
Marvel kembali menemui Marsha yang sebelumnya ia temui di danau saat sedang melamun memikirkan Aisyah. Mereka memang sudah saling berkenalan dan bertukar nomor telpon, ya Marvel melakukan itu untuk coba melupakan Aisyah dan memulai lembaran baru. Meski, tentu saja Marvel belum tahu apakah Marsha adalah orang yang tepat atau justru sama saja seperti Nazla.
Keduanya berjanji untuk saling bertemu di depan toko buku langganan gadis itu, rencananya Marsha memang hendak membeli buku disana dan meminta Marvel menemaninya. Dengan senang hati Marvel mengiyakan ajakan Marsha, sebab dirinya pun tidak tahu harus melakukan apa saat ini setelah Aisyah terang-terangan menolaknya.
Marvel tiba lebih dulu di toko buku tersebut, ia turun dari mobilnya dan celingak-celinguk mencari keberadaan Marsha. Sepertinya Marsha memang belum datang, maka dari itu Marvel mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke nomor Marsha. Tapi tanpa diduga, Marsha justru mengatakan jika mobilnya mogok saat dalam perjalanan.
Sontak Marvel merasa cemas, ia menawarkan diri untuk membantu gadis itu dan menjemputnya. Tentu saja Marsha menerima tawaran itu, Marsha pun mengirimkan lokasi tempatnya berada sekarang ke nomor Marvel. Lalu, tanpa banyak berpikir Marvel langsung memasuki mobilnya dan melaju kencang menuju tempat gadis tersebut.
Dapat dilihat dengan jelas, bahwa saat ini Marvel begitu panik dan mencemaskan kondisi Marsha. Meskipun mereka baru kenal beberapa hari, namun Marvel sudah merasa dekat dengan gadis itu. Jika sampai terjadi sesuatu pada Marsha, maka Marvel lah yang akan menyesal karena sudah tidak bisa menjaga gadis itu dari bahaya.
Karena mengemudi dengan kecepatan penuh, Marvel akhirnya cepat juga sampai di lokasi tempat Marsha berada. Pria itu bergegas turun dari mobil setelah melihat posisi Marsha, ya ia begitu panik sampai tidak ada waktu untuk beristirahat barang sejenak. Marvel langsung mendekati Marsha, lalu menanyakan kondisi gadis itu.
"Marsha, kamu gapapa kan? Ini kenapa mobil kamu bisa mogok kayak gini, abis bensin atau apa?" tanya Marvel dengan cemas.
Gadis itu dibuat kaget dengan kecemasan Marvel yang luar biasa, ia tak menyangka kalau Marvel akan bersikap seperti itu padanya dan sangat cemas seolah mereka sudah kenal sangat lama. Namun, Marsha sendiri juga merasa bahagia karena sekarang ada pria yang begitu perduli padanya sejak terakhir kali beberapa bulan lalu.
"A-aku mah baik-baik aja Vel, cuma ini mobil aku gak tahu kenapa tiba-tiba mogok. Kamu bisa tolong cek-in gak? Barangkali kamu ngerti mesin, kamu kan cowok nih," ucap Marsha gugup.
"Oh okay, biar aku cek sebentar. Kamu tenang aja ya Marsha!" ucap Marvel tersenyum.
Marsha mengangguk paham, lalu Marvel bergegas memeriksa kondisi mobil milik gadis itu dan mengecek apa yang membuatnya rusak. Setelah dapat dipastikan, Marvel pun kembali menemui Marsha disana yang juga terlihat cemas. Namun, Marvel justru tersenyum dan membuat Marsha yang melihatnya keheranan.
"Ka-kamu kenapa Vel? Apa yang bikin mobil aku mogok? Kok kamu malah senyum?" tanya Marsha.
"Hahaha, iya iya maaf. Jadi itu tuh mobil kamu cuma kering aja aki nya, nanti biar aku telpon teman aku yang orang bengkel buat ganti ya?" jawab Marvel.
"Ohh, kamu punya teman anak bengkel?" ujar Marsha.
"Ya Marsha, kebetulan dia juga sering bantu aku. Yaudah, gimana kalau kamu bareng aku aja sekarang terus kita langsung berangkat ke toko buku?" ucap Marvel.
"Hm, terus mobil aku gimana?" tanya Marsha bingung.
"Tenang aja, aman kok ditinggal disini asal dikunci! Gak lama lagi kan teman aku datang buat periksa mobil kamu," jawab Marvel.
"Oh gitu, iya deh aku ngikut aja."
Akhirnya Marsha pun memilih ikut bersama Marvel dan segera pergi ke toko buku menggunakan mobil pria itu, ya tentu Marvel sangat senang karena itu bisa membuat hubungan diantara mereka menjadi lebih akrab dan dekat.
•
•
Kania mulai membuka laptopnya dan mengatakan tugas yang diberikan dosen kepadanya, Kania pun berharap Daniel benar-benar bisa membantunya mengerjakan tugas itu. Ya tentu saja karena Kania merasa kesulitan jika harus mengerjakan semuanya sendiri, walau ia sudah biasa melakukan itu dan sering mendapatkan nilai sempurna karena usahanya sendiri.
Tapi sepintar apapun seseorang, pasti ada kalanya ia merasa lelah dan bingung. Untungnya Kania bisa bertemu Daniel tadi di depan kampus, apalagi ketika pria itu mengatakan jika dia bisa dan rela membantu Kania mengerjakan tugasnya. Tanpa berpikir panjang, tentu Kania mengiyakan tawaran pria itu dan langsung meminta Daniel membantunya.
Setelah mendengar penjelasan dari Kania, Daniel tersenyum lebar dan paham betul apa yang harus dia kerjakan saat ini. Daniel memang mengerti semua yang diminta Kania, sehingga tidak sulit baginya untuk bisa mengerjakan semua tugas gadis itu saat ini. Langsung saja Daniel mengambil alih laptop milik gadis itu, kemudian mulai mengetik tugas untuk membantu Kania saat ini.
"Kania, selagi aku ngerjain tugas mending kamu tiduran aja deh di kasur! Kamu pasti capek kan, jadi kamu tungguin aja sampai aku selesai ya!" ucap Daniel dengan lembut.
Kania mengernyitkan dahinya, tatapannya seolah menaruh curiga pada sikap Daniel yang malah menyuruhnya tiduran di kasur. Meski Daniel sudah berjanji tidak akan macam-macam padanya, tetapi tetap saja Kania merasa cemas jika tertidur di dalam kamar kost seorang pria yang bukan siapa-siapanya. Apalagi, sebelum ini mereka sudah pernah saling memuaskan satu sama lain.
"Kamu ngaco ya Daniel, aku gak mau ah tidur begitu! Nanti kamu bakal macam-macam lagi, tobat Niel!" sentak Kania.
"Ahaha, kamu mikirnya kok aneh-aneh mulu sih Kania? Emang tampang aku ini ada tampang mesum ya? Perasaan daritadi kamu bawaannya curiga mulu sama aku," heran Daniel.
"Diam deh kamu Daniel! Udah kamu kerjain aja tugas aku itu, jangan nyuruh aku tidur!" tegas Kania.
__ADS_1
"I-i-iya Kania, aku gak akan nyuruh kamu buat tidur kok cantik. Tadi itu aku kan cuma minta kamu istirahat di kasur, gak ada niatan apa-apa loh. Barangkali aja kamu capek atau butuh istirahat, jangan salah paham dulu lah!" ucap Daniel.
"Huft, yaudah aku istirahat di kasur. Kamu kerjain yang bener ya, jangan sampe bikin nilai aku jeblok nanti!" ucap Kania.
Daniel mengiyakan saja ucapan gadis itu sembari menganggukkan kepalanya, Daniel bersiap untuk mengerjakan tugas Kania dan memberikan nilai yang terbaik bagi gadis itu. Tentu saja Daniel tidak mau membuat Kania mendapatkan nilai buruk, apalagi karena dirinya yang sudah mengerjakan semua tugas gadis itu.
Sementara Kania kini beralih menuju ranjang yang ada di belakang kursi belajar itu, ya Kania pun mulai terduduk bersandar disana sembari meluruskan kedua kakinya. Kania memang merasa lelah, apalagi seharian di kampus ia benar-benar dibuat pusing karena ulah dosennya. Untung saja, Kania adalah tipe mahasiswi yang rajin dan sering belajar.
•
•
Aisyah terlihat tengah terduduk sendirian di dalam sebuah cafe yang ramai dan sudah menjadi langganan baginya itu, ia juga tampak mengaduk-aduk sedotan pada gelas minumannya yang sedari tadi masih utuh. Ya Aisyah terus saja melamun disana, bahkan tidak sempat meminum minumannya walau sedikit.
Entah mengapa tiba-tiba pikiran Aisyah mengarah kepada Marvel, gadis itu sepertinya memang belum bisa melupakan Marvel yang dahulu pernah sangat ia cintai dan hampir menikah. Hanya saja, semua kesenangannya gagal diraih karena ulah Nazla yang sengaja ingin menghancurkan hubungan antara Aisyah dan juga Marvel.
Kini Aisyah pun kehilangan semua yang ia miliki, karena ulah biadab Nazla. Beruntung bagi dirinya setelah saat ini Nazla berhasil ditangkap dan ditahan oleh polisi, sehingga tidak ada lagi ancaman baginya yang akan merusak hidupnya. Namun, tetap saja Aisyah bingung sekarang harus menjalani hidupnya dengan dan bersama siapa.
Disaat Aisyah tengah asyik melamun memikirkan Marvel yang entah sedang apa, tiba-tiba saja Darwin muncul dan langsung duduk di depannya dengan santai. Bahkan, Darwin juga terlihat menyapanya sambil tersenyum dengan satu tangan melambai ke arahnya. Hal itu sontak membuat Aisyah terkejut, ia tak menyangka Darwin akan datang kesana.
"Loh Darwin, lu itu kenapa bisa ada disini? Gue perasaan gak kasih tahu ke siapa-siapa deh lokasi gue sekarang," heran Aisyah.
Darwin senyum-senyum dibuatnya, kedua tangannya ia letakkan di atas meja dan dengan pandangan yang terus mengarah ke wajah gadis di depannya itu tanpa berkedip. Darwin sangat menyukai momen ini, karena Aisyah terlihat lebih cantik saat sedang terduduk di kursi cafe. Apalagi, wajah gadis itu yang sekarang tengah cemberut.
"Aku emang sengaja ngikutin kamu, Syah. Aku tahu tadi kamu keluar kampus dalam kondisi murung, makanya aku khawatir terjadi sesuatu sama kamu Aisyah," jawab Darwin lirih.
"Dasar penguntit! Lu tuh bisa gak sih berhenti ikutin gue? Sekarang gue lagi butuh waktu sendiri, jadi tolong jangan ganggu gue!" sentak Aisyah.
"Aisyah, ini semua aku lakuin karena aku perduli loh sama kamu. Emang salah ya kalau aku cemas dan takut kamu kenapa-napa? Aku ini sayang sama kamu, Aisyah!" ucap Darwin tegas.
"Halah bullshit, gue gak percaya sama ucapan lu Darwin!" tegas Aisyah.
"Terserah kamu deh mau bilang apa, intinya semua yang aku katakan tadi itu berdasarkan kebenaran. Aku sayang banget loh sama kamu!" ucap Darwin.
Aisyah terdiam dan malah membuang muka dari hadapan Darwin, gadis itu akhirnya meminum minuman miliknya yang sedari tadi belum tersentuh karena sudah merasa haus. Meskipun ia malas sekali dengan keberadaan Darwin disana, tetapi ia sekarang hanya bisa diam membiarkan Darwin tetap berada bersamanya.
"Syah, sebenarnya daritadi tuh kamu mikirin apa sih? Kamu ngelamun apaan coba, hayo?" tanya Darwin.
"Gausah kepo, ini tuh masalah gue dan lu gak perlu tahu! Lagian lu sama gue bukan siapa-siapa loh, jadi lu gak berhak tahu apa yang lagi gue pikirin!" ucap Aisyah dengan tegas.
"Buset galak amat sih, jangan galak-galak nanti cantiknya hilang loh!" goda Darwin.
"Bodoamat!" sentak Aisyah.
Darwin terkekeh melihat ekspresi gadis itu saat ini, Aisyah memang sangat menggemaskan dan membuat siapapun yang melihatnya tidak tahan.
•
•
Sementara itu, hari sudah malam dan Daniel baru saja menyelesaikan semua tugas-tugas milik Kania itu. Ia pun terlihat sangat lelah, perlahan ia bangkit dari kursinya dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang sedari tadi terasa pegal. Daniel tak menyangka, tugas Kania begitu banyak dan membuat ia hampir kesulitan dalam mengerjakannya tadi.
Daniel menoleh ke belakang, saat itu juga ia terkejut melihat Kania sudah tertidur pulas di kasurnya. Bahkan, Kania juga memeluk erat guling miliknya tanpa rasa ragu sedikitpun. Daniel tersenyum melihatnya, ia tak akan mengganggu momen istirahat gadis itu dan membiarkan saja Kania yang lelah tertidur disana sampai puas.
Karena tidak ingin terjadi fitnah atau apalah itu jika terus berada berdua dengan perempuan yang sedang tertidur, maka Daniel memutuskan keluar dari kamar kostnya dan mencari udara segar di luar sana. Perlahan ia menutup pintu, lalu berjalan menjauh dari kamar itu sambil memegangi perutnya yang terasa lapar karena belum makan.
Disaat yang sama, seseorang menyapanya dan membuat Daniel merasa terkejut. Pria itu sontak menoleh, lalu menemukan keberadaan teman satu kostnya yang berdiri disana menghadapnya. Ya dia adalah Arya, yang selama ini tinggal di sebelah kamar kost milik Daniel. Mereka cukup dekat, bahkan seringkali saling membantu.
__ADS_1
"Eh Niel, lagi ngapain lu disini? Itu tadi gue lihat ada sepatu cewek di depan kamar lu, hayo lu pasti bawa cewek ya kesitu?" ujar Arya.
"Ahaha, lu emang paling tahu deh Arya. Iya jadi tadi gue ada kerja kelompok sama teman gue, makanya gue bawa dia kesini. Tapi dia malah ketiduran, yaudah gue tinggal aja disitu," jelas Daniel.
"Wah kacau lu bro! Kenapa ditinggal sih? Harusnya lu temenin aja lah, kan kesempatan itu buat lu pepet dia!" kekeh Arya.
Daniel terkekeh dan menggelengkan kepalanya, tentu saja apa yang dikatakan Arya sangat tidak mungkin untuk dilakukan olehnya karena Daniel amat menyayangi Kania. Sebagai seorang pria yang mencintai gadisnya, maka Daniel tidak mungkin menyakiti Kania apalagi merusaknya.
"Udah ah gausah bahas soal itu, gue lapar nih pengen ke warung. Lu ikut apa kagak?" ucap Daniel.
"Boleh tuh, gue juga kebetulan belum makan malam. Terus cewek lu gak diajak makan juga? Kasihan loh kelaparan nanti," ucap Arya.
"Biarin aja, dia kayaknya kecapekan banget. Kalau gue bangunin nanti dia malah marah-marah, lagian gue juga gak tega lah," ucap Daniel.
"Cie cie, berarti bener ya itu pacar lu? Gak nyangka gue bro, akhirnya lu dah gak jomblo lagi!" goda Arya.
Kedua lelaki itu kompak tertawa dan kemudian lanjut berjalan menuju warung makan yang ada di depan sana, tentu saja tempat itu adalah favorit bagi mereka dan selalu mereka datangi. Selain enak, memang tidak ada lagi warung yang dekat dari kost mereka kecuali tempat tersebut.
Sesampainya disana, mereka langsung duduk dan memesan makanan yang hendak mereka inginkan. Daniel seketika teringat pada Kania yang sekarang masih ada di kamarnya, entah mengapa ia khawatir dengan meninggalkan Kania sendirian disana. Apalagi, Daniel juga merasa kasihan pada Kania yang belum makan sedari sore tadi.
"Lo ngapa bro? Kok malah bengong begitu sih?" tanya Arya keheranan.
Daniel hanya diam mengabaikan pertanyaan Arya barusan, pikiran pria itu masih mengarah ke Kania yang sedang tertidur. Ia memiliki rencana untuk membungkus saja makanannya, lalu memakan bersama Kania di kamar kost nanti. Ya Daniel tidak tega jika meninggalkan Kania begitu lama disana, mengingat kost itu adalah kost putra.
•
•
Marvel masih berdua bersama Marsha saat ini, ya mereka memutuskan untuk makan malam di sebuah restoran dekat toko buku tersebut karena keduanya sudah sama-sama merasa lapar. Lagipula, Marvel pun ingin lebih dekat dengan gadis itu dan mengenalnya lebih jauh. Begitu juga memang yang dirasakan Marsha, sebab sejak bertemu pertama kali dengan Marvel gadis itu sudah merasa nyaman.
Begitu makanan mereka sampai, keduanya langsung menyantap bersama-sama dengan penuh hati-hati karena ingin menjaga image masing-masing. Ya baik Marvel maupun Marsha masih berusaha untuk bersikap baik saat ini, karena mereka tak ingin apabila mendapat penilaian buruk di mata pasangan masing-masing yang baru saling mengenal.
"Aku baru tahu, ternyata kamu suka juga ya sama seafood? Berarti aku bisa pas begini dong ketemu sama perempuan yang cocok sama kesukaan aku," ucap Marvel dengan maksud menggoda.
Marsha tersenyum malu-malu, wajahnya memerah karena tersipu dengan perkataan Marvel tadi yang tidak diduga olehnya. Gadis itu bahkan sampai menunduk dan berhenti sejenak menyantap makanannya, sedangkan Marvel terus memandang ke arahnya dengan serius seolah tidak bisa berpaling darinya.
"I-i-iya Marvel, dari dulu emang aku suka sama seafood. Ya terutama lobster ini," jawab Marsha dengan gugup dan lirih.
"Ahaha, bagus deh cocok tuh. Aku suka banget sama cewek yang doyan seafood, soalnya jarang tahu aku nemu yang begitu. Kebetulan banget ya kita bisa ketemu sekarang?" ujar Marvel.
"Umm, emangnya kenapa kalau kita ketemu dan sama-sama suka seafood? Kamu mau apa hayo?" tanya Marsha berusaha balik menggoda pria itu.
"Waduh pake ditanya, entah deh aku juga gak tahu mau apa nanti. Seenggaknya kita udah ketemu, barangkali lambat laun kita bisa jadi teman akrab kan!" ucap Marvel.
Marsha mengangguk saja seolah paham dengan maksud dari Marvel tadi, meski gadis itu tak mau terlalu berharap nantinya. Biar gimanapun, Marsha tahu dirinya dan juga Marvel masih baru kenal dan bertemu beberapa hari, sehingga tak mungkin jika mereka langsung bisa saling suka atau menjalin hubungan kasih.
"Oh iya, aku izin ke toilet sebentar ya? Kamu gapapa kan aku tinggal sendiri disini?" pamit Marvel.
"Hah? I-i-iya Vel, kamu ke toilet aja kalau emang pengen! Aku mah gak masalah dong makan sendirian, udah biasa juga kali!" ucap Marsha.
"Okay, sebentar ya?" Marvel beranjak dari kursinya, lalu melangkah menuju toilet.
Selama Marvel berada di toilet, Marsha kini sendirian dan meneruskan saja aktivitasnya untuk memakan makanan miliknya. Namun, sesekali ia juga menatap sekitar sambil menunggu Marvel kembali. Sepertinya Marsha merasa berbeda tanpa adanya sosok Marvel sekarang, karena sedari tadi ia sudah terbiasa bersama lelaki itu.
"Hmm, dilihat-lihat Marvel itu ganteng juga. Apa mungkin ya kalau aku bisa dekat sama dia dan menjalin hubungan? Duh, rasanya susah sih buat aku!" gumam Marsha lirih.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...