Bahagia Setelah Menderita

Bahagia Setelah Menderita
Daniel vs Alex


__ADS_3

Baru saja turun dari mobilnya, Kania sudah langsung bertemu dengan Daniel di depan sana dan membuat gadis itu begitu terkejut melihatnya. Kania sampai terdiam beberapa saat, apalagi tatapan lelaki itu ke arahnya sangat menjurus tajam dan seolah hendak mengatakan sesuatu padanya. Kania pun tidak tahu harus apa, terlebih saat Daniel mendekatinya.


Kini bahkan Daniel mulai bergerak semakin mendekat ke arah gadis itu, membuat Kania tidak bisa kemana-mana selain hanya diam di posisinya memandangi tubuh pria itu. Tanpa diduga, Daniel sudah berada tepat di hadapannya dan tersenyum menatapnya. Pria itu terlihat begitu senang karena dapat bertemu dengan Kania disana, apalagi dia memang mencintai Kania sedari dulu.


"Niel, misi ya aku mau lewat?" Kania sedikit membungkuk dan berusaha melangkah melewati Daniel disana dengan perlahan.


Akan tetapi, Daniel mencegahnya dengan menggerakkan tangannya menahan tubuh Kania. Tentu saja Daniel tidak akan membiarkan gadis itu pergi begitu saja dari sana, karena sebenarnya Daniel ingin Kania berbincang bersamanya. Selain itu, Daniel juga menginginkan Kania mau menerima cintanya atau sekedar menganggapnya ada.


"Aku mohon Kania, dengerin kata-kata aku dulu sekarang! Aku mau bicara sama kamu, ini hal penting buat aku. Kalau kamu ada waktu, tolong diam dulu disini ya!" pinta Daniel.


"Apa lagi yang mau kamu omongin ke aku, Niel? Apa soal perasaan kamu itu?" tanya Kania.


"Iya tentu, baguslah kalau kamu sudah tahu. Aku emang pengen bahas tentang rasa cinta aku ke kamu," jawab Daniel tegas.


"Kalo gitu maaf Niel, jawaban aku akan tetap sama seperti sebelumnya!" ujar Kania.


Daniel terdiam menunduk, memang sulit untuk bisa meyakinkan Kania bahwa cintanya pada gadis itu benar-benar tulus dan tidak akan bisa dirubah atau dihilangkan. Daniel juga tahu kalau Kania sulit sekali menerima cintanya, tetapi Daniel tak akan berhenti untuk bisa membujuk Kania dan mau menerimanya sebagai seorang kekasih.


"Apa kamu gak mau mikir dulu gitu Kania? Aku ini serius loh sama kamu," ucap Daniel penuh harap.


Kania menghela nafasnya, "Huft, aku minta maaf Daniel. Aku emang beneran gak bisa terima cinta kamu, karena aku gak cinta sama kamu. Tolong ya kamu ngerti dong!" ucapnya kekeuh.

__ADS_1


"Ya tapi aku—"


Ucapan Daniel terpotong saat tiba-tiba Alex datang dengan motornya dan berhenti tepat di dekat mereka berdua, ya tentu saja keduanya kompak menoleh ke arah si lelaki yang baru hadir itu dan benar-benar kebingungan. Pasalnya, sekarang ini mereka sedang berada di kampus dan tanpa diduga Alex justru nekat menyusul Kania sampai disana.


"Eh Daniel, udah deh lu jangan maksa-maksa Kania buat terima cinta lu dan jadi pasangan lu!" ucap Alex yang ditujukan kepada Daniel, sembari berjalan ke arah mereka berdua disana.


Daniel mendengus kesal mendengar kata-kata Alex barusan, rasanya ia ingin saja memukul wajah Alex disana dengan tangan kosongnya. Sedangkan Kania masih terdiam kebingungan sambil memandang ke arah dua pria itu secara bergantian, Kania kini tak tahu harus berbicara apa disaat ada dua orang lelaki yang tengah memperebutkannya saat ini.


"Gue sayang sama Kania dan gue berhak untuk miliki dia sebagai kekasih!" tegas Daniel.


"Kania itu gak suka sama lu, dia cuma suka sama gue. Lo gausah ngarep deh kalau Kania mau terima lu, jadi mending lu lupain aja Kania!" ucap Alex.


"Lex, udah cukup ya jangan buat keributan terus kayak gitu!" sela Kania.


"Kania, aku lagi belain kamu loh. Aku gak suka kalau ada laki-laki kurang ajar yang godain kamu, apalagi di Daniel sialan ini!" ucap Alex emosi.


"Heh! Lo mending sadar diri deh Lex, yang sialan itu kan lu karena lu udah sering banget nyakitin hati Kania! Apa lu lupa soal itu? Pikun banget dong ya lu, gak nyangka gue!" cibir Daniel.


Alex menggeram dan mengepalkan kedua tangannya sembari melangkah ke dekat Daniel, sepertinya Alex sudah tidak bisa menahan emosinya ketika mendengar ucapan Daniel yang meledeknya dan menantangnya. Melihat keributan akan terjadi, Kania langsung menengahi kedua lelaki itu dan meminta mereka tidak berkelahi.


"Ih udah udah, kalian jangan ribut disini ya! Aku gak mau nanti jadi kebawa-bawa karena kalian ribut, aku itu kesini cuma mau kuliah. Alex, mending kamu pergi deh sekarang!" ucap Kania tegas.

__ADS_1


"Tapi Nia, aku mau tetap disini jagain kamu. Aku gak suka laki-laki ini godain kamu!" ucap Alex kekeuh.


Kania menggeleng dibuatnya, "Terserah apa kata kamu Lex, aku capek bicara sama kamu. Aku mau pergi aja, silahkan kalian ribut!" ucapnya kesal.


"Eh Kania tunggu!" Daniel berhasil mencekal lengan gadis itu dan memintanya tetap disana.


Alex yang melihat itu kembali terbawa emosi, ia reflek menarik tangan Daniel agar lepas dari lengan Kania secara paksa. Tanpa diduga, Daniel yang tak terima pun membalasnya dengan menyerang Alex dan mendorongnya. Kania sampai syok dan reflek menutup mulutnya saat melihat itu, apalagi Daniel kini mulai terpancing dan ikut mendekati Alex.


Tidak ada yang bisa dilakukan Kania saat ini, ia benar-benar bingung dan terus menggelengkan kepala sambil berpikir keras. Kali ini Daniel dan juga Alex sedang berdebat di depan sana, seolah melupakan Kania begitu saja. Kania coba meminta bantuan dari para mahasiswa yang ada disana, namun mereka malah mengeluarkan ponsel masing-masing dan merekam kejadian itu.


"Aduh! Ish, gimana ini cara misahin mereka? Kalau aku nekat deketin mereka, yang ada nanti aku bisa kena pukul juga!" gumam Kania.


Disaat Kania tengah kebingungan, Alex dan Daniel pun semakin memanas disana. Bahkan, kini tangan Alex sudah mencengkram kerah baju Daniel dan bersiap memukul wajahnya dengan satu tangan yang sudah diangkat. Daniel menyeringai dibuatnya, menggeleng perlahan dan tidak takut sama sekali dengan ancaman Alex saat ini.


"Lo dengar ya Lex, Kania itu udah bukan punya lu lagi! Gue berhak untuk deketin dia, dan lu gak punya hak apa-apa buat larang gue!" tegas Daniel.


"Kurang ajar lu ya! Gak tahu malu lu setelah apa yang lu lakuin ke Kania di kostan itu? Dasar cowok mesum dan otak ngeres! Lo itu gak pantas buat dapetin Kania, sialan!" geram Alex.


Daniel terdiam, ingatan mengenai kejadian saat itu pun kembali terbayang di benaknya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2