersebut, Bai Feng Xian baru berhasil mencuri dua guci anggur dari kilang anggur bawah tanah milik Ming Ye. Yang ia ambil adalah anggur sepuluh ribu tahun yang disimpan dalam lemari khusus, memiliki aroma yang sangat wangi dan rasa yang sangat khas. Satu untuknya, satu lagi akan ia berikan kepada Dongfang Yue saat pria itu datang membawa A-Rou kembali nanti.
"Gadis kecil, kau menyelinap ke dalam kilang anggurku lagi?"
Suara Ming Ye terdengar dari dalam air. Tidak lama kemudian, pusaran air di tengah Danau Cermin terbentuk, sesosok naga emas berusia ratusan ribu tahun keluar menyembulkan kepalanya yang bertanduk panjang, berambut, dan berkumis. Naga emas itu terbang ke udara, pusaran air kembali tenang.
Mulut naga emas itu sangat besar. Bai Feng Xian buru-buru menyembunyikan dua guci anggur tersebut. Naga emas itu menghembuskan napas, membuat pepohonan persik di sekitarnya hampir tumbang. Hanya Bai Feng Xian yang tidak terpengaruh, karena pemandangan ini sudah sangat biasa baginya.
"Mana ada! Usiaku sudah dua puluh ribu tahun lebih sedikit, jangan panggil aku gadis kecil lagi!"
Sosok naga emas itu berputar di udara, mengaum, kemudian wujudnya perlahan berubah menjadi sosok dewa berpakaian biru muda yang anggun, yang wajahnya tetap muda dan berseri. Ming Ye berjalan menghampiri Bai Feng Xian dengan perasaan tidak percaya. Di matanya yang sudah berusia ratusan ribu tahun, Bai Feng Xian tetap seorang gadis kecil pencuri anggur.
"Lalu, apa yang kau sembunyikan di balik saku bajumu?"
"Tidak ada."
Ming Ye terkekeh, kemudian menghela napasnya. Bai Feng Xian sudah lama tidak pulang ke Qingqiu, tidak mengabarinya, tidak mendatanginya. Ketika dia pada akhirnya pulang, gadis itu justru mencuri anggurnya lagi, seperti yang sering ia lakukan selama dua puluh ribu tahun ini. Ming Ye hanya bisa pasrah melihat anggur sepuluh ribu tahunnya raib.
__ADS_1
"Anggur yang itu memiliki efek lebih besar dari anggur ribuan tahun lainnya. Aku mengekstrasinya dari bunga persik Istana Langit sepuluh ribu tahun lalu dan memfermentasinya. Satu tegukan sudah cukup membuatmu tidur karena mabuk selama sepuluh hari," ucap Ming Ye, dengan harapan bahwa Bai Feng Xian setidaknya akan mengembalikan satu guci untuk ia simpan kembali. Tapi, ia terlalu berharap banyak. Anggur yang sudah jatuh ke tangan Bai Feng Xian, jika tidak habis diminum, maka akan habis dituangkan oleh gadis itu ke rerumputan.
"Kau pulang hanya untuk mencuri anggurku?" tanya Ming Ye.
"Tidak juga. Aku datang untuk memberitahu jika A-Rou sudah memulai pelatihannya dan kultivasinya sudah meningkat cepat."
"Lalu di mana bocah itu sekarang?"
"Tian Jun sedang menjemputnya dari Gunung Yanqi dan ia akan mengantarkannya kemari."
Mendengar kabar ini, senyum licik khas Ming Ye merekah. Ia memicingkan matanya untuk meledek, sekaligus ingin mengonfirmasi perihal sesuatu yang terjadi antara Bai Feng Xian dengan Dongfang Yue. Ia sebenarnya tahu jika Bai Feng Xian dan A-Rou tinggal lebih lama di Istana Langit dan ia juga tahu kalau Bai Feng Xian lebih banyak menggunakan waktunya untuk melatih phoenix baru ketimbang mengajari A-Rou.
"Omong kosong! Kau terlalu banyak berpikir!"
Mungkin seharusnya Bai Feng Xian tidak datang ke tempat ini. Mungkin seharusnya ia pulang ke Istana Qingyun atau pergi ke Gunung Xi. Ming Ye si naga tua ini, tidak akan pernah berhenti meledeknya dan merecokinya dengan pertanyaan yang menjengkelkan. Jika ada yang bilang dewa agung yang satu ini sangat kalem, maka mata orang itu sungguh harus diperiksa dan dibersihkan.
Sejak Ming Ye pensiun dari jabatan Dewa Perang Pertama dan hidup menyendiri di Danau Cermin, dia jadi punya hobi baru. Ming Ye terbawa sifat leluhur pertama Qingqiu, Bai Yuan, yang suka bergosip dan sangat suka mendengarkan cerita orang lain. Tapi, perilakunya ini hanya ditunjukkan kepada keturunan langsung Kaisar Qingqiu, sehingga hanya orang-orang tertentu yang tahu jika Dewa Agung Ming Ye sebetulnya tidak sebaik yang dikira semua orang.
"Aku yang terlalu banyak berpikir atau kau yang tidak ingin kisahmu segera berakhir?" tanya Ming Ye.
Pertanyaan itu, menimbulkan makna yang tidak diketahui dan ambigu di dalam otak Bai Feng Xian. Kisahnya dengan Dongfang Yue baru saja dimulai, mengapa Ming Ye mengatakan akan segera berakhir?
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Bai Feng Xian.
"Tidak ada."
Bai Feng Xian sangat penasaran dengan makna pertanyaan Ming Ye, namun sebuah awan keberuntungan tiba-tiba mendarat di tepi Danau Cermin. Di atas awan itu, sosok Song Zi berdiri, kemudian berlari kepadanya dengan tergesa-gesa.
"Song Zi? Mengapa kau kemari?"
Raut wajah Song Zi terlihat sangat buruk.
"Dewi, aku menerima perintah dari Tian Jun. Tian Jun berkata seseorang mengacaukan formasi sihir Laut Miao Yao dan langsung pergi untuk memeriksanya. Tian Jun memerintahkan Yang Mulia Kedua untuk menjemput Dewi Kecil, lalu melaporkannya kepadamu, tetapi sampai sekarang, baik Tian Jun maupun Yang Mulia Kedua dan Dewi Kecil, ketiganya belum ada yang kembali," ucap Song Zi.
Bai Feng Xian seperti ditimpa batu yang sangat besar di kepalanya. Firasatnya mengatakan telah terjadi sesuatu yang buruk pada mereka. Jarak dari Istana Langit dan Gunung Yanqi tidak jauh terlalu jauh, tidak sampai memerlukan waktu berjam-jam untuk pergi dan kembali. Selain itu, letak Laut Miao Yao, meskipun terpencil, tapi masih dapat ditempuh dalam waktu hitungan menit. Mereka tidak kembali ke Istana Langit setelah berjam-jam berlalu, artinya sesuatu telah terjadi di luar kendali!
Seketika Bai Feng Xian merasa kalut dan takut.
"Ming Ye, cari Tian Jun bersama Song Zi. Aku akan mencari A-Rou dan Sang Hui ke Gunung Yanqi," ujar Bai Feng Xian.
Ming Ye menggeleng dan raut wajahnya juga sudah berubah menjadi kacau dengan kening berkerut. "Tidak, berbahaya pergi seorang diri! Bagaimana jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi?"
"Aku sudah dewasa. Apa gunanya kekuatanku ini? Gelar Dewi Agung-ku bukan hanya sekadar gelar! Cepat pergi!" tegas Bai Feng Xian. Sebelum Ming Ye menyela, Bai Feng Xian sudah pergi lebih dulu.
__ADS_1