Api Cinta Sang Dewi Agung

Api Cinta Sang Dewi Agung
Eps. 34: Kembalinya Para Pembuat Onar


__ADS_3

“Mengapa kau mengikutiku kemari? Apa belum cukup kau membuntutiku sepanjang jalan ini?” suara Fang Jue memecah kesunyian Gunung Xi di pagi hari.


“Siapa yang mengikutimu? Aku kemari mencari kakakku!” suara lainnya berseru tak kalah keras. “Lagipula, bukan keinginanku terjerat denganmu!”


“Cih, terus saja beralasan! Mana mungkin Kaisar Langit ada di sini! Pergi, jangan mengganggu momen pertemuanku dengan Dewiku!”


Suara mereka yang ribut membangunkan Dongfang Yue dan Bai Feng Xian. Keduanya mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata. Gua rubah sudah terang oleh cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah batu. Untuk sesaat, mereka terdiam menyadari posisi mereka saat ini.


Keduanya bersandar di tepi ranjang dan saling menghadap, sehingga saat mata terbuka, mereka melihat satu sama lain. Bai Feng Xian buru-buru bangkit dan merapikan pakaiannya. Ia menutup telinganya dengan tangan, ekspresinya berubah galak karena tidak senang. Siapa yang ribut di pagi buta begini?


“Berisik! Siluman mana yang berani mengganggu ketenangan Gunung Xi-ku?”


Bai Feng Xian melemparkan sihirnya dan sihir itu terhempas keluar gua rubah mengenai Sang Hui dan Fang Jue yang sedang ribut. Keduanya langsung terlempar beberapa meter. Tubuh mereka menubruk batang pohon persik dan membuat buahnya jatuh menimpa kepala mereka. Terdengar bunyi ‘pluk’ beberapa kali.


Fang Jue lebih dulu bangkit dan berlari ke pintu masuk gua rubah saat melihat Bai Feng Xian keluar dari sana dengan kesal. Mata Fang Jue dipenuhi dengan binar. “Dewi! Aku sangat merindukanmu!”


Giliran Bai Feng Xian yang terkejut. “Fang Jue?”


Fang Jue langsung memeluk Bai Feng Xian. Itu membuat Dongfang Yue terkejut dan langsung tidak senang. Tatapan matanya menjadi tajam dan aura gelapnya seketika menguar. Fang Jue sadar situasinya tidak bagus, dia melepas pelukannya lalu menatap Dongfang Yue dengan takut.


“Ti…Tian Jun…”


Bai Feng Xian langsung menendang kaki Fang Jue dengan keras sampai dia melompat kesakitan. “Setelah membuatku tersesat di Gunung Yanqi dan memelototiku, kau berani memelukku? Kau masih berani pulang?”


“Aku… Aku tidak tahu kalau itu akan berefek fatal.”


“Jika bukan karena Tian Jun mengasihanimu, kau sudah mati terjebak formasi Gunung Yanqi!”


Sang Hui segera bergabung dalam pembicaraan. Di hadapan kakaknya, dia bersikap sedikit elegan dan mengendalikan dirinya. Rupanya, kakaknya benar-benar ada di sini. Setelah kembali dari Alam Fana, dia telah mencari kakaknya sepanjang waktu. Untung saja dia bisa menebak dengan benar ke mana kakaknya itu pergi.


“Jadi, merak jantan bernama Fang Jue ini benar-benar tungganganmu, Dewi Agung?” tanya Sang Hui.


“Siluman merak ini selalu melarikan diri. Aku benar-benar ingin memanggangnya sejak dulu!” jawab Bai Feng Xian.

__ADS_1


“Dewi, kasihanilah aku. Apa kau tidak iba terhadap apa yang terjadi padaku? Lihat, orang ini terus mengikutiku dalam tujuh masa kehidupan!” rengek Fang Jue sambil menunjuk Sang Hui.


Sang Hui tidak terima. Wajah sombong dan tengilnya kembali lagi. Siapa pula yang ingin terlibat dengan roh siluman merak ini.


Sang Hui menjalani ujian selama tujuh masa kehidupan karena hukumannya, sementara Fang Jue menjalani reinkarnasi untuk menyelamatkan jiwanya. Takdir untuk Sang Hui sudah ditulis dan direncanakan, sementara Fang Jue tidak. Seharusnya dia yang protes, bukan Fang jue.


Bai Feng Xian kembali menendang kaki Sang Hui dan perkataannya selanjutnya sukses membuatnya menutup mulut rapat-rapat. “Di mana rasa hormatmu saat berhadapan dengan Kaisar Langit?”


“Sudahlah,” ucap Dongfang Yue. Dia beralih menatap Sang Hui. “Tujuh masa kehidupan, kau sudah menyelesaikannya?”


Sang Hui mengangguk. “Aku tidak tahu pasti mengenai hitungannya. Si Ming menjemputku di Sungai Wangchuan kemarin dan berkata jika aku sudah boleh kembali ke Istana Langit.”


“Tian Jun, kau boleh juga. Kau benar-benar mempercepat langkahmu mendekati Dewi Agung Qingqiu. Aku benar-benar tidak menyangka,” nada bicara Sang Hui terdengar begitu menyindir.


Bai Feng Xian mengabaikannya dan tidak menganggapnya serius, sementara Dongfang Yue langsung membuat Sang Hui diam dengan sihirnya.


Ketika mereka terdiam selama beberapa detik, suara langkah kaki kecil dari dalam gua perlahan bergerak mendekat. Di pintu masuk yang berjarak beberapa meter dari tempat orang dewasa berdiri, A-Rou mengucek matanya dan melihat sekeliling dengan linglung. Rambutnya sedikit berantakan.


Seketika Fang Jue dan Sang Hui membelalakkan matanya bulat-bulat.


“Oh, kakakku yang agung. Apa kau diam-diam membuat anak saat aku berada di Alam Fana?”


“Dewi, siapa bocah kecil ini? Apa dia anakmu dan Kaisar Langit?”


“Omong kosong apa yang kalian bicarakan? A-Rou adalah murid Ji Meng. Dia menitipkannya padaku dan menyuruhnya tinggal di Qingqiu.”


Fang Jue sedikit tertarik pada bocah kecil itu. Saat dia mendekat, A-Rou langsung menatapnya dengan tajam. Kilatan cahaya bintang di matanya membuat Fang Jue tertegun.


Tubuh aslinya adalah rubah putih ekor sembilan, tapi cahaya bintang di matanya bukanlah sesuatu yang seharusnya ada pada keturunan Qingqiu. Itu seperti milik Kerajaan Langit, keturunan para Kaisar Langit.


Begitu pula dengan Sang Hui. Dibanding tertegun, dia lebih tertarik lagi. Sang Hui berjongkok di depan A-Rou, melihat kembali kilatan cahaya bintang di mata jernihnya.


Samar-samar ia merasakan aura milik kakaknya di dalam tubuh A-Rou, juga sihir emas yang berputar di sekitar inti jiwanya. Anak ini…. Sepertinya benar-benar memiliki garis keturunan kakaknya.

__ADS_1


A-Rou mengedipkan matanya beberapa kali. Sikapnya berubah saat Sang Hui mendekatinya. Sakit di kepalanya akibat anggur yang kuat seketika hilang. Melihat Sang Hui, A-Rou seperti melihat serbuk berlian.


Wajah Sang Hui tampan, sama tampannya dengan Dongfang Yue. Dia lebih berseri-seri karena Sang Hui memiliki temperamen yang lebih baik, dan itu dirasakan oleh A-Rou.


“Paman, kau adik Kaisar Langit? Kau benar-benar tampan. Bibi, apa kita bisa membawanya ke Qingqiu?”


Bai Feng Xian tersedak akan perkataan yang keluar dari mulut kecil itu. Usia berapa anak ini? Tiba-tiba saja dia berkata seolah-olah diriya sudah dewasa.


Bai Feng Xian justru enggan, karena ia tahu Sang Hui bisa lebih ribut dan lebih merepotkan daripada Fang Jue. Alih-alih membawanya berkunjung, ia lebih ingin mengusirnya keluar dari Gunung Xi.


“A-Rou, bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya Dongfang Yue. A-Rou seperti teralihkan, lalu menatap Dongfang Yue.


“Meskipun kepalaku sakit, tapi rasanya sudah lebih baik. Apa kau dan bibi menjagaku sepanjang malam?”


“Ya. Kami khawatir kondisimu memburuk,” jawab Dongfang Yue.


Bai Feng Xian kemudian menarik tangan kecil A-Rou dan menjewer telinganya. A-Rou meringis, lalu dengan tatapan menghiba meminta pertolongan Dongfang Yue.


Ia tahu ia akan dimarahi hari ini, tapi tidak menduga jika waktunya begitu cepat. “Bibi, ampuni aku. Aku tidak tahu kalau apa yang diajarkan Ming Ye akan begitu hebat efeknya.”


“Kau masih akan meraciknya dan meminumnya lagi?”


“Tidak akan. Guru bilang, aku harus menunggu sampai usia dua puluh ribu tahun jika ingin meminum anggur secara legal.”


“Bagus jika kau tahu.”


Sang Hui dan Fang Jue saling bertukar pandangan. Apakah maksudnya, anak kecil itu sudah belajar meracik anggur dan meminumnya atas petunjuk Ming Ye? Luar biasa! Anak dewa berusia lima ratus tahun sudah diberikan anggur, itu benar-benar sesuatu yang langka di Empat Lautan dan Delapan Daratan. Mereka berpikir, mungkin Ming Ye memiliki maksud lain.


Tiba-tiba, ekspresi tenang Dongfang Yue berubah. Keningnya berkerut, mencoba merasakan perubahan pada perasaannya yang tiba-tiba. Melihat itu, Sang Hui langsung menahannya agar tidak jatuh. Saat ia memeriksanya sesaat, ekspresi Sang Hui juga ikut berubah. Ada perputaran arus energi yang tidak normal di tubuh kakaknya, dan rasanya harus segera ditangani.


“Tian Jun, kau baik-baik saja?” tanya Bai Feng Xian. Dongfang Yue mengangguk, tapi Sang Hui segera berkata, “Dewi, aku akan membawa Tian Jun kembali ke Istana Langit. Ada sesuatu yang harus kuketahui darinya.”


Meskipun heran dan sedikit merasa khawatir, pada akhirnya dia hanya bisa mengangguk dan menyetujuinya. Bai Feng Xian tidak pandai menganalisa kondisi orang, apalagi abadi seperti Dongfang Yue. Saat Sang Hui membawanya pergi, Bai Feng Xian hanya bisa berharap Dongfang Yue baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2