Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 5: Bertemu Kaisar Langit


__ADS_3

Dewi Agung dari Qingqiu itu punya kebiasaan unik yang tidak banyak diketahui orang. Setiap kali dia merasa lelah, dia akan tertidur di manapun dia berada saat itu.


Bai Feng Xian tidak mengenal jalan di Istana Langit dengan baik. Kemegahan dan areanya yang luas membuat Bai Feng Xian kesulitan menemukan arah. Dia berputar-putar beberapa kali, namun tetap tidak menemukan jalan ketika dia masuk pertama kali.


Ini semua salah Ming Ye!


Dewa Agung itu berjalan terlalu cepat sampai Bai Feng Xian terpisah darinya. Sekarang, Bai Feng Xian merasa lelah setelah berputar-putar beberapa kali.


Dia mencoba memasuki sebuah jalan, yang alasnya terbuat dari kristal es dan taman-tamannya dihiasi bunga surgawi yang wangi. Di tengah taman itu terdapat sebuah kolam spiritual yang memperlihatkan kehidupan makhluk-makhluk kecil di alam fana.


“Ming Ye bodoh! Aku akan mengobrak-abrik permukaan Danau Cermin miliknya setelah kembali!” Bai Feng Xian berkata dengan kesal.


Tanpa sadar, kakinya melangkah masuk ke sebuah istana kristal berwarna perak. Di sana tampak sepi, dan tampak cocok untuk beristirahat. Bai Feng Xian berencana tidur sejenak sebelum kembali ke Qingqiu.


Aroma aneh menguar saat pintu istana itu terbuka, membuat hidung Bai Feng Xian gatal. Dia bersin satu kali, dan sembilan ekor rubahnya yang berwarna putih muncul di belakang tubuhnya.


Bai Feng Xian tidak mempedulikannya. Rasa lelah telah mendorong kantuknya menjadi lebih kuat. Dia bahkan berjalan setengah memejam. Telinganya menangkap suara aliran air yang tenang, lalu tanpa sadar kakinya berjalan ke sumber suara.


Beberapa langkah di depan sana, terdapat sebuah kolam pemandian air panas. Kabut tipis melayang di udara, bau aneh itu semakin kuat.


Lalu, sebuah tarikan sihir menariknya masuk ke dalam kolam air panas itu. Bai Feng Xian membuka matanya, lalu dia melihat seseorang dengan dada telanjang menatapnya dengan dingin.


Kerutan di dahi orang itu begitu dalam dan mata almond-nya seperti menyimpan sebuah panah beracun yang menusuk hati. Bai Feng Xian berkedip beberapa kali, sembilan ekornya bergerak lucu.


“Oh, maaf telah menyinggungmu. Aku hanya terlalu lelah dan ingin beristirahat sebentar,” ucapnya dengan nada bersalah.


Dongfang Yue tidak menjawabnya. Sebaliknya, tatapannya semakin tajam. Tidak ada bagian dari tubuh Bai Feng Xian yang luput dari perhatiannya.


Wanita ini tampaknya seorang dewi dari Klan Rubah. Dongfang Yue terganggu karena wanita ini diam-diam memasuki istananya, karena itulah dia menariknya masuk ke dalam kolam.


“Ngomong-ngomong, biarpun aku menyinggungmu, tetapi bukankah tidak sopan menarik seorang gadis asing ke dalam kolam seperti ini?” tanya Bai Feng Xian setelah menyadari situasinya.


Bagaimanapun, dia seorang wanita yang belum menikah. Jika orang lain tahu, bagaimana dia bisa mencari suami kelak?


“A-Xian?”

__ADS_1


Hanya kata itu yang bisa terucap dari mulut Dongfang Yue. Sesaat kemudian, dia menyangkal hatinya sendiri. Tidak, wanita Klan Rubah ini bukan A-Xian.


Meskipun wajahnya tampak mirip, tapi A-Xian tidak memiliki keagungan dan keanggunan yang tampak sangat besar seperti ini. A-Xian sudah lama mati, Dongfang Yue sepertinya salah mengenali orang lagi.


Nama A-Xian terdengar familier. Namun, Bai Feng Xian tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Pria yang sedang berendam ini tampaknya seorang dewa penghuni Surga.


Wajahnya tampan, tapi sikap dinginnya bisa membuat siapa saja menjadi takut. Hal itu membuatnya bertanya-tanya, siapa sebenarnya pemuda tampan yang menariknya ke dalam kolam ini.


Bai Feng Xian mengagumi keindahan seperti ketampanan. Tapi, bukan berarti dia orang cabul.


Jika ada orang yang melihatnya di sini, dia dengan senang hati menjelaskan ini bukan salahnya. Bai Feng Xian segera bergegas keluar dari kolam, namun sebuah suara menginterupsinya.


"A-Xian? Kau tahu nama belakangku?"


Wajah dingin Dongfang Yue seketika berubah. Tidak, dia mungkin berhalusinasi.


“Tian Jun, apakah kau masih di sana?”


Dongfang Yue menarik lengan baju Bai Feng Xian, menekan pundaknya lalu menenggelamkannya di kolam. Dia menahan kepalanya agar tidak muncul ke permukaan.


Tidak lama kemudian, Sang Hui, adik bungsu Dongfang Yue yang dijuluki Dewa Muda Tianqi datang membawa sebuah pagoda kecil berwarna putih gading.


Di dalam air, Bai Feng Xian melemparkan sebuah mantra yang membuatnya bisa bernapas di dalam air. Dia membalikkan tubuhnya, menghindari penodaan penglihatan atas setengah tubuh Dongfang Yue yang terendam.


Rupanya, pemuda ini adalah Kaisar Langit yang banyak dibicarakan oleh orang-orang. Bai Feng Xian telah salah memasuki istananya dan tanpa sengaja menyinggungnya!


“Apa yang kau inginkan?” tanya Dongfang Yue pada Sang Hui.


“Perbaiki pagoda ini. Aku membutuhkannya untuk mendapat senjata dewa baru,” jawab Sang Hui.


Gerakan kecil tangan Dongfang Yue berhasil memindahkan pagoda itu ke tangannya, lalu dia menyimpannya di meja. Sang Hui bersorak atas kebaikan kakaknya yang dingin, yang tetap menuruti keinginannya meskipun terkadang sangat menyebalkan.


Dongfang Yue mengerutkan dahi, lalu berkata dengan sedikit marah, “Mengapa kau masih di sini?”


“Jamuan ulang tahun Selir Langit memang tidak menarik perhatianmu. Tapi, mengapa matamu terus bergerak ke bawah? Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan di sana?”

__ADS_1


Sang Hui mudah curiga. Kakaknya terus menatap ke bawah air yang seputih susu.


“Tidak ada.”


Tidak ada bukan berarti tidak benar-benar ada. Sang Hui yakin Dongfang Yue menyembunyikan sesuatu.


“Tian Jun, apa kau menyembunyikan seorang gadis di bawah sana?”


Tanpa peringatan, Dongfang Yue melemparkan Sang Hui keluar istana. Sang Hui meringis sesaat setelah tubuhnya mendarat di pelataran taman dengan keras.


Dia tiba-tiba bersemangat, lalu buru-buru bangkit. Jubah kuningnya berkibar ditiup angin, mengiringi langkahnya meninggalkan istana Dongfang Yue.


Sepanjang jalan, dia terus bersenandung, “Tian Jun punya kekasih baru, Tian Jun punya kekasih baru, Istana Langit akan kedatangan Selir Langit baru.”


Bai Feng Xian menyembulkan kepalanya keluar dari kolam setelah memastikan Sang Hui benar-benar pergi. Air membasahi rambutnya, dan itu membuat Dongfang Yue tertegun untuk beberapa saat.


Bai Feng Xian memang begitu mirip dengan murid kesayangannya itu, yang telah ia sakiti dan membuatnya tersiksa selama lima ratus tahun terakhir.


Dulu, A-Xian juga memiliki tampilan seperti ini ketika dalam keadaan basah. Kolam ini juga menjadi tempat muridnya itu mandi dan bersamanya hampir setiap hari.


Mereka sering berendam bersama, dan senyuman tidak pernah lepas sepanjang waktu itu. Ah, mengapa Dongfang Yue harus mengingat momen indah itu saat ada wanita lain di sini?


Dongfang Yue merasa dirinya gila.


“Kau! Sebagai Kaisar Langit, kesopananmu terhadap seorang gadis sungguh buruk!”


Bai Feng Xian kesal atas sikap lancang Dongfang Yue yang menariknya, dan menenggelamkannya di kolam. Sekalipun ia menyinggungnya, sikap seperti ini bukanlah sesuatu yang pantas dilakukan oleh orang dengan kemuliaan tertinggi sepertinya.


Nama Dongfang Yue adalah nama paling dikagumi di semesta, namun nama itu tidak menjamin pemiliknya memiliki sikap yang baik dan ramah.


Dia tiba-tiba merasa penduduk Surga memiliki sikap yang tidak baik. Sang Hui juga. Sebagai Dewa Muda Tianqi, kesopanannya juga sangat buruk.


Bai Feng Xian ingin mengadu, namun berpikir kembali kepada siapa ia harus melaporkan ini. Orang yang ia hadapi saat ini adalah Dongfang Yue, Kaisar Langit yang agung, bukan lagi Selir Langit yang mudah terprovokasi dengan temperamen anehnya.


Dongfang Yue tidak mengatakan apa-apa. Dia bahkan hanya menatap dengan sudut matanya yang tajam ketika melihat Bai Feng Xian merangkak keluar dari kolam pemandian air panas surgawi dalam kondisi basah kuyup.

__ADS_1


Bai Feng Xian melompat melewati jendela, kemudian memutar tubuhnya dan mengeringkan pakaiannya sebelum kembali mencari jalan pulang.


Huh, tempat ini sangat tidak cocok untuknya.


__ADS_2