Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Daniel & Kania


__ADS_3

Hari sudah malam dan Daniel baru saja menyelesaikan semua tugas-tugas milik Kania itu. Ia pun terlihat sangat lelah, perlahan ia bangkit dari kursinya dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang sedari tadi terasa pegal. Daniel tak menyangka, tugas Kania begitu banyak dan membuat ia hampir kesulitan dalam mengerjakannya tadi.


Daniel menoleh ke belakang, saat itu juga ia terkejut melihat Kania sudah tertidur pulas di kasurnya. Bahkan, Kania juga memeluk erat guling miliknya tanpa rasa ragu sedikitpun. Daniel tersenyum melihatnya, ia tak akan mengganggu momen istirahat gadis itu dan membiarkan saja Kania yang lelah tertidur disana sampai puas.


Karena tidak ingin terjadi fitnah atau apalah itu jika terus berada berdua dengan perempuan yang sedang tertidur, maka Daniel memutuskan keluar dari kamar kostnya dan mencari udara segar di luar sana. Perlahan ia menutup pintu, lalu berjalan menjauh dari kamar itu sambil memegangi perutnya yang terasa lapar karena belum makan.


Disaat yang sama, seseorang menyapanya dan membuat Daniel merasa terkejut. Pria itu sontak menoleh, lalu menemukan keberadaan teman satu kostnya yang berdiri disana menghadapnya. Ya dia adalah Arya, yang selama ini tinggal di sebelah kamar kost milik Daniel. Mereka cukup dekat, bahkan seringkali saling membantu.


"Eh Niel, lagi ngapain lu disini? Itu tadi gue lihat ada sepatu cewek di depan kamar lu, hayo lu pasti bawa cewek ya kesitu?" ujar Arya.


"Ahaha, lu emang paling tahu deh Arya. Iya jadi tadi gue ada kerja kelompok sama teman gue, makanya gue bawa dia kesini. Tapi dia malah ketiduran, yaudah gue tinggal aja disitu," jelas Daniel.


"Wah kacau lu bro! Kenapa ditinggal sih? Harusnya lu temenin aja lah, kan kesempatan itu buat lu pepet dia!" kekeh Arya.


Daniel terkekeh dan menggelengkan kepalanya, tentu saja apa yang dikatakan Arya sangat tidak mungkin untuk dilakukan olehnya karena Daniel amat menyayangi Kania. Sebagai seorang pria yang mencintai gadisnya, maka Daniel tidak mungkin menyakiti Kania apalagi merusaknya.


"Udah ah gausah bahas soal itu, gue lapar nih pengen ke warung. Lu ikut apa kagak?" ucap Daniel.


"Boleh tuh, gue juga kebetulan belum makan malam. Terus cewek lu gak diajak makan juga? Kasihan loh kelaparan nanti," ucap Arya.


"Biarin aja, dia kayaknya kecapekan banget. Kalau gue bangunin nanti dia malah marah-marah, lagian gue juga gak tega lah," ucap Daniel.


"Cie cie, berarti bener ya itu pacar lu? Gak nyangka gue bro, akhirnya lu dah gak jomblo lagi!" goda Arya.


Kedua lelaki itu kompak tertawa dan kemudian lanjut berjalan menuju warung makan yang ada di depan sana, tentu saja tempat itu adalah favorit bagi mereka dan selalu mereka datangi. Selain enak, memang tidak ada lagi warung yang dekat dari kost mereka kecuali tempat tersebut.


Sesampainya disana, mereka langsung duduk dan memesan makanan yang hendak mereka inginkan. Daniel seketika teringat pada Kania yang sekarang masih ada di kamarnya, entah mengapa ia khawatir dengan meninggalkan Kania sendirian disana. Apalagi, Daniel juga merasa kasihan pada Kania yang belum makan sedari sore tadi.


"Lo ngapa bro? Kok malah bengong begitu sih?" tanya Arya keheranan.


Daniel hanya diam mengabaikan pertanyaan Arya barusan, pikiran pria itu masih mengarah ke Kania yang sedang tertidur. Ia memiliki rencana untuk membungkus saja makanannya, lalu memakan bersama Kania di kamar kost nanti. Ya Daniel tidak tega jika meninggalkan Kania begitu lama disana, mengingat kost itu adalah kost putra.


Lalu, Daniel mengatakan pada mang Andra kalau pesanan miliknya akan dibawa pulang. Sekaligus, ia menambah pesanan lainnya yang tentu saja untuk diberikan kepada Kania. Memang tidak biasanya Daniel makan di kamar kost, tapi untuk sekarang ini ia harus melakukan itu demi bisa menjaga Kania dan memastikan gadis itu baik-baik saja.


"Mang, makanan saya dibungkus aja ya! Terus tambah porsinya satu lagi, dibungkus juga!" ucap Daniel pada si penjual.


"Siap den Daniel!"


Arya yang mendengar itu seketika terkejut, ia kembali menatap ke arah Daniel dengan wajah bingung sekaligus tak mengerti mengapa Daniel malah tiba-tiba merubah keputusannya. Padahal, tadinya Daniel hendak makan malam disana bersamanya dan bukan di kamar kost.


"Eh bro, kok lu mau bungkus makanannya sih? Terus gue ditinggal gitu nih? Wah parah sih lu bro, padahal tadi lu bilang mau makan bareng sama gue!" ucap Arya terheran-heran.


"Ya sorry bro, lu kan tahu kalau sekarang di kost gue ada orang. Gue juga harus beliin makan buat dia, jadi sekalian aja gue makan disana," ucap Daniel.


"Halah tinggal bilang aja lu mau berduaan sama cewek lu, terus lu juga gak bisa tinggalin dia sendirian disana! Iya deh iya gue ngerti, bucin banget sih lu Niel!" cibir Arya.


"Hahaha....."


Daniel tertawa dibuatnya, ucapan Arya barusan memang benar adanya dan Daniel akui itu. Ya Daniel sangat khawatir pada Kania, itulah sebabnya Daniel tidak bisa lama-lama meninggalkan Kania sendiri di kamar kostnya. Maka dari itu, Daniel terpaksa membeli makanan dengan cara dibungkus lalu dibawa kembali ke kamarnya.




Daniel pun kembali ke dalam kamar kostnya, ia lihat Kania masih tertidur pulas disana dengan posisi miring sambil memeluk guling. Dalam kondisi seperti ini saja, Daniel akui kalau Kania tetap cantik dan malah terlihat lebih imut dibanding ketika gadis itu sadar. Ingin rasanya Daniel mengecup bibir mungil merah muda milik Kania saat ini, tetapi ia sadar kalau semua itu belum boleh ia lakukan.


Akhirnya Daniel meletakkan bungkus makanan yang ia bawa tadi di atas meja, lalu ia berjalan menuju dapurnya dan mengambil beberapa alat makan seperti piring gelas dan juga sendok. Daniel tidak ingin membangunkan Kania sekarang, sebab ia khawatir hal itu akan mengganggu momen tidur nyenyak dan istirahat sang gadis.


Setelah menuang semua makanannya ke dalam piring, Daniel pun mulai melahap makanan itu dengan perlahan-lahan. Sesekali Daniel menoleh ke arah tubuh Kania yang begitu menggoda, apalagi rok milik gadis itu tersingkap ke atas dan memperlihatkan paha mulus miliknya yang pasti akan menggugah selera siapapun yang melihatnya.


Daniel susah payah menelan makanannya, sungguh ia tak kuasa menahan semua desiran di dalam dirinya saat melihat tubuh mulus dan seksi Kania di depan matanya. Jika saja ia tidak berjanji pada Kania sebelum ini, maka mungkin sekarang ia sudah mengulang kembali apa yang ia lakukan bersama gadis itu sebelumnya.

__ADS_1


Disaat ia terbatuk akibat pikiran kotornya, tiba-tiba terdapat gerakan dari tubuh Kania yang merubah posisi tidurnya menjadi telentang. Daniel semakin tidak kuat menahan godaan saat ini, karena tubuh seksi Kania makin terekspos dalam posisi itu. Matanya pun terbelalak lebar menyaksikan pemandangan indah tersebut, mulutnya juga menganga dan tidak bisa tertutup rapat.


"Ya ampun, begini banget sih cobaannya! Gimana gue bisa tahan coba kalau kayak gini? Duh Kania, lu itu seksi banget dan selalu bikin gue tegang!" gumam Daniel dalam hatinya.


Terbesit keinginan kotor di dalam pikirannya, kini ia mendekati Kania setelah menaruh sejenak piringnya di atas meja. Daniel tak perduli lagi dengan janji yang ia ucapkan tadi, Daniel pun melangkah lebih dekat lalu berniat menyentuh bongkahan kenyal nan nikmat milik gadis itu. Namun, tanpa diduga Kania justru membuka matanya dan terkejut melihat Daniel ada di depan tubuhnya saat ini.


"Aaaaa!!" Kania berteriak keras, ia menggunakan guling di tangannya untuk memukul tubuh Daniel dengan keras dan bertenaga.


"Ah ampun ampun, Kania cukup ini itu aku Daniel! Kamu kenapa pukul aku sih?" ujar Daniel kesakitan.


"Ish, suruh siapa kamu berani dekat-dekat aku tadi? Kamu mau ngapain coba? Ingat loh, kamu tadi udah janji buat enggak apa-apain aku! Kamu tuh ya emang dasar mesum!" sentak Kania.


"Hah mesum apa? Aku cuma mau bangunin kamu, terus ajak kamu makan malam. Tuh aku udah beliin makanan buat kamu!" tegas Daniel.


Kania melirik ke arah bungkus makanan di atas meja, rasa lapar pun langsung menyerangnya dan membuat Kania melupakan saja apa yang baru terjadi tadi. Gadis itu beranjak dari posisinya, tanpa rasa bersalah ia melempar gulingnya ke atas kasur dan mengambil bungkus makanan tersebut serta piring yang sudah tersedia.


"Gitu banget sih kamu, gak mau minta maaf dulu nih?" cibir Daniel.


Gadis itu tak perduli dengan perkataan Daniel, ia malah asyik melahap makanannya sambil terduduk di kursi belajar milik Daniel. Ya padahal Daniel sang tuan rumah saja terduduk di lantai saat ini, tapi Kania memang belum terbiasa makan seperti itu. Sehingga, Kania melakukan saja apa yang biasa ia lakukan seperti saat di rumahnya.


Kania sendiri merasa kaget saat makanan miliknya begitu nikmat, baru kali ini ia merasakan makanan warung dan ia sudah sangat ketagihan. Bahkan, Kania terlihat begitu cepat memakan makanan tersebut seolah amat menikmatinya. Daniel yang melihat itu tersenyum saja, kemudian menggoda Kania karena makan terlalu cepat.


"Ehem! Makannya pelan-pelan aja kali, gak bakal ada yang minta juga kok! Pasti enak banget ya, baru sekarang kan kamu ngerasain makanan seenak itu?" goda Daniel sambil terkekeh.


"Apaan sih? Kamu diam aja deh, lagi makan itu jangan banyak omong!" ketus Kania.


"Hahaha, lucu banget sih kamu Nia! Sini dong makannya di bawah kayak aku, tuan rumahnya aja gak makan di meja tuh!" cibir Daniel.


"Gak mau, aku gak terbiasa makan di bawah kayak gitu! Susah tau nantinya!" tolak Kania.


"Hm, terserah kamu deh. Emang beda ya orang kaya sama orang yang suka makan di pinggir jalan," ucap Daniel menggeleng.


Kania tidak lagi menjawab perkataan Daniel barusan, gadis itu malah kembali fokus memakan makanan di piring sampai habis tak bersisa dan begitu menikmati semuanya. Daniel sampai terus menggelengkan kepala, seolah tak percaya jika Kania bisa sangat cepat menghabiskan makanan tersebut yang padahal baru sekali dimakan olehnya.


"Umm, iya sama-sama Kania. Aku kan udah bilang kalau aku sayang sama kamu," ucap Daniel.


"Nyenyenye, terus semua tugas aku udah selesai dikerjain belum? Ini udah malam loh, aku harus pulang sekarang!" ucap Kania.


Daniel tersenyum dibuatnya, "Iya Kania, udah beres kok itu. Kamu lihat aja kalo gak percaya!" ucapnya.


Kania pun memeriksa laptopnya dan ternyata benar apa yang dikatakan Daniel barusan, pria itu memang sudah mengerjakan semua tugasnya dengan baik dan selesai di waktu yang cepat. Sontak Kania tersenyum melihatnya, ia senang karena Daniel memang dapat diandalkan dan tidak sia-sia ia meminta bantuan pada pria itu.


"Wah iya benar udah kelar, kalo gitu thanks ya Niel! Sekarang aku bisa pulang dengan tenang deh," ucap Kania sembari membereskan barang-barangnya itu dan bersiap pulang.


"Loh, masa abis makan langsung mau pulang gitu aja? Cuci dulu dong piringnya!" ucap Daniel.


Gadis itu terkejut bukan main mendengar permintaan Daniel, selama ini saja ia belum pernah mencuci piring atau apalah itu. Ya semua tugas itu dilakukan oleh pekerja di rumahnya, sehingga Kania sama sekali tidak bisa melakukannya. Namun, kali ini ia sedang berada di kost Daniel dan tidak mungkin juga ia menolak perintah sang tuan rumah.


"Ish, kok aku yang nyuci? Aku tamu loh disini, kamu lah yang cuci semuanya!" sentak Kania.


"Gak bisa gitu dong, ayo kamu cuci piring bekas makan kamu itu di belakang! Kalau enggak, aku gak akan biarin kamu pulang!" paksa Daniel.


"Hah apa??" Kania menganga dan terbelalak lebar mendengarnya.


Setelah itu, Daniel bangkit dan menghampiri Kania yang masih terduduk di kursi itu. Daniel meraih tangan Kania, memaksa gadis itu untuk ikut dengannya ke belakang mencuci piring. Awalnya Kania berontak dan terus menolak, tapi pada akhirnya Kania terpaksa menurut karena tak memiliki pilihan lain.




Disisi lain, Marvel yang baru keluar dari toilet terkejut ketika tanpa sengaja berpapasan dengan Aisyah di depannya saat ini. Marvel pun sampai tidak bisa berkedip melihatnya, ia benar-benar kaget sekaligus tak percaya jika Aisyah ada disana. Kini Marvel tak tahu harus apa, karena perasaannya sungguh bingung setiap kali berhadapan dengan Aisyah.

__ADS_1


Begitupun dengan Aisyah, ya gadis itu juga heran mengapa bisa dirinya bertemu dengan Marvel saat ini. Dari sekian banyak restoran di kota, entah kenapa mereka malah berada di satu restoran yang sama dan kini saling bertemu satu sama lain tanpa ada perjanjian sama sekali. Aisyah sungguh malas, padahal ia sudah berusaha untuk melupakan Marvel dari kehidupannya sekarang ini.


"Aisyah?" lirih Marvel menyebut nama gadis itu, tatapannya tak bisa beralih dari wajah Aisyah yang masih sangat ia cintai itu.


Namun, Aisyah terlihat berpura-pura tak mengenali pria itu dan berusaha pergi dari sana. Akan tetapi, Marvel justru menghadangnya dengan mencekal lengan serta tidak membiarkan Aisyah pergi begitu saja dari hadapannya. Marvel tak mau membuat kesempatan ini sia-sia, ia yakin kalau Tuhan sudah merencanakan semua ini untuknya.


"Aku mohon jangan pergi Syah! Aku belum bisa melupakan kamu sampai sekarang, dan aku mau kamu bicara sebentar sama aku mumpung kita bertemu disini!" pinta Marvel.


"Gak ada lagi yang perlu dibicarakan, Vel. Aku udah malas berurusan sama kamu!" ucap Aisyah ketus.


"Tidak Aisyah, semua masih belum selesai. Kita bisa mengulangi lagi semuanya, karena dulu kita berpisah atas kesalahpahaman Aisyah!" ujar Marvel.


Aisyah sama sekali tak perduli dengan hal itu, ia sudah bukan lagi pasangan Marvel dan sekarang ini ia juga telah terbebas dari hubungan masa lalunya dengan pria itu. Bagi Aisyah, semua yang dialaminya dulu adalah sebuah kesalahan dan Aisyah beruntung karena tidak jadi menikah dengan lelaki labil seperti Marvel yang sungguh menyebalkan.


"Aku gak sudi buat mengulangi semua itu, lebih baik kamu pergi sekarang dan cari wanita lain yang mungkin bisa terima kamu selain aku!" sentak Aisyah.


"Syah, kamu mungkin bisa bicara begitu. Tapi aku tahu, perasaan kamu sekarang pasti belum bisa melupakan aku kan?" ucap Marvel.


"Kata siapa? Kamu gausah sok tahu deh, aku ini udah moveon dan ngelupain kamu dari lama ya. Buat apa juga aku masih berharap sama laki-laki labil seperti kamu?" tegas Aisyah.


"Aku minta maaf Syah, aku janji gak akan begitu lagi dan aku mohon sama kamu maafin aku! Kamu mau ya kembali sama aku seperti dulu!" bujuk Marvel.


Aisyah benar-benar kesal dengan Marvel yang terus saja berusaha membujuknya dan sulit sekali untuk diberitahu, akhirnya Aisyah menghentak tangannya lepas dari genggaman pria itu lalu mendorong kuat tubuh Marvel sampai terhuyung ke belakang. Setelahnya, Aisyah pun pergi dari sana meninggalkan Marvel tanpa berbicara apapun lagi.


Disaat Marvel hendak mengejarnya, tiba-tiba saja Marsha muncul disana lalu memanggilnya. Marvel pun mengurungkan niatnya, ia menoleh ke arah gadis itu dengan wajah bingung. Marvel kini tidak bisa mengejar Aisyah lagi karena ada Marsha di dekatnya, ya tak mungkin Marvel meninggalkan Marsha begitu saja demi Aisyah yang pergi saat ini.


"Marvel, kamu sama siapa tadi? Pacar kamu?" tanya Marsha penasaran.


Deg




Hari berganti, Aisyah tengah merenung seorang diri di taman dekat lokasi pemotretan sambil memikirkan Marvel yang semalam tanpa sengaja ia temui di restoran. Aisyah sungguh tak mengerti, ia bingung mengapa lagi-lagi dirinya masih dipertemukan dengan Marvel yang jelas-jelas sudah membuat hatinya sakit.


Tanpa sadar gadis itu pun mengeluarkan air mata saat mengingat wajah Marvel di kepalanya, rasanya ia sangat sakit tiap kali mengingat semuanya. Apa yang dilakukan Marvel sungguh menyakitkan, padahal kala itu mereka sudah hampir bersatu dalam suatu ikatan pernikahan. Namun, Marvel justru membatalkan semuanya begitu saja.


Tak lama kemudian, Damar muncul di sebelahnya secara tiba-tiba dan langsung duduk begitu saja. Damar tampak tersenyum memandangi wajah adik sepupunya itu, ia merasa kasihan melihat Aisyah yang masih saja bersedih seperti itu dan tidak bisa berhenti menangisi sosok Marvel. Padahal, Aisyah sudah bertekad untuk melupakan pria tersebut.


"Aisyah, kamu pasti masih mikirin Marvel ya? Ngapain sih sayang, katanya kamu mau lupain dia!" ucap Damar menegur sang adik sembari merangkul pundaknya tanpa aba-aba.


Aisyah sontak terkejut karena sebelumnya ia tak melihat kehadiran Damar disana, tapi sekarang pria itu malah sudah berada di dekatnya. Bahkan, Damar juga merangkulnya serta mendekapnya dengan erat sambil tersenyum lebar. Aisyah menatap penuh heran, gadis itu masih terdiam dan berusaha menyembunyikan air matanya.


"Kalau kamu masih begini terus, itu tandanya kamu belum bisa moveon dong sayang. Berarti kamu masih cinta ya sama Marvel?" ucap Damar.


Aisyah tersentak dan mengernyitkan dahinya, "Ih apa sih kak? Aku udah enggak ada rasa ya sama dia, gausah ngada-ngada deh! Lagian kata siapa aku mikirin Marvel? Sok tahu banget!" ucapnya tegas.


"Hahaha, kamu mau coba bohongin aku? Kalau bukan mikirin Marvel, terus apa hayo?" ujar Damar.


Gadis itu terdiam tak bisa menjawab pertanyaan kakaknya, ia malah memalingkan wajah dan bingung harus mengatakan apa. Damar terkekeh lalu menarik wajah Aisyah kembali ke arahnya, ia cengkram rahang gadis itu sehingga Aisyah tidak bisa berbuat apa-apa saat ini dan coba pasrah mendengarkan perkataan Damar dengan serius.


"Aku tahu kamu pasti sedih dan sakit banget karena kejadian itu, si Marvel yang bejat gak pantas kamu tangisi seperti ini sayang! Kamu harus tegar dan kuat, tunjukkan kalau kamu bisa hidup tanpa dia! Jangan lemah sayang!" ucap Damar tegas.


Aisyah mengangguk perlahan, ia tidak mengatakan apapun karena rasa gugup dan juga takutnya ketika Damar mencengkram rahangnya. Damar kini bergerak menyeka air mata di pipi adiknya, pria itu memang tidak bisa melihat Aisyah bersedih seperti itu apalagi karena memikirkan Marvel. Damar harus bisa menguatkan Aisyah, serta meminta gadis itu benar-benar melupakan Marvel.


"Ayo sekarang kita masuk siap-siap buat foto! Kamu udah didandani malah nangis begini, jadi luntur lagi kan makeupnya!" ucap Damar.


"Ma-maaf kak!" lirih Aisyah.


Damar tersenyum memahami alasan mengapa gadis itu menangis, biar bagaimanapun Damar tahu bahwa Aisyah adalah seorang wanita dan hatinya mudah rapih. Sekarang Damar kembali memeluk Aisyah sembari mengusapnya lembut, ia berusaha menenangkan gadis itu dan mencoba membuat Aisyah melupakan sosok Marvel dari pikirannya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2