
Aisyah bersama Kania tiba di markas yang sudah ditentukan oleh Damar, keduanya langsung turun dari mobil dengan tergesa-gesa dan berjalan ke dekat tempat itu. Disaat yang bersamaan juga, mobil milik Damar pun tiba dan membuat mereka berhenti sejenak untuk menunggunya. Kini tampak Damar menuruni mobil dengan tangan yang masih terus menggandeng lengan Aura, sontak saja Aisyah serta Kania kompak tersenyum melihatnya.
Damar pun terheran-heran melihat kedua adiknya senyum-senyum seperti itu, ia tak mengerti apa yang lucu sampai membuat dua gadis itu tersenyum setelah dirinya datang bersama Aura. Padahal menurutnya, apa yang ia lakukan sekarang ini biasa saja dan tak seharusnya mereka tertawa. Namun, sepertinya Aisyah serta Kania memang sengaja menggoda kakak mereka itu karena tahu bahwa Damar sedang berusaha mendekati Aura.
"Eh eh, kalian kenapa senyum-senyum kayak gitu? Kalian mau meledek aku apa gimana, hm? Gak sopan banget ya kalian, aku datang bukan disambut malah diketawain!" kesal Damar.
Aisyah menutupi mulutnya untuk menahan tawa yang hendak muncul, sedangkan Kania hanya diam serta memalingkan wajahnya. Pandangan Aisyah tiba-tiba mengarah ke tangan Damar yang masih setia menggenggam lengan Aura, tentu saja Damar sadar akan itu dan spontan ia melepaskan lengan Aura lalu bergeser menjauh.
"Ohh, jadi kalian ketawa karena itu? Emangnya salah ya kalau aku pegang tangan Aura?" ujar Damar.
"Umm, gak salah kok kak. Tadi kita cuma kaget aja, soalnya gak biasanya kak Damar pegang tangan cewek gitu," ucap Aisyah.
"Iya kak, kan kakak tuh cuek banget jadi cowok. Makanya sampai sekarang, kakak masih jomblo dan gak ada yang mau dekat!" sahut Kania.
Mendengar itu, Damar sontak menatap tajam wajah Kania dan membuat gadis itu menunduk takut. Damar perlahan mendekati Kania dengan wajah yang masih terlihat emosi, Kania berusaha menghindar tetapi akhirnya juga Damar berhasil mencengkram lengannya dengan kuat.
"Eh Nia, kamu ngapain ikut kesini sih? Kamu tuh harusnya di rumah aja, anak kecil itu gak boleh ikut campur urusan orang dewasa!" ucap Damar.
Kania mengernyitkan dahinya, "Apa sih kak? Aku udah gede loh, dasar nyebelin!" ucapnya kekeuh.
"Hahaha, kalo udah gede mana buktinya? Kamu masih kayak bocil tuh, gampang ngambek. Terus sukanya ngeledekin orang aja, itu kan kerjaan anak kecil!" cibir Damar.
"Ish, aku gak gitu ya. Tadi kan Aisyah duluan tuh yang ledekin kakak," ucap Kania mengelak.
Aisyah terkejut mendengarnya, "Lu kenapa bawa-bawa gue sih? Kan kak Damar lagi bicara sama lu, jangan bawa-bawa gue dong!" ucapnya.
"Yeu biarin, kan emang bener begitu. Kak Aura aja tahu kok tadi," ucap Kania membela diri.
Damar dan Aura kompak terkekeh melihat keributan antara dua gadis kembar itu, tapi kemudian Damar terlihat merangkul keduanya dan mencubit gemas hidung Aisyah serta Kania. Ia serasa memiliki dua adik kandung saat ini, karena memang ia sudah menganggap mereka berdua seperti adiknya sendiri.
"Udah udah, gausah pada ribut! Kania, mending kamu pulang aja deh ya! Aku sama Aisyah aja yang masuk ke dalam," ucap Damar.
"Loh tapi kenapa? Aku kan juga mau tahu siapa dalangnya, aku yakin banget ini ulah si Nazla!" ucap Kania.
Namun, Damar malah membungkam mulut Kania dengan telapak tangannya dan memintanya diam. Sedangkan Aisyah malah tertawa puas melihat reaksi kocak kembarannya itu, ya meski ada sedikit rasa tidak tega ketika Damar malah menutup mulut Kania dan tak mengizinkan gadis itu untuk ikut.
Tapi akhirnya mau tidak mau Damar terpaksa mengizinkan Kania untuk ikut bersama mereka, ya walau Damar agak ragu karena mengingat Ivar adalah orang yang licik dan jahat. Bisa saja nanti Ivar melakukan sesuatu yang buruk kepada Kania, meski sekarang Ivar sudah dalam kondisi terikat.
•
__ADS_1
•
Begitu tiba di dalam, terlihat kini Ivar yang sedang duduk di kursi dengan keadaan tubuh yang terikat kuat. Sontak Damar bersama Aisyah serta Kania perlahan mendekati lelaki itu, emosi benar-benar menguasai tubuh Aisyah saat ini ketika bertatapan langsung dengan orang yang sudah mengedit video panas dirinya dan menyebarkannya.
Saat Aisyah hendak menghampiri Ivar di depan sana, dengan cepat Damar menahannya dan tidak mengizinkan Aisyah untuk melampiaskan emosinya kepada pria itu. Biar bagaimanapun, Damar tak ingin Aisyah terlebih kekerasan kali ini yang akan membuatnya terkena jebakan sendiri. Untuk itu, Damar meminta Aisyah bersabar sebentar.
Meskipun sulit, tapi Aisyah berhasil menahan diri dan menuruti kemauan kakaknya. Kini mereka sama-sama berdiri di hadapan Ivar yang sedang terduduk dalam keadaan terikat, membuat Ivar tak mampu bergerak walau sebentar. Ivar kini menatap ke arah mereka bertiga, pria itu terkejut melihat kehadiran Aisyah bersama yang lainnya.
"Heh Ivar! Akhirnya lu berhasil ketangkap juga, bener kan dugaan gue kalau orang jahat kayak lu pasti gak akan lama bisa bergerak bebas di luaran sana!" ucap Aisyah tersenyum menyeringai.
Kania ikut tersenyum dan bergerak mendekati Aisyah, gadis itu sepertinya sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa orang yang menyuruh Ivar. Entah kenapa sampai saat ini, Kania masih yakin jika Nazla lah orang dibalik semua masalah yang terjadi. Jika sampai dugaannya benar, maka pasti Kania akan sangat emosi dan ingin membalas perbuatan Nazla.
"Iya tuh, mending kamu buruan ngaku deh siapa yang udah nyuruh kamu!" ucap Kania dengan nada sok tegas.
Damar malah terkekeh mendengarnya, "Ahaha, kamu gausah sok-sokan galak kayak gitu deh Kania! Kamu itu gak pantas jadi cowok galak, orang bukan takut yang ada malah gemes sama kamu!" ujarnya.
"Ish, kak Damar diem deh! Aku tuh beneran lagi marah tau, aku gak terima karena orang ini udah bikin Aisyah dibully satu indo!" sentak Kania.
"Iya iya, kakak tahu kok." Damar menghela nafasnya singkat sembari mengusap-usap puncak kepala Kania, yang membuat gadis itu teramat kesal.
Aisyah kini kembali beralih menatap sosok Ivar dan membentaknya, ia sudah sangat emosi karena kelakuan pria itu sebelumnya yang membuat dirinya dihujat banyak orang. Sebagai seorang korban, Aisyah tentu tak terima jika Ivar tidak mendapatkan balasan seperti apa yang ia rasakan dulu.
"Lo jangan diem aja, cepat jawab pertanyaan gue! Gue tahu lu pasti disuruh sama seseorang, mending lu kasih tahu gue sekarang!" bentak Aisyah.
Aisyah mengangguk perlahan, meski ia sedikit mengumpat di dalam hatinya. Lalu, kini Ivar tampak mendongak ke arah gadis itu seolah hendak membuka mulutnya. Sebenarnya Ivar masih ragu saat ini, ia bingung apakah ia harus menjawab pertanyaan Aisyah tadi atau tidak.
"Gue emang disuruh, dan orang yang nyuruh gue itu sebenarnya ada di dekat kalian!" ucap Ivar.
Aisyah mengernyitkan dahinya, "Siapa yang lu maksud, ha?" tanyanya penasaran.
"Hahaha...."
Bukannya menjawab, pria itu malah tertawa keras dan terbahak-bahak. Aisyah yang mendengarnya sontak emosi, ia bergerak mendekat lalu menampar keras wajah pria itu sampai berhenti tertawa. Damar yang melihatnya hanya bisa mengusap wajah, tanpa mampu menahan kelakuan Aisyah itu.
"Lo jangan main-main ya sama gue! Cepetan lu jawab, kalau lu gak mau gue habisin!" ancam Aisyah.
"Okay, gue bakal kasih tahu ke lu semuanya. Gue juga udah muak sama tuh orang, karena dia gak perduli lagi sama gue sekarang!" ucap Ivar.
"Yaudah, gausah banyak basa-basi lagi! Cepetan lu bilang ke gue, siapa yang nyuruh lu!" ujar Aisyah.
__ADS_1
Ivar menyeringai kali ini, "Gue disuruh sama si Nazla, dia itu pengen bikin lu menderita dan dibully banyak orang. Sebenarnya Nazla suka sama Marvel, cowok yang mau nikah sama lu itu," jelasnya.
Deg
•
•
Sementara itu, Nazla sendiri saat ini tengah pergi menemui Marvel di pinggir danau. Tampak pria itu tengah menatap air danau dengan wajah kosong dan seolah memikirkan sesuatu, tanpa basa-basi Nazla pun bergerak cepat menghampiri pria itu untuk menghiburnya. Perlahan Nazla menyentuh pundak Marvel, sampai membuat sang empu terkejut dan menoleh ke arahnya.
Marvel sontak bergerak menjauh, mencoba melepaskan tangan gadis itu dari pundaknya karena ia sungguh merasa malas meladeni Nazla saat ini. Entah mengapa, sampai sekarang Marvel masih belum percaya seratus persen pada Nazla dan ia yakin ada yang tengah disembunyikan olehnya sehingga membuat Marvel ragu.
"Kamu tuh kenapa sih, Vel? Kamu masih mikirin cewek kamu yang gak tahu diri itu, ya? Ayolah Vel, kamu lupain dia dong!" bujuk Nazla.
Marvel menatap penuh emosi ke arah gadis itu, "Dengar ya Nazla, kamu jangan pernah bicara aneh-aneh soal Aisyah! Dia itu gak salah, aku yakin dia gak begitu!" ucapnya tegas.
"Oh ya, kamu yakin? Kalau memang begitu, kenapa dulu kamu malah memutuskan untuk membatalkan pernikahan kalian?" tanya Nazla.
"Ya justru itu, aku nyesel banget udah ngelakuin itu dulu. Harusnya aku gak batalin pernikahan aku dan Aisyah, aku menyesal karena udah termakan omong kosong kamu Nazla!" sentak Marvel.
"Hah? Kok kamu jadi nyalahin aku sih? Itu semua kan keputusan kamu," heran Nazla.
"Iya emang, tapi kamu terus-terusan pengaruhi aku untuk batalin pernikahan itu. Kamu andil juga dong dalam keputusan aku?" ucap Marvel.
"Udah deh Vel, lagian gak ada untungnya juga kalau kamu nikah sama cewek itu!" cibir Nazla.
Marvel menggeleng perlahan, "Enggak Nazla, justru kalau aku menikah sama Aisyah maka itu sebuah keberuntungan yang aku belum dapat sampai sekarang. Aku akan terus berusaha, supaya aku bisa memperbaiki hubungan aku dan dia!" ucapnya.
"Kamu mau lakuin apa lagi, Vel? Dia aja kan udah gak perduli sama kamu," tanya Nazla.
"Entahlah, tapi aku akan berusaha untuk itu. Aku masih cinta sama Aisyah, jadi aku gak mungkin bisa melupakan dia!" jawab Marvel.
"Hadeh, kamu keras kepala banget ya Vel? Awas loh nanti kamu nyesel!" ujar Nazla.
Marvel terkekeh seraya menggelengkan kepalanya, ia berbalik dan berniat pergi dari tempat itu meninggalkan Nazla. Namun, sepertinya Nazla tak mengizinkan Marvel untuk pergi begitu saja. Ya tepat sedetik kemudian, Nazla langsung mencekal lengan Marvel dan meminta pria itu tetap disana bersamanya. Bahkan, Nazla juga memeluk lengan Marvel dengan erat seolah tak ingin melepasnya.
"Jangan pergi Vel! Aku itu cinta sama kamu, aku gak rela kalau kamu masih mau kejar-kejar perempuan gak bener itu!" ucap Nazla diiringi isak tangis.
Jujur Marvel amat terkejut mendengarnya, ia tak menyangka Nazla ternyata memendam rasa padanya selama ini. Meski Marvel sudah curiga sejak lama, sebab sikap Nazla selalu saja lembut dan seolah berharap balasan darinya. Namun, Marvel tak mengira jika Nazla ternyata benar-benar jatuh cinta padanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...