
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Aisyah kini sudah kembali dari bertemu dengan para teman-teman Kania di cafe, Aisyah tampak lega karena sekarang ia bisa aman dari penyamaran itu tanpa ketahuan oleh mereka. Aisyah juga berhasil membuat Alex tidak jadi mampir ke dalam rumahnya, dengan alasan kalau ia harus mengecek kondisi kakaknya lebih dulu dan tidak bisa meladeni Alex.
Saat hendak memasuki rumahnya, tiba-tiba Aisyah malah berpapasan dengan Darwin serta Daniel yang baru keluar dari dalam sana.
"Loh kalian ngapain disini?" tanya Aisyah yang terkejut saat melihat kedua pria tersebut keluar dari dalam rumahnya, ia mengira kalau mereka melakukan kejahatan di dalam sana karena hanya ada Kania lah yang tertinggal disana.
"Kalian mau jahatin Kania, ya?" ujar Aisyah menduga-duga.
"Hah? Eh eh, jangan salah paham dulu! Yakali kita berdua mau jahatin Kania, mana mungkin? Secara kita aja kan sahabat sejatinya Kania, malah kita paling gak bisa lihat Kania kenapa-napa!" ucap Daniel langsung mengoreksi dugaan Aisyah.
Aisyah terlihat tak percaya dengan perkataan Daniel karena pria itu tampak gugup ketika berbicara, namun seketika Darwin langsung maju mendekatinya membuat prasangkanya pada mereka sirna.
"Syah, kamu udah baikan? Gak depresi lagi kan?" tanya Darwin perlahan sembari menatap wajah Aisyah lalu tersenyum ke arahnya.
"Buat apa lu nanya-nanya kayak gitu? Udah ah, kalian minggir dan mending pergi aja deh dari sini! Gue gak mau ngeliat kalian, sana cepat pergi!" ucap Aisyah dengan jutek mengusir kedua pria tersebut.
"Iya Syah, kita juga ini mau pulang kok. Tadi kita cuma nganterin bingkisan buat Kania, ya itung-itung bantu kalian berdua!" ucap Daniel.
"Oh, makasih!" ucap Aisyah singkat.
Setelahnya, Aisyah langsung masuk begitu saja ke dalam rumah dan menutup pintu lalu menguncinya dari dalam tanpa berbicara apapun kepada Daniel atau Darwin yang ada disana.
Tentu saja Daniel dan Darwin tampak terkejut melihatnya, mereka tak mengira kalau sekarang Aisyah sudah kembali menjadi wanita yang dulu yakni galak dan cuek.
"Bro, kita pulang nih?" tanya Daniel.
"Ya iyalah. Lu gak lihat tadi Aisyah udah usir kita? Mau ngapain lagi coba kita disini?" jawab Darwin.
"Hehehe, sensi amat lu! Makin lama lu tuh makin mirip deh sama si Ais, bisa jadi lu berjodoh sama dia!" ujar Daniel sambil senyum-senyum.
"Ngaco aja kalo ngomong! Udah yuk pulang!" ujar Darwin.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pulang karena Aisyah telah mengusir mereka dan memang sebenarnya mereka juga ingin pulang sebelumya.
❤️
Aisyah yang sudah masuk, kini bertemu dengan Kania di depan saat ia hendak mengambil air minum.
"Syah, udah pulang?" tanya Kania saat melihat saudara kembarnya itu kembali dari menemui teman-temannya.
"Iya nih, eh lu tau gak?" ujar Aisyah.
"Tau apa?" Kania kebingungan karena tak mengerti.
"Iya, jadi tadi di cafe gue bukan cuma ketemu sama Tiara dan Ririn aja. Tapi, ada si Alex mantan lu juga yang datang kesana terus gabung sama gue dan temen-temen lu itu!" ucap Aisyah menceritakan apa yang ia alami di cafe tadi.
"Apa? Alex? Gimana bisa?" tanya Kania terkejut.
"Ya gak tau juga, tiba-tiba aja si Alex tuh dateng terus minta duduk di tempat yang sama. Yaudah akhirnya terpaksa deh gue harus ngobrol-ngobrol sama dia, padahal aslinya gue takut banget kalo Alex tau ternyata gue ini Aisyah bukan Kania!" jawab Aisyah.
"Aman sih, Alex tadi kayaknya juga gak curiga. Tapi, tetep aja perasaan gue ketar-ketir tiap kali ketemu temen atau mantan lu itu! Apalagi tadi hampir aja gue ketahuan nyamar pas gue pesen lychee tea, kan gue gak tau kalau ternyata lu gak suka banget sama minuman itu!" ucap Aisyah.
"Hahaha, iya dari dulu aku emang gak suka sama sekali sama lychee tea. Maaf banget ya, tadi aku lupa kasih tau sama kamu soal itu! Tapi, mereka tetep percaya kan sama kamu?" ucap Kania.
"Tenang aja! Gue kan jago akting, jadi mereka gak bakal curiga sama gue!" ucap Aisyah.
"Ya bagus deh, jadi kamu bisa sekalian belajar buat nantinya gantiin posisi aku di kampus. Inget loh, besok aku harus mulai kuliah!" ucap Kania.
"Iya iya, gue inget. Lu juga jangan lupa, besoknya lagi giliran gue yang mulai kuliah!" ucap Aisyah.
"Santai aja! Aku pasti bakal inget kok, lagian kan aku juga selama ini yang selalu ngingetin jadwal kuliah kamu kalau kamu lupa." ucap Kania sambil senyum-senyum.
Aisyah pun tampak malu dan menggaruk kepalanya.
"Yaudah, aku mau keluar dulu sebentar, ya? Kali ini aku jadi Kania dulu, lusa baru deh aku bakal jadi Aisyah dan gantiin kamu kuliah." ucap Kania.
__ADS_1
"Iya oke, gue juga mau istirahat." ucap Aisyah.
Aisyah pun pergi menaiki tangga menuju kamarnya untuk beristirahat, sementara Kania sesuai niatnya pergi keluar membeli barang-barang keperluannya di minimarket terdekat.
❤️
Singkat cerita, Kania sudah sampai di minimarket itu dan tengah memilih produk kecantikan yang akan ia beli untuk keperluan wajahnya.
Tak disangka-sangka, Kania justru berpapasan dengan Marvel saat hendak menuju tempat penjualan produk-produk itu. Kania pun tampak syok melihat mantan pacar kakaknya ada disana bersama seorang wanita cantik yang seksi.
"Aisyah?" ucap Marvel mengira kalau Kania adalah Aisyah mantannya.
Kania pun tampak bingung harus bagaimana saat ini, apakah ia akan melanjutkan sebagai Aisyah atau tetap menjadi dirinya sendiri.
"Kenapa lu sebut-sebut nama gue? Denger ya, gue gak sudi nama pemberian orang tua gue diucapin dari mulut laki-laki kayak lu!" ucap Kania.
Marvel agak terkejut mendengarnya, yang ia kira Aisyah itu gadis lembut dan pastinya tidak akan mungkin berkata seperti itu padanya.
"Kamu kenapa bilang gitu? Harusnya aku loh yang marah dan emosi sama kamu, karena kamu sudah mengkhianati hubungan kita! Kan kamu yang tidur sama cowok lain, disaat kita sebentar lagi akan menikah!" ucap Marvel.
Kania melirik sekitar dan melihat banyak pengunjung toko yang tampak menggunjingnya.
"Kenapa diem? Bener kan apa yang aku bilang barusan? Kamu itu cewek murahan, aku menyesal pernah sempat suka dan menjalin hubungan dengan kamu! Untung aja semua kebusukan kamu itu terbongkar sebelum kita menikah, jadi aku masih bisa sadar dan gak jadi nikahin kamu!" ucap Marvel.
Plaaakk...
Dengan emosinya Kania menampar wajah Marvel dengan sangat keras di hadapan Nazla serta beberapa pengunjung lainnya.
Marvel sama sekali tidak menyangka kalau Aisyah bisa berbuat seperti itu padanya, ia pun memegangi wajahnya lalu menatap gadis di hadapannya itu dengan mata yang menyala.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1