
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Sesudah membayar taksinya, Kania pun langsung masuk ke dalam rumah dengan membawa barang belanjaan yang ia beli di minimarket tadi. Kania dengan susah payah membuka dan menutup kembali pintu gerbang itu seorang diri, ya karena satpamnya yang dahulu sudah tidak lagi bekerja disana sejak Morgan meninggal.
Kania berjalan mendekati pintu dengan perasaan jengkel dan masih mengingat kejadian di minimarket tadi saat ia tak sengaja bertemu dengan Marvel lalu sempat bersitegang dengan pria itu disana, ia benar-benar emosi dan ingin sekali menghantam mulut pria yang sudah membuat Aisyah depresi itu jika tidak ada orang-orang disana termasuk hukum.
Sejak kejadian tadi, Kania pun memiliki tekad sendiri untuk mengungkap semuanya dan menyelamatkan nama baik Aisyah dari terpaan isu negatif yang membuatnya kehilangan pekerjaan serta semangat untuk melanjutkan hidup.
"Aku harus bisa buktiin ke semua orang, kalau Aisyah itu gak salah dan video itu gak bener!" gumam Kania dalam hatinya.
Saat Kania hendak membuka pintu, justru tiba-tiba pintu itu sudah terbuka dari dalam dan seseorang muncul yang tak lain ialah Aisyah. Kania pun tampak menghela nafas sembari mengelus dadanya, merasa lega karena ternyata yang keluar adalah Aisyah bukan orang jahat atau siapalah itu.
"Eh Kania, udah balik?" tanya Aisyah.
"Iya nih, baru aja." jawab Kania.
"Terus, kamu ngapain ngelus dada begitu?" tanya Aisyah terheran-heran pada kelakuan adiknya yang mengherankan itu.
"Ah enggak, gapapa. Eh Syah, udah ya aku mau langsung ke dalam taruh barang-barang belanjaan ku!" ucap Kania.
"Eee iya iya..." ucap Aisyah.
Aisyah pun memberi jalan pada adiknya sembari melebarkan pintu agar Kania bisa masuk, Aisyah masih tampak penasaran pada sikap adiknya yang seperti tengah menyembunyikan sesuatu.
"Ada apa ya sama Kania?" gumamnya kebingungan.
Akhirnya Aisyah memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya dan mengurungkan niat untuk pergi keluar, ia sangat penasaran dan ingin tau ada apa sebenarnya yang terjadi pada Kania karena sikapnya tadi sangat berbeda dan seperti orang yang tengah menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
Aisyah coba mengejar Kania sebelum gadis itu memasuki kamarnya dan akan susah lagi baginya untuk menemui Kania, apalagi Kania sedang bete terlihat dari raut wajahnya ketika bertemu dengan Aisyah di depan pintu tadi.
"Kania, tunggu!" ucap Aisyah menahan Kania dan mencekal lengan adiknya itu dari belakang.
Kania pun berhenti lalu menoleh ke belakang menatap Aisyah yang ada di depannya itu, Kania heran karena melihat wajah Aisyah penasaran sekali padanya.
"Kenapa, Syah?" tanya Kania heran.
"Hosh hosh... lu kenapa sih, malah pergi gitu aja? Kan gue pengen bicara sama lu, harusnya lu diem dulu dong jangan lari!" ujar Aisyah dengan nafas tersengal akibat mengejar adiknya itu.
"Hadeh, emang kamu mau bicara apa?" tanya Kania.
"Lu itu kenapa sih? Kok kayak lagi ada masalah gitu? Cerita dong jangan diem aja! Gue penasaran tau, soalnya kan jarang-jarang lu kayak gini!" ucap Aisyah.
"Ohh, jadi kamu penasaran soal itu. Udah, santai aja gausah kepo gitu! Aku gapapa kok, mana ada aku kena masalah? Sekarang kamu lepasin ya tanganku, aku capek mau istirahat!" ucap Kania.
"Ah masa sih? Gue gak percaya! Udah deh, cerita aja jangan ditutup-tutupin gitu!" ujar Aisyah.
"Boleh deh, yuk ke kamar lu!" ucap Aisyah.
Mereka pun pergi bersamaan menuju kamar Kania untuk berbincang-bincang disana, Aisyah sudah tidak sabar ingin mendengar cerita dari adiknya.
•
•
Saat di dalam kamar, Kania langsung duduk di ranjangnya dan menaruh barang belanjaan miliknya itu di lantai. Sedangkan Aisyah juga duduk di kursi depan Kania lalu tersenyum sembari membungkuk sedikit untuk menyamai tinggi adiknya itu, Aisyah yang sudah tidak sabar langsung meminta Kania untuk segera bercerita sekarang ini.
__ADS_1
"Ayo Kania, cerita!" ujar Aisyah.
"Ish, sabar dong! Kamu gak sabaran banget sih jadi orang, kan aku butuh nafas dulu! Emang kamu gak capek apa? Tadi aja nafas kamu sampe kayak orang bengek gitu," ucap Kania.
"Ya itu kan tadi, sekarang mah enggak. Gue kan anaknya sehat rajin olahraga, jadi masalah gituan mah sebentar juga kelar! Emangnya lu, gak pernah olahraga tiap pagi! Kan jadi gampang capek, makanya besok bangun pagi!" ucap Aisyah.
"Dih, aku udah bangun pagi kok. Cuma gak olahraga aja, males tau olahraga begitu! Enakan juga di rumah, bantuin bik Eros masak!" ucap Kania.
"Hadeh, emang dasar pemalas! Yaudah ah, lupain! Sekarang lu cerita ke gue ada masalah apa pas lu keluar tadi, kenapa lu sampe kelihatan kesel begitu?" ucap Aisyah sudah sangat penasaran. "Apa jangan-jangan lu kena hujatan juga ya dari orang-orang di luar sana?" sambungnya sembari mendekatkan tubuhnya ke arah Kania.
Kania terdiam sejenak, meregangkan tangannya lalu memainkan bola mata ke atas dan bawah dengan cepat. Kania bingung harus bercerita pada Aisyah atau tidak, tentu ia khawatir dan tidak mau jika Aisyah kembali depresi.
"Umm..." Kania coba mencari cara harus memulai darimana ceritanya kali ini agar tak membuat Aisyah kaget saat mendengarnya.
"Kenapa sih? Jangan bikin gue penasaran dong!" ucap Aisyah makin tidak sabar.
"Hehehe, kamu sabar atuh! Kan aku harus mikir-mikir dulu sebelum cerita sama kamu, soalnya ini membahayakan dan bisa bikin mental kamu anjlok lagi kalau aku ceritanya gak bener. Makanya kamu sabar dong, kan aku gak mau kamu balik lagi depresi atau gimana gitu!" ucap Kania.
"Hah? Emang ada apa sih? Gue jadi makin penasaran deh sama lu, emang lu tadi ada apa di jalan pas belanja?" tanya Aisyah penasaran.
"Eee iya jadi gini, tadi disana aku gak sengaja ketemu sama kak Marvel. Dia ternyata lagi ada disana juga buat belanja, yang aku heran dia disana sama cewek lain yang aku gak kenal. Udah gitu, kak Marvel tegur aku dan dia ngiranya kalau aku itu kamu. Masa iya kak Marvel yang udah pacaran lama sama kamu gak bisa bedain antara aku dan kamu?" ucap Kania.
"Ohh, jadi lu kesel karena Marvel gak bisa bedain mana gue mana lu?" tanya Aisyah.
"Ya bukan! Ada lagi yang bikin aku kesel, karena kak Marvel itu jelek-jelekin kamu dan bilang kalau kamu wanita murahan terus gak setia, sukanya main sama cowok lain! Kan aku sebagai adik kamu gak terima dong, masa saudara aku digituin?" ujar Kania kesal.
Aisyah pun tampak syok mendengarnya, seketika ia juga marah dan kesal kepada Marvel.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...