Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Tidak cinta


__ADS_3

Damar dan Aisyah tiba di lokasi yang sudah ditentukan, mereka sama-sama turun dari mobil lalu memasuki tempat yang sepi dan sedikit kotor itu untuk menemui seseorang di dalam sana. Ya Damar memang sudah membuat janji sebelumnya dengan Amar alias sang asisten, disana juga telah berada sosok orang yang diduga sebagai pembantu dari pelaku utama dalam menyebarkan video itu.


Tanpa banyak basa-basi, mereka berdua kini langsung berhadapan dengan sosok tersebut. Nampak disana juga telah bersiaga tiga orang anak buah Damar, yang tentunya diminta untuk berjaga agar orang itu tidak bisa melarikan diri. Dalam kondisi yang terikat di atas tempat duduk dan wajah yang sedikit lebam, orang itu terlihat berontak mencoba melepaskan dirinya.


"Bos, ini dia orangnya bos. Namanya Iyan, dan dia juga lagi diburu polisi!" jelas Amar.


Damar mengangguk paham, kemudian tanpa aba-aba Aisyah langsung bergerak mendekati sosok bernama Iyan itu dengan penuh amarah. Ya Aisyah tentu sangat emosi, sebab apa yang dilakukan Iyan bersama temannya telah membuat nama baiknya menjadi buruk di mata orang-orang.


"Heh! Sekarang juga lu kasih tahu ke gue, siapa yang udah suruh lu sama temen lu itu buat sebar video gak bener itu ke media sosial ha! Jawab!" sentak Aisyah hampir saja menampar wajah pria itu.


"Syah, tahan Syah! Kamu jangan emosi kayak gini, kita tanyakan baik-baik ke Iyan supaya dia bisa jawab pertanyaan kamu!" ucap Damar.


"Tapi kak, gimana bisa aku gak emosi sama orang yang udah bikin nama baik aku tercemar? Aku mau kasih pelajaran ke dia kak, dia ini pantasnya dipukul terus dijadiin perkedel!" geram Aisyah.


"Hahaha, gemes banget sih kamu. Udah kamu mending duduk aja, biar aku yang urus semuanya ya!" ucap Damar terkekeh.


"Ta-tapi kak—"


Damar terlihat memberi kode pada Aisyah untuk menurut, ya tentu Aisyah tak bisa melawan perintah kakak sepupunya itu dan memilih mengalah lalu terduduk di tempat yang tersedia untuk menenangkan dirinya. Meski sebenarnya Aisyah masih tidak bisa menahan diri, karena melihat pelaku yang sudah menyebarkan video dirinya ke media sosial ada di depan mata.


Lalu, Damar pun tampak mendekat ke arah Iyan dan tersenyum tipis. Iyan sedikit ketakutan, mencoba berontak dari tempat duduknya karena khawatir akan dihajar oleh Damar kali ini. Padahal Damar hanya ingin bertanya padanya, dan kini pun Damar berhenti tepat di dekat Iyan untuk mulai mengajukan banyak pertanyaan kepada pria tersebut.


"Hey Iyan, kamu mending sekarang jawab deh pertanyaan yang diajukan sama Aisyah tadi! Siapa orang yang udah suruh kamu untuk menyebarkan video gak bener itu, hm?" ujar Damar.


"Bro, gue beneran gak tahu. Gue cuma bantuin si Ivar dan gue dibayar sama dia, soal siapa yang suruh dia itu gue gak tahu," elak Iyan.


"Jangan bohong! Lebih baik kamu jujur, daripada nanti kamu akan hidup dalam penderitaan!" ucap Damar mengancam.


"Gue gak bohong, kalau lu mau tahu lebih lanjut ya lu temuin si Ivar dan tanya langsung ke dia siapa yang udah suruh dia! Setahu gue, dia emang pernah bilang kalau dia disuruh seseorang buat ngedit video itu dan sebarin ke medsos. Beberapa kali juga dia sempat telpon orang itu, tapi gue gak tahu apa-apa soal siapa dia!" jelas Iyan.

__ADS_1


Aisyah beranjak dari duduknya, "Lo beneran gak bohong kan? Awas ya kalau lu ternyata sembunyikan sesuatu dari kita!" ucapnya.


"Iya Aisyah, gue jujur kok. Gue juga gak pernah komunikasi sama orang yang nyuruh Ivar, lu bisa pegang kata-kata gue!" ucap Iyan dengan tegas.


"Okay, kita percaya sama kamu. Tapi, kamu harus mau jadi saksi di depan publik kalau video yang kamu sebar itu video palsu dan bukan Aisyah yang ada di video itu!" ucap Damar.


"I-i-iya, gue siap kok jadi saksi. Asalkan kalian mau janji buat lepasin gue dari sini," ucap Iyan.


"Kita akan lepasin lu kok, tapi abis itu lu harus masuk penjara untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang udah lu lakuin itu!" ucap Damar.


"Hah apa??" Iyan tersentak mendengarnya.


Damar menyeringai melihat ketakutan di wajah Iyan, begitu juga dengan Aisyah yang merasa puas karena pelaku penyebaran video itu akan segera ditangkap dan diberi hukuman. Hanya saja Aisyah masih belum tenang kali ini, sebab ia belum juga tahu siapa pelaku sebenarnya yang sudah menyuruh Iyan serta temannya mengedit video menyerupai dirinya itu.


Setelahnya, Damar beralih mendekati Aisyah untuk mencoba menenangkan gadis itu. Damar merangkul serta mengusap dua pundak sepupunya agar Aisyah tidak terus gelisah, ya Damar juga berjanji pada Aisyah kalau tak lama lagi pelaku sebenarnya juga akan terungkap. Dan kasus video palsu ini dapat diselesaikan, sehingga Aisyah akan hidup tenang.




Daniel pun bergerak lebih dekat, mengatakan keinginannya pada gadis itu dengan cara mengajaknya pergi ke taman kampus. Setelah berpikir sejenak, mau tidak mau akhirnya Kania terpaksa menerima ajakan pria itu karena ia tidak tega jika menolaknya. Ya apalagi terlihat Daniel begitu antusias kali ini, walau Kania sendiri khawatir temannya akan marah nanti.


Sebelum pergi, tak lupa Kania meminta pada Daniel untuk tidak terlalu lama berbincang saat di taman nanti. Tentu karena Kania masih harus menepati janjinya dengan pergi ke kantin, syukurnya Daniel mau mengerti dan mengiyakan permintaan Kania yang memang sederhana itu. Akhirnya mereka pun melangkah bersamaan menuju taman kampus.


Sesampainya di taman kampus, Daniel langsung bergerak maju membersihkan kursi panjang yang ada disana sebelum diduduki oleh Kania. Barulah keduanya kini duduk berdampingan disana, meski Kania tampak sedikit canggung karena memang ia tak terbiasa berduaan dengan laki-laki selain saudara atau Alex mantan kekasihnya dulu.


"Niel, kamu ajak aku kesini mau ngomong apa sih? Soal pertanyaan kamu yang tadi pagi ya?" Kania langsung bertanya dengan penuh heran.


Daniel tersenyum seraya menggeser posisinya menjadi lebih dekat dengan Kania, namun gadis itu meminta padanya untuk menjauh sedikit karena ia tidak biasa terlalu berdekatan dengan laki-laki. Untung saja Daniel mau menurut, sehingga Kania tidak perlu marah-marah atau berteriak. Daniel sendiri juga tidak ingin jika Kania pergi dari sana, sebab saat ini pria itu mau berbicara dengannya.

__ADS_1


"Begini Nia, aku cuma mau minta jawaban dari kamu. Ya walau kamu bilang kalau kamu belum pengen buka hati kamu, tapi tetap aja aku berharap banget loh Nia!" ucap Daniel.


"Maaf ya Niel, tapi aku tetap sama keputusan aku dari awal. Aku gak bisa menjalin hubungan dulu untuk saat ini, termasuk dengan kamu," ucap Kania.


"Nia, pelan-pelan aja! Aku kasih kamu waktu deh buat berpikir, siapa tahu kamu bisa berubah pikiran nantinya. Aku cinta sama kamu Nia, dan perasaan ini aku rasakan sejak dulu kita masih duduk di bangku sekolah!" ucap Daniel kekeuh.


"Tapi Daniel, aku gak suka sama kamu. Gimana bisa aku menjalin hubungan sama orang yang gak aku cintai?" ucap Kania.


Deg


Daniel amat terkejut mendengarnya, ada rasa sakit yang menusuk ke hatinya begitu mendengar ucapan Kania barusan. Ya gadis itu memang terpaksa jujur, karena dia tidak mau memberi harapan palsu pada Daniel dan nantinya malah akan mengecewakan pria itu sendiri. Meski kali ini Kania tahu, bahwa ia sudah menyakiti hati pria di dekatnya.


"Udah ya Niel, aku gak bisa lama-lama disini. Aku harus temuin teman-teman aku di kantin," ucap Kania sembari beranjak dari kursinya.


Daniel pun turut bangkit mengikuti gadis itu, "Kania tunggu!" ucapnya menahan pergerakan Kania.


"Apa lagi Daniel? Kamu udah sepakat loh tadi, kita bicara tapi gak lama-lama. Sekarang ini waktunya udah lumayan lama loh, jadi aku harus pergi temuin teman-teman aku. Kasihan mereka udah nungguin aku di kantin," ucap Kania kesal.


"Maaf Kania, bukan maksud aku buat halangi kamu. Tapi, aku ini masih mau bicara sama kamu. Please Nia sayang, duduk lagi ya cantik!" Daniel terus memelas padanya dan meminta gadis itu tetap disana bersamanya.


Kania menggeleng menolak ajakan pria itu, kali ini ia tidak mau lagi terpengaruh oleh sikap Daniel yang dibuat-buat itu dan ia akan tetap pergi menemui teman-temannya di kantin.


"Oke Nia, kamu boleh pergi. Aku juga gak akan halangi kamu lagi," ucap Daniel tegas.


Tak ada jawaban dari gadis itu, ia malah berbalik begitu saja dan langsung pergi meninggalkan Daniel tanpa perduli dengannya. Sontak Daniel merasa kesal, pria itu benar-benar marah setelah Kania terang-terangan menolaknya dan mengatakan jika wanita itu tidak mencintainya. Daniel pun bertekad bahwa dia akan terus mendekatkan diri pada Kania, dia juga tidak mungkin menjauh darinya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2